Kuarterfinal DIO 2012 di Trans7

salam duaribuan…

Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012 kemarin memulai siaran televisi di stasiun televisi Trans7, tak kurang terjadi kenaikan rating Trans7 akibat penayangan turnamen yang rutin disiarkan. Kenaikan itu akan berlanjutkan di Jumat sore ini karena Trans7 kembali menyiarkan laga perempat Final.

Kamis kemarin, 5 partai pilihan dari Trans7 berhasil ditayangkan dengan sukses, meskipun ada beberapa partai yang boring, tetapi ada juga partai yang membuat spot jantung para pemirsa naik.

Jumat hari ini (15/6), Trans7 kembali menyiarkan Djarum Indonesia Open Superseries Premier untuk babak perempat final. Hari ini pertandingan dimulai lebih sore, selain karena ada ibadah Sholat Jumat, pasti ada beberapa ‘hadiah’ yang dipersiapkan oleh panitia (hadiah panitia hari Rabu ada di news bawah). Fokus ke pertandingan, Trans7 kembali akan menyiarkan 5 partai yang diharapkan mendongkrak rating televisi milik Chairul Tanjung itu. Berikut jadwal pertandingan yang disiarkan oleh Trans7 (15/6) :

  • MS : Simon Santoso [INA/7] vs Dionysius Hayom Rumbaka [INA]
  • WD : Greysia Polii-Meiliana Jauhari [INA] vs Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna [JPN/8]
  • MD : Jung Jae Sung-Lee Yong Dae [KOR/2] vs Hoon Thien How-Tan Wee Kiong [MAS]
  • MS : Sony Dwi Kuncoro [INA] vs Du Pengyu [CHN/8]
  • XD : Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [INA] vs Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet [INA]

Berdasarkan hasil siaran kemarin, saya akan mengomentari beberapa hal. Mengenai pembawa acara dan narasumber, yakni Yuni Kartika dan Broto Happy, kombinasi antara mantan atlet berbakat presenter dengan Wartawan Tabloid Bola yang ternama. Setiap tahun mereka selalu dipilih pihak Trans7. Untuk siaran kemarin, mbak Yuni lumayan gugup, tapi cukup berhasil. Bung Broto kredibilitasnya udah gak bisa dibandingin.

Broto Happy Wondomisnowo, yang menulis buku fenomenal berjudul “Baktiku Bagi Indonesia : 60 Tahun Tiada Henti Mencetak Juara, 9 Juara Dunia dan 4 Peraih Medali Olimpiade” yang dikerjakan 3 bulan dengan tebal 500 halaman di tengah tugas jurnalistik sebagai wartawan tabloid Bola. Buku ini diterbitkan juga dalam rangka ulang tahun PB Tangkas Alfamart yang berubah nama menjadi Tangkas Specs dimana 9 Juara Dunia dan 4 peraih Medali itu adalah binaan PB Tangkas milik Keluarga Suhandinata.

Itu kalo di mini studio Trans7, lalu bagaimana di lapangan? Ada Susi Susanti. jika Susi menjadi komentator dalam jalannya pertandingan, yang akan diucapkan oleh Susi selalu menggunakan kata yang sama, yakni “agak” seperti “agak keluar sedikit”, “arahnya cukup bagus namun agak melebar dari lapangan”. kata-kata itu membuat komentar Susi terlihat halus namun tetap enak didengar. Pasangannya, kalo tak salah Bung Daryadi (koreksi jika salah), enak didengar suaranya dan yang pasti ngerti banget Bultang, ampe pelatih Susi Susanti, Liong Chiu Shia ngarti… Gini nih, komentator emang harus ngerti apa aja yang ke shoot kamera..

Kita review pertandingan yang akan disiarkan di Trans7 hari ini. Sayang kita harus melihat 2 pertandingan yang All Indonesian Quarterfinals di pembuka (Hayom vs Simon) dan penutup (Owi-Butet vs Kido-Pia), tetapi prediksi pertandingan akan lebih seru dibandingkan pertandingan Kido-Hendra vs Rendy-Afiat dan Fran-Shendy vs Fischer Nielsen-Pedersen kemarin yang boring abies karena seperti tak level.

Berbeda dengan pertandingan Sony vs Taufik yang santai tapi menghibur. Pertandingan JJS-LYD melawan Gideon-Agripinna juga cukup menghibur, dan yang paling menghibur menurut saya adalah duel Aprilia Yuswandari vs Saina Nehwal, unggulan 5 yang dibuat kerepotan oleh April, bahkan banyak senyum dan tepuk tangan dari pelatih (Wong Tat Meng kah?) dengan Liong Chiu Shia (pelatih Susi, kayaknya masih di Pelatnas) karena tampilan yang ciamik dari April, sayang ia harus gugur, menandakan tak ada wakil tunggal putri Indonesia di Perempat Final. Berita lengkapnya di news bawah

DJARUM INDONESIA OPEN – DAY 3

Sportainment Djarum Indonesia Open Superseries Premier berlanjut di hari ketiga dengan pertandingan Round of 16 (perdelapan final). Turnamen Kamis kemarin menyajikan pertandingan yang lebih seru, Istora pun ramai dengan sorak sorai pendukung Indonesia. Berikut beberapa berita dari turnamen di hari ketiga ini.

Mau Baju-baju Selebritis?

Mini Court di Kompleks Istora Senayan Jakarta dimeriahkan oleh para artis-artis yang diajak bermain bulutangkis. Artis-artis itu menyempatkan diri di tengah kesibukan shooting untuk datang ke DIOSSP 2012. Diantaranya Mario Lawalata yang menjual beberapa baju second nya. Selain baju second, ada juga baju baru dengan range harga Rp50.000 hingga Rp500.000 di Celebrity Bazaar di Kompleks Istora.

Mario juga menyempatkan diri bermain bulutangkis di mini court dengan beberapa artis lain seperti Magdalena. Mario mengaku bahwa bulu tangkis merupakan olahraga yang ia pernah tekuni saat SMP, baru ia concern di Basket.

Di celebrity bazzar, baju-baju disumbangkan para artis untuk dijual dalam bazzar ini, diantaranya Luna Maya yang memang terkenal memiliki butik fashion busana wanita, Oscar Lawalata yang tahun lalu merancang busana batik bagi LYD dkk, Raffi Ahmad yang juga memiliki distro busana pria, dan beberapa artis lain Nikita Mirzani, Jessica Iskandar, dan penyanyi Andien ikut menyumbang baju-baju yang pernah dipakainya sesekali dalam syuting maupun konser untuk dijual.

Soal harga, lumayan lah untuk kelas-kelas menengah. Dengan harga Sekitar Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah yang tertera di Celebrity Bazzar, baju ini layak anda beli sebagai kenang-kenangan dari Istora, apalagi ini baju artis terkenal. Buruan berburu ke Istora…

Sportainment Spektakuler

Ekpresi seperti gambar diatas adalah bagian dari Sportainment di turnamen Bulutangkis. Mengabadikan ekpresi yang unik menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi seseorang. hari Kedua kemarin, selain Sportainment datang dari selebritis yang datang untuk Meet & Greet (news diatas), dari lapangan Istora, ada berbagai macam keunikan yang tertangkap kamera Trans7.

Atraktifnya bola-bola pengembalian dari Agripinna Prima Rahmanto Pamungkas, berpasangan Gideon Markus Fernaldi. Pasangan Anak Pebulutangkis ini berhasil mengejutkan pasangan Ganda Korea, Jung Jae Sung-Lee Yong Dae yang kalah di gim pertama, namun menguasai keadaan di dua gim selanjutnya.

Pengembalian bola oleh Agripinna ini menurut Susi seperti pengembalian dari Sigit Budiarto yang sering mengejutkan lawan. Meski menang gim pertama 21-13, solidnya pasangan Korea yang tahun lalu tumbang di tangan Angga-Ryan berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Gideon-Agripinna di dua gim berikutnyua 21-12 dan 21-14.

Dalam pertandingan ini pula, ada hal menarik di pinggir lapangan, Sportainment ditunjukkan oleh dua boneka, yang satu maskot garuda khas Indonesia bernama DIO sedangkan satunya adalah Harimau bertuliskan ‘SUJU’ di pakaiannya. Saya pun sempat tertawa puas melihat tingkah kedua maskot yang mendukung wakil masing-masing, DIO mendukung Gideon-Agripinna dan Harimau SUJU mendukung Jung Jae Sung-Lee Yong Dae.

Gelak tawa muncul ketika pemain Indonesia bertubi-tubi menyerang pasangan Korea, tak pelak DIO pun mengusap-usap kepala Harimau SUJU. Tingkah SUJU pun sampai tertidur dan bertingkah seolah menangis dan kecewa berat ketika pasangan Korea kalah di gim pertama.

Tapi berbeda lagi, saat pasangan Jung-Lee berhasil mencetak poin, Si Harimau SUJU akan meloncat kegirangan dan menari-nari sementara DIO bertingkah sebaliknya. Selain Harimau SUJU, ada juga maskot lain yang beredar, tapi saya lupa hewan apa. Ini merupakan salah satu sportakuler yang menghibur bagi penonton.

Lagi, di pertandingan itu selain atraktifnya bola kembalian Agripinna dan DIO vs SUJU di pinggir lapangan, sang pemain mengundang teriakan. Basahnya pakaian yang dikenakan oleh Lee dalam pertarungan yang menguras tenaga 3 gim itu membuatnya mengganti pakaian di lapangan saat pergantian gim kedua ke gim ketiga.

Sontak para pirsawan di Istora Senayan teriak melihat idolanya itu mengganti pakaian di lapangan. Tapi, televisi tidak menyorot Lee Yong Dae, jika tersorot lebih lama, dalam sepersekian detik, rating Trans7 tambah naik.. hahah. gambar Lee shirtlesss diatas tuh..

Histerisnya penonton bahkan mengucapkan kata-kata “Oppa.. Choaheyo!!” yang artinya “Kakak, saya suka kamu”. Teriakan itu berlanjut setelah usai pertandingan. Lee sempat melambaikan tangan pada penonton dan mendapat sambutan histeris dari penonton.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Lee mengucapkan terimakasih kepada para penggemarnya dan ia juga merasa gugup akan suporter Indonesia yang terus meneriakan dukungan kepada Gideon-Agripinna yang menjadi lawan Jung-Lee di pertandingan itu. Lee sendiri sempat menduduki Ranking 7 di Trending Topic Indonesia Kamis petang.

Di Luar lapangan, selain ada Meet & Greet dengan artis, ada juga perfoma artis, selain maen tepok bulu (kayak Mario, Magdalena, dll), nanti Sabtu bakal ada special performance dari Judika dan juga pertunjukan Laser show yang akan mengundang banyak tepuk tangan (makanya Semifinal itu diadain sedikit sore, biar malemnya jadi malem Minggu penuh sorot laser yang bikin romantis bagi anda yang bermalam minggu).

Finalnya, sportakuler menghadirkan XO-IX (boyband, Tim KOR gimana lihatnya ya) sama Ayu Ting Ting yang demen style Korea. Lomba-lomba juga banyak disediakan penonton. Gak rugi deh ke Istora, jangan ngeluh tiket mahal, orang udah bagus banget penyelenggaraannya.. Ayo ke Istora..

Duel dua Ayah

Dua veteran Indonesia kemarin melakoni perang saudara di babak kedua Djarum Indonesia Superseries Premier 2012. Dua veteran ini sama-sama sudah menikah dan dikaruniai anak. Taufik menikah dengan Ami Gumelar dengan 2 anak sedangkan Sony menikah dengan Gading Safitri memiliki 1 putri.

Kemarin, di Trans7, kedua ayah dan sang istri tershoot oleh kamera. Taufik menikah 2006 sedangkan Sony menikah 2009. Teringat kejadian empat tahun lalu, Sony yang berhasil menjuarai turnamen itu masih perjaka, namun sudah berpacaran dengan Gading Safitri yang terjalin sejak SMA. Jika empat tahun lalu Gading datang sebagai pacar, tahun ini dia mensupport Sony sebagai istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya.

Di pertandingan itu pula, Sony yang dulu agresif ini menerapkan permainan sabar melawan Taufik, sehingga membuat posisi Taufik tidak nyaman. Menurutnya, Beda lawan, beda cara permainannya. Sony menyatakan bahwa sebisa mungkin ia merubah-rubah permainan.

Tapi ada hal ganjil yang terjadi pada Sony. Saat break aku sedikit lihat Sony memegang pinggangnya, memang Sony mengaku masih dalam tahap penyembuhan total, tetapi ia memaksakan bermain. Mungkinkah ketika ia memegang pinggangnya terjadi sesuatu? cedera kembali? semoga tidak karena saat ini peluang menciptakan All Indonesian Final terbuka lebar. 6 Unggulan teratas di nomor ini tersingkir, menyisakan Du Pengyu yang menjadi unggulan 8 dan Simon yang menjadi unggulan 7. Sony sedang flighting, jadi ia harus ia mungkin bisa lolos ke Final, Sony harus menjaga momentum.

lain Sony, lain Taufik, orang yang terkenal di dunia bulutangkis bahkan melegenda ini menikahi Ami Gumelar, pria yang awalnya lebih mementingkan ego seperti saat ia mengancam keluar karena Mulyo Handoyo dikeluarkan dari Pelatnas, namun pasca menikahi Ami lebih terlihat kalem meski ocehannya tetap keluar, namun tetap sekeras dulu. Dalam Konpres setelah pertandingan itu, ini merupakan Indonesia Open terburuknya, karena tersingkir di 16 besar, namun ia tak kecewa karena kalah oleh ‘junior’ yang usianya berbeda 3 tahun itu.

April membuktikan

Setelah bermukim lama di Pelatnas dan jarang ditampilkan di turnamen Internasional, ia dianggap kalah saing dengan Lindaweni Fanetri yang lebih dipilih tampil di Piala Uber. Tapi penampilan kemarin agaknya membuka mata Indonesia, bahwa bakat Tunggal Putri Indonesia banyak, namun mental lah yang berpengaruh.

Overhead smash tajam dari April menjadi kelebihannya. Ia bahkan membuat Saina Nehwal, bintang India, pemain yang ternyata berumur 18 tahun di Olimpiade 2008 lalu bahkan menjadi wanita India pertama yang menginjakkan kaki di Perempat Final, dikalahkan Maria Kristin Yulianti.

Menurut Saina yang menuntaskan game itu dengan 21-17, 14-21, 21-13, Aprilia adalah pemain bagus yang bekerja keras (identik dengan MKY), dukungan penonton juga membuat Aprilia menjadi bersemangat. Menurut komentator, cuma butuh jam terbang memoles Aprilia.

Perjuangan April pun panta diacungi jempol, Saina terlihat mendikte di gim penentuan, memaksa April untuk jatuh bangun. Jika saja April tidak banyak membuat kesalahan dan bermain lebih save, mungkin ia bakal mengalahkan Saina yang bertemu Wang Shixian di Perempat Final.

Kekalahan Rubber atas Saina menambah percaya diri dari April. Tepukan dan senyum dari Liong Chiu Shia menandakan akan ada angin segar untuk April, setidaknya ia mungkin tak akan digusur dari Pelatnas. Aprilia sempat masuk tim bayangan Uber 2012, namun ia malah digantikan oleh Bellaetrix Manuputy. Itulah beberapa informasi Djarum Indonesia Open hari ketiga. Kita tunggu Perempat Final..

salam duaribuan…

Iklan