Bulutangkis bagian dari Sejarah

Bulutangkis menjadi sangat istimewa pada Olimpiade edisi tahun 2012 yang dilaksanakan di London musim panas ini. Mengapa? Pembukaan Olimpiade London mengikutsertakan olahraga bulutangkis, karena menjadi salah satu bagian dari sejarah olahraga di Britania Raya.

Meskipun sudah berlalu dua hari, duaribuan akan menampilkan sisi positif bulutangkis yang diangkat dalam acara Pembukaan Olimpiade London 2012 yang berlangsung di Olympic Stadium di Kompleks London Olympic Park yang dilaksanakan pada Jumat, 27 Juli 2012 malam.

Berlangsung selama 4 jam, menurut saya Pembukaan ini tidak terlalu megah dibandingkan Olimpiade Beijing empat tahun lalu. Di Beijing, adat China yang kental memang terlihat indah dipadukan dengan tata cahaya dan tata lampu, tapi kalau di London, mereka tidak terlalu terkenal dengan budayanya seperti negara-negara modern lain yang lebih mementingkan harta dibanding budaya. Jangan sampai karena gila harta, kita lupa akan budaya diri sendiri.

Awal dari Pembukaan adalah diceritakannya masyarakat Britania yang dahulu didominasi kaum petani dan penggembala merubah kebudayannya lewat Revolusi Industri yang mengubah dunia Barat menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Diselingi dengan musik-musik instrumental khas dunia Barat, serta ada guyonan dari sang ‘Mr. Bean’ menambah rangkai spektakulernya Pembukaan Olimpiade itu. Parade Kontingen mengakhiri rangkaian pergelaran Olimpiade London 2012.

Yang mengejutkan bagi kita semua pastinya sang Penyulut Obor. Bukan orang terkenal, dari Kalangan Istana atau peraih medali di Olimpiade, tetapi 7 orang atlet yang bisa dibilang bocah karena usianya masih dibawah 19 tahun. Tujuh atlet itu adalah Callum Airlie, Jordan Duckitt, Desiree Henry, Katie Kirk, Cameron MacRitchie, Aidan Reynolds, dan Adelle Tracey. Dari ketujuhnya, bahkan ada yang berusia 16 tahun. Obor itu telah dibawa selama 70 hari melintasi kota-kota terkenal di Britania Raya sejauh 8.000 mil.

Sedikit kebingungan

Sebelum kita masuk ke inti dari berita duaribuan (all about badminton), ada 2 hal yang membuat gue kebingungan Yang pertama adalah Pembawa acara, di Stadion yangmemakai bahasa Perancis. Padahal Bahasa Inggris adalah bahasa kebangsaan dari Britania Raya, mengapa mereka menggunakan bahasa Perancis? (sebenarnya Bahasa Inggris juga digunakan).

Ternyata setelah cari sana sini, memang Olimpiade menetapkan Bahasa Inggris dan Bahasa Perancis sebagai bahasa resmi Olimpiade. Kita tahu kalo Bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa internasional, tapi kalo Perancis, itu karena pesta olahraga paling akbar sejagat ini dirintis oleh orang Prancis, yakni Pierre de Coubertin.

Kebingungan kedua, tokoh James Bond yang di layar kaca seperti menjemput Ratu Elizabeth dari Istana Buckingham dan membawanya ke Olympic stadium, terlihat dibawa menggunakan helikopter. Dan ketika helikopter sampai di atas stadion, mereka turun menggunakan parasut. Dalam hati, berani bener Pimpinan Commonwealth Nations naik helikopter dan terjun?

Ternyata oh ternyata, jawaban terjawab ketika Ratu Elizabeth sudah duduk manis di tribun kehormatan. Dan yang terjun bersama Daniel Craig (aka James Bond) adalah seorang pemeran/peraga saja.

Bulutangkis tampil di Negeri Asal

Bulutangkis pernah ‘diklaim’ sebagai olahraga yang berasal dari Britania Raya. Pada zaman pertengahan, permainan pukul memukul bola dikenal dengan Battledores dan Shuttlecocks, saat itu sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah.

Penduduk Inggris membawa permainan ini ke koloni-koloninya di Asia dan menjadi salah satu permainan yang disenangi anak-anak di wilayah itu. Baru di India pada abad ke 19, olahraga ini oleh Para tentara Britania ditambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan.

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Britania pada 1850-an. Nama Badminton baru muncul pada 1860 ketika Isaac Spartt melukiskan permainan itu dimainkan di Badminton House, Glouchestershire. Olahraga ini terus berkembang di Britania Raya hingga pada 1899 dimana kejuaraan resmi internasional All England pertama kali dilaksanakan.

Karena merupakan olahraga yang bisa dibilang tradisional di Britania Raya, akhirnya bulutangkis bersama sepakbola dan cricket ditampilkan dalam Pembukaan Olimpiade 2012. Olahraga ini ditampilkan pada bagian awal dimana  anak-anak desa di Inggris bermain bulutangkis sedangkan pada orang tua menggarap sawahnya.

Koukal membuat dunia tahu

Miliaran pasang mata melihat atlet-atlet terbaik dari ratusan negara mengikuti Parade Defile Kontingen di Olimpiade 2012. Dan miliaran pasangan telinga juga mendengar yang dikatakan oleh komentator, Koukal menginspirasi dunia, ada mantan penderita kanker yang sukses tampil di Olimpiade, dia berasal dari bulutangkis.

Meski tak cemerlang gelar Lin Dan, Taufik Hidayat atau Lee Chong Wei, Petr Koukal bagi saya seorang yang luar biasa. Ia berhasil mengalahkan kanker prostat yang menimpanya di tahun 2010 lalu. Untuk mengobati kankernya, ia harus Kesakitan dalam pengobatan kemoterapi yang dijalani sekitar dua bulan tahun 2010. Pembawa acara pun menyinggung mengenai kehebatan Koukal mengalahkan kanker dalam tubuhnya. Namun semua kesakitan itu terbayar cukup indah setelah bisa tampil di Olimpiade untuk kedua kalinya.

Bagi saya, itu adalah sebuah keajaiban untuk tampil di Olimpiade setelah dua tahun sebelumnya (sebenarnya kalo dihitung kurang dari setahun) baru sembuh dari kanker, ia sudah terkualifikasi ke Olimpiade, jangan anda anggap remeh atlet yang terkualifikasi ke Olimpiade, tidak semua orang punya kesempatan tampil di ajang terbesar itu.

Kebahagiannya bertambah ketika ia terpilih sebagai Pembawa Bendera di ajang terbesar itu. Ia memimpin barisan atlet Ceko yang berjumlah 133 atlet (dari 19 cabang olahraga). Mengingat moment itu, ia merasa sangat emosional teringat akan kenangan yang akan menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya.

Upacara adalah pengalaman sekali dalam seumur hidup. Saat aku berjalan keluar dari terowongan semua kenangan beberapa tahun terakhir datang kembali (Terkena Kanker hingga tampil di Wembley). Saya menjadi sangat emosional. Saya berencana untuk langsung kembali setelah membawa bendera tetapi aku harus tinggal sampai api Olimpaide menyala.” Ujar pemain yang dikalahkan Taufik di pertandingan pertama Grup O.

Dua pemain lain yang diberikan kehormatan membawa bendera negaranya di Parade Defile adalah Mohamed Ajfan Rasheed, atlet bulutangkis asal Maldives yang terkualifikasi karena mendapatkan jatah tripartite dari IOC. Tripartite itu semacam kesempatan yang diberikan IOC untuk sebuah negara bisa mengirimkan atletnya di Olimpiade, jika tidak terkualifikasi.

Atlet lain yang menjadi flag berarers adalah Niluka Karunaratne, atlet dari Srilanka. Setiap kali mengibar-kibarkan bendera Srilanka, ia selalu tersenyum. Semua dari keluarganya kebanyakan menekuni bulutangkis, mulai dari ayahnya yang menjadi pelatih dan 3 adiknya yang seorang atlet.

Indonesia dipimpin Siman

Parade Defile Kontingen Indonesia juga tampil di Pembukaan Olimpiade London 2012. Dalam Parade itu, Tim Indonesia dipimpin oleh Perenang muda berusia 17 tahun, I Gede Siman Sudartawa, peraih 4 medali emas SEA Games 2011.

Selain Siman yang terkena shoot kamera dalam Defile itu, ada atlet pelari putri Triyaningsih yang juga terlihat cukup jelas dibelakang Siman. Tim Indonesia tamil dengan balutan baju berwarna merah dengan bawahan batik. Dalam parade defile itu, Tim Bulutangkis absen tampil karena pada hari selanjutnya sudah dipertandingan babak penyisihan grup.

Komentator sono nya ternyata kalo gue inget suara mirip-mirip ama yang di Beijing, kalo tak salah juga mantan atlet bulutangkis Gill Clark (kalo di Bultang ada Gillian Clark, sama gak ya). Gillian Clark sendiri adalah atlet bulutangkis Inggris yang sekarang menjadi komentator dalam pertandingan bulutangkis (sekarang jadi komentator Pembukaan? salah gak sih)

Lewat ucapan Gill ini, dunia akhirnya tahu. “Indonesia have 6 gold medal and all of them come from Badminton“. Gillian Clark pernah tampil di Olimpiade Barcelona 1992 dimana saat itu ia hanya sampai di Perempat Final nomor ganda putri, kalah dari Hwang Hye Young-Chung So Young dari Korea.

Iklan