Olympic Badminton Day 2

Bulutangkis Olimpiade London 2012 memasuki babak penyisihan Grup hari kedua. Minggu kemarin, pebulutangkis ganda campuran dan tunggal putra yang tampil. Kedua partai itu berakhir kemenangan bagi Indonesia. Orang pertama yang memastikan diri tampil di babak knockout stage adalah tunggal putra asal Jepang, Sho Sasaki (gambar) yang mengalahkan Virgil Soeroredjo dari Suriname dengan pertarungan dua gim langsung 21-12, 21-17.

Tapi berbeda dengan Indonesia, harapan satu-satunya tuan rumah, Britania Raya untuk mendapatkan medali, Chris Adcock-Imogen Bankier tersingkir lebih awal dari dua kompatriotnya, Susan dan Rajiv. Chris Adcock dan Imogen Bankier dipastikan gagal melangkah ke Perempat Final setelah takluk dari pasangan ganda campuran asal Jerman, Michael Fuchs-Birgit Michels lewat pertarungan tiga gim 21-11, 17-21, 14-21.

Dalam konferensi pers pasca kekalahannya itu, Bankier bahwa sedikit berkaca-kaca atas kekalahan itu.”Kata-kata tidak dapat menggambarkan bagaimana hancurnya saya sekarang. Kehilangan dua pertandingan yang kami targetkan dan berada di bawah performa adalah mimpi buruk.. Kami datang ke turnamen ini dalam kondisi terbaik dalam hidup kami, tapi kami menghadapi dua lawan yang sulit.”

Adcock sendiri mengaku tampil cemerlang di gim pertama, namun mulai turun di gim kedua. “Kami telah memulai dengan cemerlang dalam pertandingan pertama, tetapi mulai tidak baik di game kedua”. Ini merupakan kekalahan kedua mereka setelah di penyisihan grup kemarin, mereka kalah dari Semifinalis Korea Terbuka, Alexandr Nikolaenko-Valeri Sorokina dari Rusia juga dalam pertarungan tiga gim dimana gim pertama dimenangkan pasangan tuan rumah.

Di Grup A, Zhang Nan-Zhao Yunlei sang pemuncak grup akan menjadi lawan terakhir mereka pada Hari Selasa. Meski menang atas Zhang-Zhao, Adcock dan Bankier dipastikan gagal lolos ke fase knockout. Satu tiket Perempat Final di Grup A akan diperebutkan oleh Alexandr Nikolaenko-Valeri Sorokina dan Michels Fuchs-Birgit Michels yang pemenang antara keduanya kemungkinan menjadi lawan pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir jika Ahmad-Natsir menjadi Jawara Grup C. Ketika Fuchs ditanya mengenai partai hidup mati memperebutkan tiket sisa melawan pasangan Rusia, ia mengaku merasa enjoy dan tak terbebani. “Kami kembali di permainan kami. Pemenang harus mengalahkan Rusia sekarang. Kami berperingkat lebih rendah jadi tak ada tekanan tapi yang terpenting harus enjoy.”

Hadiah kemenangan bagi Simon dan Ji Hyun

Pada 29 Juli kemarin, 3 Pebulutangkis yang bertarung di Olimpiade London cabang olahraga bulutangkis berulang tahun. Salah satunya berasal dari Indonesia, Simon Santoso. Di hari itu pula, Simon mengawali partai perdana melawan pebulutangkis Estonia, Raul Must dan menang dengan 21-12. 21-8. Ditanya mengenai kemenangannya itu, Simon mengaku akan melakukan yang terbaik untuk Olimpiade ini. “Tentunya ingin sekali jadi juara, namun perjalanan kesana masih jauh, tak mau berpikir kesana, yang penting tiap pertandingan bisa bermain bagus saja dulu.”

Sementara sang lawan, Raul Must berkata Simon bermain sangat baik. “Simon bermain sangat baik dan tidak memberi kesempatan bagi saya. Mengecewakan karena saya mengalami cedera tapi apa yang membunuhmu itu yang membuatmu lebih kuat.” Ini tentu menjadi kado bagi Simon di hari ulang tahunnya. Dalam rangka ulang tahunnya juga, Simon mengaku hanya akan makan-makan dengan teman dan pelatih karena ini Olimpiade. “Mungkin dirayakan dengan makan saja bersama teman dan pelatih, kalau olimpiade sudah selesai baru bisa bepergian. Saat ini saya ingin jaga kondisi dan konsentrasi di pertandingan.”

Meski penampilannya lumayan bagus, Simon harus melakoni laga Perdelapan Final melawan unggulan pertama asal Malaysia, Lee Chong Wei. Ini tentu yang tidak menguntungkan bagi Simon. Namun ia sendiri tidak memikirkan itu dulu. “Saya tidak mau memikirkan terlalu jauh kesana, tapi fokus satu-satu dulu di penyisihan grup,” ujar Juara SEA Games itu.

https://i2.wp.com/binaryapi.ap.org/c35e3c7200c540249381cf6787b2b5f6/512x.jpg

Selain Simon, kado kemenangan ini juga didapat oleh Sung Ji Hyun, pebulutangkis putri Korea yang berulang tahun ke 21. Sung Ji Hyun mengawali partai perdana sehari sebelum ulang tahunnya dengan menang atas Sara Kvaerno dari Norwegia dengan 21-8, 21-5. Ia akan berjumpa Yip Pui Yin dari Hongkong di babak penyisihan Grup J untuk memastikan tiket Perempat Final. Pebulutangkis Korea lain yang berulang tahun pada 29 Juli adalah Kim Min Jung. Pasangan dari Ha Jung Eun di nomor ganda putri unggulan ketiga ini berulang tahun ke 25 pada Hari Minggu kemarin.

Chen Long ready for gold medal

Di Penyisihan Grup E nomor ganda putra, pebulutangkis unggulan ketiga, Chen Long mampu mengatasi veteran Thailand sekaligus Semifinalis Olimpiade 2004, Boonsak Ponsana dengan pertandingan dua gim langsung 21-12, 21-17. “Setiap pertandingan Olimpiade akan sulit tapi saya pikir saya cukup baik hari ini,” ujar pemain yang duaribuan prediksi membawa pulang medali emas.

https://i1.wp.com/media.redding.com/media/img/photos/2012/07/29/736645_t607.JPG

Boonsak sendiri mengaku awalnya percaya diri menang tapi ia terlalu sering melakukan kesalahan. “Ketika saya pertama kali melihat undian, aku seperti” Oh “dan tahu itu akan sulit untuk menang, tapi aku sudah mengalahkan dia sebelum jadi saya tidak terlalu khawatir .. Sayangnya saya tidak bisa mengontrol dia hari ini. saya kehilangan konsentrasi saya dan membuat terlalu banyak kesalahan. ”

Jika Sasaki menjadi yang pertama lolos ke Perdelapan Final, Lee Hyun Ill menjadi yang kedua memastikan lolos. Ia mengalahkan wakil Peru Pachello Carillo dengan 21-12, 21-7. Lee menargetkan meraih medali di Olimpiade ini setelah di Beijing empat tahun lalu ia kalah di Bronze medal playoff atas Chen Jin yang kemungkinan ia temui di Perempat Final Olimpiade. “Ini adalah olimpiade terakhir saya jadi aku harus meraih medali.”

Pertarungan nomor tunggal putra pada sesi malam berlangsung ketat. Nguyen Tien Minh harus melakoni laga rubber gim atas Yuhan Tan dengan 17-21, 21-14, 21-10. Tien Minh merasa kurang konsentasi di gim pertama. “Saya kurang konsentrasi dan terus melakukan kesalahan pada game pertama kemudian pelatih saya menyarankan saya untuk bermain di depan net.”

Di pertandingan selanjutnya, Rajiv Ouseph melawan Henri Hurskainen berlangsung seru. Peraih perak Kejuaraan Eropa 2012, Hurskain bermain cemerlang dan nyaris menang. Namun pendukung tuan rumah membuat Ouseph menang 22-20, 17-21, 21-15. “Saya tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Ouseph.

Pertandingan seru lainnya terjadi selanjutnya, Pablo Abian menggilas flagberarers dari Ceko di Pembukaan Olimpiade, yakni Petr Koukal dengan 21-17, 16-21, 21-16. “Hal ini bagus bagi saya memenangi pertandingan pertama saya jadi saya dapat memiliki perasaan baik yang dibutuhkan untuk bermain melawan Taufik berikutnya.” Koukal sendiri kecewa karena gagal di dua pertandingan yang berarti ia harus gugur dalam turnamen ini. “Setelah begitu terhormat untuk menjadi flagbearer bangsa saya, saya cukup kecewa tidak melakukan hal yang lebih baik dalam 2 pertandingan.”

Di nomor tunggal putri, Sayaka Sato menjadi pemain yang terlihat sangat gugup di penampilan awalnya. Ia harus menguras keringat melawan pemain non unggulan asal Slovenia, Maja Tvrdy dengan 22-20, 21-18. “Saya lebih gugup daripada yang saya pikir. Maja berusaha sangat keras sehingga saya harus berkonsentrasi lebih dari yang biasanya saya lakukan dalam pertandingan..”

Maja sendiri senang atas penampilannya, ia sendiri berharap lebih baik di Olimpiade selanjutnya. “Saya sangat senang dengan kinerja saya dan menunjukkan bagaimana saya bisa bermain melawan pemain top. saya berharap untuk membuat ke Olimpiade 2016..”

Partai Hidup Mati, meski menang pasti bakal Mati

Muhammad Ahsan-Bona Septano dan Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong akan melakoni laga hidup mati pada pertandingan bulutangkis ganda putra pada Senin sore. Hal ini terjadi karena Ko-Yoo kalah straight set atas Bodin Issara-Maneepong Jongjit dengan 15-21, 14-21.

Jika Ahsan-Bona menang, mereka harus memastikan kemenangan lagi atas Cwalina-Logosz di hari Selasa untuk tiket Perempat Final. Ini tentu berat karena Cwalina-Logosz mampu memaksakan rubber gim atas Ko-Yoo.

Meski menang di partai hidup mati, lolos ke Perempat Final nantinya mereka menjadi Runner Up Grup B yang bertemu Juara Grup D yang kemungkinan Jung Jae Sung-Lee Yong Dae. Ini lah yang disebut partai hidup mati, meski menang pasti akan mati. Jika Ahsan-Bona kalah dipastikan Indonesia membuat sejarah baru setelah tidak lolos Semifinal Piala Thomas, yakni gagal meraih medali ganda putra di Olimpiade.

Sementara ganda Malaysia, Koo Kean Keat-Tan Boon Heong akan melakoni laga ketat melawan Jung Jae Sung-Lee Yong Dae dimana sang pemenang akan terhindar dari Bodin Issara-Maneepong Jongjit yang kemungkinan menjadi Juara Grup B. Koo-Tan sendiri memastikan tiket perempat final setelah mengalahkan Juara Dunia 2005, Tony Gunawan-Howard Bach dengan 21-12, 21-14. “Saya senang akan para pendukung di sini,  berbeda dari turnamen lainnya, mereka selalu berada di belakang kami. Kami ingin medali – medali emas!,” ujar Koo dengan tegas.

Meski tersingkir dari Olimpiade, Tony Gunawan mengaku tidak akan membawa perasaan kalah di pertandingan terakhir melawan Chung Jae Sung-Lee Yong Dae. “Ini mengecewakan untuk kalah, tapi Olimpiade, jadi kami akan mencoba untuk tidak membiarkan perasaan ini akan masuk ke pertandingan terakhir kami.”

Liliyana Membalas dendam

Di Final Olimpiade Beijing 2008, Liliyana Natsir berpasangan dengan Nova Widianto kalah telak dari pasangan Korea, Lee Hyo Jung-Lee Yong Dae dua gim langsung. Dan kali ini, di ajang yang sama empat tahun kemudian, dengan pasangan yang sama-sama baru, Liliyana Natsir mengalahkan Lee Yong Dae-Ha Jung Eun dengan 21-19, 21-12.

“Walaupun mereka berusaha mengejar, tapi tadi kami sudah yakin dan percaya diri di lapangan. Kemarin kami tampil bagus, inilah yang menjadi modal untuk pertandingan hari ini dan selanjutnya,” jawab Liliyana mengomentari kemenangannya. “Sebagai harapan Indonesia untuk emas Kami mencoba untuk tidak berpikir tentang tekanan tetapi cobalah untuk menikmati setiap pertandingan..” tambah Liliyana.

Di nomor ganda putri, Shinta Mulia Sari-Lei Yao gagal lolos ke Perempat Final setelah kalah dari pasangan Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa dengan 21-16, 10-21, 19-21. Dalam pertarungan itu, butuh waktu 82 menit untuk kemenangan Reika-Fujii. Meskipun kalah, Shinta tetap berharap bisa tampil di Perempat Final. “Kami tidak memiliki koordinasi dalam 5 poin terakhir [meskipun leding] .. mudah-mudahan ada kesempatan untuk tetap lolos ke perempatfinal.”

Iklan