Tersisa Dea-Ririn di Semarang

PBSI yang menurunkan para pemain Pelatnas tingkat Pratama ke turnamen Djarum Sirkuit Nasional Jawa Tengah Open 2012 di GOR Jatidiri hanya menyisakan satu wakil di Semifinal untuk kategori dewasa, yakni di nomor ganda putri dewasa, pasangan Ririn Amelia-Deariska Putri Medita.

Ririn Amelia yang menjadi Juara Asia Junior tahun lalu sukses masuk ke Pelatnas dan difokuskan di nomor ganda putri. Seharusnya ia berpasangan dengan Melati Daeva Oktaviyani, namun karena Melati menolak ke Pelatnas, Ririn pun dicarikan pasangan lain, yakni Deariska Putri Medita.

Ririn dan Dea sukses melangkah ke Semifinal setelah melakoni laga yang cukup berat melawan unggulan keempat asal Pusdiklat Jaya Raya, yakni Aris Budihartini-Dian Fitriani. Menjalani pertarungan melawan Aris-Dian, Ririn-Dea benar-benar diuji mental sekaligus staminanya. Si jangkung Dea tampil dengan rok pendek dan rambut diikat terlihat berbeda dengan sang partner, Ririn yang tampil dengan celana pendek dan potongan rambut khas cewek tomboy (gambar judul). Perbedaan mereka malah membuat mereka menang 27-29, 21-12, 22-20 dengan banjir keringat dalam waktu kurang lebih satu jam. Sekarang gengsi Pelatnas untuk meraih gelar di kategori dewasa menyisakan Dea-Ririn yang harus menemui lawan berat di Semifinal, yakni unggulan pertama Nadya Melati-Vita Marissa.

Kemenangan mereka itu tak diikuti oleh sang rekan, Khaeriah Rosmini-Melvira Oklamona. Unggulan kedelapan itu tewas di Perempat Final oleh pasangan Pusdiklat Jaya Raya unggulan ketiga, Pia Zebadiah Bernadet-Rizky Amelia Pradipta dengan skor cukup telak 10-21, 12-21.

Tunggal habis

Pemain Tunggal putra dan putri yang dikirim Pelatnas Cipayung habis di nomor tunggal putra dan putri kategori dewasa, tercatat hanya Sukamta Evert dan Mazziyah Nadhir (gambar) yang mempunyai hasil baik, yakni sampai di Perempat Final, kalah dari unggulan dua, sementara pemain lain kalah. Berikut daftar tunggal Pelatnas yang turun di kategori dewasa.

Tunggal Dewasa Putra

  • Andre Marteen Tene – R2 kalah 17-21, 11-21 dari Alamsyah Yunus [Pertamina/1]
  • Siswanto – R2 kalah 20-22, 21-13, 14-21 dari M. Hidayat Mustaqien [SGS]
  • Sukamta Evert [5] – QF kalah 20-22, 16-21 dari Senatria Agus Setia Putra [SGS/2]
Tunggal Dewasa Putri
  • Milicent Wiranto – R1 kalah 19-21, 20-22 dari Dinar Dyah Agustine [Djarum]
  • Rena Suwarno – R1 kalah 15-21, 14-21 dari Ana Rovita [Djarum/7]
  • Yeni Asmarani – R2 kalah 21-19, 15-21, 17-21 dari Tika Arieda Ningrum [PBSI Jatim/6]
  • Mazziyah Nadhir – QF kalah 16-21, 21-18, 7-21 dari Febby Angguni [Djarum/2]

Kekalahan mereka sebenarnya tidak terlalu ‘membahayakan’ pasalnya mereka kalah dari pemain unggulan yang notabene sering mengikuti Sirnas. Kekalahan dari pemain nonunggulan seperti Milicent Wiranto atau Siswanto juga bisa karena kalah mental di poin kritis atau karena stamina/fisik karena harus bermain tiga gim (terjadi deuce pula).

Bahkan Rosiana Tendean mengakui bahwa di nomor tunggal putri, masa depan Indonesia terbilang cukup cerah. Ia juga menambahkan bahwa akan ada Susi Susanti baru. “Minimal pemain yang kini masih junior bisa tampil lebih dulu di Olimpiade Brasil 2016. Selanjutnya, mampu meraih sukses di Olimpiade tahun 2020,” tutur salah satu legenda hidup bulutangkis Indonesia itu.

Ronald-Selvanus cuma penyemarak

Ronald Alexander-Selvanus Geh cuma menjadi penyemarak di Sirnas Semarang 2012 ini. Pasalnya mereka langsung lolos ke Perempat Final karena menang WO di R2 dan R3. Di babak pertama Ronald-Selvanus yang menjadi unggulan ketujuh dalam turnamen ini mendapatkan bye. Di babak kedua sang lawan, Arif-Namrih walkover sedangkan di babak ketiga M. Romdhoni-Romadhon juga ikut walkover. Alhasil, Ronald-Selvanus pun ke QF tanpa bertanding.

Seharusnya Semifinalis Kejuaraan Dunia Junior 2011 memiliki stamina dan perfoma yang baik karena tidak bertanding di tiga babak sebelumnya. Tetapi di Perempat Final, mereka harus dipertemukan dengan unggulan pertama, Rian Sukmawan-Rendra Wijaya. Mungkin karena baru menyesuaikan dengan lapangan di GOR Jatidiri, mereka akhirnya kalah 19-21, 19-21.

Untuk diketahui, GOR Jatidiri di Semarang awalnya adalah GOR Futsal, namun untuk turnamen ini disulap menjadi GOR bulutangkis. GOR Jatidiri ternyata tidak sendirian menggelar Sirnas Semarang tahun ini.

Karena peserta yang membludak menembus 1554, akhirnya GOR Trilomba Juang dipilih untuk mempertandingkan kategori pemula. Namun untuk Perempat Final yang mulai dipertandingan pada Kamis kemarin hingga Final pada sabtu mendatang, semua pertandingan dilakukan di GOR Jatidiri.

Rekan mereka yang juga dari Pelatnas, Ade Yusuf Santoso-Wahyu Nayaka (gambar atas) gagal melanjutkan kejutan setelah takluk oleh ganda Jepang, Komacia-Susuki dengan dua gim langsung 14-21, 18-21 di babak 16 besar. Padahal di babak kedua mereka mengalahkan unggulan kedelapan, Hermansyah-Senatria Agus Setia Putra dengan 21-16, 19-21, 21-12. Sedangkan Ganda Jepang itu malah sukses ke Semifinal dan mereka sepertinya bakal menjadi kuda hitam di Sirnas ini.

Onta lanjutkan sensasi

Tunggal Putri asal Jepang bernama Onta melanjutkan sensasi menuju babak Semifinal turnamen Sirkuit Nasional Jateng Open 2012. Ia Semifinal, putri Jepang ini akan melawan Ratu Sirnas, Febby Angguni.

Perjalanan Onta ke Semifinal dibilang tidak mudah. Di babak pertama, ia mengalahkan Maya Rosita dengan 21-10, 21-11. Di babak kedua ia bertemu dengan Rizky Amelia Pradipta yang menjadi unggulan ketiga, tak dinyangka ia menang cukup telak 21-10, 21-5. Giliran unggulan kelima, Tika Arieda Ningrum asal PBSI Jatim yang dibuat keok. Kali ini Onta harus berjuang tiga gim, 16-21, 21-18, 21-14 dalam waktu 65 menit.

Sang lawan di Semifinal adalah Ratu Sirnas Febby Angguni yang di babak kedua dan perempat final mengalahkan Pemain Pelatnas pratama, yakni Elizabeth Purwaningtyas dan Mazziyah Nadhir. Tentu tidak akan mudah bagi Onta untuk mengalahkan Febby. Akankah Onta akan kembali membuat sensasi melawan salah satu andalan Jawa Tengah ini? Kita nantikan…

Jo terhenti, Ada Sosok kidal di Tunggal Putri

Atlet berbakat asal Tangkas Specs, Jonathan Christie terhenti di babak 16 besar Sirnas Jateng Open 2012. Di babak 16 besar, ia dikalahkan pemain Mutiara Bandung, Mochamad Gustaf Firdaus dengan dua gim langsung 16-21, 17-21.

Padahal dari sisi unggulan, Jo adalah unggulan kelima sedangkan Gustaf adalah unggulan sembilan di nomor tunggal taruna putra. Keguguran Pemain pendukung dalam film ‘King’ mengikuti keguguran dari 2 pemain Tangkas lain, Rico Hamdani dan Hardianto Kurniawan. Tangkas Specs tak memiliki wakil di Perempat Final di nomor tunggal taruna putra ini.

Sirnas Semarang ini juga memunculkan atlet tunggal putri yang potensial. Salah satu diantaranya adalah Gladys Virginia Sumitro. Tunggal putri dari klub Taurus ini ternyata bertanding menggunakan tangan kiri alias kidal, hal yang jarang terjadi pada pemain tunggal putri.

Gladys mendapatkan bye di babak pertama, namun tersingkir di babak kedua oleh pemain Rejo Makmur, Fitri Rahma. Di babak kedua, Gladys yang belum panas langsung kalah 9-21 di gim pertama atas Fitri. Baru di gim kedua, permainan cantik diperagakan Gladys hingga beberapa kali terjadi deuce. Namun akhirnya Fitri Rahma yang dapat memenangkan pertandingan dengan skor 21-9, 23-21.

Iklan