Sony ingin balas Du Pengyu

salam duaribuan…

Kekalahan yang diderita oleh Jawara Thailand Open 2012, Sony Dwi Kuncoro di Perempat Final Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012 lalu ingin dibalasnya di turnamen Singapura Terbuka yang digelar 19-24 Juni, seminggu pasca Djarum Indonesia Open. Kini, ia dipertemukan kembali dengan Du Pengyu.

Du Pengyu, Runner Up Indonesia Open 2012 lalu sepertinya akan kembali dipertemukan dengan Sony Dwi Kuncoro di babak pertama turnamen Singapura Terbuka. Setelah dikalahkan Du, Sony berniat membalas kekalahanya setelah berhasil meloloskan diri dari babak Kualifikasi turnamen berhadiah USD200.000 itu.

Sony mengawali babak Kualifikasi dengan melawan pemain Malaysia, Kwong Beng Chan dengan skor 21-9, 21-14 dalam 34 menit. Lolos ke Final Kualifikasi, ia dipertemukan dengan pemain unggulan keempat kualifikasi asal Belgia berdarah Indonesia, Yuhan Tan yang mengalahkan Chetan Anand di babak pertama kualifikasi.

Di Final Kualifikasi, Sony mengawali gim pertama dengan smash, netting dan penempatan bola yang membuat ia menang mudah 21-12. Di gim kedua, Sony sempat dibuat keteteran ketika ia tertinggal 8-13. Satu per satu poin didapatkannya hingga menyamakan kedudukan 14-14, 16-16. Sony tak terbendung, ia mendapatkan 5 poin berturut-turut dan menang 21-16 dari Yuhan Tan, ia pun lolos ke babak utama turnamen yang ia menangkan tahun 2010 lalu.

Sony melakoni babak pertama esok hari melawan Du Pengyu, Runner Up Djarum Indonesia Open 2012 lalu. Pertemuan terakhir mereka terjadi pekan lalu di Indonesia Open dengan kemenangan Du Pengyu dua gim langsung 21-14, 21-15. Sony sendiri saat itu tampil tak prima karena kelelahan pasca turnamen Thailand Open yang disambung dengan Indonesia Open.

Du Pengyu memang pemain yang ulet dan sering mendikte lawan dengan keuletannya, meskipun ia tidak memiliki pukulan yang istimewa. Keuletannya itu bahkan dibuktikan dengan bermain rubber gim di Final Indonesia Open melawan Simon meski akhirnya kalah 18-21, 21-13, 11-21.

Sony Dwi Kuncoro kini dengan kondisi yang stabil, siap mental, dan fisik maupun nonfisik kini siap melawan Du Pengyu yang menjadi andalan China di nomor ini karena juara bertahan dari China, Chen Jin batal tampil.

Di babak kualifikasi, selain Sony juga lolos Andre Kurniawan Tedjono dan ganda beda bendera, Candra Wijaya-Ronald Susilo. Keduanya pernah bermain di Pelatnas namun Ronald sempat berbondong ke Singapura saat terjadi konflik di tubuh PBSI, sempat juga mengajak Taufik Hidayat (pernah ada rumor Taufik pindah ke Singapore ketika konflik dikeluarkannya Mulyo Handoyo).

Sementara Candra Wijaya masih di Pelatnas meski kariernya tak panjang dan memilih keluar. Sukses dengan sekolah bulutangkis dan turnamen ganda putra yang laris beberapa waktu lalu, Candra Wijaya masih setia bermain bulutangkis, sejak 2009 ia bersama Ronald Susilo yang berbendera Singapura. Mereka sempat lolos ke babak utama dan kini mengulang kembali kenangan itu. padahal usia Candra nyaris 36 tahun.

Absennya Simon, Firda dan Tontowi-Liliyana

Empat dari 9 pebulutangkis yang akan tampil di London, Simon, Firda dan pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir tidak tampil di turnamen Singapura Terbuka, 19-24 Juni 2012. Simon yang menjadi Jawara Indonesia Terbuka 2012 tidak tampil karena mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade.

Hal senada juga diungkapkan pasangan ganda campuran, Tontowi dan Liliyana yang akan melakukan latihan intensif dibawah arahan Richard Mainaky dan Nova Widianto sebagai asisten pelatih. Selain itu, Tontowi juga menjaga kondisi pinggang yang belum sembuh benar. Sedikit cedera itu didapatnya di Indonesia Open. Selain itu juga sempat heboh mengenai issue pergelangan tangannya yang terkena badan tempat shuttlecock saat ia mencoba mengembalikan bola di Perempat Final DIO.

Senada namun sedikit tidak beruntung dialami Adrianti Firdasari. Menurut analisa dokter, terdapat sedikit sobekan pada bagian fascia plantaris kaki kanannya. Jika saat ia mengalami cedera ia harus memakai kursi roda, namun kini ia berganti dengan tongkat untuk berjalan karena telapak kakinya belum kuat untuk menapa. Menurut Firda, ini memang tidak serius, namun bagi publik, ini menjadi salah satu sinyal tidak baik, apalagi menjelang Olimpiade.

Ia bahkan sempat mengaku ingin digantikan rekannya untuk tampil di Olimpiade. Tetapi karena semangat yang tinggi, ia tetap akan mempergunakan kesempatan yang tidak akan datang dua kali kepada nya itu.

Ketidakhadiran di Singapura Terbuka juga diamini oleh beberapa pebulutangkis yang tampil di Indonesia Terbuka. Mereka adalah Jung Marc Zwiebler, Jiang Yanjiao, Bae Youn Joo, Carolina Marin, Jung Jae Sung-Lee Yong Dae, Cheng Shu-Pan Pan dan Mohd Razif Abdul Latif-Amelia Alicia Anscelly.

Sama seperti pebulutangkis lain, kebanyakan dari mereka mempersiapkan diri ke Olimpiade. Bae Youn Joo di Indonesia Open babak pertama memutuskan retired, kelihatan cedera namun sepertinya menghindari cedera yang lebih parah. Ketidakhadiran para unggulan di turnamen ini memberikan hawa segar bagi bulutangkis Indonesia untuk mendapatkan gelar Superseries beruntun dari All England, India (Tontowi-Liliyana) dan Indonesia (Simon Santoso) untuk kembali berulang di Singapura.

Yuhan Tan di Bandung tiap Musim Panas

Pebulutangkis Belgia, Yuhan Tan yang berdarah Indonesia ternyata selalu menghabiskan musim panasnya di Indonesia. Bahkan, ia menyempatkan diri tampil di turnamen-turnamen lokal sekelas Sirkuit Nasional. Debut pertamanya terjadi di Surabaya tahun 2009. Namun ia harus kalah kala itu 21-16, 17-21, 19-21 dari pebulutangkis Tangkas, Ariyanto Haryadi di babak ketiga nomor Tunggal Putra Dewasa Sirkuit Nasional Jawa Timur 2009.

Lewat account twitternya saja, kita tentu melihat betapa lancar blasteran ini berbahasa Indonesia, karena Ayah Yuhan, yakni Henk Tan, adalah orang Sunda asli yang akhirnya bermukim di Belgia dan menjadi warga negara tersebut. Setiap libur musim panas, ia selalu diajak ayahnya ke Bandung.

Ayahnya menjadi inspirasi bagi Yuhan untuk bermain bulutangkis. Sejak usia 8 tahun, ia mengikuti ayahnya bermain dan akhirnya nyemplung dan direkrut bulutangkis Belgia. Dan musim panas kali ini, ia tampil di Indonesia Terbuka dan Singapura Terbuka, ada kemungkinan ia akan segera kembali ke Bandung bersama keluarga untuk menikmati musim panas tahun ini.

Musim panas di Bandung tak hanya untuk liburan semata, seperti hal diatas, ia mengikuti turnamen Sirnas tahun 2009. Di musim panas beberapa tahun lalu, nyaris 75% dari 2 bulan liburan musim panasnya ia curahkan untuk latihan, bahkan berlatih di klub-klub seperti Mutiara Bandung dan Jaya Raya Jakarta.

Jalan Mudah Febe di Negeri Singa

Pemain Pelatnas asal Djarum, Marai Febe Kusumastuti akan mengikuti babak pertama Singapura Terbuka pada hari Rabu, 20 Juni 2012. Draw yang ia terima sebenarnya cukup mudah, tinggal bagaimana ia berjuang agar bisa membuktikan sebagai pebulutangkis terbaik Indonesia saat ini.

Febe yang menjadi tunggal pertama di Piala Uber 2012 kini berada di poll atas Singapura Terbuka dan di babak pertama mengalahkan Yip Pui Yin dari Hongkong. Memang berat, namun jika ia menang, ia akan bertemu pemain Eropa yang seharusnya bisa ia matikan. Di Perempat Final pun, ia mungkin bisa menang karena di poll itu tanpa unggulan. Ini bisa menjadi ajang pembuktian Febe bahwa ia pantas disebut pebulutangkis tunggal putri terbaik Indonesia, setelah ia kalah dari PV Shindu di babak pertama Indonesia Terbuka 2012 lalu.

Dua rekannya, Linda dan April harus menemui jalan yang tidak mudah. Lindaweni Fanetri bertemu pemain senior, Petya Nedhelceva sedang Aprilia Yuswandari bertemu unggulan 5, Tzu Ying Tai.

Jalan mudah juga ditemui Unggulan 4, Markis Kido-Hendra Setiawan di Singapura Terbuka. Di poll atas, hanya ada Kido-Hendra dan Fang Chiech Min-Lee Sheng Mu yang menjadi unggulan. Di Indonesia Open lalu, Kido-Hendra berhasil mengalahkan Fang-Lee dan kemungkinan terulang di Semifinal.

Sementara ganda terkuat, Muhammad Ahsan-Bona Septano mungkin terpaksa tampil untuk try out mereka di Olimpiade, karena mereka kalah di babak pertama Indonesia Open. Di Singapura Terbuka, mereka diunggulkan sebagai unggulan ketiga dan harusnya memang dapat tampil sampai Semifinal, tapi rasanya sulit karena kemungkinan Liu Xiaolong-Qiu Zihan akan menjadi lawan di babak kedua.

Meiliana Jauhari-Greysia Polii baru akan bermain pada Kamis di babak kedua karena mendapatkan bye di babak pertama. Di babak kedua, ia akan melawan pemenang antara Jwalla Gutta-Ashwini Ponappa dan Chen Jiayuen-Gu Juan. Sementara phobia Bao-Zhong akan kembali dialami pemain Indonesia. Jika menang di babak pertama, Pia Zebadiah-Rizky Amelia Pradipta akan bertemu dengan Bao-Zhong yang menjadi unggulan kelima.

Fran Kurniawan-Sendy Puspa Irawati bisa sampai perempat final DIO 2012 jika menang di babak pertama. Karena jika menang di babak pertama, di babak kedua mereka tidak bertanding karena pasangan Indonesia, Tontowi-Liliyana mundur dari turnamen ini. kemungkinan besar, lawan Fran-Pia di Perempat Final adalah Shoji Sato-Shizuka Matsuo. Muhammad Rijal-Debby Susanto dikepung Korea di dua babak awal dan di babak kedua. Di babak pertama, mereka menemui Yoo Yeon Seong-Jang Ye Na dan jika menang, mereka harus bertemu Semifinalis DIO, Ko Sung Hyun-Eom Hye Won di babak kedua. Berat, namun harus optimis.

Junior bersiap untuk Asian Championship

Banyak yang mengeluhkan tidak diturunkannya Tim Junior untuk Singapura Terbuka. Tetapi hal ini memang seharusnya dilakukan karena Tim-tim muda Indonesia akan bertanding di Kejuaraan Asia Junior 2012 yang berlangsung di Gimcheon, Korea Selatan pada 30 Juni – 7 Juli 2012.

Tim Indonesia yang dikirim itu terdiri atas 4 Boy’s Single, 4 Girl’s Single, 3 Boy’s Double, 3 Girl’s Double dan 4 Mixed Double. Tahun lalu, Indonesia meraih dua emas dari pasangan ganda putri Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah dan Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia di sektor ganda campuran.

Tahun ini, sektor Tunggal membebankan pada Shesar Hiren Rhustavito didampingi Arief Gifar Ramadhan, Panji Akbar Sudrajat dan Fikri Ikhsandi Hadmadi. Sementara Hanna Ramadhini akan menjadi motor Tunggal Putri mendampingi Rina Andriani, Setyana Mapasa dan Ruselly Hartawan.

Di nomor ganda putra, ada nama Putra Eka Rhoma-Hafiz Faisal, Arya Maulana Aldiartama-Edi Subaktiar dan Alfian Eko Prasetya-Kevin Sanjaya Sukamulyo. Pelatnas sepertinya mengirim Alfian Eko dengan Kevin Sanjaya yang sebenarnya bukan pasangan aslinya. Sementara ganda putri mengirim Shela Devi Aulia-Anggia Shitta Awanda, Melati Daeva Oktaviani-Rosyita Eka Putri dan Ni Ketut Mahadewi-Maretha Dea Geovani.

Ganda Campuran yang biasanya mendulang medali mengirim Alfian Eko Prasetya-Shela Devi Aulia, Edi Subaktiar-Melati Daeva Oktaviani, Hafiz Faisal-Maretha Dea Geovani dan Putra Eka Rhoma-Ni Ketut Mahadewi ke Gimcheon. Alfian biasa dipasangkan dengan Gloria namun ketika dikirim ke event Grand Prix Gold beberapa waktu lalu sering gagal di babak awal. Mungkin ini hanya strategi PBSI dengan memasangkan Alfian dengan Shela, karena Gloria mungkin sudah kelewat batas junior. Shela Devi Aulia di Pelatnas sebenarnya difokuskan di ganda putri dan sempat bermain cemerlang di Indonesia Open lalu.

salam duaribuan…

Iklan