Pengantin Perak Indonesia Terbuka

salam duaribuan…

Simon Santoso pernah menjadi bagian dari kisah asmara pebulutangkis tunggal putri peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, Maria Kristin Yulianti. Kisah cinta itu terjadi sekitar lima tahun yang lalu dan sudah banyak dibahas oleh berbagai situs, namun duaribuan akan menceritakannya dalam rangka ulang tahun ke 27 dari Maria Kristin Yulianti

Kisah ini terjadi saat keduanya ada di Pelatnas Cipayung. Sering dipertemukan dalam latihan di Cipayung membuat tumbuh benih-benih cinta lokasi diantara mereka. Tak hanya Maria-Simon, sudah banyak yang mengalami hal serupa di Cipayung.

Meskipun Simon lebih muda satu bulan dari Maria, tetapi sikap Simon kala itu lebih gentle dari umurnya. Terlihat ketika ia mendukung sang pacar saat pertandingan Piala Sudirman 2007 yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia.

Kisah cinta mereka berlangsung tak lama. Kemesraan mereka terlihat di Piala Sudirman 2007 lalu, Maria Kristin turun di partai kedua melawan tunggal putri Inggris, Tracey Hallam yang pernah meraih medali emas di Commonwealth Games 2006. Kristin harus menanggung beban dimana saat itu Indonesia tertinggal 0-1 setelah Nova Widianto-Liliyana Natsir kalah oleh Nathan Robertson-Gail Emms di partai pertama.

Dalam partai itu, Indonesia tanpa dukungan, maklum karena Skotlandia pada umumnya tidak memiliki suporter yang fanatik terhadap bulutangkis, jikapun ada pasti mendukung Inggris karena satu daratan dengan Skotlandia.

Simon yang melihat sang pacar tanpa dukungan langsung mengetuk botol kosong ke bangku di depannya. Tindakan Simon itu diikuti oleh pemain Indonesia lain yang membuat suasana menjadi meriah. Meskipun dukungan itu tak cukup untuk membuat Maria menang, ia kalah 18-21, 19-21. Kekalahan Maria dibalas tiga partai selanjutnya sehingga Indonesia menang 3-2 atas Inggris dan melaju ke Final meski kalah dari China.

Di tahun 2008 menjadi tahunnya Maria Kristin Yulianti. Sementara Simon masih dibayang-bayangi para pemain senior seperti Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Maria menjadi tunggal pertama di Piala Uber 2008, Runner Up Indonesia Terbuka 2008 dan puncaknya meraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008.

Maria menundukkan putri-putri China satu demi satu. Kala itu ia menjadi trendmark dari tunggal putri Indonesia yang sempat hilang setelah pensiunnya Susi Susanti dan pindahnya Mia Audina. Maria seolah menjadi motivasi bagi tunggal dibawahnya setelah pernah menundukkan Lu Lan di Olimpiade 2008 hingga membuatnya menangis di depan publik pendukungnya sendiri.

Adrianti Firdasari sempat melesat ke babak perempatfinal Denmark Super Series dengan mengalahkan pemain top Hongkong, Wang Chen. Ada Pia Zebadiah yang masih bermain di nomor tunggal pernah merasakan atmosir semifinal pertamanya di Taiwan Terbuka serta rekan Maria dari Djarum, Fransisca Ratnasari melaju ke perempat final Macau Terbuka dengan menggusur pemain Belanda, Yao Jie

Ketika Maria ditanya mengenai trendmark ia sebagai pemicu generasi tunggal putri baru, ia mengatakan, “Saya gembira pemain lain nggak takut lagi saat lawan pemain top. Kami bisa bahu-membahu“.

Pengantin Perak

Tahunnya Maria sebenarnya juga tahunnya Simon. Di Indonesia Open  2008, Maria dan Simon sama-sama menginjakkan kaki di Final Superseries Indonesia Terbuka. Buat Simon, Final DIO 2008 merupakan Final Superseries ketiganya setelah Swiss Open 2007 dan Malaysia Open 2008. Sedangkan buat Maria, ia menginjakkan kakinya di Final Superseries pertamanya.

Di Indonesia Terbuka 2008 itu, mereka sama-sama gagal di Final sehingga julukan Pengantin Perak/Runner Up layak mereka terima (jika Pengantin Emas ada di Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma). Simon kalah dari kompatriotnya Sony dengan 21-19, 14-21, 9-21 sedangkan Maria kalah dari Zhu Lin dari China dengan 18-21, 21-17, 14-21.

Pasca menjadi Runner Up di Indonesia Terbuka itu, mungkin karena kesibukan masing-masing terutama Maria dengan kesibukan menghadapi Olimpiade Beijing, hubungan mereka akhirnya kandas. “Itu kisah lama,” tutur Simon menanggapi kisahnya di Piala Sudirman 2007.

Nyaris CLBK

Di Sudirman Cup 2009, pernah terbaca di salah satu forum bulutangkis bahwa Maria Kristin sempat memberikan pesan BBM kepada Simon. Kelihatannya mereka masih dekat satu sama lain pasca putus. Tapi issue itu terbantahkan karena Maria menjalin hubungan baru dengan pemain Djarum, Andre Kurniawan Tedjono.

Hubungannya dengan Andre makin erat pasca ia dikembalikkan ke Djarum. Hubungan Andre-Maria sempat renggang ketika Andre merantau ke dunia barat. Namun ketika Andre kembali ke Kudus, Ia dan Andre menjadi pasangan kekasih yang cukup langgeng dan Andre bahkan pernah dikabarkan melamar Maria Kristin. Andre dan Maria sempat menjadi trendmark dari Djarum bersama Fransiska Ratnasari.

Maria Traktir Sushi

Di Hari ulang tahunnya, Maria Kristin pasti kebanjiran mention di jejaring sosial twitter miliknya. Tapi ada yang unik, lewat account twitternya @mky_ria, sosok Yuhan Tan mengirimkan tweet yang memperlihatkan bahwa mereka sudah sangat kenal, mungkin Yuhan pernah berlatih di Djarum bersama Maria. di Tweetnya, Yuhan mengucapkan terima kasih sekaligus meminta ditraktir makan makanan khas Jepang, Sushi.

Awalnya Tweet yang mengucapkan terima kasih dan meminta ditraktir itu dibalas oleh Maria dengan kalimat “mksh yuhan… maunya kpn?”. Ketika kalimat itu dibaca oleh Yuhan, sontak pemain yang mewakili Belgia itu langsung nglunjak minta ditraktir Sushi bersama sang adik, Lianne Tan.

Maria juga menyetujuinya, dalam tweet itu Maria juga menyinggung sang pacar, Andre sedang berada di Jakarta yang mungkin akan diajaknya untuk merayakan ulang tahun bersama. Sementara Yuhan Tan yang gugur di Kualifikasi Singapura Terbuka dan selesai menikmati liburan kembali ke Jakarta empat hari yang lalu (kamis). Menjadi rutinitas bahwa ia selalu kembali ke Jakarta tiap musim panas tiba. Kesibukannya di Indonesia beberapa waktu lalu sempat diisi latihan di Taufik Hidayat Arena.

salam duaribuan…

Iklan