Tak ada Kualifikasi untuk 2014

salam duaribuan…

Setelah Federasi Bulutangkis Dunia atau disingkat BWF melakukan perubahan logo nya, perubahan selanjutnya yang dilakukan oleh BWF adalah format ulang Piala Thomas dan Uber untuk edisi 2014, yakni dengan meniadakan Kualifikasi Kontinental di 5 konfederasi BWF.

Yang akan kita bahas dulu adalah mengenai pembaharuan format logo dari Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF yang dilakukan pada 26 Mei 2012, tepat di Final Piala Uber 2012 lalu di Wuhan. Di Wuhan, selain digelar Putaran Final Piala Thomas dan Uber 2012, pula digelar BWF Members Forum and Annual General Meeting yang dihadiri oleh para member BWF, termasuk para pejabat teknis dari BWF.

Terlihat digambar diatas, dua orang umpire. umpire yang kanan, kalo tak salah dari Filipina, sempat menjadi wasit di SEA Games 2012. Keduanya memakai pakaian dengan logo BWF yang baru, yang diresmikan dalam pertemuan BWF Member itu. Pakaian warna hitam biru seperti gambar diatas untuk Umpire/wasit, sedangkan untuk referee dan pejabat teknis lain memakai pakaian warna hitam merah.

Dan uniknya, ada sentuhan Chinese alias mandarin, terlihat dari potongan leher, mirip busana China gak??? Diperhatiin, itu classic mandarin-collar neckline cut alias potongan leher ala mandarin gitu.. Kayaknya China dominan, ampe Baju pun mungkin dipikirin… Kita lihat aja di Istora, gimana pakaian para Oficial dari BWF…

BWF didirikan dengan nama International Badminton Federation (IBF) tahun 1934 oleh 10 negara (Indonesia tak termasuk). 10 Negara itu adalah Kanada, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Italia, Belanda, New Zealand, Skotlandia dan Wales. Kantor Pusat BWF kala itu ada di Cheltenham, UK. Konflik dengan World Badminton Federation (WBF) berakhir damai lewat diplomasi Suhandinata yang kini namanya diabadikan menjadi nama Piala World Junior Team Championship (untuk perorangan namanya Bimantara Cup). Pada 1 Oktober 2005, BWF memindahkan kantor ke Kuala Lumpur.

Sebelum bergabungnya WBF, Indonesia menjadi salah satu negara kuat, tapi setelah bergabungnya WBF atau tepatnya kubu China dan sekutunya, Kekuatan China makin mendominasi. Termasuk di Madrid 2006 saat 4 medali emas Kejuaraan Dunia diraih China, sementara di ganda campuran, Nathan Robertson-Gail Emms meraih gelar Juara Dunia. Di Madrid pula, seluruh federasi bulutangkis negara-negara di dunia berkumpul menyatukan asa mengganti nama IBF menjadi BWF.

File:BWF logo.svg

Penggantian itu disusul penggantian logo dari IBF ke BWF. Tahukah anda? ternyata sayembara logo dimenangkan oleh orang Indonesia, Aboeb Luthfy. Sayembara 3 bulan diakhiri dengan pengumuman di Bulan Juni 2007 dan diresmikan di Glasgow saat Piala Sudirman 2007. Menurut Luthfy, Logo itu memiliki tema “Badminton Unites the World”. Luthfy mengalahkan 1600 logo lain dan menerima total US$ 5.000

Kembali, tahun 2012, enam tahun pasca perubahan nama, BWF kembali merubah logo nya, dengan tema “Modern, Strong, Efficient”. Dilansir dari situs BWF, ketiga hal itu akan menjadi modal BWF dan Bulutangkis Dunia menuju Olahraga yang mendunia.

Logo ini diinspirasi dari logo OSIM BWF World Superseries and Superseries Premier dimana jika diambil satu potong akan terlihat seperti logo sekarang. BWF juga merilis video launching logo terbarunya, anda bisa melihat di youtube dengan link http://www.youtube.com/watch?v=1ZUmUeANy5c atau di rilis BWF, yakni dengan link http://bwfbadminton.com/news_item.aspx?id=63263.

Dan duaribuan menemukan hal yang unik, logo Piala Thomas dan Uber 2008 di Jakarta ternyata digunakan oleh BWF untuk video trailer logo terbarunya untuk Thomas & Uber Cup, yakni logo dibawah ini.

Gambar diatas ada tulisan Sponsor, nantinya jika misal Thomas dan Uber 2012 lalu kan Dongfeng-Citroen, yah itu dicantumkan sebelum TUC, jadilah nama 2012 Dongfeng-Citroen Thomas & Uber Cup 2012. Sedangkan gambar logonya, Bandingkan dengan logo Piala Thomas dan Uber 2008 di Jakarta, mirip kan?? Indonesia jago kalo soal buat logo, udah ada Luthfy di 2007 lalu, kini logo TUC 2008 Jakarta jadi trailer logo baru BWF.

Mirip kan??? Sayang Indonesia cuma jago bikin logo.. gak juara.. Logo BWF itu sudah diaplikasikan di Piala Thomas-Uber 2012 di Wuhan, dan sebentar lagi diaplikasikan di Chiba, Jepang untuk Suhandinata Cup dan Bimantara Cup alias World Junior Championship 2012, yap Chiba Jepang akan menjadi tuan rumah.

Ntar duaribuan bikin newsnya, nyisipin dikit nih masalah umur Wisnu Yuli Prasetyo yang tetap dikirim ke Chiba, padahal yang boleh dikirim hanya yang berumur dibawah 19 tahun, sedang Wisnu udah 19 tahun. Wisnu Yuli Prasetyo adalah pemain Pelatnas kelahiran Tulungagung, 11 Juli 1992 yang kemarin jadi Runner Up Sirnas Bandung, dikalahkan Shesar Hiren Rhustavito, rekannya di Pelatnas.

Format Baru Kualifikasi TUC 2014

Masih menyinggung Thomas dan Uber Cup 2014, BWF sudah membuat program kerja 2012-2016, selain Logo dan aturan pakaian baru, format untuk TUC 2014 akan dirubah. Sejak tahun 2000, nyaris selalu ada perubahan tiap pergantian TUC, terlihat dari daftar perubahan berikut.

  1. TUC Kuala Lumpur 2000 : Ada 8 Tim yang lolos ke Putaran Final, dengan 6 tim berasal dari kualifikasi yang digelar di Oceania dan Eropa, tidak ada kualifikasi kontinental.
  2. TUC Guangzhou 2002 : Serupa dengan TUC 2000, hanya ada pergantian sistem skoring menjadi sistem 5×7 poin.
  3. TUC Jakarta 2004 : Jumlah tim bertambah menjadi 12 dengan ada representasi dari 5 konfederasi, digunakan kembali sistem pindah bola 3×15 poin, ada juga sistem playoff dimana tim yang kalah di penysihan grup bermain playoff untuk masuk Perempat Final.
  4. TUC Senday-Tokyo 2006 : Digunakan sistem reli 3×21 poin dan masih ada playoff, ini kali pertama 2 kota menjadi tuan rumah TUC.
  5. TUC Jakarta 2008 : Tidak terlalu berbeda dengan 2006, perbedaannya hanya untuk TUC 2008 dipusatkan di satu kota. Logo BWF baru dipergunakan di TUC, buatan orang Indonesia tadi (lihat atas).
  6. TUC Kuala Lumpur 2010 : Akibat kecurangan Tim Korea di Piala Thomas 2008 akhirnya dibuat drawing menjelang Perempat Final (tahu gak? kayak kemarin, 8 tim di perempat Final diacak lagi), tidak ada playoff lagi bagi Tim yang kalah di penyisihan grup karena tim yang lolos QF hanya Juara dan Runner Up Grup.
  7. TUC Wuhan 2012 : logo dan seragam baru BWF, tak ada perubahan lain, mirip dengan TUC 2010.
  8. TUC … 2014 : lihat bawah…. >>

Dan untuk TUC 2014 dimana host nation belum ditentukan, BWF akan meniadakan Continental QualificationKeputusan untuk memformat ulang ini pertama kali diambil oleh Dewan BWF pada bulan Desember 2011 di Queenstown, Selandia Baru, dan kemudian diselesaikan pada Rapat Dewan BWF pada bulan Juni 2012 di Wuhan, Cina ini. Peraturan kompetisi rinci baru akan diserahkan kepada Dewan BWF pada bulan Desember 2012 mendatang, di pertemuan tahunan Dewan BWF.

Tahu gak? TUC 2012 kemarin membawa dampak besar karena pembelian hak ssiar meningkat tajam (meskipun di Indonesia cuma 4 pertandingan (2 kali Penyisihan Thomas dan QF Thomas-Uber INA, di MNCTV maksudnya). Dan BWF percaya bahwa siaran televisi menandakan bahwa Bulutangkis siap dibawah ke tingkatan lebih tinggi, yakni dunia karena lewat televisi lah dunia bisa tahu.

Tapi ternyata pembelian hak siar itu, hanya ditampilkan beberapa pertandingan, itupun pertandingan yang dianggap merupakan pertandingan yang sengit (seperti laga INA vs China di Thomas, mungkin ditonton lebih dari 1,2 miliar manusia China+INA). Hal sebaliknya dimana tim-tim kuat melawan tim lemah yang asalnya dari Kualifikasi Kontinental (like Afrika Selatan, Australia) tak banyak ditonton. Hal itulah yang menjadi landasan perubahan format TUC 2014.

Selain masalah televisi yang menuntut pertandingan yang benar-benar berkelas di TUC (like Uber INA vs CHN yang bikin spot jantung meninggi, yakni match Della-Suci vs Tian-Zhao), ada hal lain yang menuntut BWF merubah format, yakni masalah penyiaran Kualifikasi TUC yang dirasakan tak perlu dengan alasan berikut :

  • Kualifikasi TUC tidak memiliki kualitas, apalagi seperti penyisihan Grup, seperti negara-negara yang kuat mudah dikalahkan Tim kuat. Tak menarik buat ditayangkan bagi televisi.
  • Televisi pun hanya niat menayangkan Final Kualifikasi seperti CHN vs JPN di Final Kualifikasi Thomas maupun Uber Asia. MNCTV bahkan menyiarkannya lewat siaran tunda di pagi dini hari (Wang Lin dkk dikalahkan Minatsu Mitani dkk).
  • Kualifikasi ini membuat kelelahan bagi Pebulutangkis, jadi lebih pilih tak ada kualifikasi karena pebulutangkis dapat memanfaatkan jeda untuk istirahat. Pebulutangkis dunia bahkan pernah mengatakan bahwa Kualifikasi TUC bukan daya tarik bagi mereka.
  • Kualifikasi ini juga memenuhi daftar kalender BWF sehingga dirasa tak perlu dan dihapus.

BWF pun merilis pernyataan mereka mengenai perubahan sistem TUC 2014 dengan ketentuan seperti ini :

  1. Dipilih 16 tim berdasarkan World Team Ranking dengan memperhatikan partisipasi dari tuan rumah, juara bertahan dan perwakilan dari konfederasi.
  2. 16 tim itu harus berkualitas tinggi sehingga membuat acara tersebut berpotensi menarik bagi peningkatan jumlah pasar televisi dan pemirsa
  3. 16 tim akan dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing dengan 4 tim berkualitas yang bersaing.

3 Hal itu mungkin sudah pasti untuk TUC 2014, namun ada beberapa hal turunan dari hal itu yang perlu dicermati juga, seperti jadwal (apakah seminggu seperti TUC sebelumnya atau lebih) dan TVCourt (apakah semuanya TVCourt like Olympic karena memang tim yang ke TUC adalah tim berkualitas). Lengkapnya mungkin dapat dikabarkan nanti Desember, tapi kalian pasti nunggu-nunggu. duaribuan punya sedikit kemungkinan seperti berikut :

  1. Dari artikel BWF, dipastikan ada 3 tim dari Asia dan 3 tim Eropa yang tampil di TUC. Tapi wah, mungkin tak semua konfederasi akan mendapatkan perwakilannya ke TUC, kata Wapres BWF Paisan Rangsikitpho, bahwa tim dari konfederasi harus membuktikan ia layak tampil di TUC.
  2. 8 hari gelaran : Jika Semifinal Thomas Uber dilakukan di hari berbeda, mungkin draw nya nanti dari penyisihan grup diambil juara Grup untuk diadu di Semifinal langsung (tak ada perempat final). Jika Semifinal Thomas Uber dilakukan di hari yang sama, mungkin masih ada fase Perempat Final (karena Penyisihan Grup 4 hari, perempatfinal 1 hari, semifinal 1 hari, final thomas 1 hari, final uber 1 hari >> jumlah 8 hari).
  3. Lebih dari 8 hari gelaran : menjadi suatu yang berbeda bagi Bulutangkis, selain mengundang banyak jurnalis meliput turnamen itu, banyak waktu istirahat bagi pemain. Misal 12 hari, Penyisihan Grup 6 hari, Perempat Final 2 hari, Semifinal 2 hari, Final 2 hari) dengan catatan Tim yang berlaga benar-benar berkualitas.

Jika benar perkiraan nomor 1, mungkin Afrika dan Amerika yang tak jadi wakil konfederasi di TUC, sedangkan mungkin USA yang kini menduduki Rank 16 di World Team Rank masih diperkirakan masuk TUC 2014. Lihat link http://bwfbadminton.com/page.aspx?id=18740 untuk World Team Ranking.

Thailand mengembalikan Supremasi

Thailand berhasil mengembalikkan supremasi bulutangkisnya. Di Final Thailand Open 2012 minggu kemarin, Thailand membawa pulang satu gelar lewat nomor ganda campuran yang tidak diunggulkan, Saralee Thoungthongkam-Narrisapat Lam. Ini merupakan gelar bagi Thailand setelah dua tahun tidak membawa pulang gelar, karena 2010 masih terjadi kerusuhan dan 2011 banyak pemain unggulan asal China dan Korea yang tampil, sehingga Thailand tak dapat gelar.

Lam Narrisapat ini merupakan pemain muda dengan usia baru 16 tahun. Dipasangkan dengan Saralee Thongtoungkam, mereka berhasil menjuarai turnamen itu. Saralee yang di nomor ganda campuran dengan Sudket Prapakamol kalah dari Tao Jiaming-Tang Jinhua dua gim langsung 14-21, 16-21. Namun di ganda putri, Saralee berhasil menang dari Cheng Shu-Pan Pan dengan 21-15, 10-21, 21-13. Berikut perjalanan Narrisapat-Saralee menjuarai turnamen ini.

  • R1 bt Pia Zebadiah-Rizky Amelia Pradipta [INA]: 21-17, 15-21, 21-16
  • R2 bt Wong Pei Tty-Chin Ee Hui [MAS]: 21-15, 21-13
  • QF bt Yu Wakita-Eto Rie [JPN] : 21-19 18-21 21-17
  • SF bt Huan Xia-Tang Jinhua [CHN] : 21-15, 22-20
  • Final bt Cheng Shu-Pan Pan [CHN] : 21-15, 10-21, 21-13

Indonesia Open kali ini harus terinspirasi dari perjuangan Sony Dwi Kuncoro. Pantang menyerah, ia menjuarai turnamen itu, bahkan mengalahkan Lin Dan dua gim langsung, dengan skor tanpa deuce. Sony pula yang terakhir kali membawa gelar Indonesia Open pada tahun 2008 mengalahkan Simon Santoso di Final dengan skor 19-21, 21-14, 21-9. Kemenangan itu disusul Vita Marissa-Liliyana Natsir yang mengalahkan Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna dari Jepang di nomor ganda putri dengan skor 21-15, 21-14.

Akankah Indonesia Open 2012 yang berstatus Superseries Premier akan mempersembahkan gelar bagi Indonesia?? Semoga supremasi bulutangkis Indonesia dapat seperti Thailand yang mampu membawa satu gelar ke tanah air…

salam duaribuan…

Iklan