Vita Marissa bawa gelar dari Amerika

Dari turnamen US Open GP Gold 2012, Vita Marissa yang berpasangan dengan pemain Indonesia yang kini membela Amerika Serikat, Tony Gunawan berhasil menjuarai nomor ganda campuran. Di Final, mereka mengalahkan pasangan Jepang dengan pertarungan dua gim langsung.

Dalam durasi 23 menit, Tony-Vita mengalahkan pasangan Jepang, Kenichi Hayakawa-Misaki Matsumoto dengan skor 21-13, 21-10. Dalam pertarungan itu, tercatat jalannya permainan itu benar-benar diatur oleh Tony-Vita sedangkan lawan selalu ditekan dan tidak bisa mengembangkan permainan.

Secara individual, Tony dan Vita memang lebih baik dibandingkan Hayakawa-Matsumoto. Vita sebagai playmaker sukses selalu menurunkan bola sehingga 15 poin didapatkan dari hasil smash Tony dari belakang. Meskipun sudah ‘bapak-bapak’, Tony masih kenceng smash-annya.

Di gim pertama, pasangan Jepang sempat unggul 10-5 dari Tony-Vita. Namun Pasangan Indonesia-Amerika itu mendapatkan 8 poin beruntun dan balik memimpin 13-11. Sempat menyamakan kedudukan 13-13, Hayakawa-Matsumoto tak bisa berbuat banyak, Tony-Vita sudah menemukan permainan mereka dan melaju terus dan menang 21-13.

Di gim kedua, Tony-Vita melaju terus dari 4-1, 7-2, 9-3, 11-6, 12-9. Dari kedudukan 12-9, Tony Vita meraih 8 angka beruntun sehingga terjadi match poin 20-9. Pasangan Jepang sempat menahan angka setelah meraih satu poin atas kesalahan pasangan Amerika-Indonesia ini. Akhirnya smash Tony mengakhiri pertandingan dengan 21-13, 21-10.

Meskipun bukan asli Amerika (semua orang USA kan imigran, hahaha), Tony Gunawan berhasil membawa gelar bagi tuan rumah setelah terakhir kali Amerika Serikat meraih gelar US Open di tahun 2009. Saat itu, Amerika Serikat membawa gelar dari dua nomor, ganda putra Tony Gunawan-Howard Bach dan ganda campuran Howard Bach-Eva Lee.

Ueda kalah oleh wakil Rusia

Pebulutangkis Jepang, Takuma Ueda gagal di Final Tunggal Putra kejuaraan US Open GP Gold 2012. Ueda yang menjadi unggulan pertama kandas di tangan pebulutangkis Rusia unggulan ketiga, Vladimir Ivanov dengan dua gim langsung 20-22, 17-21.

Pahlawan Tim Thomas Jepang di Perempat Final Kejuaraan Beregu Putra di Wuhan lalu itu sempat unggul 18-14 di gim pertama. Namun Ivanov mampu mengejar satu per satu poin lewat smash-smash keras yang tercatat memberikan 6 poin baginya. Sempat Ueda game point 20-19, Ivanov membalikkan keadaan dan menang 22-20.

Di gim kedua, Ueda sebenarnya sudah memimpin 8-5 namun mampu disusul Ivanov. Menginjak kedudukan 9-9, Ivanov tancap gas dan selalu memimpin hingga menyelesaikan pertandingan dengan 21-17. Kemenangan ini menjadi suatu kepercayaan diri tersendiri bagi Ivanov menghadapi Olimpiade mendatang. Ia akan tampil di London sebagai wakil Rusia, ia akan tampil di nomor tunggal putra dan ganda putra dengan Ivan Sozonov.

Kekalahan Jepang juga dialami di nomor tunggal putri. Wakil satu-satunya di Final, Kaori Immabeppu kalah dari unggulan pertama asal Taipei, Hsiao Ma Pai dengan rubber game 17-21, 21-16, 11-21.

Jepang sendiri membawa 2 gelar dari USA, yakni di nomor ganda putri dan ganda putra. Ganda Putri Jepang, Misaki Matsumoto-Ayaka Takashihi mengalahkan Nina Vislova-Valeri Sorokina dengan 21-19, 21-17 sedangkan di nomor ganda putra terjadi All Japanese Final yang dimenangkan unggulan pertama, Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa dengan 21-15, 21-10 atas Yoshiteru Hobe-Kenta Kazuno.

Kado Ulang Tahun Alamsyah Yunus

Dari Surabaya, Tim Indonesia memborong 4 gelar dari Kejuaraan bulutangkis VICTOR Indonesia International Challenge 2012. Satu gelar lain yang terlepas ada di nomor ganda campuran yang diraih pasangan Korea, Lee Jae Jin-Yoo Hyun Young yang mengalahkan Tri Kusumawardana-Aprilsasi Putri Lejarsar Variella dengan 19-21, 21-13, 21-12.

Gelar tunggal putra diraih oleh Alamsyah Yunus yang mengalahkan wakil Pelatnas Wisnu Yuli Prasetyo dalam pertandingan tiga game selama 70 menit dengan skor 20-22, 21-16, 21-10. Kemenangan ini menjadi kado bagi Yunus yang berulang tahun ke 26 pada 7 Juli kemarin. “Kemenangan kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-26. Saya sangat termotivasi untuk merebut juara dan berhasil,” kata Yunus usai bertanding.

Yunus mengaku, Wisnu Yuli Prasetyo adalah lawan yang cukup berat hingga mampu memaksakan rubber game. “Kualitas permainan Wisnu sangat bagus, tapi game ketiga kondisi dia terlihat menurun sehingga saya lebih mudah menekannya,” ujar Jawara Sirnas Semarang 2012 itu.

Wisnu Yuli yang diwawancarai Kompas mengaku kekelahan saat melakoni gim penentuan, apalagi Alamsyah Yunus  terkenal sebagai pemain yang sulit dimatikan. “Saya sudah berusaha menekan, tapi Alamsyah memang tipe pemain yang tidak gampang dimatikan. Ke depan, saya masih harus membenahi kondisi fisik.”

Di nomor ganda putra, wakil Pelatnas Ricky Karanda-Muhammad Ulinnuha menang atas Yanathan Suryatama-Hendra Aprida Gunawan dengan skor 21-12, 12-21, 21-16. Sedangkan di nomor ganda putri, Jawara Sirnas Jakarta dan Bandung 2012 yakni Pia Zebadiah-Rizki Amelia mengalahkan ganda Korea, Lee Se Rang-Yoo Hyun Young dari Korea dengan 21-17, 19-21, 21-13.

Hera kalahkan Bae Seung Hee

Di nomor tunggal putri, wakil Pelatnas Hera Desi mengalahkan tunggal putri Korea, Bae Seung Hee dari Korea dengan dua gim langsung 21-16, 21-18. Di gim kedua, sempat terjadi was was ketika Bae Seung Hee sempat menyamakan kedudukan 16-16 padahal sempat unggul jauh 16-8.

Ini menjadi gelar internasional pertama bagi tunggal putri Indonesia di tahun 2012 setelah sekian lama hanya menjadi spesiali Round 1. Mengomentari kemenangannya, Hera mengaku sempat kesulitan menghadapi Bae yang merupakan Pahlawan Uber Korea saat mengalahkan Wang Yihan di Final Piala Uber 2010 dengan dua gim 23-21, 21-11.

“Pemain Korea memiliki banyak variasi pukulan, jadi saya sempat kesulitan juga menghadapinya. Namun saya belajar dari pertandingan dia dengan Bellaetrix kemarin” ucap Hera.

Beberapa jam setelah kemenangannya itu, ia membuat tweet di account twitternya @heraambon yang mengatakan berterima kasih atas semua dukungan kepadanya. “Makasih buat smuanya…atas doa2 dukungan…maaf gg bisa bls satu2…GBU all…Love you all..” Pasca menjuarai Indonesia International Challenge ini, Hera dan rombongan Pelatnas langsung kembali ke Jakarta.

Iklan