TVRI : Stasiun TV Olimpiade

Stasiun Televisi yang berusia 50 tahun pada 2012 ini, TVRI akan menayangkan laga Olimpiade London 2012 langsung dari sana. Meskipun banyak yang mempermasalahkan mengenai penayangan di televisi swasta nasional, lain tapi saya beranggapan bahwa kepastian penayangan di TVRI, TV lain mungkin punya banyak pertimbangan, apa itu??

Pertimbangan utama mengapa TV Swasta lain, seperti ANTV dan RCTI yang kabar burungnya menayangkan Olimpiade adalah masalah rating, apalagi Ramadhan. Dinalar aja pake otak, RCTI dan ANTV pasti udah bikin program spesial Sahur atau Buka Puasa, gak mungkin mereka rela menggantikannya dengan program Olimpiade yang menurut mereka belum tentu menghasilkan feedback.

Ditambah, program Sahur itu kan artis-artisnya gak sembarangan honornya, dan biasanya udah dikontrak selama Bulan Ramadhan, jadi televisi gak mungkin buang duit percuma. Beda kalo TVRI, meskipun saat penayangan Indonesia International Challenge kemarin tak selesai (kalo di Jateng cuman sejam), hal itu dikarenakan Stasiun TVRI Daerah memutus siaran TVRI Nasional, semoga hal ini tidak terjadi saat penayangan Olimpiade.

Pada Olimpiade 2008, TVRI menayangkan pertandingan-pertandingan, utamanya saat kemenangan Markis Kido-Hendra Setiawan atas Cai Yun-Fu Haifeng di MD Gold Medal Match, tetapi sempat ada kekecewaan bokap nyokap gue mengenai tidak ditayangkannya victory ceremony alias pengalungan medali, penaikan bendera dan pemutaran lagu Indonesia Raya saat itu dan malah digantikan dengan program Dunia Dalam Berita.

Tapi ternyata TVRI menayangkan victory ceremony nya di tengah-tengah program Dunia Dalam Berita itu. Wajar juga, jeda antara pertandingan dengan victory ceremony cukup lama loh, karena ada persiapan penataan bendera, pengambilan medali dan utamanya Atlet juga harus berganti pakaian dengan training, Beda kalo di Kejuaraan Biasa, koloran aja langsung naik podium boleh, tapi kalo di Olimpiade itu istimewa, ganti baju dulu, pake jaket, kalo Butet rapiin rambut… eaaaa..

Sudah pasti

Manajer Sport TVRI, Ebi Rukbi ketika diwawancara situs berita detik.com menyatakan bahwa TVRI pasti akan menayangkan Olimpiade 2012 langsung dari London.  “Kami akan menayangkan event Olimpiade yang akan berlangsung beberapa saat lagi,” ucap Ebi menjawab pertanyaan detik.com

Kemarin-kemarin kita dimanjakan dengan turnamen Tennis Meja Internasional TVRI Open 2012 yang diikuti beberapa negara dan disiarkan oleh TVRI, itu berkat manajemen baru di TVRI. Mereka kini concern di peneyangan olahraga yang mereka bilang mengharumkan nama bangsa. Gak cuma mengharumkan, melecehkan nama bangsa juga bisa >lirik lapak bola Indonesia yang dipandang sebelah mata ama negeri tetangga… Eh, TVRI juga nayangin bola, tapi gak Timnas INA, tapi liga luar, yakni Liga Seri A Italia.

“Seiring dengan manajemen baru, kami ingin merebut lagi hati pemirsa khususnya pecinta olahraga dengan tayangan Seri A, Tiga tahun lalu kami pernah mencoba untuk menayangkan Liga Prancis, namun ternyata tayangan itu kurang banyak peminatnya,” tambah Edi.

Olimpiade sendiri akan dibuka pada 27 Juli 2012 atau Sabtu subuh waktu Jakarta dan TVRI mungkin menayangkan Upacara Pembukaannya. Esok hari, Angkat Besi akan langsung memperebutkan satu medali emas pada 28 Juli waktu London. Tim Angkat Besi Indonesia yang mengirim 6 atlet akan bertanding di ExCel Exhibition Centre.

Belum ada kepastian mengenai penayangan salah satu nomor andalan Indonesia untuk mendulang medali ini. Tetapi untuk Bulutangkis, biasanya akan ditayangkan. Kalaupun tidak ditayangkan, kita bisa melihat lewat youtube karena BWF menyediakan fasilitas live streaming.

Kalo di tempat anda, jaringan televisi luar negeri yang tertangkap, semisal di Perbatasan Kalimantan atau deket Singapura sana, televisi negeri tetangga juga menjadi broadcaster loh, dan mungkin bagi anda yang ada disana gambarnya lebih bening dibanding TVRI.. televisi Malaysia yang akan menayangkan adalah RTM (Radio Televisyen Malaysia), sedangkan Singapura adalah MediaCorp dan Mio TV. Gak ada alasan buat absen nonton Olimpiade 2012.

Tes Doping dimulai 16 Juli

Keberangkatan Tim Indonesia ke Olimpiade 2012 pada 18 Juli mendatang akan disambut dengan rangkaian tes Doping. Tes Doping sendiri akan mulai dilaksanakan 16 Juli dan akan berakhir sampai upacara Penutupan.

Sebelum memasuki Olympic village (kediaman atlet di Olimpiade), mereka akan melakoni rangkaian tes untuk menyatakan mereka bebas Doping, yang melaksanakan adalah International Olympic Committee (IOC), bukan dari BWF.

Keberangkatan Tim Indonesia pada 18 Juli ini dipastikan oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, tetapi keberangkatan mereka tidak bersama-sama karena ada beberapa atlet yang sedang menjalani latihan di China. “Tetapi tidak berangkat bareng-bareng karena sebagian berangkat dari China,” ujar Tono pada antara.

Indonesia sendiri mengirimkan 21 atlet ke Olimpiade London 2012 mendatang.  21 atlet itu berasal dari 7 cabang olahraga, yakni renang, menembak, atletik, panahan, anggar, angkat besi dan bulutangkis.

Harapan Indonesia meraih medali emas Olimpiade London 2012 ada dipundak pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir. Pasangan Indonesia ini tahun lalu sempat menduduki peringkat 2 dunia selama 9 pekan. Ranking 2 itu didapatkan pasca kemenangan hattrick di India Open, Malaysia Grand Prix dan Singapore Open 2011 dan menjadi Finalis di Indonesia Open tahun lalu.

Di Kejuaraan Dunia 2011, Owi-Butet menjadi unggulan kedua, namun mereka terhenti di Semifinal (dapat perunggu). Pada penutupan poin, mereka berada di Peringkat 3 Dunia dibawah dua pasangan China, Zhang Nan-Zhao Yunlei dan Xu Chen-Ma Jin, semoga status unggulan ketiga ini menjadi hoki bagi mereka untuk mempertahankan tradisi emas Bulutangkis Indonesia di Olimpiade.

Terhapusnya MKY di Papan Ranking

Papan Ranking BWF per 12 Juli 2012 diwarnai dengan hilangnya ranking Maria Kristin Yulianti dari papan Ranking tunggal putri. Ini dikarenakan setahun belakangan ia tak tampil dalam turnamen internasional. Turnamen terakhir yang ia lakoni adalah White Nights 2011 dimana ia finish di posisi kedua, kalah dari Fransiska Ratnasari.

Tetapi dari pihak PB Djarum, yakni Yoppy Rosimin menyatakan bahwa Maria Kristin sudah kembali berlatih. “Sudah satu pekan ini Maria Kristin mulai serius latihan di GOR Djarum Kudus. Kita lihat saja perkembangan cederanya. Semoga semakin baik dan bisa kembali bermain lagi,” hal ini tentu menjadi kabar positif bagi bulutangkis Indonesia.. Tapi sayangnya, Jika ia akan memulai bertanding kembali di turnamen internasional, ia harus mengikuti turnamen-turnamen di kelas Challenge atau Grand Prix.

Mantan pasangan Maria, Simon Santoso sendiri naik satu peringkat ke posisi 6 Dunia, menggeser Sho Sasaki. Setelah sekian lama menghuni papan tengah, Simon perlahan mulai naik peringkatnya, kini ia berada dibawah Tunggal-tunggal elit seperti Lin Dan, Lee Chong Wei, Chen Jin, Chen Long dan Peter Gade.

Di nomor lain, para pebulutangkis papan atas Indonesia tidak mengalami banyak penurunan maupun peningkatan. Sementara di sektor Junior, Alfian Eko dan Andini Suci Rizky yang menduduki World Junior #1 pada beberapa pekan lalu, harus turun. Andini sudah tidak digolongkan junior sementara Eko turun ke peringkat 2.

Elyzabeth Purwaningtyas yang menjadi andalan tunggal putri Junior harus keluar dari Pelatnas Cipayung. Rankingnya pun hilang dan kini Indonesia mengandalkan Hana Ramadhini yang menduduki peringkat 15.

Wisnu Yuli yang baru berulang tahun ke 20 menduduki peringkat 8 disusul Shesar Hiren di peringkat 10, sementara Juara Asia Junior, Arya Maulana-Edi Subaktiar disusul Kevin Sanjaya menduduki peringkat 2 dan 4. Edi Subaktiar juga menduduki peringkat 10 untuk nomor ganda campuran. Sedangkan di nomor ganda putri, Shella Devi Aulia dan Anggia Shitta Awanda menduduki peringkat 2.

Bona turun 4 kg

Pebulutangkis Ganda Putra, Bona Septano menempa fisik menjelang tampil di Olimpiade London 2012. Bona yang berpasangan dengan Ahsan ini membuat tweet di account twitternya @bona_septano mengenai penurunan berat badan yang ia alami.

Alhamdulillah berat turun 4kg..” begitu tweet yang dikeluarkan adik Markis Kido. Tweet itu ia keluarkan pada 11 Juli lalu. Penurunan berat Bona itu kemungkinan karena latihan fisik yang ia jalani, meskipun tidak menjadi nomor andalan, ia mengaku berharap menyumbang medali bagi kontingen Indonesia.

Di Kejuaraan Dunia 2011 lalu, Muhammad Ahsan-Bona Septano menyumbang medali perunggu setelah mencapai Semifinal. Di babak itu, mereka kalah dari pasangan Korea, Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong. Jika di Kejuaraan Dunia ia mendapatkan medali perunggu, harusnya di ajang Olimpiade tak jauh berbeda.

Di nomor ganda putra, ada sejarah baru dimana Indonesia hanya mengirim satu wakil ke Olimpiade, padahal biasanya Indonesia mengirim lebih dari dua wakil, seperti di Beijing empat tahun lalu, saat Indonesia meloloskan pasangan Markis Kido-Hendra Setiawan dan Luluk Hadiyanto-Alvent Yulianto.

Iklan