Olympic Badminton Day 3

Di Hari Ketiga digelarnya Bulutangkis Olimpiade London 2012, pebulutangkis unggulan mengalami tekanan yang luar biasa, itu lah yang terlihat dari penampilan Kenichi Tago, Sung Ji Hyun dan unggulan teratas asal Malaysia Lee Chong Wei. Ji Hyun dan Tago tersingkir di babak penyisihan Grup sementara Lee Chong Wei harus bekerja keras sebelum lolos ke Perdelapan Final.

Kenichi Tago memulai kejutan dengan melawan pebulutangkis non unggulan asal Srilanka yang menjadi flagbearers di Pembukaan Olimpiade, Niluka Karunaratne. Dari 3 flagbearers dari Bulutangkis, ia lah satu-satunya yang lolos dari fase knockout dan berangkat ke babak Perdelapan Final sebagai Juara Grup C. Di Perempat Final, ia ditunggu Juara Grup D yang masih diperebutkan Kashyap Parupalli dan Nguyen Tien Minh.

Melawan Tago, Niluka menang 21-18, 21-16. Ia sendiri tak percaya namun ia pernah berpikir bahwa hari itu adalah harinya. “Saya tahu ada sesuatu yang istimewa tentang hari ini. Saya memiliki perasaan yang hari ini akan menjadi hari saya,” ujar pemain yang berusia 27 tahun itu. “Ini merupakan kemenangan terbesar dan paling signifikan dalam sejarah bulu tangkis di Sri Lanka,” tambah pemain berkebangsaan Srilanka itu.

Sementara Lee Chong Wei, sang peraih medali perak di Beijing empat tahun lalu harus terseok-seok di babak pertama Olimpiade. Dihadapkan dengan Vile Lang dari Finlandia, Lee harus melakoni laga 3 gim 21-8, 14-21, 21-11 dalam waktu 51 menit. Dipimpin oleh umpire asal Swiss, Kassel Ivo, Ville tampil menekan bahkan di gim ketika sempat terjadi kedudukan imbang 10-10. Ville tampil disaksikan oleh Presiden Finlandia, Sauli Niinisto. Banyak sekali kepala negara atau kepala pemerintahan yang mampir melihat berbagai venue untuk menonton pertandingan atlet dari negaranya, termasuk Presiden Finlandia dan Pangeran dari Denmark hari ini serta Presiden Singapura kemarin yang memberi kehormatan untuk menonton di Wembley Arena. “Sayangnya saya hilangkalah, tetapi ini merupakan pertandingan terbaik dalam hidup saya! sangat bergengsi!” ujar Ville mengomentari kemenangannya. Lee memang mengaku dalam tekanan pada pertandingan itu. “Saya di bawah tekanan dan itu bukan sesuatu yang saya dapat dikontrol.

Sementara sang rival harus melakoni laga ketat sebelum memastikan tampil di Perdelapan Final, Lin Dan dengan mudah menundukkan pebulutangkis Irlandia, Scott Evans dengan skor telak 21-8, 21-14. Di Perdelapan Final, kemungkinan ia akan bertemu dengan sesama peraih medali emas Olimpiade sekaligus rival lamanya, Taufik Hidayat.

Di nomor tunggal putri, Sung Ji Hyun menjadi unggulan yang tersingkir secara mengejutkan. Unggulan 8 itu disingkirkan oleh Yip Pui Yin dari Hongkong di babak Penyisihan Grup J. Yip menang 21-18, 23-21. Kekalahan ini membuat Korea hanya menyisakan Bae Youn Joo di nomor tunggal putri yang masih harus bertarung memperebutkan tiket Perdelapan Final melawan Agnesse Alegrini dari Italia.

Tersingkirnya Ji Hyun ini tidak diperkirakan sebelumnya, mengingat ia adalah orang diluar pemain China sendiri yang sudah pernah mengalahkan Trio Wang, termasuk Wang Yihan. Ini juga menjadi kado pahit atas ulang tahunnya yang jatuh pada Senin kemarin, bertepatan dengan ulang tahunnya Simon.

Simon berulang tahun di London

Jawara Indonesia Open 2012, Simon Santoso merayakan ulang tahunnya di London dengan acara makan bersama, namun ciri khas kue tar dengan lilin-lilin seperti pada umumnya perayaan Ulang tahun. Dalam acara makan-makan itu, semua ofisial dan atlet makan dalam kebersamaan termasuk dengan Erick Thohir, pimpinan kontingen Indonesia bersama dengan sang manajer, Ricky Subagja, sang peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 dengan Rexy Mainaky.

Simon sendiri harus melakoni laga terakhir melawan Michael Lahnsteiner dari Austria pada Selasa untuk memastikan tiket Perdelapan Final Olimpiade. Sebagai Juara Grup B nantinya, ia akan berjumpa dengan Juara Grup A, yakni Lee Chong Wei. Simon harus memanfaatkan tekanan yang ada pada Lee Chong Wei yang diharapkan oleh negeri Malaysia meraih medali emas pertama. Meski berpenampilan cemerlang, ia tidak dibebani target apapun di Olimpiade ini. Lee sendiri harus melakoni laga rubber gim atas Ville Lang, pemain yang berada jauh peringkatnya dibanding Lee Chong Wei.

Bola Olimpiade agak berat

Wong Tat Meng, sang pelatih (masih pelatih?) Adrianti Firdasari menilai bahwa penampilan Firda yang harus bermain rubber gim atas pemain Bulgaria, Alesia Zaitsava dengan 21-10, 16-21, 21-14 perlu diperbaiki. Dikutip dari situs PB PBSI, Wong menilai penampilan Firda belum enak, apalagi ia baru sembuh dari cedera. “Ini adalah pertandingan pertamanya di Olimpiade London, mungkin feeling nya belum enak. Selain itu Firda juga baru sembuh dari cedera. Dalam dua minggu persiapan ke olimpide, Firda tidak full latihan karena menunggu pemulihan cederanya. (Firda mengalami cedera pada telapak kaki kanannya saat bermain melawan Wang Yihan dari China di Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 lalu).”

“Firda tak dapat mengatur tempo permainan, ia bermain terlalu cepat sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama saat menyerang,” tambah Wong mengomentari kekalahan Firda di gim kedua. Wong juga memberi wejangan pada anak didiknya untuk mengatur kecepatan karena bola yang dipakai agak berat. “Ia juga sebaiknya bisa mengatur kecepatan permainannya. Bola yang dipakai di olimpiade ini agak berat, tidak seperti biasanya. Jadi perlu beberapa kali pukulan baru bisa mematikan lawan, perlu tenaga ekstra.”

Sementara Firda mengaku tidak merasakan sakit pada cederanya saat bertanding. “Kaki saya sudah sembuh, tidak ada masalah dan tidak terasa sakit saat bermain di lapangan. Mungkin karena sempat absen latihan kemarin, masih agak kaku, jadi perlu banyak pemanasan saja” kata Firda setelah pertandingannya. Firda harus melakoni laga penutup penyisihan Grup O melawan Petya Nedhelcheva untuk memastikan diri lolos ke Perdelapan Final. Lawannya sudah menunggu, yakni Wang Xin yang mengalahkan Wang Rena dengan 21-8, 21-6.

Greysia-Meiliana dan Ahsan-Bona pastikan tiket Perempat Final

Setelah pebulutangkis ganda campuran, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir memastikan tiket Perempat Final setelah mengantongi dua kemenangan, dua ganda lainnya, Greysia Polii-Meiliana Jauhari dan Muhammad Ahsan-Bona Septano juga lolos ke babak knockout setelah mengantongi dua kemenangan.

Greysia Polii-Meiliana Jauhari pada hari ketiga Olimpiade mengalahkan pebulutangkis non unggulan asal Afrika Selatan, Michelle Claire Edwards/Annari Viljoen asal Afrika Selatan, dalam dua gim langsung, 21-18, 21-10. Greysia mengaku sempat kecolongan start di gim pertama namun bisa enjoy. “Kami kecolongan start, jadi sempat tertinggal di gim pertama. Pada pertandingan kali ini kami bisa lebih enjoy dibanding kemarin, karena kami sudah menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan” ujar Greysia. Di pertandingan sebelumnya memang mereka terlihat lebih gugup, melawan pasangan Australia, Leanne Choo/Renuga Veeran, mereka harus bertanding tiga gim 21-11, 20-22, 21-13.

Mereka sudah memastikan tiket Perempat Final, namun Greysia sendiri menginginkan lawannya di Perempat Final adalah pasangan Korea, Jung Kyung Eun-Kim Ha Na. “Kami tidak tahu siapa kita akan kami temui di perempatfinal, tapi baik Yu / Wang dan Kim / Jung sama kuat tapi kami lebih suka orang Korea,” ujar Greysia. Untuk memastikan diri melawan Korea, mereka harus mengalahkan pasangan yang berada di Grup C, yakni Ha Jung Eun-Kim Min Jung dari Korea pada Selasa waktu London. Kemenangan ini nantinya menghantarkan mereka memuncaki klasemen Grup C dan terhindar dari Wang Xiaoli-Yu Yang.

Sementara ganda putra, Muhammad Ahsan-Bona Septano mengalahkan Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong dari Korea, dalam dua gim langsung, 24-22, 21-12. Di lima pertemuan sebelumnya Ahsan-Bona selalu kalah namun berhasil membalas di pertemuan yang tepat. Kemenangan ini menghantarkan mereka ke Perempat Final, namun harus berjumpa Juara Grup D yang kemungkinan adalah Jawara All England Chung Jae Sung-Lee Yong Dae. Kekalahan Korea membuat unggulan keempat ini tersingkir lebih dulu dari semua unggulan yang tampil di nomor ganda.

Dari lima kali kekalahan itu, Kali ini Ahsan-Bona pun belajar dari kesalahannya, mereka bisa keluar dari tekanan saat genting di gim pertama. Ahsan-Bona sebetulnya sudah lebih dulu mencapai game point pada kedudukan 20-19, namun Ko/Yoo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Keadaan pun semakin menegangkan. Tak sampai disitu, kejar-kejaran poin terus terjadi dari posisi 20-20, 21-21, hingga 22-22. Namun Ahsan-Bona yang terlihat bermain lebih tenang, akhirnya mampu mematahkan pertahanan Ko/Yoo yang terkenal solid, mereka pun merebut gim pertama dengan skor tipis 24-22. “Sekarang kami tidak mau kalah lagi di saat kritis. Kuncinya kami tidak mau memikirkan poin, mau 20-20 atau 21-21, yang penting main tenang dan terus bikin poin. Kalau dipikirkan bisa grogi dan kejadian lagi seperti sebelumnya” ungkap Ahsan.

Sementara Yoo Yeon Seong yang memeluk Ahsan seusai bertanding menganggap Ahsan-Bona berpenampilan lebih baik. “Ahsan-Septano benar-benar baik dan kami hanya tidak tampil baik, dan itulah sebabnya kami gagal lolos ke perempat final.” Ahsan-Bona sebenarnya masih dijadwalkan bertemu pasangan Polandia, Adam Cwalina-Michael Logosz di hari Selasa untuk memastikan tiket Perempat Final, namun karena memutuskan untuk mengundurkan diri karena cedera, Ahsan-Bona dengan cuma-cuma mengantongi kemenangan. Di Grup B, Ahsan-Bona mendampingi Bodin Issara-Maneepong Jongjit yang menjadi Juara Grup untuk tampil di babak Perempat Final.

India membuka harapan

Pasangan India peraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2011, Jwala Gutta-Ashwini Ponappa mengalahkan pasangan Taipei yang diprediksi duaribuan menjadi Juara Grup B, yakni Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin dengan skor ketat 25-23, 16-21, 21-18. Jwala-Ashwini dapat lolos ke Semifinal jika mereka bisa mengalahkan Shinta Mulia Sari-Lei Yao di pertandingan terakhir Grup B, apabila Mizuki-Reika mengalahkan Cheng-Chien di pertandingan penyisihan grup terakhir.

Di ganda campuran, Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba gagal mengulang kemenangan di European Championship 2012 atas Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen dari Denmark setelah ditaklukkan dalam pertarungan tiga gim 9-21, 21-14, 17-21. Fischer menjadi titik serang dari pasangan Polandia di gim ketiga namun itulah yang membuat pasangan Polandia kalah, “Kami fokus terlalu banyak pada Fischer. Ini adalah kesalahan karena ia luar biasa dan tumbuh dalam keyakinan saat pertandingan berlangsung,” ujar Mateusiak.

Sementara Xu Chen-Ma Jin mampu mengatasi pasangan Thailand, Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam yang menjadi Juara Indonesia Open lalu. Xu-Ma mengalahkan Prapakamol-Thongthoungkam dengan 21-19, 21-12. Mengantongi dua kemenangan, Xu-Ma memastikan diri tampil di Perempat Final.

Sementara di penyisihan Grup C nomor ganda putra, Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov tak bisa mengulang sukses di masa lalu ketika mereka kalah dari Chai Biao-Guo Zhendong dengan pertarungan ketat 21-23, 15-21. Sebelumnya di Jerman Terbuka 2012, Ivanov-Sozonov mampu mengalahkan Chai-Guo dengan skor ketat 17-21, 21-19, 25-23 dalam durasi 62 menit.

Iklan