Greysia-Meiliana siap ke Olimpiade

salam duaribuan…

Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii-Meiliana Jauhari menjadi harapan baru Indonesia di turnamen Djarum Indonesia Open Superseries Premier, kemenangan di Perempat Final melawan pasangan Jepang membuat mereka menjadi pemain yang siap bertanding di Olimpiade London.

Greysia Polii-Meiliana Jauhari, yang menjadi pasangan hasil uji coba Piala Uber 2010 lalu kini menjadi pasangan terkuat Indonesia. Mereka sempat menduduki Ranking 5 BWF padahal persaingan di ganda putri terbilang didominasi China, Korea dan Jepang. Sempat didera cedera, Greysia Polii-Meiliana Jauhari mengalami grafik yang menurun hingga kini menduduki peringkat 13 Dunia.

Formasi Uber 2010 awalnya memasukan Greysia Polii-Nitya Krishinda Maheswari dan Meiliana Jauhari-Shendy Puspa Irawati. Namun di beberapa pertandingan babak akhir, Greysia-Meiliana dipasangkan dan cocok hingga sekarang.

Di DIO 2012, Meiliana-Greysia tampil luar biasa Kamis ini. Mereka mengalahkan ganda Jepang, Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna (Fourth Place Beijing Olympic) dengan dua gim langsung, 21-13, 21-16. Permainan taktis dengan smash-smash keras Meiliana dan kecerdikan dalam hal penempatan bola oleh Greysia menjadikan pasangan ini sanggup melanjutkan estafet ganda putri di Olimpiade.

Di tahun 1992 saat pertama kali dipertandingkan, Indonesia menempatkan 2 wakil, yakni Erma Sulistiyaningsih-Rosiana Tendean dan legenda Finarsih-Lili Tampi. Erma-Rosiana kalah di babak 32 besar dan Finarsih-Lili kalah di Perempatfinal oleh Gil Yung Ah-Shim Eun Jung. Ini masih merupakan hasil terbaik ganda putri Indonesia di Olimpiade.

Di 1996, si cerdik Eliza Nathanael berpasangan dengan Zelin Resiana bersama Finarsih-Lili Tampi menjadi wakil Indonesia di Olimpiade 1996. Finarsih-Lili gagal di putaran kedua sedang Eliza-Zelin juga hanya sampai Perempat Final.

Tahun 2000, ganda putri Indonesia kembali sampai di Perempat Final, yakni Eti Tantra-Chyntia Tuwankotta. Sementara Eliza berpasangan dengan Deyana Lomban gagal di babak pertama.

Athena 2004, Indonesia cuma mengirim satu wakil, Jo Novita-Lita Nurlita. Pasangan ini mungkin tak lucky di draw. Meski mendapat bye di babak pertama, Ia langsung bertemu unggulan pertama, Yang Wei-Zhang Jiewen di babak kedua dan kalah rubber 2-15, 15-6, 7-15. Kegagalan di babak awal kembali terjadi di Beijing 2008, Liliyana Natsir-Vita Marissa gagal oleh Yang Wei-Zhang Jiewen di babak pertama pula dengan 19-21, 15-21.

Kini tampuk itu diserahkan kepada Greysia Polii-Meiliana Jauhari. Dari total 16 perwakilan di Olimpiade London 2012, Greysia-Meiliana belum memiliki rekor kemenangan dari 3 pasangan saja, Christina Pedersen-Kamilla Rytter Juhl dan dua ganda teratas, Wang Xiaoli-Yu Yang dan Tian Qing-Zhao Yunlei. Namun jika mereka konsisten dengan kemenangan di Indonesia, perunggu untuk Indonesia mungkin bisa saja mereka dapatkan.

Greysia Polii memang sudah berniat menjadi atlet Bulutangkis sejak usia 8 tahun. Ia menganggap itu sudah pilihan hidupnya. Ia serius setelah pindah ke Jakarta dari Manado. Sementara Meiliana Jauhari awalnya menganggap bulutangkis hanya sebagai ‘ekstrakurikuler’ nya. Setelah masuk klub, pelatih-pelatih banyak yang mendukung. Sejak itu, berjalan terus sampai akhirnya jadi pilihan hidupnya kini.

Dari sebuah situs, sebelum bertanding Meiliana berusaha untuk menenangkan diri. Namanya bertanding pasti ada rasa tegang, tinggal apakah itu besar atau kecil. Meiliana berusaha menghilangkan ketegangan dengan mendengarkan musik. Berbeda dengan Greysia, ia mengutamakan berdoa sebelum bertanding dan katanya, gak usah makan, walau dikit.

Greysia Polii di tahun kemarin sempat ingin berhenti bermain bulutangkis, tepatnya di SEA Games. Saat itu ia trauma akan cedera lutut yang mengganggu. Menurut Greys, Lawan terberat memerangi trauma adalah diri kita sendiri. Kita doakan pencapaian 1992-2000 dapat dicapai atau bahkan lebih, karena hanya nomor ini yang belum menyumbangkan medali buat Indonesia.

Dukungan para Maskot 

Hari ini Istora banyak sekali kedatangan para maskot-maskot yang ditampilkan untuk mendukung pemain di lapangan. Di TVCourt, ada Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna vs Greysia Polii-Meiliana Jauhari. Mereka didukung maskot yang berasal dari negara masing-masing. DIO vs kayaknya Rubah ‘Katsu’. Sayang, di Istora sepertinya hanya menyisakan Rubah ‘Katsu’ dan para pelatihnya saja yang mendukung Miyuki-Satoko, sehingga pasangan Jepang ini kalah dua gim dari Meiliana-Greysia.

Lalu ada Lee Yong Dae-Jung Jae Sung vs Hoon Tienh How-Tan Wee Kiong. Harimau ‘Suju’ kembali lagi kini melawan Si Loreng Malaysia. Sepertinya lucky dengan adanya Harimau Suju yang kembali membuat pasangan Korea menang.

Di Partai selanjutnya, ada China vs Indonesia. Mempertemukan antara Du Pengyu vs Sony Dwi Kuncoro, maskot yang tampil adalah Andalan tuan rumah DIO melawan Naga China kayaknya.

Mami-Shizuka : Kalah sebelum tanding

Pasangan Ganda Putri Jepang, Mami Naito-Shizuka Matsuo memilih untuk walkover setelah memenangkan laga melawan Komala Dewi-Jenna Gozali di Babak kedua Djarum Indonesia Open 2012. Melawan Komala-Jenna, mereka menang 21-16, 21-5. Shizuka-Mami sepertinya merasa kalah sebelum bertanding.

Ganda Putri Jepang yang ada di papan atas belum menunjukkan bahwa mereka menguasai setiap turnamen Bulutangkis, karena terlihat di Indonesia Open. 3 Ganda Jepang yang semuanya menjadi unggulan, Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa, Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna dan Mami Naito-Shizuka Matsuo tersingkir sebelum di Semifinal. Mizuki-Reika yang menjadi unggulan 4 kalah oleh Bao Yixin-Zhong Qianxin 19-21, 10-21 di babak kedua. Sementara Mami Naito-Shizuka Matsuo yang menjadi unggulan 6 Merasa kalah sebelum tanding di Perempat Final. Harusnya mereka melawan Wang Xiaoli-Yu Yang di Perempat Final, namun mereka memilih walkover.

Sementara Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna dari Jepang dikalahkan oleh Meiliana Jauhari-Greysia Polii di Perempat Final Indonesia Open, dengan skor 13-21, 16-21. Mental seperti inilah yang harus dihindari, meski kalah, kita pun harus kalah terhormat dalam pertandingan 21 poin.

salam duaribuan…

Iklan