[Prediction] Maria Miracle on the Bottom

 

 

Setelah era Susi Susanti dan Bang Soo Hyun yang meraih medali emas nomor tunggal putri di Olimpiade 1992 dan 1996, China selalu menguasai nomor ini, termasuk dengan pemaksaan kepada atlet untuk mengalah demi tercapainya target emas, seperti yang terjadi pada Zhou Mi di tahun 2004.

Dan di tahun 2008, bermodalkan tiket wildcard, Maria Kristin Yulianti sukses menggondol medali emas, merubuhkan Juara All England Tine Rasmussen (kini Tine Baun), putri berbakat India Saina Nehwal dan terakhir adalah andalan tuan rumah untuk sapu bersih medali, Lu Lan. Kemenangannya atas Lu Lan membuat namanya terukir sebagai peraih medali perunggu di Olimpiade 2008.

Hingga berita kemenangan Zhang Ning atas Xie Xingfang kalah pamor dibanding kemenangan Maria atas Lu Lan yang sering muncul artikel maupun video nya. Maria seperti memiliki sentuhan keajaiban, Maria Miracle.

Dan tahun ini rasanya Maria Miracle akan kembali muncul, tepatnya dari bottom half (makanya judulnya Maria Miracle on the Bottom). Di bottom half, persaingan sangat terbuka lebar, berbeda dengan top half yang kemungkinan akan diisi oleh partai Wang Yihan dan Saina Nehwal di Semifinal.

Tetapi untuk Perempat Final di bottom half, Wang Xin vs Juliane Schenk dan Sung Ji Hyun vs Li Xuerui akan menjadi pertandingan yang sangat menarik karena Schenk dan Ji Hyun sedang adalah perfoma baik jelang Olimpiade sementara punggawa-punggawa China dibebani target medali emas oleh Li Yongbo yang bisa membuatnya tampil dalam tekanan. Jago Indonesia, Adrianti Firdasari punya kans lolos ke 16 besar karena satu grup dengan pemain-pemain yang bisa dibilang satu level dengannya. Jadi siapa yang akan mendapatkan Maria Miracle di tahun 2012?

 

the dark horse on this summer?

Beberapa kandidat kemungkinan akan muncul sebagai kuda hitam di nomor ini, dan kemungkinan yang bisa melaju jauh adalah Juliane Schenk dan Sung Ji Hyun. Selain memang mereka memiliki rekor pertemuan yang bagus dengan beberapa pemain unggulan lain, beberapa turnamen jelang Olimpiade menunjukkan mereka memiliki kans untuk bersuara di Olimpiade.

Sung Ji Hyun adalah salah satu putri Korea yang pernah mengalahkan Trio Wang. Namun tidak dengan Li Xuerui, ia mungkin akan bertemu dengan Li Xuerui di babak Perempat Final Olimpiade nantinya. Rekor pertemuan Ji Hyun kurang bagus dengan Li, karena dari dua pertemuan mereka, Ji Hyun selalu kalah. Terakhir Ji Hyun bertemu Li di babak 16 besar Malaysia Open 2012 dengan kekalahan 13-21, 15-21.

Sementara Schenk rasanya akan menginjakkan kaki di Semifinal Olimpiade pertamanya karena calon kuat lawannya di Perempat Final, yakni Wang Xin pernah dikalahkannya pada pertemuan terakhir mereka yang terjadi di Jerman Terbuka lalu dengan dua gim langsung 21-14, 21-16. Meskipun kita tahu sendiri, kalo tuan rumah mesti ada keberpihakan service judge dan linesman, seperti di Korea, jadi hasil di German Open belum bisa dibilang hasil murni Schenk.

Belajar dari Linda

Adrianti Firdasari yang tidak diunggulkan rasanya memiliki kans untuk lolos dari penyisihan grup, karena lawannya di Grup O, yakni Petya Nedhelceva dari Bulgaria dan Alesia Zaitsava dari Belarus, lebih seimbang dengan Firda sehingga harusnya Firda bisa memanfaatkan kesempatan untuk menang dan keluar sebagai Juara Grup meskipun di knockout nanti ia sudah berjibaku dengan unggulan kedua asal China, Wang Xin.

Tapi keluar sebagai juara grup sudah tentu barang istimewa bagi tunggal putri kita, karena sering tunggal putri kita hanya menghiasi draw dengan gagal di babak pertama (Round of 32) dan jarang ke babak kedua (Round of 16) di beberapa turnamen Superseries belakangan. Jadi masuk Round of 16 di ajang Olimpiade sudah barang alhamdulilah.

Meskipun belum pernah berjumpa dengan keduanya, tapi Firda kemungkinan bisa mengatasi Alesia, tapi untuk Petya, andalan Bulgaria yang sempat masuk ke Perempat Final Olimpiade 2004 ini bisa dibilang sulit tapi mungkin untuk menang karena Lindaweni Fanetri sendiri sudah pernah mengalahkan Petya di Jerman Open 2012 lalu.

Jika Lindaweni mampu mengalahkan Petya Nedhelceva dengan 21-10, 21-15, harusnya Firda juga bisa, itupun jika ia masih mengaku sebagai tunggal putri terkuat Pelatnas kini. Dari statistik pertandingan Linda vs Petya di Jerman lalu, Petya adalah tipe pemain penyerang dengan smash-smash keras, namun Linda berhasil menenangkan Petya dengan netting-netting yang membuahkan poin di turnamen Maret lalu itu.

duaribuan sendiri memprediksi Li Xuerui sebagai Juara Olimpiade nomor tunggal putri, karena memiliki rekor yang bagus dengan beberapa pemain yang tampil di Olimpiade, termasuk seniornya Wang Yihan. Berikut ini adalah bagan prediksi juara untuk nomor tunggal putri.

Iklan