SportsMyriad : Indonesia Satu Perunggu

salam duaribuan…

Setelah situs www.simonspicks.com menulis mengenai prediksi Pemain Indonesia yang meraih emas di nomor ganda campuran, duaribuan menemukan situs lain yang memprediksi perolehan medali di Wembley Arena, bulan depan. Mau tahu situsnya?

Adalah SportsMyriad, situs yang menilik mengenai sepakbola dan olahraga yang termasuk dalam Olympic Sports, termasuk diantaranya Badminton. Khusus untuk Olimpiade 2012, situs yang telah dua tahun berdiri ini membuat tab khusus, yakni 2012 medal projection, termasuk membuat artikel-artikel mengenai prediksi medali di setiap cabang olahraga di London 2012 mendatang.

Untuk bulutangkis, SportsMyriad.com membuat artikel dengan link http://www.sportsmyriad.com/2011/02/2012-badminton-any-hope-for-europe dengan judul “2012 Badminton : Any hope for Europe?” yang ditulis lebih dari setahun yang lalu. Prediksi yang dilakukan SportsMyriad itu berdasarkan pencapaian di Beijing 2008 dan perjalanan bulutangkis sepanjang 2009 sampai awal 2011.

Dari Situs yang didirikan oleh orang Amerika Serikat itu, Indonesia diprediksi hanya membawa pulang 1 perunggu di nomor tunggal putra. Kala itu, Taufik Hidayat yang diprediksi membawa perunggu itu karena memang saat prediksi itu dibuat, Taufik masih bertengger di peringkat 3 BWF (sempat menjadi Runner Up di Malaysia Open 2011 kayaknya). Namun saat penutupan poin, Taufik finnish di peringkat 12, lebih jelek dibandingkan Denmark.

Tak ada Taufik, kini Simon mungkin bisa, namun rasanya sulit, salah satu dari keempat unggulan sudah menunggu Simon di Perempat Final jika Simon sampai di Perempat Final, kita hanya bisa berharap, Simon bisa dalam top performance nya, sehingga mampu mengalahkan pemain China. Menghadapi Lee Chong Wei, rasanya sulit, tapi tak ada yang tak mungkin, apalagi ada kabar bahwa dalam pemulihan cedera, Lee malah memaksakan melakukan latihan.

Sedangkan di nomor lain, SportsMyriad tak memprediksi medali untuk Indonesia, berikut Prediksi-prediksi medali di cabang olahraga bulutangkis :

  • MS : China, Malaysia, Indonesia
  • MD : South Korea, Denmark, China
  • WS : China, Denmark, China
  • WD : Chinese Taipei, China, Japan
  • XD :  China, Denmark, Great Britain

Dengan satu perunggu itu, Indonesia ditempatkan di peringkat 82 di medal standing prediksi SportsMyriad. Namun, prediksi itu berubah dalam waktu setahun. Kekuatan Taipei, Denmark dan Jepang menurun, terutama di sektor putrinya, meskipun harapan medali masih cukup besar bagi ketiga negara itu.

duaribuan sendiri mencoba menganalisa prediksi medali di Bulutangkis. Berikut prediksi dari duaribuan :

  • MS : Lin Dan [CHN], Lee Chong Wei [MAS], Chen Long [CHN]
  • MD : Jung Jae Sung-Lee Yong Dae [KOR], Cai Yun-Fu Haifeng [CHN], Mathias Boe-Carsten Mogensen [DEN]
  • WS : Wang Yihan [CHN], Wang Xin [CHN], Sung Ji Hyun [KOR]
  • WD : Wang Xiaoli-Yu Yang [CHN], Tian Qing-Zhao Yunlei [CHN], Ha Jung Eun-Kim Min Jung [KOR]
  • XD : Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [INA], Zhang Nan-Zhao Yunlei [CHN], Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen [DEN]

Meskipun prediksi, tetapi melihat peta kekuatan saat ini, China, Malaysia, Denmark, Korea dan Indonesia mendominasi bulutangkis di berbagai nomor. Jadi, berdasarkan situs www.sportsmyriad.com itu, kita bisa mengambil pelajaran bahwa dalam waktu setahun, seseorang yang bukan apa-apa bisa menjadi orang yang paling diharapkan.

Bu Rita pun mengakui

Rita Subowo, Ketua Komite Olimpiade Indonesia mengakui bahwa penurunan prestasi cabang olahraga Olimpiade membuat Tim Indonesia yang dikirim ke London lebih sedikit dibandingkan kontingen pada Beijing 2008 lalu. Di Beijing, Indonesia mengirim 24 atlet, namun dalam kurun waktu empat tahun, Indonesia kini hanya akan mengirim 17 atlet ke London.

Jumlah itu merupakan urutan ketiga di kawasan Asia Tenggara, Thailand mengirim 33 atlet dan Malaysia mengirim 28 atlet. Mereka fokus di olympic sport, sedangkan gelar Juara Umum SEA Games yang didapatkan Indonesia, banyak berasal dari non Olympic sport. Rita Subowo menambahkan bahwa kita harus fokus pada cabang unggulan, mumpung masih ada waktu. Tentunya ini juga harus diiringi dengan adanya sarana yang baik, begitu juga pembiayaan yang penting.

Memang Sepakbola adalah Olympic sport, namun bukan Unggulan Indonesia di Olimpiade, seharusnya dana-dana yang dibuang untuk menggelar Konggres Luar biasa PSSI yang berakhir deadlock itu bisa dialihkan ke cabang unggulan Indonesia, Bulutangkis atau Angkat Besi untuk mengirim atlet ke turnamen Internasional agar jam terbangnya bisa tinggi.

Untuk empat tahun pasca 2012 ini, Indonesia harus memaksimalkan di cabang-cabang dimana Indonesia berhasil mendulang medali di Olimpiade, bukan SEA Games, karena jika berhasil mendulang medali di Olimpiade, multievent dibawahnya pasti akan mengikuti. Cabor itu seperti Bulutangkis, Angkat Besi, Panahan, Anggar dan Atletik. Memang diantara semuanya, yang cocok untuk masyarakat sekaligus sesuai dengan televisi adalah Bulutangkis. Sepakbola memang cocok untuk masyarakat dan sangat sesuai dengan televisi, namun Sepakbola bukan cabang unggulan Indonesia untuk saat ini.

Memang jika kita terlalu memihak beberapa cabor, terlihat diskriminasi kepada cabor lain, namun jika tidak begitu, mau kah kita hanya menjadi bangsa penonton ??

Dua Petenis pastikan jadi Flag Bearers di London

Dua Petenis ATP yang menduduki peringkat 1 dan 2 akan menjadi flag bearers di Opening Ceremony 2012 Summer Olympic, mereka adalah Rafael Nadal dan Novac Djokovic. Rafael membawa bendera Spanyol sedangkan Novac Djokovic membawa bendera Serbia. Nadal yang menyumbangkan satu emas bagi Spanyol di Beijing 2008 dan tahun ini bertekad mempertahankan kembali medali emas itu.

Namun, Petenis nomor 1 dunia, Novac Djokovic akan mencoba merebut emas itu, setelah di tahun 2008 ia dikalahkan di Semifinal oleh Nadal, namun berhasil medali perunggu di Bronze Medal Match mengalahkan James Blake.

Bagi Petenis profesional, emas Olimpiade bukan merupakan tujuan utama, berbeda dengan bulutangkis dimana Bulutangkis Olimpiade menjadi turnamen tertinggi dan paling prestisius. Bagi Tennis, gelar Grand Slam merupakan gelar paling bergengsi, karena gelar itu menyumbangkan jumlah hadiah yang besar, lebih besar dibandingkan turnamen Korea Open yang menghadiahkan USD 1 juta.

Selain Djokovic dan Nadal, beberapa negara juga telah memutuskan flag bearersnya, yakni sebagai berikut.

  • Mexico : Maria Espinoza (Taekwondo)
  • Italia : Valentina Vezzali (Anggar)
  • Perancis : Laura Flessel (Anggar)
  • Kamerun : Annabelle Laure Ali (Gulat)
  • Bahrain : Azza Al Qasmi (Menembak)

Adcock : Menang di Jakarta, Mampu dimana saja

London 2012 Olympics: Chris Adcock and Imogen Bankier go for badminton gold

Pebulutangkis spesialis ganda, Chris Adcock yang bersama Imogen Bankier akan berlaga di Wembley Arena musim panas ini mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai Djarum Indonesia Open 2012 yang akan diikutinya pekan depan. Adcock mengatakan, If you can compete there at that level, then you can play anywhere”, yang berarti bahwa jika kita bisa menang di turnamen itu, berarti kamu bisa menang dimanapun.

Selain itu, Adcock juga mengatakan bahwa “It is nothing like you have ever imagined, The noise is constant”, yang berarti bahwa ia menunjukkan bahwa atmosfer Jakarta berbeda, kebisingan adalah nyata dan selalu ada (konstan). Menurut Adcock, Istora Senayan Jakarta merupakan atmosfer terbaik dalam dunia olahraga. Adcock mengatakan lewat account twitternya bahwa ia akan berangkat ke Jakarta akhir pekan ini.

Memang Indonesia Open 2012 ini berstatus Premier, yang menandakan bahwa turnamen ini wajib diikuti oleh seluruh pebulutangkis papan atas di Ranking BWF, sama seperti Olimpiade, jadi menang disini memang bisa menang dimanapun. Jika Tontowi-Liliyana bisa menang di All England (yang juga Premier), semoga juga bisa menang di Indonesia, Singapura dan Olimpiade, 3 target ganda campuran Indonesia itu tahun ini.

Adcock-Bankier akan mengawali laga di Indonesia Open melawan Juara Dunia Zhang Nan-Zhao Yunlei, ini merupakan pertemuan ketiga mereka tahun ini. Di dua pertemuan sebelumnya, Adcock-Bankier menang.

Siaran Televisi Djarum Indonesia Open 2012

Djarum Indonesia Open akan dimulai 12-17 Juni mendatang, dan Indonesia merupakan tempat penyelenggaraan terbaik untuk bulutangkis, selain karena atmosfer penonton yang nyata dan bisa memberi semangat, bahkan tekanan pada atlet yang berlaga, Indonesia Open juga disiarkan di Televisi, yakni Trans7 yang akan menjadi partner di DIO 2012.

Turnamen Djarum Indonesia Open 2012 akan disiarkan pada tanggal 14 sampai 17 Juni 2012 di Trans7, yakni dengan jadwal sebagai berikut :

  • Round of 16 (14 June – 12.30 WIB)
  • Quarterfinals (15 June – 13.30 WIB)
  • Semifinals (16 June – 14.30 WIB)
  • Finals (17 June – 12.00 WIB)

Djarum Indonesia Open akan berusaha untuk bersaing dengan tayangan ‘Sportakuler RCTI’ mengenai EURO yang akan digelar 8 Juni – 1 Juli, dan Indonesia Open digelar diantara tanggal-tanggal itu. Sportakuler itu akan ditandingi oleh ‘Sportakuler O’Channel Jakarta’. Sportakuler O’Channel akan hadir 9 dan 16 Juni 2012 pukul 19.00 WIB dengan tajuk Semangat Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2012. Sportakuler adalah program yang menyajikan ragam informasi terkini dari dunia olahraga kepada warga Jakarta. Dipandu host Girindra Kara selama 30 menit, acara ini nantinya akan berisi seputar persiapan para atlet bulutangkis yang akan berlaga di Indonesia Open.

Acara ini juga akan dilengkapi komentar Djoko Santoso dan bagaimana seorang Mario Lawalata menunjukan apresiasi nya dalam mendukung atlet-atlet Indonesia di Indonesia Open. Tanggal 9 mungkin akan menayangkan mengenai persiapan dan berbagai kegiatan pendukung acara (Celebrity Smash, Badminton Freak dan Matrix Badminton) dan tanggal 16 akan dipertontonkan kilasan pertandingan dan prediksi Final.

Semoga tak ada ‘Chinese retirement’

Mengenai Retirement Pemain, hemh.. Menjelang Olimpiade, ada sinyal tidak baik dari China, selain tidak ikutnya Lin Dan dengan kedok mempersiapkan Olimpiade, mungkin tak tampil entah karena alergi panasnya Jakarta sampai bisingnya Istora.

Meski pebulutangkis China lain tampil di Jakarta dengan kekuatan penuh, belum tentu mereka akan sapu bersih medali seperti Kejuaraan Dunia 2011. Bukan karena pemain negara lain yang bertambah kuat, tetapi ada strategi Li Yongbo “Menghindari Pemain Potensial Peraih Medali sebelum Olimpiade”.

Maksudnya adalah, Tim China membuat lawan-lawan yang dianggap potensial meraih medali, seperti Tontowi-Liliyana atau Jung-Lee untuk meraih kemenangan di Jakarta dengan cara pemain China melakukan retirement, sehingga jika China tak akan bertemu pemain itu sebelum di Olimpiade. Strategi itu sekaligus bisa menghemat energi. Semoga tak ada atlet China yang retirement dan menunjukkan permainan aslinya, sehingga siapa yang menjadi Juara Indonesia Open menunjukkan siapa yang akan berpeluang di Olimpiade…

salam duaribuan…

Iklan