[Prediction] Bukan spesialisasinya China lagi

Retirement dari bintang bulutangkis China, Gao Ling pasca Olimpiade Beijing lalu adalah saat dimana bulutangkis ganda campuran China kehilangan seorang legenda. Kehilangan Gao yang terkenal dengan flick serve yang bisa dibilang sempurna (kayak Taufik dengan backhand-nya), China rasanya tidak memiliki bintang di nomor ini lagi. Nomor ini pun menjadi list dari Li Yongbo dimana China kemungkinan tidak akan menggondol medali emas.

Nomor Ganda Campuran memang berbeda dibandingkan keempat nomor lain. Di nomor ini, satu orang bertindak sebagai eksekutor sedangkan kawannya bertindak membuat umpan untuk dieksekusi. Pihak eksekutor tidak selalu pria, sebut saja pasangan Laybourn-Juhl, dimana Juhl lebih sering mematikan ketimbang smash Laybourn.

Meski dua unggulan teratas, Zhang Nan-Zhao Yunlei dan Xu Chen-Ma Jin berasal dari China, kemungkinan Gold Medalistnya bukan China, dan kita tentu berharap Indonesia yang mencuri emas di nomor ini.

Memang di empat nomor lain, paling banter di ganda putra dan putri sampai di babak Semifinal.  Sementara Ganda Campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir punya kans meraih medali emas, emas untuk meneruskan tradisi emas Indonesia.

Grup D, Grup Maut

Di Grup D, empat pasangan yang berada di 10 besar dunia berkumpul. Mereka adalah Xu Chen-Ma Jin, Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam, Chan Peng Soon-Liu Ying Goh dan Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing. Jika tidak waspada, Xu-Ma diprediksi akan lengser.

Mengapa? Karena Sudket-Saralee sedang on fire, Chan-Goh pernah menang dan Chen-Cheng meski belum pernah bertemu, modal titel Singapura Terbuka juga membuat mereka percaya diri melibas Xu-Ma.

Zhang Nan-Zhao Yunlei, kompatriot mereka tampil di Grup A, berjumpa kembali dengan Chris Adcock-Imogen Bankier dari Britania Raya. Unggul rekor pertemuan 4-2, ZZ tak akan lengah lawan Adcock-Bankier lagi. Sementara Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir kemungkinan akan lolos sebagai Juara Grup didampingi Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl.

Grup C adalah grup yang aman, damai, bahagia dan sejahtera. Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen cuma harus mewaspadai Nadiezda Zieba-Robert Mateusiak, dimana Fischer Nielsen-Pedersen kalah di Perempat Final Kejuaraan Eropa 2012.

Indonesia, harapan terakhirmu

Nomor ini adalah harapan terakhir Indonesia untuk meraih medali emas di ajang Olimpiade London 2012. Meski dari drawing mereka hanya diprediksi sampai Semifinal, rasanya untuk menjadi Juara bisa dibilang sulit tapi peluang terbuka lebar karena mereka lah yang mampu memberikan gelar bagi Indonesia di level Superseries dalam kurun setahun belakangan.

Singapore 2011, India 2011, India 2012 dan All England 2012 adalah empat gelar Superseries yang mereka raih sejak berpasangan dua tahun lalu. Mampu berbicara di ajang Superseries menandakan akan ada jalan untuk emas. Jika mereka bisa menembus Final, rasanya Liliyana Natsir mau menebus kekalahannya di Final Beijing empat tahun lalu dengan medali emas buat Indonesia.

Pressure bagi mereka cukup berat, mengingat empat nomor lain tidak bisa diharapkan meraih emas. Ini pula yang menjadi kekawatiran, apalagi Tontowi Ahmad kali ini memulai debut nya di Olimpiade yang bisa membuatnya gugup saat bertanding.

Pertandingan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir kemungkinan akan ditayangkan dari babak penyisihan grup sampai victory ceremony penyerahan medali emas *amin* oleh RCTI dan TVRI. Kita tentu mengharapkan profesionalitas penyiaran. Pesan untuk stasiun televisi penyiar bahwa ajang Olimpiade saling mempertemukan pemain yang terbaik dari berbagai negara, artinya setiap pertandingan adalah pertandingan kelas Olimpiade, jadi waktu atau durasi penyiarannya bisa berjam-jam, apalagi partai Final. Jadi, harapan banget di Bulan Ramadhan ini supaya tidak akan ada pemotongan durasi waktu penayangan Bulutangkis Olimpiade.

Prediksi Klasemen Akhir

Grup A

  1. Zhang Nan-Zhao Yunlei [1]
  2. Chris Adcock-Imogen Bankier
  3. Alexandr Nikolaenko-Valeri Sorokina
  4. Michael Fuchs-Birgit Michels

Grup B

  1. Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen [4]
  2. Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba
  3. Shintaro Ikeda-Reiko Shiota
  4. Toby Ng-Grace Gao

Grup C

  1. Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [3]
  2. Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl
  3. Lee Yong Dae-Ha Jung Eun
  4. V Diju-Jwala Gutta

Grup D

  1. Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam
  2. Xu Chen-Ma Jin [2]
  3. Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing
  4. Chan Peng Soon-Goh Liu Ying

Berdasarkan klasemen akhir dari duaribuan diatas, duaribuan memprediksi Juara Ganda Campuran adalah pasangan dari Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir. Meski kalah di Final Indonesia Open lalu, rasanya mereka dipastikan belajar dari kekalahan Sudket-Saralee yang kemungkinan akan mereka temui di Semifinal.

Klasemen akhir versi duaribuan menempatkan China sebagai Juara Umum dengan 3 emas sedangkan 1 emas diraih Korea dan 1 emas untuk Indonesia, seperti yang terjadi di Beijing 2008. Ini menjadi doa Indonesia di tahun ini, medali emas adalah kado buat kemerdekaan RI ke 67.

Iklan