Sony Menjaga Momentum

salam duaribuan…

Satu-satunya wakil Indonesia di Final Thailand Terbuka 2012, Sony Dwi Kuncoro berhasil menjaga momentum kemenangan atas Lin Dan di Semifinal Thailand Open 2012. Momentum itu dilanjutkannya di pertandingan Final, Minggu siang, ketika ia kembali mengalahkan Pebulutangkis muda asal China, Chen Yuekun.

Mengalahkan Lin Dan yang merupakan Empat kali Juara Dunia sekaligus Juara Olimpiade 2008 itu sungguh menjadi angin segar bagi perbulutangkisan Indonesia, tampil di Bangkok, Sony tampil memukau, menang 21-17 dan 21-16.

sony dwikuncoro,broto happy,muri,batik, muri

Ada berbagai hal yang membuat penampilan Sony sangat cemerlang, salah satunya adalah waktu beristirahat yang nyaris satu bulan karena Sony tidak menjadi anggota skuad Tim Thomas Indonesia tahun ini. Selain itu, perfoma Lin Dan mungkin tak sebagus biasanya karena ia sendiri mengaku terlambat tiba di Bangkok sehingga terlambat pula untuk menyesuaikan dengan situasi Bangkok yang panas ditambah capeknya ia setelah melawan pebulutangkis-pebulutangkis papan atas di Putaran Final Piala Thomas, tercatat Lin Dan selalu diturunkan sebagai tunggal pertama dari penyisihan Grup sampai Final.

Kepercayadirian pasca menjadi Finalis Malaysia Open GP Gold 2012  juga menjadi salah satu alasan ia bisa tampil prima. melawan Lin Dan di semifinal kemarin, Lin Dan memang sering memimpin, namun Sony lagi-lagi selalu mampu menyamakan kedudukan hingga di poin kritis, Sony mampu berbalik unggul 18-15 dan mengakhiri di kedudukan 21-17. Ini yang dinamakan Perang Mental di Poin Kritis.

Di gim kedua, Lin Dan mungkin baru panas, sempat unggul jauh 8-3, Sony mendapatkan 5 poin beruntun dan menyamakan kedudukan, namun lagi-lagi Super Dan kembali unggul. Di posisi 18-16, Sony melaju terus dan tak membiarkan Lin Dan mengembangkan permainannya, Sony menang 21-16. kata komentatornya, ini adalah big news around the world, dan nyata, Sony sempat menduduki Trending Topic No. 4 di dunia saat mengalahkan Lin Dan.

Motivasi Sony dalam pertarungan kemarin adalah bahwa ketika ia sudah ditunjuk di suatu turnamen, ia harus yakin menang karena ia anggap dirinya mampu. Sempat ada rumor bahwa Lin Dan ‘mengalah’ atas Sony, tapi dalam setiap pertandingan kemarin, Sony benar-benar menunjukkan kualitasnya, jika pun Lin Dan mengalah, tak mungkin ia kalah dalam pertarungan penuh 21 poin, ia mungkin lebih memilih walkover atau retired.

Memontum kemenangan atas Lin Dan itu berlanjut. Di Final minggu siang, Sony kembali dipertemukan dengan pemain China, yakni Chen Yuekun. Bermain didukung suporter Thailand, Sony tak pantang menyerah. Unggul 7-3, ia berbalik tertinggal 7-10 dan kembali memimpin 16-14 dan memenangkan gim pertama 21-17. Sony tak terbendung lagi, peraih medali perunggu Olimpiade Athena itu unggul dalam perolehan poin 9-4, 11-7, 15-10, 17-12, 17-14 dan berakhir menang 21-14. Gelar ini merupakan gelar pertama setelah terakhir Sony menang di Singapore Open 2010.

Selain Sony, gelar lain didapat oleh China (2), India (1) dan Thailand (1). Selain kebangkitan Sony, turnamen ini juga membawa kebangkitan bagi pasangan ganda putra Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latif-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari yang menjadi Juara Singapore Open dan Indonesia Open tahun 2008 meskipun di turnamen ini ia hanya finnish sebagai Runner Up. Berikut result lengkap Final Thailand Open GP Gold 2012 :

  • MS : Sony Dwi Kuncoro [INA] bt Chen Yuekun [CHN] : 21-17, 21-14
  • WS : Saina Nehwal [IND] bt Ratchanok Intanon [THA] : 19-21, 21-15, 21-10
  • MD : Qiu Zihan-Liu Xiaolong [CHN] bt Mohd Zakry Abdul Latif-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari [MAS] : 21-18, 21-19
  • WD : Lam Narissapat-Saralee Thongthoungkam [THA] bt Cheng Shu-Pan Pan [CHN] : 21-15, 10-21, 21-13
  • XD : Tao Jiaming-Tang Jinhua [CHN] bt Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam [THA] : 21-14, 21-16

Namun, sangat disayangkan, ketika Bulutangkis terpuruk, bulutangkis diperbincangkan dalam perbincangan nyaris 60 menit (seperti di Today’s dialogue), namun ketika kemenangan hadir, Sony hanya ditulis lewat newsticker Metro TV di bagian bawah layar Metro TV, sungguh ironis, kemenangan pemain Indonesia dianggap biasa, sedangkan kemenangan Tim Denmark atas Belanda di Euro 2012 masuk paket news di Metro TV berkali-kali dalam sehari.

Kemenangan ini juga dibuat tweet oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum di account twitternya @anasurbaningrum, dalam tweet itu, anas mengaku kemenangan atas Lin Dan menjadi obat buat dunia bulutangkis. Tweet selanjutnya juga masih seputar kemenangan Sony, ia mengatakan “Semoga di Final hadapi Chen Yuekun Sony Dwi Kuncoro bisa menang. Rindu juara bulutangkis”. Dalam hati saya bergumam, hattrick Tontowi-Liliyana kemarin dia kemana ya??

Trans7 : Road to DIO 2012

Trans7 menayangkan program Road to Djarum Indonesia Open 2012 pada hari minggu, 10 Juni 2012 pada pukul 14.30 WIB. Program yang dikemas selama 30 menit dalam 3 segmen itu menampilkan ulasan DIO 2011 dan wawancara dengan beberapa atlet bulutangkis.

Diawali dengan kehadiran dua presenter sport di Trans7, Dion Wiyoko dan Gracia Indri yang sedang membuat shuttlecock. mereka pun diajak masuk ke lapangan bulutangkis bersama pebulutangkis junior yang juga akan tampil di Istora, Rafiddiakas Akhdan Nugroho dan yang satunya kalo tak salah pasangannya Kevin Sanjaya (koreksi kalo salah).

Di segmen pertama itu, ulasan mengenai turnamen Indonesia Open yang naik tingkat ke premier di tahun lalu itu dipadukan dengan kekuatan pebulutangkis Indonesia tahun lalu. Diselingi iklan, setelahnya ada review mengenai pertandingan di Indonesia Open 2012 dengan daftar seeding per nomor. Jeda iklan lagi, kini Gracia Indri dan Dion Wiyoko tampil dengan berbagai aksesoris suporter Istora, dilanjutkan berita mengenai Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir yang menjadi harapan mengembalikkan kejayaan bulutangkis Indonesia. Dalam wawancara bersama Butet dan Owi, Butet mengatakan bahwa mereka memang menjadi ranking tertinggi Indonesia saat ini, meskipun itu menjadi tekanan buat mereka, tapi karena memang mereka yang dipercaya, mereka optimis karena mampu (dibuktikan dengan hattrick tiga jenis turnamen dari Grand Prix Gold sampai Premier)

Siaran bulutangkis juga datang dari O’Channel Jakarta sabtu malam pukul 19.00 WIB. Lewat streaming, publik diluar Jakarta pun bisa menyaksikan beberapa wawancara mengenai persiapan beberapa atlet di Djarum Indonesia Open 2012, seperti Liliyana Natsir (mengaku termotivasi akibat dukungan dari para BL), Adrianti Firdasari (berharap lebih baik > maksudnya ke Semifinal kali ya, tahun kemarin Perempat Final), Edi Subaktiar (fokus ke babak utama dulu) dan beberapa orang diluar atlet seperti Sigit Budiarto yang berharap pemain muda bisa mengalahkan pemain senior dan Roland Halim, penyelenggara yang berharap gelar Indonesia Open bisa kembali diraih dan pemirsa puas baik di lapangan maupun lewat TV.

Menurutnya pula, Djarum Indonesia Open memadukan antara Sport dan Entertainment, menjadi Sportainment event. Setelah rangkaian program hari ini di Trans7 maupun sabtu malam di O’Channel, Djarum Indonesia Open akan menggelar Welcome Dinner pada 11 Juni dan pertandingan babak kualifikasi pada 12 Juni.

Axelsen pertama kali ke Jakarta

Juara Dunia Junior 2010, Viktor Axelsen akan menjajal pertama kali Istora Gelora Bung Karno pada Indonesia Open 2012 mendatang. Berdasarkan account twitternya @viktoraxelsen, pemuda 18 tahun ini mengatakan “Omw to Jakarta… Waiting for checkin at CPH-airport. Will be my first time in Indoensia, looking forward to that!!!” disertai hanstag #indonesiapss.

Axelsen yang meraih perunggu European Championship 2012 lalu ini akan berhadapan dengan pemain India, Ajay Jayaram. Jika menang, ia ditunggu pemenang antara Dionysius Hayom rumbaka atau unggulan keempat, Sho Sasaki dari Jepang.

Selain Axelsen, Tim Denmark lain yang membuat tweet mengenai Indonesia Open 2012 adalah Mathias Boe dan Jan O Jorgensen. Jorgensen, 2012 European Bronze Medalist membuat tweet bahwa ia tak sabar menunggu turnamen Indonesia Open di Istora Senayan ini. Berbeda dengan dua peraih perunggu European Championship, Juara Eropa 2012, Marc Zwiebler tak tampil di Jakarta maupun Singapura, hal ini dipastikan oleh tweet dari BadmintonEurope yang mengatakan bahwa Zwiebler mencancel partisipasinya di Indonesia karena mempersiapkan Olimpiade (like Lin Dan). Sedianya Zwiebler bertemu Hans Kristian Vithingus di babak pertama, namun karena cancel/withdrawn, Vithingus bisa mempersiapkan diri bertemu pemenang antara Lee Hyun Ill atau pemain dari Kualifikasi.

Mathias Boe, yang tahun lalu sempat membuat pernyataan bahwa Istora tak layak sebagai venue DIO kini membuat tweet bahwa ia menganggap bahwa Jakarta adalah favourite badminton place in the whole world. Tapi, ia menambahkan “forward 2 meet all the Indonesian Fans again.” belum menyinggung Istora. Di Indonesia Open, Boe yang berpasangan dengan Mogensen menjadi unggulan ketiga akan bertemu Tarun Kona-Arun Visnu asal India di babak pertama.

Masalah pendukung yang disebutkan Boe, memang publik Istora terkadang bimbang dengan siapa yang didukung. Terkadang banyak skenario seperti ini.

  • Jika ada Indonesia, pastilah Suporter mendukung Indonesia, tapi jika ketemu sang idola, aka Lee Yong Dae dkk nya yang ‘ganteng’, publik Istora selalu bertepuk tangan, jika pemain Indonesia atau Lee Yong Dae dkk itu menghasilkan poin, bimbang gak tuh… dua-duanya didukung
  • Kalo ada pemain lawan China, biasanya sang lawan yang didukung oleh publik Istora, tapi kalo China lawan Malaysia, biasanya Istora lebih mendukung China (apalagi pas issue Batik ama Ambalat lagi gaduh.. huh… parah abis ntar)

Debutan Hendra-Yonathan menjanjikan

Setelah ditinggal pasangannya, Alvent Yulianto Chandra dan Hendra Aprida Gunawan di turnamen Men’s Double Badminton Championship 2012 yang digelar oleh Candra Wijaya membawa pasangan masing-masing. Namun, Hendra lah yang mendapatkan lucky, dipasangkan dengan mantan pemain Pelatnas, Yonathan Suryatama Dasuki, Hendra-Yonathan yang akan bermain di Indonesia Open 2012 mendatang menjuarai turnamen tahunan itu.

Hendra-Yonathan yang tidak diunggulkan langsung mengalahkan unggulan 7 di babak pertama dan unggulan pertama di Final. Hendra-Yonathan juga diuntungkan atas kekalahan unggulan 2 Albert Saputra-Rizky Yanu Kresnayadi di babak kedua oleh pasangan Djarum, Kenas-Sigit. Berikut perjalanan Hendra-Yonathan menjadi juara Candra Wijaya Cup 2012.

  • R1 bt Ronald Alexander-Selvanus Geh [7] : 21-16, 19-21, 23-21.
  • R2 bt Paul Vivas-Ronel Estanislau : 21-9, 21-16
  • QF bt Kenas Adi Haryanto-Sigid Sudrajat : 21-18, 21-14
  • SF bt Hendri Setiawan-Ronald Susilo : 21-14, 21-19
  • Final bt Rian Sukmawan-Rendra Wijaya : 19-21, 21-13, 21-18

Tahun lalu, Alvent dan Hendra Aprida menjuarai turnamen ini dengan mengalahkan Luluk Hadiyanto-Rendra Wijaya dengan straight set 21-9 21-11. Alvent sendiri juga turut serta dalam turnamen ini berpasangan dengan Hendra Setiawan. Alvent-Hendra Setiawan mengalahkan Arya Maulana-Edi Subaktiar di babak pertama dan Ade Yusuf-Wahyu Nayaka di babak kedua dengan rubber set, namun di perempat final memutuskan walkover dan memberikan kemenangan bagi unggulan pertama, Renda Wijaya-Rian Sukmawan karena Alvent mengaku sakit leher sehingga tidak bisa bermain.

Hendra-Yonathan bermain di babak utama Indonesia Open dan bertemu pemenang dari babak kualifikasi di babak pertama nanti. Jika menang, mereka ditunggu pemenang antara Cai Yun-Fu Haifeng asal China dan Bodin Issara-Maneepong Jongjit asal Thailand. Ikutin terus berita dari duaribuan setiap petang, news dari duaribuan itu dedikasi untuk bulutangkis Indonesia, melihat bulutangkis dari sisi berbeda.

salam duaribuan…

Iklan