Singapura dibantai 0-5

Skuad Junior Indonesia yang dikirim untuk membawa nama negara di Badminton Asia Youth U-19 Championship di Gimcheon, memulai partai pembuka dengan baik. Melawan Singapura, Tim yang semuanya berusia dibawah 19 tahun itu mengalahkan Singapura dengan poin meyakinkan 5-0.

Melawan Singapura, Tim Indonesia turun dengan kekuatan penuh. Dimotori oleh Hafiz Faisal-Putra Eka Rhoma di partai pertama, Tim Indonesia menang meyakinkan dengan skor 5-0. Partai tunggal putri yang awalnya diperkirakan gagal ternyata mampu menyumbang poin.

Berikut hasil partai pembuka Mixed Team Championship 2012 dari Gimcheon antara Indonesia dengan Singapura.

  • MD : Putra Eka Rhoma-Hafiz Faisal [INA] bt Pang Liang Leslie Teng-Ming Shun Tan [SIN] : 21-19, 21-9
  • WS : Hana Ramadhini [INA] bt Liang Xiaoyu [SIN] : 22-20, 21-18
  • MS : Shesar Hiren Rhustavito [INA] bt Soon Yang Bernard Ong [SIN] : 21-12, 21-14
  • WD : Anggia Shitta Awanda-Shela Devi Aulia [INA] bt Gao Yuemian-Chua Jet Ling Joline [SIN] : 21-10, 21-12
  • XD : Edi Subaktiar-Melati Daeva Oktavianti [INA] bt Muhd. Ashraf bin Ishak-Chua Yi Ling Elaine [SIN] : 21-12, 21-12

Hana Ramadhini tampil memukau. Ia membalas kekalahannya di Perempat Final ASEAN School 2010, dimana saat itu Hana kalah 18-21, 21-15, 13-21 dari Liang. Sementara empat partai lain rata-rata pemain Indonesia lebih unggul dibanding pemain Singapura.

Pertandingan selanjutnya untuk Tim Indonesia akan dilakukan pada esok hari karena Tim Mongolia yang sedianya melawan Indonesia pada sore nanti memutuskan walkover. Minggu pagi esok, Tim Indonesia akan melawan Tim Taipei.

Tumpang Tindih Jadwal

Jadwal yang dirilis oleh turnamentsoftware.com, sedikit berbeda dengan jadwal yang tertera di situs PB PBSI. Berdasarkan situs turnamentsoftware, jadwal perempat final dilaksanakan pada 1 Juni setelah penyisihan grup selesai. sedangkan menurut situs PB PBSI perempat final itu dilaksanakan pada 2 Juni bersamaan dengan semifinal. Entahlah, mungkin memang telah dikoreksi, nurut ama turnamentsoftware.

Tim Indonesia bermain dua kali pada hari pertama dan kemungkinan besar kembali bermain dua kali di hari kedua karena akan dilanjutkan dengan babak perempat final sesuai jadwal di turnamentsoftware. Untuk penyisihan grup, Pihak panitia menyediakan 6 court untuk mempercepat turnamen ini. Jika turnamen ini diselenggarakan langsung oleh BWF, maka hanya diperbolehkan maksimal menggunakan 4 court.

Namun di Perempat Final nanti, hanya 4 court yang akan digunakan pihak panitia. Berikut jadwal pertandingan tim Junior Indonesia dari Gimcheon berdasarkan situs turnamentsoftware (khusus untuk INA vs Mongolia tidak dilaksanakan karena Mongolia WO).

  • Penyisihan Grup B (30 Juni) : INA vs Singapore – 09.00 waktu Gimcheon (07.00 WIB)
  • Penyisihan Grup B (30 Juni) : INA vs Mongolia [WO] – 16.00 waktu Gimcheon
  • Penyisihan Grup B (1 Juli) : INA vs Chinese Taipei – 09.00 waktu Gimcheon
  • Perempat Final (1 Juli) pukul 16.00 waktu Gimcheon

Indonesia diuntungkan WO nya Mongolia

Indonesia tergabung di Grup B bersama Taipei, Singapura dan Mongolia. Setelah mengalahkan Singapura hari ini, Indonesia tidak akan melawan Mongolia karena negara asia tengah itu memutuskan walkover. WO nya Mongolia membuat Indonesia langsung ke Perempat Final.

Kepastian itu diterima setelah Taipei tidak bertanding melawan Tim Mongolia. Seharusnya Taipei berjumpa Mongolia pada pagi hari ini pukul 09.00 waktu Gimcheon. Namun di turnamentsoftware, Mongolia tertulis walkover, jadi Taipei dianggap memenangkan pertandingan ini.

Hal ini tentu menguntungkan Indonesia, sesuai jadwal Tim Indonesia akan berjumpa Mongolia pada sore hari ini. Karena Mongolia WO, maka Tim Indonesia bisa mempersiapkan diri melawan Taipei untuk memperebutkan Juara Grup supaya terhindar dari China di Perempat Final karena kemungkinan China akan menjadi juara Grup D.

Keuntungan lain bagi Indonesia adalah, Taipei kemungkinan akan kelelahan karena bertanding di sore hari (16.00 waktu Gimcheon) melawan Singapura dan dilanjutkan pada pagi harinya (09.00 waktu Gimcheon) melawan Indonesia. Hal ini harus dimanfaatkan Indonesia untuk meraih kemenangan atas Taipei sekaligus memastikan diri sebagai Juara Grup.

Iklan