Jepang Juara Asia Baru!

Tim Jepang mencatatkan sejarah sebagai Juara Asia baru di nomor beregu campuran. Dalam sejarah, hanya ada 4 negara yang mampu meraih titel di nomor ini, yakni Indonesia, China, Korea dan Malaysia. Di Final Beregu Campuran yang dilaksanakan Rabu pagi (3/7) pukul 09.00 Waktu Gimcheon, Tim Junior Jepang yang digawangi Kento Mamota di nomor tunggal putra berhasil mengalahkan Tim China dengan skor meyakinkan 3-0.

Superioritas Jepang diawali dari nomor ganda campuran dimana Akira Koga-Ayane Yamaguchi menang tipis dari ganda campuran China, Pei Tianyi-Huang Yaqiong dengan skor tiga gim 21-16, 17-21 ,21-19. Kemenangan itu berlanjut di nomor tunggal putra dimana Kento Mamota berhasil mengalahkan Xue Song dengan tiga gim. Di Gim kedua, Xue nyaris menang namun beberapa kali Kento memaksakan deuce hingga ia berbalik menang 17-21, 23-21, 21-14.

Kemenangan Jepang akhirnya ditentukan lewat nomor ganda putra. China kembali menurunkan Pei Tianyi, padahal Tianyi sebelumnya sudah bertanding di ganda campuran, apalagi partai tadi membuatnya kelelahan. Entah karena itulah, Pei Tianyi-Zhang Ningyi kalah dari ganda Jepang, Takuto Inoue-Yuki Kaneko dengan 18-21, 15-21. Jepang raih emas pertama, sekaligus menjadi Juara Asia Baru.

Hal ini tentu mengobati penilaian terhadap para Junior Indonesia yang kalah 0-3 dari Jepang di Perempat Final. Jepang memang luar biasa, kita memang harus kalah dengan tim yang bukan sembarangan, kalo kalah dengan tim ecek-ecek, malah patut dilihat keseriusannya.

Bermain dengan Hati

Tim China mendapatkan pelajaran berharga dari Jepang di Kejuaraan Asia Junior kali ini. Kemenangan Tim Jepang ternyata didapat dengan kerja keras bermain dengan hati, itulah yang dituturkan Akira Koga, motor Tim Jepang meraih emas ini. Koga turun di nomor ganda campuran bersama Akane Yamaguchi (gambar bawah).

“Kemenangan ini bukan karena kami datang ke pertandingan hari ini dengan strategi tertentu, perbedaannya hari ini kami bermain dengan hati,” ucap Koga pasca menerima medali emas. Kurang dari setahun yang lalu ia adalah pemain tunggal putra, adalah benar seperti kata Liliyana Natsir bahwa setiap pebulutangkis terutama pemain ganda pada dasarnya juga pemain tunggal. Koga di Kejuaraan Dunia Junior 2011 turun di nomor tunggal putra namun kalah oleh Arif Ramadhan di babak pertama.

“Kami berharap bahwa ini akan menjadi awal dari sebuah tradisi kemenangan nyata bagi Jepang,” tambah Koga yang didampingi oleh Presiden BAC yang ternyata berasal dari Jepang, Katsuto Momii (Kalo tak salah Presiden BAC sebelum Katsuo ini Sutiyoso loh).

Spirit Koga itu berlanjut ke dua partai selanjutnya, mereka menang dengan skor telak 3-0. Padahal jika dilihat dari postur, Tim Jepang ini tergolong mini-mini, bahkan Sun Yu (cewek) sedikit lebih tinggi dibandingkan Kento Mamota (cowok) loh.. Tapi spirit Tim Jepang memang perlu diacungi jempol, apalagi Spirit Koga. Bukankah spirit Koga layaknya Bae Seung Hee legacy?? Are you agree with me?

Okuhara masih dendam

Sun Yu (kiri), Nozomi Okuhara (kanan) dan Kento Mamota (belakang) menerima medali di nomor beregu campuran. Untuk diketahui, Okuhara masih memiliki dendam terhadap Sun Yu di Kejuaraan Asia Junior tahun lalu. Tahun lalu di mixed team, Jepang satu grup dengan China. Ketika penyisihan Grup A antara Jepang vs China, Nozomi kalah dari Sun Yu 6-21, 21-11, 14-21.

Tahun ini, di event dan nomor yang sama, Jepang dan China juga satu Grup lagi. Namun, Okuhara tidak diturunkan di Penyisihan Grup dan disimpan untuk Perempat Final melawan Indonesia. Ketika bertemu dengan Sun Yu lagi di Final, awalnya ia berharap bisa balik mengalahkannya, namun ternyata Jepang buru-buru menang 3-0, Okuhara pun masih menyimpan rasa dendamnya.

Sedangkan di nomor individual, Sun Yu dan Okuhara berada di poll berbeda. Nozomi yang menjadi unggulan kedua berada di poll bawah sedangkan Sun Yu yang diunggulkan di tempat keenam berada di poll atas. Tapi Okuhara berharap bisa bertemu kembali dengan Sun Yu karena ia ingin balas.

“Tahun lalu di Asia Juniors, saya kalah dari Sun Yu, Dia sangat kuat jadi saya pikir tapi ‘Aku harus menang!” Ucap Okuhara yang diwawancarai pasca menerima medali.

Shin Baek Cheol pindah profesi jadi Hakim Garis?

what happen with Baek Cheol, The defending Asian Games Champion? In Gimcheon, he become a star, but not in court, he became line judge? Saya tak tahu, saya punya gambar saat pertandingan Final kemarin, Baek Cheol terlihat duduk di kursi line judge dekat net (bukan service judge loh)..

Lihat gambar diatas, Ganda Jepang lagi maen di kanannya kan ada yang duduk tuh di tempat yang biasanya diduduki hakim garis, itu ternyata Shin Baek Cheol loh.. memang gak jelas tapi bisa gue pastiin itu dia.

Mungkin aneh melihatnya, gue kira malah dia jadi pelatih tapi duduknya gak mungkin disana, apalagi yang maen bukan tim Korea..  Ia duduk sewaktu pertandingan ganda putra alias partai ketiga di Final Beregu Campuran, dimana Takuto Inoue-Yuki Kaneko mengalahkan ganda China, Pei Tianyi-Zhang Ningyi dengan dua gim langsung 21-18, 21-15.

Ternyata setelah diselidiki, Baek Cheol adalah tenaga bantuan dari local Gimcheon pro team untuk kegiatan Kejuaraan Asia Junior 2012 ini. Istilahnya mungkin untuk menarik perhatian kepada turnamen ini, jadi bintang dijadiin line judge deh..

Tan Wee Gieen, pahlawan buat Malaysia

Tak diperkuat sosok Zulfadli Zulkifli, Malaysia ternyata masih memiliki kekuatan di nomor beregu campuran. Mereka berhasil menjadi Semifinalis, bukan dengan mudah mereka menginjakkan kakinya di Semifinal, mereka nyaris kalah di Penyisihan Grup.

Mungkin edisi 2012, Malaysia patut menjadikan Tan Wee Gieen, adik dari Tan Wee Kiong (kalo gak salah yang ngalahin Ahsan-Bona di DIO 2012 lalu). Tan ini menjadi pahlawan saat Perempat Final melawan Thailand, ia menyumbang dua poin di nomor ganda campuran dan ganda putra.

Melawan Thailand di Perempat Final, Tan Wee Gieen berpasangan dengan Chow Mei Kuan turun di partai pertama, tak tanggung lawannya adalah Shittikom Nammasin-Lam Narissapat loh.. (gambar bawah) Mereka menang 19-21, 21-15, 21-14. Kemenangan itu membuka jalan bagi Malaysia.

Tan Wee Gieen harus tampil di lagi di partai keempat, namun patut diacungi stamina pemain ini. Berpasangan dengan Calvin Jia Hong Ong di ganda putra, mereka mengalahkan ganda Thailand, dengan tiga gim pula 20-22, 21-17, 21-13. Kekalahan di gim pertama dirasakannya setelah merasa lelah bertanding di partai pertama.

“Saya merasa baik untuk nomor ganda namun keduanya dimainkan dengan 3 gim jadi saya mulai lelah dan saat itulah kami mulai melakukan kesalahan.” ujar adik dari Juara Asia Junior 2007. Ketika ditanya apakah ia ingin mengikuti jejak kakaknya di Kejuaraan Asia Junior 2012 ini, Wee Gieen mengatakan “Mudah-mudahan, atau mungkin melakukan lebih baik.”

Wee Gieen tampil di Semifinal, tapi lawannya tak mudah, Tim China. Ia turun di ganda campuran berpasangan kembali dengan Chow Mei Kuan. Mereka Nyaris Menang loh, saat itu Wee Gieen-Chow Mei Kuan kalah 13-21, 21-19, 20-22 dari Zang Ningyi-Huang Yaqiong.

Iklan