Istri Yong Dae haruslah U-23!

Kabar buruk sekaligus kabar baik bagi anda para wanita penggemar aktor lapangan bulutangkis, Lee Yong Dae. Dari wawancara yang dilaksanakan oleh Victor, produsen raket kenamaan dari negeri ginseng, Lee mengaku sang ibunda mengharap istrinya kelak adalah wanita yang berusia setahun lebih muda dari Yong dae, alias U-23 (Under 23).

“Ibuku mengatakan kepada saya bahwa saya cocok dengan gadis satu tahun lebih muda dari saya,” ujar Yong Dae di situs Victor. Sebagai seorang anak yang sangat mencintai sang Ibu, sudah pasti kata-kata sang bunda akan terus diingat oleh pemuda yang tahun ini berusia 23 tahun.

Ibu Yong Dae bekerja keras memenuhi kebutuhannya saat Yong Dae masih sangat muda, oleh karena itu dengan prestasinya kini ia bertekad membayar jerih payah sang bunda. Perkataan sang bunda selalu ia tanamkan dalam dirinya, seperti saat sang bunda berharap Yong Dae memusatkan seluruh perhatiannya untuk berlatih bulutangkis, hal itu benar-benar dilakoninya hingga kini.

Untuk para pecinta Yong Dae, anda akan menikmati jagoan anda ini setidaknya sampai edisi Olimpiade 2016 diusia ke 27. Ia sudah menetapkan bahwa bulutangkis adalah bagian dari hidupnya. “betting my life on a shuttlecock,” ujar Yong Dae yang berartimempertaruhkan hidup saya pada sebuah kok.

Merasa Gemuk, awal Karir Yong dae

Saat Kelas 2, Lee Yong Dae merasa terlalu gemuk, jadi ingin melakukan beberapa latihan untuk menurunkan berat badan. Hwasun County adalah sebuah klub bulutangkis yang Lee masuki untuk berlatih. Ia melakukan latihan yang cukup berat kala itu, sehingga Orang tuanya menganggap Lee terlalu kurus. Ibunya pun mengharapkan Lee agar bermain lebih ringan agar di usianya yang masih terlalu muda itu badannya tidak terlalu kurus.

Pertandingan yang Lee anggap paling berkesan adalah pertandingan Final Olimpiade Beijing 2008, saat mengalahkan Nova Widianto dan Liliyana Natsir (ehem.. pertandingan yang berkesan tak jauh dengan orang yang paling berkesan). duaribuan.wordpress.com

Semenjak memenangkan medali emas itu, Lee mengaku menjadi sangat terkenal pasca Olimpiade hingga kini. Yong Dae bahkan mengatakan, “aku masih diakui oleh dua dari setiap sepuluh orang.” (Yong dae makin pede namun tetap pemalu)

70% Yakin Mempertahankan Gelar

Di situs Victor, Yong Dae mengaku sedikit memiliki tekanan sebagai Juara Bertahan Ganda Campuran Olimpiade 2008 di London mendatang. Namun ia percaya 70% bahwa ia mampu mempertahankan gelarnya di London tahun ini.

Mempersiapkan Olimpiade, Yong Dae fokus untuk mencari kelemahan dan kekuatan pasangan-pasangan terkuat yang kemungkinan akan mereka hadapi (pliss deh.. Olimpiade pasti semuanya kuat). Ia juga latihan dengan melakukan simulasi berpasangan dengan pemain-pemain lainnya. duaribuan.wordpress.com

Di ganda putra, ia menganggap bahwa Cai Yun dan Fu Haifeng menjadi lawan yang terberat saat ini. Bahkan ia memuji Fu Haifeng yang memiliki pukulan keras, kuat dan cepat yang membuatnya frustasi di Final Kejuaran Dunia 2009. Saat itu Lee Yong dae-Jung Jae Sung kalah deuce 26-28 di gim penentuan/ketiga. Ia akan berusaha meredam mereka dengan kekuatan kecepatan, kekuatan pertahanan dan kontrol yang bagus dari Lee.

Lee sendiri juga membocorkan kelemahannya, jika banyak smash-smash keras yang mampu dipatahkan oleh Lee, berbeda dengan smash yang tidak keras yang kadang tidak bisa ia kembalikan, mungkin lebih mirip dropshot ya. Sehingga kini ia sedang berusaha mengatasi situasi seperti itu.

Kim Dong Moon, senior yang ia idolakan

Idola Yong Dae ternyata nyaris mirip dengannya, sama-sama punya nama, prestasi dan tampan pula. Dialah Kim Dong Moon, kalo dibilang penguasa ganda campuran pasca meraih medali emas Olimpiade 1996 dengan Gil Yung Ah. Yung Ah pensiun, Kim Dong Moon dipasangkan Ra Kyung Min yang menjadi pasangan terkuat dan sangat solid bahkan setiap turnamen yang ia ikuti nyaris berbuah gelar. duaribuan.wordpress.com

Yong Dae mengaku ingin menyamai prestasi Dong Moon bahkan lebih darinya. Menjuarai turnamen menjadi tujuan utamanya, tapi merayakannya bersama teman-temannya juga penting bagi Lee. Ia sendiri mengaku pasca turnamen yang hasilnya bagus, Lee akan mengajak rekan setimnya untuk minum wine sedikit (sedikit demi sedikit mungkin = membukit). Tapi ada pengecualian bagi Lee. Jika usai menjuarai turnamen ia harus melakoni pertandingan lagi, ia tidak akan minum wine.

Namun ketika ia ditanyai mengenai kegagalan, Lee memiliki motto yang tetap membuatnya tetap semangat. “Be confident in your ability” (Percaya dirilah dengan kemampuanmu sendiri).

I am not academically minded

Well, pintar di bulutangkis ternyata bikin Lee Yong Dae ini gak terlalu interest dengan dunia akademis loh.. Ketika ditanyai jika ia tidak bermain bulutangkis, Lee mengaku tidak berpikiran akademis, jadi ia lebih memilih melakukan olahraga lainnya, seperti Bisbol, seperti yang pernah orang tuanya inginkan.

Menurutnya Olahragawan adalah pekerjaannya, dan ia tahu ia harus menikmatinya meskipun berada di bawah tekanan. Ia mengaku sering gugup berada di sebuah turnamen. duaribuan.wordpress.com

Jika ia menjadi seorang olahragawan yang profesional (profesional kayak Taufik, diluar Pelatnas, tapi kayaknya Pelatnas Korea gak mungkin ngeluarin Yong Dae), Yong Dae ingin tinggal lebih lama di suatu tempat ketika mengunjungi berbagai turnamen internasional. Yang ia inginkan adalah pergi dan makan makanan lokal disana, seperti makanan di Perancis dan Taiwan.

Hwasun dan Olahraga

Lee Yong Dae menjadi seorang pahlawan bagi kota kecil, Hwasun. Penduduk disana sangat interest dengan olahraga, bahkan penduduk disana berencana membangun Long Dae Memorial Hall dan Long Dae Sports Stadium. Hwasun mungkin pedesaan, namun hal itu yang membuat Lee senang karena suasana tenang dan udara bersih membuatnya senang. Seoul baginya tidak nyaman karena berbeda dengan kampung halamannya itu.  duaribuan.wordpress.com

Long Dae Sport Stadium dan Long Dae Memorial Hall mungkin menjadi bagian dari olahraga Hwasun. Itu adalah tanda kebanggaan Hwasun kepada Yong Dae. Dan Yong Dae pun sangat berterima kasih akan hal itu.  “Hwasun terkenal sebagai basis pelatihan olahraga dan siapa saja yang mengetahui Olahraga Korea telah mendengarnya,” ucap Lee di situs Victor.

Pengagum Yonna

Lee Yong Dae mengaku mengidolakan Yoona dari SNSD (Girls Generation). Dalam wawancara itu pun reporternya juga menanyakan hal itu. Jawaban Yong Dae, “Dia cantik ketika dia tersenyum.”

Ketika ditanyai mengenai anggota tubuh yang menurutnya paling bagus, Yong Dae menjawab bahwa ia sangat menyukai matanya, namun sesuatu dalam dirinya yang menurut Lee tidak bagus adalah hidungnya.

Iklan