Perdelapan Final DIO 2012 di Trans7

salam duaribuan…

Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012 menghadirkan pertandingan menakjubkan di hari kedua pada Rabu kemarin. Kamis ini, kemeriahan itu bakal hadir di layar kaca Trans7 lewat siaran Perdelapan Final Djarum Indonesia Open 2012.

Rabu kemarin, Anda pasti kecewa tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan dari Istora Senayan Jakarta, padahal pertandingan kemarin serasa bagaikan Final di level Grand Prix Gold. Atau anda malah memilih menonton lewat Live Streaming yang membutuhkan jaringan internet yang cukup cepat, padahal jaringan internet anda ngadat-ngadat.

Namun tak perlu khawatir, Kamis ini (14/6) Trans7 akan memulai siaran Djarum Indonesia Open Superseries Premier untuk Round of 16 atau Perdelapan Final. Meski pertandingan dimulai pukul 11.00 WIB, tetapi Trans7 memulai siaran pada pukul 12.30 WIB dengan jadwal sebagai berikut.

  • XD : Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati [INA] vs Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen [DEN/3]
  • WS : Aprilia Yuswandari [INA] vs Saina Nehwal [IND/5]
  • MD : Giden Markus Fernaldi-Agripinna Prima Rahmanto Putra [INA] vs Jung Jae Sung-Lee Yong Dae [KOR/2]
  • MS : Taufik Hidayat [INA] vs Sony Dwi Kuncoro [INA]
  • MD : Yohanes Rendy Sugiarto-Afiat Yuris Wirawan [INA] vs Markis Kido-Hendra Setiawan [INA]

Trans7 memiliki keterlibatan dalam pemilihan pertandingan untuk ditayangkan di sebuah televisi nasional. Pertandingan pertama antara dua ganda campuran ini menjadi pembuka perdelapan Final di Trans7. Untuk sedikit informasi, Nova Widianto akhirnya direkrut menjadi asisten pelatih di ganda campuran, dia menemani sang anak didik di Round of 32 pada Rabu kemarin, yakni terlihat di pertandingan Riky Widianto-Puspita Richi Dili yang kemarin menaklukkan pasangan Tarun Kona-Ashwini Ponappa dengan dua gim langsung 21-16, 21-10. Lihat gambar dibawah ini (ada Om Nova di belakang).

Bukan tak mungkin Nova Widianto akan menemani dua anak didiknya (Fran-Shendy – red) melawan pasangan terkuat Denmark dan satu-satunya yang tersisa di nomor ganda campuran setelah unggulan 6, Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl kalah dari Ko Sung Hyun-Eom Hye Won dengan 18-21, 16-21. Tapi sedikit sangsi juga Om Nova bakal dampingin, duet Fran-Shendy kan cukup senior, biasanya yang dampingin Om Richard Mainaky, tapi lihat nanti, biar surprize..

Pertandingan kedua ada tunggal putri satu-satunya yang tersisa di perdelapan final, yakni Aprilia Yuswandari yang membuat pertandingan Ini jadi sangat menatik. Ia menjadi wakil WS terakhir setelah cederanya Firda, tumbangnya Ana Rovita (ditangan Gu Juan) dan takluknya Febe (oleh PV Shindu). Lawan yang harus dihadapi berat, yakni Runner Up tahun lalu, Saina Nehwal yang menjadi unggulan kelima di tahun ini.

Pertandingan ketiga antara idola remaja putri ‘Lee Yong Dae’ berpasangan dengan Jung Jae Sung menghadapi ganda muda, Giden Markus Fernaldi-Agripinna Prima Rahmanto Putra yang mengalahkan Hong Wei-Shen Ye dua gim langsung 21-17, 22-20. Pertandingan ini pasti bakal menyerap semua penonton selain pecinta bulutangkis, terutama penggemar Lee Yong Dae untuk menyaksikan pertandingan ini lewat Trans7.

Pertandingan keempat adalah All Indonesian Final, dua peraih medali di Athena 2004, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Ekspektasi masyarakat lebih besar terhadap Sony, karena perfomanya berhasil menumbangkan Peter Hoeg Gade yang menjadi unggulan 3 dengan drama 55 menit berakhir kemenangan 14-21, 21-7, 21-18 untuk Sony. Taufik sendiri pasti akan memberikan perlawanan sengit terhadap pemain peringkat 65 dunia itu untuk menambah jumlah gelar Indonesia Open.

Pertandingan terakhir (bisa ditayangkan/tidak tergantung pihak Trans7) adalah ganda putra yang menjadi harapan, Markis Kido-Hendra Setiawan melawan Yohanes Rendy Sugiarto-Afiat Yuris Wirawan. Kido-Hendra menjadi harapan utama karena ganda putra yang akan berlaga di Wembley Arena, Muhammad Ahsan-Bona Septano kalah dari Hoon Tienh How-Tan We Kiong [MAS] dengan 16-21, 21-19, 17-21, padahal Ahsan-Bona menjadi unggulan keenam dalam turnamen ini.

Tak Ketinggalan Makan Besar

Sempat membuat artikel mengenai Makan Besar di Istora (duaribuan.wordpress.com/mabes-di-istora), hari Kamis ini pihak Trans7 akan menggelar shooting acara ini di Kompleks Istora Senayan Jakarta, memeriahkan turnamen Djarum Indonesia Open di hari kedua ini.

Lewat account twitter resmi MABES, harusnya hari ini mereka melakukan shooting MABES, kita nanti akan menyaksikannya, apakah di food festival? atau dimana yah? Meski tidak disiarkan langsung, Makan Besar ini akan ditayangkan kemungkinan di Hari Minggu ini atau pekan depan (menunggu editing).

Acara ini dipandu oleh Ragil Imam Wibowo atau dikenal dengan Chef Ragil. Trans7 memberikan anda kesempatan shooting bersama dengan mengirim data diri dan foto ke transtujuhclub@gmail.com, tapi tak masalah jika anda tak mau ribet, pasti Makanan yang Besar itu akan dinikmati oleh para pengunjung di Kompleks Istora. Ayo berbondong ke Istora Kamis ini.

DJARUM INDONESIA OPEN – DAY 2

Hari Kedua Djarum Indnesia Open berlangsung seru. Turnamen dengan hadiah USD 650.000 ini menampilkan berbagai atraksi memukau dari para pebulutangkis dunia, berikut ini beberapa kabar dari DIO hari kedua.,

SuperSony lanjutkan Momentum

Dari result Babak pertama Djarum Indonesia Open 2012, tak kurang 9 unggulan tersingkir dari turnamen Djarum Indonesia Open 2012. Dan salah satu yang mengalahkan unggulan itu adalah Sony Dwi Kuncoro yang menggusur veteran Denmark, Peter Hoeg Gade lewat pertarungan 55 menit.

Sejak Thailand Open 2012, tak kurang 8 pertandingan dimenangkan Sony, dua diantaranya mengalahkan rival lamanya, Lin Dan dan Peter Gade. Lin Dan dikalahkan di Semifinal Thailand Open dan Gade dikalahkan di Rounf of 32 Indonesia Open.

Gade sendiri mengakui bahwa Sony sudah kembali seperti dulu. Di awal gim pertama, sebenarnya Sony terus memimpin perolehan poin. Namun saat Gade berhasil menyamakan kedudukan 10-10, Sony terlihat tak mampu mengendalikan permainan dan sering membuat kesalahan sendiri. Hal ini membuat Gade memenangkan gim pertama 21-14.

Di gim kedua, Sony langsung memimpin 13-1 dan menang 21-7. Gim penentuan berlangsung sengit, Sony tertinggal jauh 3-8 dan berbalik memimpin 13-11, 18-16, 18-18, 20-18 dan diakhiri Sony dengan satu sambaran net yang membuat Gade terhenti di turnamen yang tahun lalu menjadikannya Runner Up. Selain Gade, berikut ini daftar pemain unggulan yang tersingkir di babak pertama DIO 2012.

  1. Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl [6] lost to Ko Sung Hyun-Eom Hye Won : 18-21, 16-21.
  2. Muhammad Ahsan-Bona Septano [6] lost to Hoon Tienh How-Tan We Kiong : 16-21, 21-19, 17-21
  3. Peter Hoeg Gade [3] lost to Sony Dwi Kuncoro : 21-14, 7-21, 18-21
  4. Fang Chiech Min-Lee Sheng Mu [7] lost to Markis Kido-Hendra Setiawan : 21-17, 18-21, 18-21
  5. Sho Sasaki [4] lost to Dionysius Hayom Rumbaka : 21-11, 17-21, 22-24
  6. Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing [5] lost to Markis Kido-Pia Zebadiah : 17-21, 18-21
  7. Kenichi Tago [6[ lost to Hu Yun : 17-21, 21-23
  8. Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl [5] lost to Pia Zebadiah-Rizky Amelia : 17-21, 18-21
  9. Chen Jin [2] lost to Jan O Jorgensen : 16-21, 7-10 Retired

Kido bersaudara Berjaya, kecuali Bona

Tiga bersaudara yang merumput di dunia bulutangkis tanah air, Markis Kido, Pia Zebadiah dan Bona Septano kemarin mengalami nasib berbeda di babak pertama Indonesia Open 2012. Kido dan Pia menjalani 2 pertandingan dan dua-duanya menang, padahal lawan mereka adalah unggulan, sedangkan Bona Septano berpasangan dengan Muhammad Ahsan malah kalah dari pasangan junior nonunggulan asal Malaysia, Hoon Tienh How-Tan We Kiong.

Pertandingan 3 bersaudara ini diawali dari duet ganda campuran Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet yang mengalahkan unggulan kelima, Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing asal Taipei dengan 21-17, 21-18. Markis Kido di ganda putra (dengan Hendra Setiawan) juga menemui pasangan Taipei unggulan 7, Fang Chieh Min-Lee Sheng Mu dengan kemenangan 17-21, 21-18, 21-18. Pia juga bermain di ganda putri, dengan pemain berusia muda, Rizky Amelia Pradipa (gambar), pasangan ini menang 21-17, 21-18 atas ganda putri Denmark, Kamilla Rytter Juhl-Christinna Pedersen.

Pia mengaku sudah hafal bola-bola dari Pedersen ketika bermain di ganda campuran (bersama Fran), sedangkan dengan Juhl, penampilannya kali ini seperti down, Mungkin karena bermain dengan jarak waktu yang kurang lama sehingga kurang istirahat (mereka main di 2 nomor) ditambah kekalahan Laybourn-Juhl di ganda campuran membuat konsentrasi Juhl berkurang, bola yang ia berikan sering menyangkut di net, sorakan Istora menambah ciut nyali pemain yang biasanya agresif.

Bona Septano dan Muhammad Ahsan kini diragukan tampilannya di Olimpiade 2012. Selain sering dikalahkan oleh nama-nama yang tak diunggulkan, mereka mengalami penurunan grafik permainan sejak kemenangan di Indonesia Grand Prix Gold 2011. Publik kini menantikan apakah bukan hanya tradisi medali emas yang berlanjut? dan apakah tradisi medali di nomor ganda putra akan berakhir?, karena sejak 1992, tradisi Medali di nomor ini selalu ada. Berikut daftarnya.

  • 1992 : Edi Hartono-Rudy Gunawan (perak)
  • 1996 : Rexy Mainaky-Ricky Subagja (emas) dan Antonius Arianto-Denny Kantono (perunggu)
  • 2000 : Tony Gunawan-Candra Wijaya (emas)
  • 2004 : Eng Hian-Flandy Limpele (perunggu)
  • 2008 : Markis Kido-Hendra Setiawan (emas)

Tercatat sudah 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu disumbangkan nomor ini. Di tahun 2012, harapan tradisi medali ganda putra ada di Bona Septano-Muhammad Ahsan. namun, kekalahan di Istora Rabu malam membuat publik sangsi terhadap tradisi medali ini. Kita berharap penampilan mereka di Kejuaraan Dunia dengan meraih perunggu kembali berlanjut atau bahkan lebih di Wembley Arena tahun ini.

Firda berharap digantikan

Tangisan Firdasari menutup laga babak pertama tunggal putri antara jago Indonesia itu dengan Wang Yihan. Ia terkapah tak bisa berjalan, kakinya terasa tak berfungsi, kursi roda yang membantunya malah membuat matanya tambah sembab, tapi dukungan Istora yang luar biasa membuat dirinya teguh, ia mencoba tersenyum melihat pendukung Istora di tribun VIP yang rela berdiri menghampiri Firda memberikan dukungan.

Jika pun ia kalah, publik Istora lebih senang Firda kalah dengan bermain penuh 21 poin tanpa harus mengalami cedera, apalagi sampai dibawa memakai kursi Roda. Inilah perjuangan seorang Firdasari, ia menunjukkan ia pantas ke London musim panas ini.

Sayangnya, harapan menyamai Maria Kristin Yulianti di Olimpiade musim ini rasanya bakal pupus. Firda yang dibawa dan diperiksa di rumah sakit kemungkinan cederanya lumayan serius. Mengenai Olimpiade, Firda menerangkan bahwa sesuai dengan aturan BWF, di turnamen tertentu pebulutangkis bisa digantikan jika ada surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa pemain tersebut tidak bisa bermain. Namun, ketika Sekjen PBSI ditanyai, ia membenarkan hal ini, namun untuk Olimpiade, kemungkinan aturan mungkin akan berbeda.

PBSI masih menunggu hasil pemeriksaan Firda. Jika sudah ada hasil pemeriksaan, mereka akan tanyakan ke BWF, apakah ada bisa ada pergantian atau tidak, papar Yacob yang juga ketua panitia penyelenggara DIO 2012. Kesempatan ke Olimpiade bagi seorang atlet itu merupakan impian karena tidak semua atlet bisa berlaga Olimpiade karena kualifikasi yang sangat ketat.

Seharusnya berdasarkan Ranking BWF per 3 Mei lalu, Maria Febe lah yang terkualifikasi ke London, tetapi PBSI memilih Firdasari untuk tampil di Wembley Arena. Tapi dengan hal ini? apakah Febe kembali dipilih, atau tidak ada wakil sama sekali? semoga Firda bisa kembali.

salam duaribuan…

Iklan