Jepang mengembalikkan Kejayaan

Negeri Sakura Jepang benar-benar berniat dan segera mengembalikan gengsi mereka di dunia tepok bulu kembali setelah puluhan tahun lamanya mereka terlena terhadap superioritas bulutangkis mereka yang menjuarai 5 kali Piala beregu putri paling bergengsi, Piala Uber pada tahun 1966, 1969, 1972, 1978, dan 1981.

Jika tidak dihentikan Indonesia yang menjuarai Uber tahun 1975, Jepang mungkin telah beruntun meraih Piala Uber selama 20 tahun. Namun Jepang terlena, mereka selalu mengirim pemain-pemain handal mereka saat itu seperti Hiroe Yuki dan Noriko Nakayama.

Namun mereka justru mengesampingkan regenerasi yang seharusnya dilakukan untuk tetap mempertahankan tradisi juara, sehingga pasca 20 tahun kejayaan bulutangkis Jepang, mereka tak punya lagi bintang-bintang. Justru Indonesia, China dan Korea  lah yang menguasai panggung bulutangkis menginjak tahun 90an.

Jepang mulai menyadarinya, mereka mengucurkan dana ratusan miliar untuk mengembalikkan superioritas mereka. Impor pelatih dilakukan, dan dua diantaranya yang terkenal, yakni Reony Mainaky dan Park Joo Bong berhasil membuat Jepang ditakuti, bahkan Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna (gambar) mengalahkan juara Olimpiade 2004 di Perempat final Olimpiade 2008, Yang Wei-Zhang Jiewen.

Bahkan Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna juga yang menjadi pemain Jepang pertama yang meraih Superseries di turnamen Denmark Terbuka 2010. Disusul kemenangan mereka di India Terbuka 2011.

Tunggal putranya, Kenichi Tago menembus Final Perancis Terbuka. Ganda putranya, Hirokatshu Hashimoto-Noriyasi Hirata menjadi jawara India Terbuka 2011 serta Eriko Hirose dan Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa menjadi Runner Up di All England 2011. Tidak bisa diremehkan, Jepang mengembalikan Superioritas.

Indonesia mengakui

Tim Thomas, Uber dan Junior Indonesia tahun ini mendapatkan teguran keras bahwa Jepang sudah membuktikan ia patut diwaspadai sebagai tim bulutangkis. Setelah Tim Thomas dan Uber Indonesia sama-sama takluk 2-3 dari Jepang, kemarin Tim Junior Indonesia yang berlaga di Perempat Final Mixed Team Kejuaraan Asia Junior 2012 harus kembali mengakui superioritas Negeri Sakura itu dalam 3 partai langsung.

Tak dipungkiri memang Kento Mamota dan Nozomi Okuhara sudah punya jam terbang tinggi. Mereka tidak dapat diragukan kualitasnya. Kento Mamota sempat merangsek masuk ke 16 besar Kejuaraan Asia 2012 kemarin (BAC lohh… level senior) di usia yang belum 19 tahun. Saat itu ia dikalahkan oleh Chen Jin yang menjadi Juara Asia 2012.

Sedangkan Nozomi Okuhara (gambar) adalah Semifinalis Kanada Terbuka 2011 dan Perunggu Kejuaraan Dunia Junior 2011 lalu. Ia juga pernah menjuarai Austrian International Challenge 2011 dan mengalahkan Gu Juan di Perempat Final. Bahkan ia mampu mengimbangi permainan Sung Ji Hyun di Korea Terbuka 2010 (masih junior banget), meski kalah 12-21, 21-10, 19-21.

Selain itu, nama Onta di Sirnas semarang kemarin sempat membuat kejutan. Ia mampu mencapai babak Semifinal sebelum dikalahkan pemain Djarum, Febby Angguni dengan 15-21, 17-21. Meski hanya pemain klub, namun ketika sampai di Semifinal Sirnas, berarti mampu meraih medali di kelas Kejuaraan Nasional di Indonesia lohh… Onta mampu mengalahkan Maya Rosita, unggulan ketiga Rizky Amelia Pradipta dengan skor telak 21-10, 21-5 dan unggulan 6 Tika Arieda Ningrum dengan 19-21, 21-15, 21-17 di Perempat Final. Benar-benar berbahaya putri Jepang ini.

2 Titel dari Rusia

Jika itu tadi bagaimana Jepang mampu membuat Indonesia mengakui superioritasnya, dunia pun juga mulai mengakui Jepang sebagai negara bulutangkis lagi. Jepang membuktikannya dengan menggondol 2 gelar juara dari Rusia Terbuka lewat pemain-pemain mudanya.

Kazuma Sakai menjuarai nomor tunggal putra setelah mengalahkan andalan tuan rumah, Vladimir Malkov dengan dua gim langsung 21-17, 21-17. Sakai kemarin menghempaskan andalan Malaysia, Zulfadli Zulkifli dengan duel ketat yang dimenangkan Sakai 16-21, 22-20, 22-20.

Sementara di nomor tunggal putri, Jepang mampu menciptakan All Japanese Final dimana Hashimoto Yui berhasil mengalahkan Shizuka Uchida dengan 21-19, 21-12. Mitani Minatsu yang menjadi unggulan pertama di nomor ini batal tampil, namun ternyata Jepang masih superior tanpa adanya Mita (Minatsu Mitani – red).

Tiga partai lain dimenangkan oleh tuan rumah Rusia setelah memastikan All Rusian Final di ketiga nomor itu kemarin. Di ganda putra, Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov mengalahkan unggulan kedua Vitalij Durkin-Alexandr Nikolaenko dengan 21-18, 21-15. Jika Durkin dan Nikolaenko berpasangan di ganda putra, mereka saling melawan di ganda campuran. Di ganda campuran, pasangan Alexandr Nikolaenko-Valeri Sorokina mengalahkan Vitalij Durkin-Nina Vislova dengan 21-19, 21-17.

Sedangkan di ganda putri, Tatjana Bibik (gambar) berpasangan dengan Anastasia Chervaykova memutuskan walkover di Final dan memberikan gelar Rusia Terbuka ini kepada andalan tuan rumah, Nina Vislova-Valeri Sorokina dengan cuma-cuma. Kemungkinan akan ada sedikit hemat energi mengingat Tim Rusia akan mengikuti turnamen White Nights di Gatchina, Rusia pada 4-8 Juli.

White Nights tanpa Maria

Masih berkaitan dengan Rusia dan Jepang, White Nights 2012 ini akan dilalui tanpa pemain PB Djarum yang tahun lalu membawa gelar tunggal putra, tunggal Putri dan Ganda Putra dari Gatchina. Pasalnya, PB Djarum berkonsentrasi di Kejuaraan Victor Indonesia International Challenge 2012 yang waktu pelaksanannya bersamaan dengan turnamen White Nights ini.

Setelah keluar dari Pelatnas dan mulai mengalami degradasi ranking, Maria Kristin Yulianti sempat menembus Final di White Nights 2011, namun kalah dari Fransiska Ratnasari. Semenjak itu, ia tak tampil lagi di turnamen internasional, hingga rankingnya makin melorot sampai di 200an kini. Dan ketika pemain tidak tampil di turnamen selama setahun, ia dipastikan dicoret dalam daftar ranking dunia dan untuk mengikuti turnamen kembali, ia harus meniru bagaimana Zhou Mi kembali merangkak pasca konflik dengan Li Yongbo.

Zhou kala itu juga mengalami cedera tapi tak separah Maria, namun yang menyebabkannya rehatnya Zhou setahun adalah kepindahannya ke Hongkong karena sempat terlibat konflik dengan Li Yongbo di Olimpiade 2004. Ia pun mulai kembali tampil tanpa memiliki Ranking dunia. Memulai di tahun 2007, tepatnya di Singapura Terbuka ia harus merangkak lewat babak kualifikasi dan sampai di babak utama meski tersingkir. Kala itu terhitung banyak sekali turnamen ketika ia gugur di babak awal. Namun dalam setahun, titel World No #1 disematkan kepada Zhou Mi, meski usianya tak muda lagi (28 tahunan). Kisah Zhou ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi Maria Kristin untuk kembali tampil ke kancah dunia. Zhou dan Maria sama-sama pernah mengecap medali perunggu di Olimpiade, Zhou Mi di tahun 2004 sedangkan Maria di tahun 2008.

Kembali ke White Nights 2012, Jepang juga sempat mengirim entry list pemain yang akan tampil disana, namun 4 pemain Jepang yang ada di entry list itu batal tampi ke Rusia. Mereka adalah Eto Rie, Ayumi Tasaki, Yu Wakita, Seiko Yamada. Kelihatannya diantara mereka ada yang tampil di Sirnas Semarang lalu, seperti Eto Rie-Yu Wakita sempat membuat repot Vita-Nadya.

Jepang serbu Loss Angeles 

Loss Angeles akan menjadi tempat digelarnya turnamen YONEX OCBC US Open GP Gold 2012. OCBC itu adalah sebuah klub di Amerika pencetak pemain bulutangkis kelas dunia, tapi juga ada sentuhan Tony Gunawan yang juga bergabung dengan klub itu.

2012 YONEX/OCBC US Open Championships

Dan Jepang juga memanfaatkan kesempatan untuk tampil di Negeri Paman Sam untuk meraih gelar ditengah absennya para pemain Dunia. Jepang mengirim beberapa skuad senior, seperti pasangan Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa, Takuma Ueda si penentu lolosnya Tim Thomas Jepang ke Semifinal Thomas 2012 serta ganda putrinya Misaki Matsumoto-Ayaka Takahashi yang memperkuat Uber Jepang di Wuhan lalu.

Ketiganya menjadi unggulan pertama di nomor tunggal putra, ganda putra dan ganda putri. Jalan Takuma Ueda di Final dibilang tidak sulit mengingat pemain kenamaan yang tampil di Top Half hanya Chetan Anand, Joachim Person dan Ivan Sozonov. Sedangkan di nomor tunggal putri, hanya Kaori Immabeppu dan Yuka Kusunose yang mewakili Jepang, tapi biasanya tunggal-tunggal Jepang punya kans untuk membuat kejutan loh.

Di Ganda Putra, Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa yang menjadi unggulan pertama dan Yoshiteru Hirobe-Kenta Kazuno yang menjadi unggulan keempat menjadi andalan Jepang. Mereka akan dihadang oleh Juara Dunia 2006, Tony Gunawan-Howard Bach yang menjadi unggulan ketiga dan Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov sang unggulan kedua dari Rusia. Ganda Putri hanya membawa Misaki-Ayaka di unggulan pertama untuk mewakili Jepang. Tapi harus berhati-hati karena ada Vita Marissa-Mona Santoso dan Komala Dewi-Jenna Gozali dari Indonesia yang harusnya bisa membuat kejutan.

Di ganda Campuran Duel baru Hiroyuki Endo-Ayaka Takahashi dan unggulan ketiga Kenichi Hayakawa-Misaki Matsumoto akan menjadi motor Jepang meraih gelar bagi Negeri Sakura. Karena mereka merupakan pemain yang bagus di ganda putra dan putri, diperkirakan untuk sampai Final tidak sulit

Sementara tuan rumah, Amerika Serikat menurunkan kekuatan penuh, dan beberapa diantaranya adalah calon bintang Pan America yang ternyata berdarah Indonesia, yakni Agustriadi Wijaya Amphie, Sutanto Wibowo, Rudi Gunawan, Arnold Setiadi serta Tony Gunawan. Wang Iris dan Wang Rena juga merupakan atlet berdarah China yang sukses mewakili Amerika. Masih banyak lagi atlet USA hasil naturalisasi.

Wang Iris dan Wang Rena akan menjadi wakil tunggal putri yang diandalkan Amerika, Tony Gunawan-Howard Bach di ganda putra dan Eva Lee-Paula Lynn Obanana di ganda putri (sempat membuat kerepotan Christina Pedersen-Kamilla Rytter Juhl di Uber 2012).

Iklan