Takahashi dominasi Final Kanada Terbuka

Kakak beradik yang sama-sama pebulutangkis asal negeri Sakura Jepang, Ayaka-Sayaka Takahashi tampil di Final Kejuaraan Grand Prix Gold Kanada Terbuka 2012 di Richmond Oval. Ayaka tampil di dua nomor, yakni ganda putri dan ganda campuran sedangkan sang adik, Sayaka Takahashi (gambar) tampil di nomor tunggal putri.

Digelar 15 Juli 2012 lalu, nasib berbeda dialami kakak beradik ini, tampil di Final berbeda, Ayaka menjuarai dua nomor yang ia ikuti, sedangkan Sayaka gagal merebut juara setelah dikalahkan Asian Junior Silver Medalist yang juga rekan senegaranya, Nozomi Okuhara.

Ayaka tampil dahulu di partai pertama nomor ganda campuran, berpasangan dengan Ryota Taohata, mereka menghadapi unggulan keempat yang juga dari Jepang, Takeshi Kamura-Yonemoto Koharu. Tak disangka, Ryota-Ayaka menang  21-14, 21-16.

Partai kedua ganti sang adik Sayaka yang bertanding, ditonton sang kakak (Ayaka). Namun sayang, lawan yang dihadapinya di lapangan adalah rekan yang tentu sudah punya jam terbang lebih banyak, yakni Nozomi Okuhara mengalahkannya dengan 21-8, 21-16.  Sayaka sendiri patut diapreasi karena di partai Semifinal kemarin, ia mengalahkan unggulan pertama yang merupakan wakil tuan rumah, Li Michelle dengan 21-18, 21-19. Ini merupakan kegagalan kedua bagi Sayaka untuk meraih titel Grand Prix Gold, karena beberapa bulan lalu Sayaka kalah di Final Malaysia Grand Prix Gold 2012 atas Busanan Ongbumrungphan dengan 17-21, 20-22.

Di nomor tunggal putra yang dipertandingkan setelah Sayaka, pemain unggulan kedua Chou Tien Chen (TPE) mengalahkan rekan senegaranya Lin Yu Hsien (TPE)  dalam pertarungan terpanjang dalam Final Kanada Terbuka, yakni 15-21, 21-16, 21-9 dalam durasi 65 menit.

matsutomo-takahashi-31-chinaopen2011

Ayaka kembali tampil setelah dua jam berselang. Kini di nomor tunggal putri, ia berpasangan dengan Misaki Matsumoto melawan pasangan yang juga rekan senegaranya, Yonemoto Koharu-Yuriko Miki. Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi yang menjadi unggulan wahid tidak dengan mudah menang, mereka harus memeras keringat dengan skor 21-15, 15-21, 21-12 untuk menang dari Koharu-Miki. Gelar kedua sekaligus ketiga bagi Ayaka dalam sebulan ini (sebelumnya di ganda putri AS Terbuka dan dua titel di Kanada Terbuka).

Partai penutup adalah nomor ganda putra dimana Takeshi Kamura-Keigo Sonoda yang menjadi unggulan ketiga mengalahkan Hiroyuki Saeki-Ryota Taohata, pasangan unggulan keempat dengan 12-21, 21-16, 21-19. Ryota Taohata, pasangan Ayaka di XD nyaris berpeluang menang ketika kedudukan 19-19, namun Kamura-Sonoda berhasil mengamankan dua poin sisa untuk menang.

Jepang membasmi Tuan Rumah

Jepang membasmi Tuan Rumah, begitulah yang terjadi di gelaran turnamen Kanada Terbuka 2012. Pemain tuan rumah tak menyisakan wakil di Final karena dikalahkan oleh Jepang di Semifinal, yakni Li Michelle, Toby Ng-Grace Gao dan Derrick Ng-Toby Ng. Li dan pasangan Toby-Grace adalah unggulan pertama di nomor tunggal putri dan ganda campuran.

Li Michelle kalah dari Sayaka Takahashi dengan 18-21, 19-21; Toby-Grace kalah dari Kamura-Koharu dengan 19-21, 14-21 dan Derrick-Toby kalah dari Kamura-Sonoda dengan 10-21, 11-21.

Li Michelle, Alexandra Bruce dan Toby-Grace akan menjadi empat punggawa Kanada di 3 nomor yang akan dipertandingkan di Olimpiade. Li Michelle akan bermain di dua nomor, tunggal putri dan ganda putri bersama Alexandra Bruce, sedangkan Toby-Grace masih menjadi tumpuan Kanada di sektor ganda campuran.

Indonesia tidak kebagian

Ganda putri Komala Dewi-Jenna Gozali yang dikirim untuk tur Amerika Utara terhenti di dua kejuaraan, Kanada Terbuka dan US Terbuka oleh tangan pasangan Jepang. Di US Open kemarin, Jenna-Komala kalah dari Misaki Matsumoto-Ayaka Takahashi di Perempat Final dengan skor cukup telak 14-21, 8-21.

Sementara di Kanada kemarin, Komala-Jenna kalah dari pasangan Jepang, padahal pasangan Jepang ini tidak diunggulkan, Yonemoto Koharu-Yuriko Miki dengan 22-20, 12-21, 17-21. Namun patut diacungi jempol pasangan Indonesia ini saat melawan Koharu-Yuriko. Di gim pertama saat kedudukan tertinggal 15-18 mampu menyamakan kedudukan bahkan balik memenangkan gim pertama 22-20.

Di gim kedua, pasangan Jepang terlihat tak terlalu memeras keringat karena banyak poin-poin yang didapat dari kesalahan pasangan Indonesia. Dari kedudukan 15-12, pasangan Jepang tak terbendung hingga menang 21-12.

Di gim penentuan, pasangan Indonesia dan Jepang saling kejar mengejar poin sampai kedudukan 12-12, setelahnya Jepang terbang bebas pada kedudukan match point 20-12 dan sepertinya pasangan Jepang sudah diatas angin untuk menang. Tapi salah, Pasangan Jepang sempat dibuat kehabisan nafas ketika pasangan Indonesia mampu mengamankan sebanyak 6 kali match point sebelum Jepang mengakhiri skor akhir dengan kedudukan 21-17.m,

Iklan