Taufik pulang lebih awal

salam duaribuan…

Juara Dunia 2005, Taufik Hidayat harus angkat koper lebih awal dalam turnamen Singapura Terbuka pada Rabu. Dalam pertandingan di Singapore Indoor Stadium itu, Taufik harus menelan kekalahan dari pemain Malaysia, Chong Wei Feng. Padahal di dua pertemuan sebelumnya, Taufik belum pernah kalah dari pemain kelahiran Kedah itu.

Chong Wei Feng, pemain Malaysia kelahiran Kedah, 26 Mei 1987 itu mengalahkan Taufik dalam pertandingan berdurasi 36 menit. Taufik yang menjadi unggulan ketujuh kalah 17-21, 19-21. Pertemuan terakhir mereka terjadi kurang dari setahun yang lalu di Indonesia Open GP Gold di Samarinda yang dimenangkan Taufik dengan 21-17, 21-16.

Di gim pertama, permainan netting yang sempurna diperagakan oleh Wei Feng. Sedangkan kebanyakan poin yang didapat Taufik berasal dari smash-smash yang tentu menguras tenaga ayah berusia 30 tahun itu. Wei Feng pun menguasai gim pertama 21-17.

Menginjak Di gim kedua, permainan agresif ditunjukkan Wei Feng. Kini berbalik Taufik yang terus diserang smash keras pemain berbakat Malaysia itu. Meskipun begitu, perjuangan Taufik patut diacungi jempol. Ketika sering tertinggal, ia mampu menyamakan kedudukan, walaupun berakhir kekalahan tipis 19-21 di gim kedua.

Selain Taufik, Unggulan di nomor Tunggal Putra yang tersingkir dalam turnamen berhadiah USD 200.000 ini adalah Du Pengyu dan Shon Wan Ho. Keduanya dikalahkan pemain Indonesia, Sony Dwi Kuncoro dan Tommy Sugiarto. Sony Dwi Kuncoro balas dendam kekalahannya dari Du Pengyu di Perempat Final Djarum Indonesia Open 2012 lalu.

Peraih medali perunggu Olimpiade Athena itu butuh waktu 37 menit mengalahkan Runner Up Indonesia Open 2012. Di gim pertama, Sony dari posisi 7-6 melesat dengan 11 poin beruntun menjadi 18-6. Sempat Du mencuri 3 angka (18-9), Sony mengambil sisa poin untuk memenangkan gim pertama 21-9.

Gim kedua berlangsung ketat. Keuletan Du Pengyu dan berkurangnya stamina Sony membuat pertarungan berjalan alot. Kepastian Sony masuk ke babak kedua didapatkannya setelah menang 21-17 di gim kedua ini. Sony sukses balas dendam.

Sementara Shon Wan Ho, Jawara India Open 2012 takluk di babak pertama oleh Tommy Sugiarto. Tommy yang akhir-akhir ini sering tumbang di babak pertama harus bermain 3 gim untuk masuk ke babak kedua. Tommy menang 21-16, 19-21, 21-15. Di babak kedua, ia akan bersua dengan rekan senegaranya, Dionysius Hayom Rumbaka yang menang atas Jen Hao Hsu dari Taipei dengan 23-21, 21-16.

Shinta Mulia Sari-Yao Lei menjadi harapan

Andalan tuan rumah untuk menjaga asa meraih gelar di turnamen Singapore Open Superseries 2012 terletak di ganda putri peringkat 12, Shinta Mulia Sari-Lei Yao. Dalam turnamen ini, Shinta-Lei menjadi unggulan ketujuh dan akan melawan Vivian Kah Mun Hoo-Khe Wei Woon dari Malaysia di babak pertama. Cukup sulit, mengingat pertemuan terakhir mereka di India lalu pun berakhir rubber gim 15-21, 21-13, 21-9.

Di tahun 2010 lalu, Shinta Mulia Sari-Yao Lei membuat sejarah dengan menjadi atlet Singapura pertama yang meraih gelar di turnamen Singapura Terbuka sejak pertama kali digelar sejak 1990. Kala itu, uang sejumlah USD16.000 didapatkan pasangan peraih perak SEA Games Laos 2009 dan perak Commonwealth Games 2010.

Di tahun 2010 itu, Shinta-Yao mengalahkan unggulan 4, Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chien di Semifinal dalam pertarungan rubber gim 50 menit. Dan di Final, mereka mengalahkan Lee Hyo Jung-Kim Min Jung yang menjadi unggulan kelima dengan 21-17, 22-20.

Pasangan ini pula yang akan menjadi tumpuan utama di Olimpiade 2012. Shinta Mulia Sari adalah pemain naturalisasi Singapura dari Indonesia. Ketatnya persaingan di Indonesia serta tidak ada jaminan pasti pensiunnya atlet membuat Shinta dan keluarganya yang merupakan keluarga bulutangkis pindah kewarganegaraan dan membela negeri Singa itu. Terbukti, mereka sukses membela negara lain.

Harapan lain Singapura telah pupus. Gu Juan yang mewakili Singapura di Olimpiade 2012 gugur oleh Porntip Buranaprasertsuk dengan 18-21, 20-22 sedangkan Zi Liang Derek Wong kalah dari pemain India, Gurusaidutt RMV dengan 12-21, 13-21. Ganda campuran cadangan Olimpiade, Danny Bawa Chrisnanta-Yu Yan Vanessa Neo menang di babak pertama dari Zheng Yi Kok-Kong Keat Zhen [MAS] dengan 21-15, 21-16.

Di babak 16 besar, selain Danny-Yu Yan, masih ada Xing Aiying, Liang Xiaoyu dan Chen Jiayuan yang memastikan tiket di nomor tunggal putri. Memang Singapura lebih unggul dari Indonesia soal nomor ini, bahkan pemain putri Singapura sempat tembus Putaran Final Thomas dan Uber 2006 saat tim Putri Indonesia lengser di Kualifikasi Uber saat itu

Candra Wijaya ikut jejak Tony

Hadirnya pemain veteran peraih emas Olimpiade Sydney, Candra Wijaya yang berpasangan dengan mantan pemain tunggal putra Singapura, Ronald Susilo di turnamen Singapura Terbuka 2012 ini seolah menjadi daya tarik tersendiri di Singapore Indoor Stadium.

Candra Wijaya telah melewati masa emas kariernya, baik dengan Sigit Budiarto maupun Tony Gunawan, baik membawa bendera Indonesia atau Amerika Serikat. Namun, seolah Singapura Terbuka menggelitik baginya untuk kembali tanding. Ia seperti mengikuti jejak Tony Gunawan yang berpasangan dengan Howard Bach dan menjuarai World Championship 2005.

Di nomor ganda putra, ia rutin berpasangan dengan Ronald Susilo tampil di turnamen ini. Tahun ini, ia tampil ke babak utama setelah kemarin mengalahkan sesama pasangan beda negara, Robert Blair-Tan Bin Shen [SCO/MAS] dengan 21-19, 21-19. Di babak utama, ia dipertemukan dengan pemain Malaysia, Mak Hee Chun-Teo Kok Siang.

Di tahun 2010 lalu, Candra-Ronald hanya sampai babak kedua, kalah dari unggulan pertama, Markis Kido-Hendra Setiawan 12-21, 17-21. Di babak pertama, mereka sempat mengalahkan Chris Adcock-Robert Blair dalam pertandingan dua gim langsung.

salam duaribuan…

Iklan