DIO ungguli rating EURO

salam duaribuan…

Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012 membuktikan bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia belum pudar. Terbukti, Rating televisi dari Djarum Indonesia Open mampu menembus jajaran 10 besar, bahkan melewati salah satu pesta olahraga (sepakbola -red) terakbar, EURO 2012.

Terhitung tahun ini, tayangan bulutangkis di televisi swasta nasional hanya Piala Thomas dan Uber 2012. MNCTV sebagai media televisi yang menyiarkannya terkesan tidak ikhlas dalam penayangannya, baik dari segi durasi waktu maupun dukungan, sehingga di Piala Thomas dan Uber lalu, Tim Indonesia gagal di Perempat Final, kalah oleh Tim Jepang.

Antusiasme penonton sangat luar biasa di Indonesia Terbuka 2012. Bayangkan, babak pertama turnamen, Istora nyaris penuh dukungan. Pembuktian bahwa Indonesia haus akan tontonan bulutangkis, utamanya gelar kemenangan. Makin hari, Istora makin riuh, apalagi sampai di partai puncak, terhitung Istora sangat bising oleh penonton dari berbagai kalangan, dengan senada kompak mendukung Indonesia. Dukungan kepada negara lain turut membantu kemenangan Saina Nehwal dan Jung Jae Sung-Lee Yong Dae, mereka pun mengakuinya.

Ada yang jauh-jauh dari kota tetangga atau bahkan pulau tetangga, mereka datang untuk menonton pertandingan bulutangkis yang selalu mengibarkan bendera Indonesia. Tak bisa nonton di Istora, tayangan pertandingan dari Trans7 menjadi ajang tontonan bersama keluarga. Dan di Final Djarum Indonesia Open 2012, rating televisi ini mengalahkan EURO 2012, pesta sepakbola negara-negara benua biru.

Rating televisi per 17 Juni 2012 itu menempatkan DIO 2012 di posisi 9, sementara EURO hanya menduduki posisi 15. Berikut daftar rating televisi Indonesia per 17 Juni 2012.

  1. Tukang Bubur Naik Haji The Series RCTI – 5.2/18.8
  2. Putih Abu Abu SCTV – 4.9/17.5
  3. Dewi Bintari MNCTV – 3.8/13.5
  4. Aladdin MNCTV – 3.5/13.7
  5. FTV Pagi SCTV – Tante..I’m sorry 3.5/27.5
  6. Badil dan Blangkon Ajaib SCTV – 3.4/14.5
  7. Djarum ISL ANTV – PSMS vs Persib ANTV 3.4/12.4
  8. Chaplin and Co MNCTV – 3.1/14.8
  9. Djarum Indonesian Open 2012 – TRANS7 – 3.1/20
  10. Ketika Cinta Bertasbih RCTI – 3.1/19.3
  11. Tutur Tinular IVM – 3.1/12.2
  12. Raden Kian Santang MNCTV – 2.8/10.6
  13. EURO 2012 : Czech Republic vs Polland RCTI – 2.8/61.1
  14. FTV Petang SCTV : Trio Katro – 2.7/12.4
  15. EURO 2012 : Portugal vs Netherland RCTI – 2.6/34.3

Padahal, laga EURO 2012 pada 17 Juni di RCTI dini hari itu adalah laga krusial hidup mati bagi Portugal dan Belanda yang berada di Grup B Piala Eropa. Portugal akhirnya memenangkan partai itu dengan skor 2-1. Portugal ke Perempat Final menjadi Runner Up grup B mendampingi Jerman. Portugal sendiri berhasil mengamankan tempat di Semifinal setelah menendang Ceko di Perempat Final dengan kemenangan 1-0 pada Kamis (21/6) malam. Selain itu pada 17 Juni juga ada partai ulangan Ceko vs Polandia yang berakhir dengan kemenangan Ceko dengan 1-0.

Dua partai itu kalah mentereng dibandingkan Final DIO 2012 di Trans7. Mulai dari pukul 12.00 WIB, jantung penonton di Istora maupun stadion dibuat bergedup kencang, ketika rubber gim terjadi di 5 pertandingan Final. Indonesia menbawa 1 Gelar (dari Simon Santoso), 1 Runner Up (Tontowi-Liliyana) dan 2 Semifinalis (Kido-Hendra dan Meiliana-Greysia).

Selain karena memang pertandingan yang berkualitas sehingga terjadi rubber gim di semua nomor, ada beberapa daya tarik lain, diantaranya usaha para atlet untuk mencari dukungan dari penonton yang dianggap ‘manjur’. Dan yang paling banyak digunakan adalah perang ganti pakaian di lapangan yang Final lalu terjadi antara Mathias Boe dan Lee Yong Dae yang sama-sama mengganti pakaian mereka saat jeda gim.

Sontak rating dari televisi makin mengudara. Memang efektif, dukungan dari Istora kepada Lee Yong Dae membuat peraih 2 gelar Juara Dunia Junior (BD-XD) tahun 2006 ini menjuarai turnamen DIO untuk kedua kalinya. Tak hanya rating televisi, rating duaribuan yang hanya berada di kisaran 2000an, sontak naik tiga kali lipat di Final itu dengan pencarian utama berupa kata “Lee Yong Dae” dan utamanya mengenai shirtlessnya atlet yang pantas menjadi bintang K-POP itu.

Lee Yong Dae membuat rating televisi naik, begitulah pihak Trans7 menerjemahkannya. Pilihan memang tepat, sejak Kamis (14/6) pihak Trans7 menayangkan pertandingan DIO 2012, Lee-Jung selalu berada di TV Court, melawan pasangan Gideon-Agripinna di R2, menang atas Ganda Malaysia di QF, menendang tandem tuan rumah Kido-Hendra di SF dan berakhir klimaks atas Boe-Mogensen di Final.

Dengan prestasi mengalahkan EURO dalam perang rating televisi ini membuat persaingan memperebutkan siaran turnamen Indonesia Open akan makin ketat tahun depan. Trans7 masih menjadi yang paling baik untuk turnamen ini, meskipun turnamen lain seperti Olimpiade dan Piala Sudirman tidak mereka dapatkan hak siarnya. TVRI akan menyiarkan Olimpiade, dan ada rumor tambahan bahwa ANTV-TVOne mencuri beberapa hak siar pertandingan Olimpiade (masih rumor > tapi kayaknya duitnya udah dipake buat World Cup 2014). Sementara Piala Sudirman udah dibooking oleh MNCTV yang mengaku ‘televisi bulutangkis’.

BIO berganti nama

Semenjak Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah turnamen Indonesia GP Gold pada 2010, sejak itu pula pihak Bankaltim menjadi sponsor utama dari turnamen ini. Tapi, tahun 2012 ini, dengan alasan untuk pemerataan kepopuleran Bulutangkis, turnamen yang menjadi lapis dari Djarum Indonesia Open (DIO) ini dipindahkan ke Palembang.

Tapi pertanyaannya, Bankaltim Indonesia Open (BIO) pasti bakal berganti nama dengan bergantinya venue. Jika dulu di Samarinda (Kalimantan Timur), Bankaltim pantas, tetapi apakah di Sumatra Selatan sponsornya masih Bankaltim?? Pasti bakal berubah..

Tetapi saya dengar bahwa sejak turnamen ini dipilih digelar di Samarinda tahun 2010 lalu, Bankaltim sudah membooking menjadi titel turnamen ini untuk 3 tahun, yang seharusnya tahun 2012 ini masih bertitel BIO. Siapa yang akan menggantikan Bankaltim? apa Bank pula, atau berubah dengan perusahaan semen seperti SCG (Siam Cement Group) Thailand atau produk perusahaan raket seperti YONEX Japan Open, Li Ning Singapore Open, atau mungkin perusahaan rokok seperti Djarum Indonesia Open. Yang pasti, PBSI katanya sedang memilih sponsor dari 2 pihak yang telah mengajukan. Kemungkinan besar BIO akan berganti nama.

Kemungkinan venue, PBSI menganggap kemungkinan besar venue yang akan pakai adalah GOR yang besar dan lokasinya strategis di tengah kota Palembang demi kenyamanan para peserta turnamen. Ini akan menjadi pancingan bagi para pebulutangkis untuk datang ke Palembang karena turnamen yang akan digelar 25-30 September 2012 ini kemungkinan bakal sepi pemain karena turnamen ini digelar sebulan pasca Olimpiade dan seminggu pasca Jepang Terbuka.

salam duaribuan…

Iklan