Tommy batal tampil di Bangkok

salam duaribuan…

Pebulutangkis tunggal putra Tommy Sugiarto tidak jadi tampil di turnamen Thailand Open GP Gold 2012. Putra Juara Dunia 1983, Icuk Sugiarto itu tidak jadi tampil karena baru usai terkena virus di matanya. Tidak tampilnya Tommy membuat Indonesia menumpu harapan pada Sony Dwi Kuncoro dan Alamsyah Yunus, setelah pebulutangkis muda Indonesia di nomor tunggal putra banyak yang tersingkir.

Virus yang mengenai mata Tommy itu membuat kedua bola mata nya merah dan sedikit membengkak, bahkan menurut Tommy terasa sakit, sehingga saat penampilannya di Piala Thomas 2012 lalu tidak maksimal, itu pula yang menyebabkan ia tak ditampilkan saat melawan Takuma Ueda di Perempat Final Piala Thomas yang berakhir dengan kekalahan Indonesia 2-3 atas Jepang.

Di Piala Thomas 2012, Tommy hanya diturunkan sekali, yakni melawan Chen Long di penyisihan Grup A yang berakhir dengan kemenangan Chen Long 21-12, 21-16. Pertemuan terakhir mereka terjadi di All England lalu, dimana Tommy mampu meraih set pertama 21-18, dibalas Chen Long 21-16 namun cedera yang menimpanya saat itu membuatnya memutuskan retired di set ketiga.

Tommy yang bukan pemain Pelatnas memiliki tempat latihan pribadi di kawasan Cisaat, Sukabumi setelah terkena virus itu, sekembalinya ke Jakarta ia melakukan pemulihan dan memilih tidak jadi ikut serta dalam Thailand Open GP Gold 2012. Tommy yang diunggulkan di tempat kedua itu seharusnya menghadapi Jan Frohlich dari Ceko.

Meski tak tampil di Bangkok, Semifinalis Jerman Open 2012 itu akan mengikuti Djarum Indonesia Open 2012 pada 12-17 Juni 2012. Di Jakarta, ia akan menghadapi Finalis Australia Open 2012, Nguyen Tienh Minh asal Vietnam.

Bukan Hanya Tommy

Empat Pebulutangkis Malaysia memutuskan untuk tidak tampil di turnamen Thailand Open GP Gold 2012 mengikuti jejak Tommy Sugiarto. Empat Pebulutangkis Malaysia itu adalah 2003 All England Champion Muhammad Hafiz Hashim, 2011 World Junior Champion Zulfadli Zulkifli serta pasangan ganda putri Mei Kuan Chow-Lee Meng Yean.

Selain mereka, juga ada nama Anu Nieminen, pebulutangkis Finlandia yang batal tampil, jika ia tampil, seharusnya ia bertemu unggulan keempat asal India, PV Shindu di babak pertama.

Ketidakhadiran Boy’s single World Junior Champion itu diikuti kekalahan 3 juara Dunia di nomor ganda, yakni Nelson Wei Keat Heg-Teo Ee Yi [MD], Lee So Hee-Shin Seung Chan [WD] dan Alfian Eko Prasetyo-Gloria Emmanuelle Widjaja [XD].

Ganda Putra asal Malaysia itu kalah di babak pertama oleh pasangan Taipei Liao Min Chun-Huang Po Jui dengan 15-21, 21-19, 22-24. Lee-Shin dikalahkan oleh Ganda Putri Indonesia Imawan Gebby Ristiyani-Nuraidah Tiara Rosalia juga dengan pertandingan ketat 21-16, 19-21, 20-22. XD World Junior Champion, Alfian Eko Prasetya-Gloria Emmanuelle Widjaja dikalahkan ganda Taipei Liao Min Chun-Chen Hsiao Huan dengan 21-14, 18-21, 16-21.

Sementara Juara Dunia Junior yang tersisa adalah Ratchanok Intanon yang di babak pertama mengalahkan Yin Fun Lim dengan 21-5, 21-14 dan dijadwalkan bertemu pemain China, Xue Yao  di babak kedua, Kamis ini.

3 kali sehari buat Tang Jinhua

Pemain ganda putri dan ganda campuran, Tang Jinhua yang meraih gelar China Master bersama Huan Xia, melakukan 3 pertandingan resmi dalam satu hari, yakni Kamis ini. Tang bermain di 2 nomor, ganda putri (bersama Huan Xia) dan ganda campuran (Tao Jiaming).

Kamis ini dipertandingkan babak pertama dan babak kedua untuk nomor ganda putri dan ganda putra, babak kedua untuk nomor ganda campuran dan tunggal putri serta babak ketiga untuk nomor tunggal putra.

Karena bermain di 2 nomor (WD-XD), Tang Jinhua pun melakoni 3 pertandingan, dua kali di ganda putri (babak pertama-babak kedua) dan sekali di nomor ganda campuran (babak kedua). Pertandingan pertama Tang Jinhua di WD Round 1 dimulai 09.00 waktu Thailand, disusul pertandingan kedua di XD Round 2 pada 14.30 waktu Thailand dan terakhir di WD Round 2 pada 19.10 Waktu Thailand. Dalam keadaan seperti itu, seberapa besar stamina dari Tang Jinhua?

Memang, nomor ganda tidak terlalu banyak menguras tenaga karena sedikit sekali terjadi reli-reli panjang karena reli-reli itu biasanya terjadi di nomor tunggal, itu pula yang menyebabkan tunggal putri kita terkadang kehabisan tenaga saat berlatih. Namun, setelah dilatih Wong Tat Meng dan Li Mao di Pelatnas, Firdasari mengaku memiliki stamina lebih baik. Dari pengamatan di lapangan, saat belatih sektor tunggal memakai rompi pemberat, seperti yang pernah terlihat di Pelatnas China.

Hemh.. Kita tak tahu seefektif apa itu rompi, tetapi Wong Tat Meng mungkin keluar, sedangkan Li Mao kini tinggal menunggu waktu. Seharusnya para legenda yang menuntut itu bisa lebih sabar untuk melihat perkembangan tunggal-tunggal kita itu, apalagi ada trend positif dari Sony dan Simon, meski mental Hayom tidak lebih baik dari Tommy yang ada di luar Pelatnas. Lalu ada juga Firdasari, yang kemarin punya mental bagus, kalah di poin kritis saat set kedua melawan Eriko Hirose, Firda tidak kehabisan tenaga dan berbalik menang di set penentuan.

Tampilan baru, harus Rubber untuk Menang

Empat kali Juara Dunia, Lin Dan yang memutuskan tampil di Bangkok namun absen di Jakarta memiliki tampilan baru saat melakoni laga di Thailand Open 2012. Dengan tatanan rambut baru berwarna cokelat kemerahan, Lin Dan tampil trendy setelah kemenangan di Piala Thomas 2012 lalu.

Mengawali laga di hari Rabu, ia melawan pebulutangkis muda Korea yang tinggi, bernama Ha Young Woong. Lawan Ha, Lin Dan harus melakoni rubber set. Di set pertama, Ha melakukan tekanan terhadap Lin Dan dan akhirnya menang 21-19. Di gim kedua, Lin menang mudah 21-8. Di Set penentuan, terjadi poin ketat, namun setelah istirahat interval set ketiga, Lin melaju terus dan menang 21-15 sekaligus mengamankan tempatnya di Bangkok.

Menurut Lin, kekalahannya di set pertama karena kelelahan yang menimpanya pasca Piala Thomas 2012 lalu, dipadukan dengan terlambatnya ia sampai di Bangkok dan menyebabkan ia telat beradabtasi dengan hawa panas Ibukota Thailand itu. Mungkin Lin Dan masih membuat prestis turnamen ini tinggi, padahal ini hanya berlevel Superseries, mungkinkah ada kong kali kong antara Lin Dan dan pihak penyelenggara Thailand Open, dimana mungkin pihak penyelenggara bersedia menanggung rugi dari denda yang akan diberikan BWF kepada Lin Dan karena tak tampil di Jakarta.

Nyaris kalahnya Lin Dan itu, tidak diikuti oleh pemain-pemain unggulan yang harus angkat koper dari Bangkok. Mereka adalah Pablo Abian [SPA/3], Kevin Cordon [GUA/5], Jepang Takuma Ueda [JPN/10] dan Tanongsak Saensomboonsuk [THA/11] di babak pertama diikuti Chong Wei Feng [MAS/8] dan Brize Leverdez [FRA/9] tewas di babak kedua.

Rubber juga dialami Saina Nehwal, menghadapi pebulutangkis berbakat tuan rumah, Nichaon Jindapon, Saina harus rubber 21-13, 16-21, 21-15. Menurut Saina, senjata ampuh Jindapon adalah backhand nya yang mematikan. Busanan Ongbumrungpan, masih belia, kini mungkin akan segera bergabung dengan Tim utama Thailand (berisi pemain muda semua > Ratchanok, Porntip, Nichaon) untuk mengisi nomor tunggal.

Pasca memenangkan Malaysia GPG 2012 lalu, Thailand kini menjadi perhatian bulutangkis dunia, setelah Porntip menjadi tunggal putri yang memberikan gelar Superseries pertama bagi Thailand di India Open 2011 lalu, Bodin Issara-Maneepong Jongjit menjadi Juara di India Open 2012 serta Tim Uber Thailand yang menembus empat besar.

Mana yang naik, mana yang turun?

Menilik turnamen Indonesia Open yang akan memasuki tahun keduanya di 2012 ini? Bagaimana kah nasib Indonesia Open 2014 mendatang?

Setelah diluncurkan 2007 lalu, BWF Superseries menjadi tour yang efektif meningkatkan promosi bulutangkis di tingkat dunia. terobosan 2011 dimana dipilih 5 diantara 12 tour BWF Superseries menjadi premier title itu kini menjadikan turnamen kelas Premier banjir pebulutangkis papan atas karena wajib hadirnya pemain Top 10.

Namun, BWF juga memutuskan untuk melakukan evaluasi terhadap bulutangkis setiap 3 tahun. Jadi, tahun 2014 mendatang, BWF akan mengevaluasi setiap tingkat dari turnamen BWF Superseries. Apakah status premier tetap bertahan atau turun ke level Superseries, seperti yang terjadi di Swiss Open yang turun ke level Grand Prix Gold.

Djarum Indonesia Open sendiri telah menjadi salah satu turnamen dengan penyelenggaraan terbaik dan tahun ini pihak panitia menjanjian untuk lebih baik dari tahun lalu. Selain bertambahnya total hadiah menjadi USD 650.000, penonton pun akan mendapat hiburan tersendiri yang pada umumnya jarang didapat di turnamen-turnamen lain di dunia.

Berbagai sarana hiburan dan informasi seperti entertainment booth, face painting, permainan-permainan bertema bulu tangkis, booth foto bersama atlet bulu tangkis dunia dengan teknologi Augmented Reality, stand bazaar merchadise DIO, serta tersedianya LED TV raksasa berukuran 8×6 meter yang menayangkan siaran pertandingan yang dikemas dalam Badminton Heroes Arena tahun 2012 ini. Ada juga Booth yang akan menyediakan informasi pada layar dengan teknologi touch screen yang berisi seputar pertandingan, profil pemain, peta venue, dan lain sebagainya.

Media yang diperkirakan akan membanjiri turnamen ini pun akan mendapat support guna melancarkan kegiatan peliputan acara ini. Sejumlah keperluan disediakan panitia, seperti media center, mixed zone (area interview atlet) serta ruangan konferensi pers telah disiapkan panitia. Bahkan, penerjemah para atlet asal China, Korea dan Jepang juga disediakan oleh pihak panitia.

Dengan semua itu, masih pantas turnamen Indonesia Open berstatus Premier title, sedangkan mungkin beberapa turnamen seperti Thailand Open dan Russia Open dinaikkan ke level Superseries menggantikan France Open dan India Open, karena memang Thailand dan Rusia kini menjadi negara kuat baru yang mulai menggebrak bulutangkis dunia. Dan meski France Open masih memiliki Pi Hongyan, namun pemain perancis dibawah Pi masih tergolong sedikit. India Open juga sering membuat cemas, karena selain pemain China yang tidak suka datang ke India ini dengan berbagai alasan, termasuk makanan yang tidak cocok atau mungkin seperti kasus ancaman teror di Hyderabad, saat Kejuaraan Dunia 2009 lalu.

Rusia kini menjadi negara baru yang kuat, selain mampu menembus Top 10 World Team Ranking, Presiden Rusia Dimitry Medvedev pernah mempromosikan bulutangkis lewat blog pribadinya, menunjukkan bulutangkis memiliki arti bagi orang pertama di Rusia itu. Masalah Thailand, selain sukses menjadi Semifinalis Uber lalu, ancaman juga bagi seluruh bulutangkis dunia, pasalnya Ratchanok Intanon, sepertinya masih punya lebih dari 12 tahun untuk berkiprah di Bulutangkis dunia, ia mungkin menjadi pemain termuda yang akan berlaga di Wembley Arena (kayaknya 17 tahun).

Itu hanya sebuah opini… tanggapan bagi anda, duaribuan bakal updet berita bulutangkis di sore hari, insyallah…

salam duaribuan…

Iklan