Kido-Hendra ke Podium Juara

salam duaribuan…

Li Ning Singapore Open tahun ini menjadi sangat istimewa bagi Jawara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido-Hendra Setiawan yang menjuarai turnamen berhadiah USD200.000 tahun ini. Kido-Setiawan berhasil menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan wakil satu-satunya Korea di Final, Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong.

Markis Kido-Hendra Setiawan tampil relaks saat melawan Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong di Final Singapura Terbuka. Mereka memenangkan pertandingan Final itu dengan tempo 49 menit. Kido-Hendra yang menjadi unggulan keempat menang dengan 22-20, 11-21, 21-6.

Dalam pertandingan itu, kedua pemain Korea sering kali memaksakan pukulan-pukulan mereka sehingga terus memimpin pasca interval gim pertama, namun senioritas kedua ganda Indonesia tak bisa diragukan. Kido dengan sigapnya sering mengeluarkan pukulan-pukulan silang tak terduga yang membingungkan ganda Korea sehingga di gim pertama mereka menang 22-20.

Gim kedua berlangsung cukup alot bahkan Kido-Hendra terkesan ‘mengalah’ karena banyaknya smash keras yang dikeluarkan di gim pertama tidak banyak terpakai di gim kedua, mereka pun sering melakukan error di gim ini. Tertinggal 4-12, ganda korea terus memimpin dengan teriakan-teriakan keras mereka hingga memenangkan pertandingan 21-11. Cukup telak memang.

Namun gim ketiga, Kido-Hendra kembali ke permainan mereka yang gemilang. Memimpin 6-1, 8-2, 12-3 hingga 14-6, ganda Indonesia mengunci pasangan Korea di angka 6 karena 7 angka beruntun didapatkan Kido-Hendra. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan yang sangat telak 21-6. Di gim ketiga ini, mereka jarang melakukan error seperti gim kedua dan berdasarkan statistik pertandingan, smash-smash keras yang ditunjukkan di gim ketiga ini membuahkan 11 angka bagi Kido-Hendra.

Kemenangan ini menjadi gelar kedua mereka setelah Australia Terbuka tahun ini. Di Australia, mereka mengalahkan Fang Chiech Min-Lee Sheng Mu dari Taipei dalam dua gim langsung. Podium kedua mereka ini merupakan gelar Superseries pertama tahun ini. Terakhir kali mereka menang di ajang Superseries terjadi tiga tahun lalu di Perancis.

Namun sangat disayangkan, mereka yang menjadi Juara Bertahan Olimpiade 2008 tidak lolos Kualifikasi untuk Olimpiade 2012. Ranking BWF per 3 Mei 2012 menempatkan mereka di Ranking 9, terpaut tipis oleh Koo Kean Keat-Tan Boon Heong yang berada di Ranking 8. Jadi di nomor ganda putra, jika biasanya Indonesia menempatkan 2 wakil di Olimpiade, kini hanya satu wakil, yakni Muhammad Ahsan-Bona Septano yang tersingkir oleh Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong di Semifinal kemarin.

Setali tiga uang dengan Kido-Hendra, Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing dari Taipei yang juga Jawara Australia Terbuka lalu menjuarai Li Ning Singapore Open 2012. Berikut daftar jawara Singapore Open 2012.

  • MS : Boonsak Ponsana [THA] bt Wang Zhengming [CHN] : 21-18, 21-19
  • WS : Juliane Schenk [GER] bt Cheng Shao Chiech [TPE] : 21-11, 26-24
  • MD : Markis Kido-Hendra Setiawan [INA] bt Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong [KOR] : 22-20, 11-21, 21-6
  • WD : Bao Yixin-Zhong Qianxin [CHN] bt Chien yu chin-Cheng Wen Hsing [TPE] : 21-12, 21-17
  • XD : Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing [TPE] bt Shintaro Ikeda-Reiko Shiota [JPN] : 21-17, 21-11

Lima Juara dari 5 negara berbeda menunjukkan prospek baik bagi bulutangkis dunia karena sebuah Olahraga makin menjadi sorotan apabila pemenangnya tidak bisa ditebak. Thailand menjadi kuda hitam tahun ini karena meraih 3 titel Superseries beruntun. Indonesia menempati posisi ketiga dengan mengumpulkan 4 titel beruntun sejak All England.

Schenk ke Podium Juara

Wanita Jerman pertama yang menjuarai turnamen Superseries adalah Juliane Schenk. Schenk adalah generasi emas dari bulutangkis Jerman setelah perantau China yang sukses di Jerman, Xu Huaiwen, Perempat Finalis Olimpiade 2008.

Melawan Perak Kejuaraan Dunia 2011, Cheng Shao Chiech, Juliane Schenk butuh 52 menit untuk menang. Dalam statistik pertandingan, 13 smash Schenk membuahkan poin bagi pemain berusia 29 tahun itu. Pertandingan di gim kedua berjalan alot, Schenk yang sempat memimpin 15-9 banyak melakukan error sehingga balik tertinggal 15-19.

Namun tekat dan semangatnya membuat ia mengamankan 3 gim point dan sempat match poin di kedudukan 20-19. Kejar mengejar angka terjadi, bahkan sempat terjadi protes dari Schenk karena line judge dan wasit berbeda pendapat soal keluarnya shuttlecock. Tapi, Schenk tetap tenang dan balik menang 26-24. Schenk juara, menjadi orang Jerman pertama yang menjuarai turnamen Superseries sejak 2007.

Schenk memang berbeda. Di Semifinal lalu, ia melawan Sung Ji Hyun tanpa lelah sampai ia jatuh bangun. Harusnya bermain di court 2, pertandingan Schenk vs Ji Hyun dipindahkan ke Court 1 yang telah menyelesaikan pertandingan. Tapi di gim kedua pertandingan balik pindah ke court 2 karena ada masalah dengan karpet lapangan. Mungkin ini yang membuatnya kalah 20-22 di gim kedua namun bersinar kembali di gim ketiga 21-12.

Yang membuatku sangat mengapresiasi wanita Jerman ini adalah Schenk tanpa Pelatih, dalam statement yang tercantum di sebuah situs bulutangkis luar negeri, ia mengatakan bahwa “It’s already been a couple of months that my coach has not been with me. I enjoy the silence in between the interval. The interval doesn’t last long. I want to fully enjoy the silence at that moment and I want to try to bring my energy up again to calm down for a moment. I really appreciate this kind of coaching for myself.

(Indonesia : Beberapa bulan ini saya tanpa pelatih. Saya menikmati kesunyian di antara interval. Interval tidak berlangsung lama dan saya ingin menikmati keheningan pada saat itu dengan mengembalikan energi saya dengan menenangkan diri sejenak. Saya lebih menyukai mencoach/melatih diri sendiri).

Menurut gue, pikiran Schenk memang benar. Turnamen adalah saat dimana kita Ujian, sementara masa pembelajarannya ada saat kita latihan. Saat kita Ujian, kita harus sebisa mungkin mengatasi segala soal sendiri, dengan begitulah mental dan kemampuan lebih teruji.

Jerman menjadi kekuatan baru bulutangkis dunia. Kini dalam World Team Ranking, mereka menduduki peringkat 9, melewati Belanda. Memang setelah masuknya Bulutangkis ke kancah Olimpiade, Jerman memulai langkah mengobservasi bulutangkis.

File:Badminton team germany women 6325 www.fotosturmas.lt.jpg

Jerman menyukai hal baru, begitulah ungkapan yang dikemukakan oleh salah seorang pelatih bulutangkis di Olympic Training Center, Rheinland-Pfalz/Saarland. Mereka tidak ragu untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari negara lain, tambah pelatih yang ternyata dari Indonesia, Dede Dewanto itu.

Dede menambahkan bahwa pengetahuan yang menonjol di Jerman membuat penelitian terhadap olahraga ini turut mendukung prestasi Olahraga disini. Sport science lebih ditonjolkan di Jerman, begitulah mengapa pemain Eropa lebih awet muda dan diluar usia emas pemain Asia, bahkan setelah menikah (Gade atau Tine Baun), mereka masih cemerlang.

Dalam 10 tahun terakhir, Jerman menunjukkan perkembangan pesat. Tim Thomas dan Uber Jerman pertama kali mencatatkan nama di putaran Final pada 2002, diiringi tenggelamnya bulutangkis Swedia. Di tahun 2004, Tim Thomas mereka sempat masuk Perempat Final sebelum kalah dari Denmark. Di tahun 2006, giliran Tim Ubernya yang digawangi oleh Xu Huaiwen dan Juliane Schenk yang membawa mereka ke 4 Besar untuk pertama kalinya, meski kalah dari China.

Dalam perjalanannya, putri Jerman lebih terlihat prestasinya. Gelar Semifinalis yang didapatkannya di tahun 2006 kembali diraih di tahun 2008, dikalahkan Tim Uber Indonesia. Meski sang punggawa, Xu Huaiwen mundur, tahun 2010 mereka masih mampu ke putaran Final namun Tim Uber nya tersingkir di babak penyisihan grup sementara Tim Thomasnya hanya sampai babak Perempat Final.

File:Badminton team germany men 6765 www.fotosturmas.lt.jpg

Ditahun 2012 lalu, tak disangka dan dinyana, Tim Uber Jerman mengalahkan kandidat utama, Denmark di European Women’s Team Championship. Di Putaran Final, Schenk tak turut serta sehingga harus gugur di babak penyisihan Grup sementara Tim Thomasnya masih langganan Perempat Finalis.

Jika mereka memulai konsen sejak Olimpiade Barcelona, Di Olimpiade London 2012 ini, Jerman sudah mengirim 6 wakil ke Olimpiade. Juliane Schenk akan bersama 5 pemain lain akan berlaga di Wembley Arena. Mereka adalah Marc Zwiebler (2012 European Champion), ganda putra Ingo Kindervater-Johannes Schoettler dan ganda campuran Michael Fuchs-Birgit Michels.

Tak ada kibasan rambut, Cheng Juara

Wanita berusia 30 tahun ini menjadi anak emas Bulutangkis Taipei. Setelah ditinggal Fung Permadi yang kembali ke Djarum (Fung pernah berbendera Taipei dan mewakili negeri itu ke Olimpiade 2000. kepindahan bendera Fung mirip dengan kisah para perantau China, yakni karena persaingan di Indonesia saat itu sangat ketat), Fung menjadikan Taipei menjadi salah satu negara bulutangkis ternama.

Cheng dengan usia 30 tahun dapat tampil di Final turnamen Singapura  Terbuka di 2 nomor sekaligus, Ganda Putri bersama Chien Yu Chin dan Ganda Campuran dengan Chen Hung Ling. Tercatat 10 pertandingan ia lakoni dalam turnamen Singapura Terbuka ini, padahal ia seorang wanita yang sudah berkepala tiga.

Tampilannya di Final kali ini berbeda. Saat naik ke podium, rambutnya yang biasanya acak-acakan kini ditata serapi mungkin. Padahal biasanya rambutnya berantakan, mengembang kemana-mana, karena kebiasaanya mengacak-acak rambut sendiri bila melakukan error. Tampilan ketika itu mungkin seperti orang stres.

Cheng terkenal dengan defence yang sangat kuat. Telah lama berkarir, ia akan tampil lagi di Olimpiade untuk ketiga kali. Di Ganda putri, ia sempat menduduki posisi Ranking 1 Dunia, terjadi tahun 2010. Kala itu kekalahan Tim Uber China atas Korea membuat Li Yongbo melakukan restorasi terhadap dua ganda utamanya, Ma Jin-Wang Xiaoli, Du Jing-Yu Yang dan Cheng Shu-Zhao Yunlei menjadi Wang Xiaoli-Yu Yang dan Ma Jin fokus di XD karena menjuarai Kejuaraan Dunia.

Tampil rapinya rambutnya ini menjadi pertanda bahwa performanya tampil baik dan mungkin hanya membuat error sedikit (rambutnya tak berantakan).  Itulah kabar berita dari Singapura Terbuka.. Pasca turnamen ini, 27 Juni mendatang para jagoan muda berangkat ke Gimcheon, Korea untuk Kejuaraan Asia Junior pada 30 Juni – 7 Agustus 2012…

salam duaribuan…

Iklan