Sektor andalan tak sumbang Medali

Nomor ganda campuran dan ganda putri yang menjadi andalan Indonesia meraih medali di Kejuaraan Asia Junior 2012 habis di Perempat Final. Ganda Putri yang dimotori Anggia Shitta Awanda-Shella Devi Aulia dan Melati Daeva Oktaviyani-Rosyita Eka Putri Sari tak berdaya melawan China dan Korea. Melati sendiri yang bersama Edi Subaktiar menjadi satu-satunya wakil Ganda Campuran juga ikut terhenti di 8 besar. Alhasil, dua nomor andalan Indonesia ini tak menyumbang medali.

Justru nomor ganda putra dan tunggal putra berhasil meloloskan wakilnya di Semifinal. Mereka adalah pasangan Kevin Sanjaya-Alfian Eko Prasetya, Edi Subaktiar-Arya Maulana dan Panji Akbar Sudrajat. Sebelum keberangkatan tim ke Korea, Yacob Rusdianto yang menjadi manajer Tim INA di Gimcheon itu pernah menuturkan mengenai kedua nomor yang menjadi andalan Indonesia ini.

“Kami akan mengandalkan sektor ganda putri dan ganda campuran. Namun bukan berarti mengecilkan sektor lain, saya rasa peluang yang lain juga terbuka,” Ujar Yacob di situs PB PBSI.

Alfian Eko Prasetya yang kemarin sempat dibuat emosi akan ulah wasit dan service judge di pertandingan ganda campuran hingga membuat tweet ‘Korea Bangsat’ di account twitternya @alfian_eko akhirnya membalas kekalahannya itu di nomor ganda putra. Bersama Kevin Sanjaya, mereka mengalahkan Unggulan kedelapan asal Korea, Park Se Woong-Choi Sol Kyu dengan dua gim langsung 21-18, 21-16.

Edi Subaktiar-Arya Maulana mengalahkan pasangan Taipei Chiech Tien Jzu-Han Yang Po dengan 21-19, 21-14. Sedangkan Panji Akbar Sudrajat mampu mengobati kekecewaan gagalnya Shesar Hiren Rhustavito dengan mampu merangsek ke 4 besar, setelah mengalahkan Wang Tzu Wei dari Taipei dengan 17-21, 21-12, 21-15.

Di Semifinal nanti, Alfian Eko-Kevin Sanjaya akan bertemu pasangan Taipei Wang Chi Lin-Hsiao Lin Wu; Edi Subaktiar-Arya Maulana bertemu unggulan pertama, Lee Chun Hei-Ng Ka Long dari Hongkong.  Sementara Panji berjumpa wakil Malaysia, Soong Jo Ven yang menjadi unggulan keenam. 3 Wakil Tim Indonesia di Semifinal tersebut menjadi wakil terbanyak kedua setelah China yang memiliki 4 wakil di Semifinal.

Hukum Karma Berlaku di Gimcheon

lee-shin-3791

Kecurangan para ofisial (linesman, service judge, umpire) di turnamen Kejuaraan Asia Junior 2012 ini rasanya membuat Tuhan memberikan karma pada tuan rumah. Alhasil, Korea hanya mengirim 2 wakil di Semifinal. Rasanya 2 wakil yang dimiliki Korea di Semifinal pasti diluar harapan pihak Tim Korea, pasalnya sebagai tuan rumah, mereka diizinkan mengirim lebih banyak wakil di turnamen ini dibanding negara-negara lain.

Dua wakil Korea di Semifinal hanya unggulan pertama Ganda Putri, Lee So Hee-Shin Seung Chan (gambar atas) dan Unggulan kedua ganda campuran, Choi Sol Kyu-Chae Yoo Jung. Lolosnya Choi-Chae itu juga atas kemenangan atas rekannya Park-Kim yang ‘mengalahkan’ Alfian-Shella di 16 besar kemarin. Ini menjadi salah satu catatan terburuk keikutsertaan Korea di Kejuaraan Asia Junior. Korea pernah punya kenangan manis saat Lee Yong Dae masih bermain di kelas Junior. Ketika ia bermain, dipastikan akan ada gelar Juara buat Korea.

Kembali ke Kecurangan Para Ofisial di Gimcheon. Kecurangan para ofisial bahkan sangat dirasakan oleh skuad Indonesia. Alfian Eko Prasetya-Shela Devi Aulia menyayangkan beberapa keputusan wasit dan service judge yang merasa beberapa keputusan wasit seolah ‘berat sebelah’ dan menguntungkan lawan yang merupakan pasangan tuan rumah, Park Se Woong-Kim Ji Won. Shella yang diwawancarai merasa sangat mempermasalahkan hal ini, emosi sebagai pemain junior juga membuat ia dan Alfian sempat membuat tweet kekecewaan di jejaring sosial twitter.

“Masalahnya ini terjadi di saat poin-poin akhir yang kritis, tentunya ini sangat mengganggu konsentrasi dan permainan kami. Beberapa kali service saya fault dan Alfian disalahkan karena dibilang sudah maju duluan saat menerima service” ujar Shela.

Hal Rupanya dialami Putra Eka Rhoma-Ni Ketut Mahadewi Istarani yang dikalahkan Bae Kwon Young/Shin Seung Chan, 15-21, 18-21. Bahkan pertandingan itu mencatatkan angka fantastik 18 kali fault. Pasca hal ini terjadi, sentimen anti Korea bermunculan di jejaring sosial twitter maupun facebook, kebanyakan mengatakan hal yang sama dengan Eko, ‘korea bangsat‘.

Shindu membalas Sun Yu

sindhu-pv-sun-yu-3545

Kekalahan Shindu di Perempat Final Kejuaraan Asia Junior tahun lalu oleh Sun Yu dibalasnya kini di Perempat FInal Kejuaraan Asia Junior 2012. Sun Yu dan Shindu yang sama-sama tinggi itu memperlihatkan permainan yang ketat, menunjukkan bahwa mereka tak jauh beda. Namun jam terbang Shindu yang tinggi membuat ia menang 22-20, 21-19.

Kemenangan ini sekaligus menjadi kado buat dirinya yang berulang tahun ke 17 pada 5 Juli kemarin. Wanita yang memiliki nama lengkap Pusarla Venkata Shindu ini mengaku sangat senang atas kemenangannya hari itu, ia juga menganggap penampilannya kemarin lebih baik dibanding tahun lalu.  “Saya merasa telah meningkatkan permainan saya dari saya kalah atas Sun Yu tahun lalu hingga saya bisa mengalahkannya hari ini,” kata Shindu yang merasa lebih tinggi beberapa cm dibanding tahun lalu. Meski begitu, ia merasa gugup pada poin-poin kritis.

“Saya memimpin 20-18 pada game pertama namun ketika menjadi 20-20 saya sedikit gugup. Itu menjadi poin-poin penting jadi saya bermain aman dan akhirnya bisa mengamankan gim pertama akibat kesalahan-kesalahannya,” ujar Shindu sambil menunjuk Sun Yu. Hal yang sama terjadi di gim kedua. Ia sempat memimpin 20-17 namun baru 21-19 ia menutup kemenangannya.

Kemenangannya itu juga ia tunjukkan kepada dua pelatih yang mendampinginya di Gimcheon. Ternyata salah satunya berasal dari Indonesia, Hendra Mulyano.  “Kali ini, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang mendukung saya terutama pelatih saya Hendra Mulyano dan Abhinn Shyam Gupta. Saya harap saya akan bermain lebih baik besok dan ini adalah hari yang benar-benar hebat karena hari ini adalah ulang tahun saya sehingga merupakan hadiah yang benar-benar hebat.”

Mew Choo direkrut jadi Pelatih Junior

Keberhasilan Junior Malaysia menembus Babak Semifinal merupakan pencapaian yang cukup baik, pasca ditinggal Zulfadli Zulkifli karena usia yang tidak memenuhi syarat. Wakil Malaysia di Semifinal adalah Chow Mei Kuan-Lee Meng Yean dan tunggal putra Soong Jo Ven.

Pasca meraih perunggu di nomor beregu campuran, mereka masih bisa mendulang medali lain di dua nomor itu. Tetapi dibalik sukses junior, sang pelatih ternyata adalah pemain putri ternama mereka, Wong Mew Choo, pemain yang bisa dibilang satu tipe dengan Maria Kristin, bahkan kisah hidupnya nyaris serupa. Ia cedera dan memutuskan gantung raket, pacar Lee Chong Wei ini pun direkrut menjadi pelatih di Tim Junior Malaysia.

Era kejayaan Putri-Putri Malaysia terjadi ketika Wong Mew Choo bersama ganda putri terkuatnya, Wong Pei Tty-Chin Ee Hui mampu menembus para pemain China yang merajai papan ranking dunia pada eranya. Mew Choo bahkan mampu menjuarai turnamen di kandang macan, China Open 2007, dan dari babak pertama sampai Final mengalahkan putri-putri China, baik asli maupun hasil ekspor (ex : Pi Hongyan).

Sigit Budiarto juga menjadi anggota skuad Indonesia ke Gimcheon. Sigit Budiarto kini menjadi pelatih ganda putra di PB Djarum. Ia dibawa ke Gimcheon karena beberapa anak didiknya seperti Kevin Sanjaya, Edi Subaktiar dan Arya Maulana juga ditarik ke Gimcheon.

Iklan