Battle on this Summer

salam duaribuan…

Wembley Arena bakal jadi perhatian para pecinta bulutangkis di seluruh dunia Juli-Agustus mendatang, gelar tertinggi yang akan diperebutkan oleh pebulutangkis adalah medali emas Olimpiade. Target 3 emas dari pemerintah, dimana dua diantaranya adalah dari bulutangkis memang rasanya berat tahun ini, tapi kita harus tetap optimis, tradisi medali emas Bulutangkis Olimpiade dipertahankan.

Kumandang Indonesia Raya di Barcelona, Spanyol tahun 1992 mengawali tonggak sejarah baru, dimana Bendera Indonesia berhasil dinaikkan di puncak, dimana kala itu berdampingan dengan Bendera Korea dan China. Susi Susanti lah, wanita yang pertama kali menangis bahagia meraih emas Olimpiade pertama bagi Indonesia di Olimpiade, pesta olahraga tertinggi dan paling bergengsi.

Bulutangkis juga lah, cabang olahraga yang tidak populer, kini berusaha tetap eksis di kancah Olimpiade. Juli ini, nasib Bulutangkis Olimpiade akan dipertaruhkan, karena sebelum digelar Olimpiade, IOC akan melakukan pemilihan member baru, dimana salah satu calonnya adalah mantan legenda bulutangkis asal China, Li Lingwei (gambar).

Tahun 2012 ini, Komite Olimpiade Internasional (IOC) tahun ini memilih 5 calon/nominasi untuk member IOC yang baru, yakni :

  1. Pierre-Olivier Beckers (Ketua Komite Olimpiade Belgia)
  2. Frank Fredericks (Ketua Komisi Atlet di IOC saat ini)
  3. Aicha Garad Ali (Ketua Komite Olahraga dan Olimpiade Djibouti)
  4. Lingwei Li (Juara Dunia BWF)
  5. Tsunekazu Takeda (Presiden Komite Olimpiade Jepang)

Li Lingwei adalah pemain bulutangkis China di era sebelum tahun 1990an. Dia pernah menjuarai Juara Dunia untuk nomor tunggal putri di tahun 1983 dan 1989 serta di nomor ganda putri tahun 1985. Hebatnya, Li pernah meraih 2 medali perak Kejuaraan Dunia 1987 di dua nomor berbeda, tunggal dan ganda putri (dengan Han Aiping).

Li Lingwei pernah melatih Bulutangkis China namun memilih mundur karena tidak sependapat dengan Li Yong Bo dan memilih ke bagian berbeda dan akhirnya terjun ke dunia diplomasi olahraga. Rekan Li, yakni Li Mao memilih melatih di luar negeri.

Tahukah hingga kini, Li Ling Wei dan Li Yong Bo masih tidak sepakat di beberapa hal. Sebagai pelatih, memang Li Yongbo sudah melakukan hal yang benar, namun terlalu dominannya China membuat geram Li Lingwei. Lingwei menganggap bahwa China harus membantu negara-negara lain untuk mempromosikan olahraga ini.

Salah satu cara bantuan yang dapat dilakukan China menurut Lingwei ialah dengan mengizinkan para pemain terkemuka pergi ke luar negeri untuk bermain dan melatih pada akhir karir mereka, seperti yang dilakukan Zhou Mi, Xu Huawen, Jie Yao sampai Wang Chen. Tetapi, beberapa pemain yang berharap melakukan hal ini telah dituduh sebagai “pengkhianat” (kita tahu lah, Li Yong bo pernah menuduh Zhou Mi tidak nasionalis).

Li Lingwei pernah menjadi Anggota BWF dan berkontribusi tinggi terhadap Bulutangkis, yakni meluncurkan Superseries, rangkaian tour BWF menyerupai tour Grand Slam Tennis untuk mempromosikan bulutangkis ke dunia.

Kita tentu berharap masuknya Li Lingwei menjadi anggota baru Komite Olimpiade Internasional, yang mungkin mengawali asa mempertahankan Bulutangkis Olimpiade hingga 2020 (karena memang jabatan 4 tahun ini (2012-2016) akan banyak memperdebatkan mengenai Tuan Rumah Olimpiade 2020-2024 sampai cabor Olahraga. Jika Bulutangkis tetap di pertahankan di Olimpiade, rasanya Bulutangkis masih tetap bergengsi, dengan catatan, jangan ada salah satu negara yang dominan.

Robertson on 25 July

Pasca mengumumkan untuk gantung raket, Robertson akan menjadi magnet bulutangkis di Wembley Arena, Juli-Agustus Mendatang. Ia akan disibukkan dengan para media dari seluruh dunia, yang pasti akan mencari-cari Juara Dunia 2006 itu, meski tak akan tampil sebagai pemain. Dedikasinya diakui oleh Inggris, setelah ia dinobatkan sebagai flag bearers di Commonwealth Games 2010, bukan main-main kala itu ia menyumbang dua perak, di nomor ganda putra dan ganda campuran.

Pasti anda bertanya-tanya, why Robertson? Ia pernah membuat Bulutangkis Eropa, terutama Britania Raya diakui di kancah dunia, mendobrak perbulutangkisan yang didominasi Asia, meraih medali perak di kancah sebesar Olimpiade. Bersama Emms, mereka satu dari ketujuh wakil Eropa yang pernah meraih medali di Olimpiade setelah Thomas Lauridsen (DEN-Bronze-MS 1992), Poul Erik (DEN-Gold-MS 1996), Camilla Martin (DEN-Silver-WS 2000), Simon Archer-Joanne Goode (GBR-Bronze-XD 2000),Mia Audina (NED-Silver-WS 2004) dan Jens Eriksen-Mette Schjoldager (DEN-Bronze-XD 2004).

Di London 2012, Ia akan membawa obor Olimpiade pada 25 Juli, dua hari jelang pembukaan turnamen terbesar di dunia, Olimpiade. ia akan membawa obor Olimpiade sampai The London Borough of Brent.

Menyinggung soal gantung raket, Nathan mengungkapkan untuk retired lewat account jejaring sosial twitter miliknya, kalo tak salah @Nath_Robertson, “So I can now officially say. I AM RETIRED…. Thank you to everyone who supported and helped me throughout my entire career.” Ungkap Nathan. Kita patut mengapresiasi Nathan Robertson, legenda Eropa dan Dunia.

Zheng Bo get nerfous

Zheng Bo-Gao Ling, mendengar kata itu, kalian pasti teringat duet yang berakhir antiklimaks, dimana Zheng-Gao tersingkir di babak awal Olimpiade Beijing 2008. Unggul jauh 17-12 di gim penentuan, Zheng-Gao tak berkutik, 17-17, 17-19, 19-21, Zheng Bo-Gao Ling tewas, padahal statusnya unggulan kedua.

Tahukah anda, bagaimana pernyataan Zheng Bo, ini dia katanya : “Ya, agak cemas dalam babak terakhir, karena pada awalnya masih unggul, namun kurang siap terhadap kesulitan, mungkin karena berkeinginan keras untuk mencapai menang, jadi malah tidak sabar dan akhirnya kalah”.

Tahukah anda, apa kata komentatornya dalam bahasa Inggris mengenai pasangan China ini? mengenai Gao Ling, komentator memuji Gao yang hingga kini masih menjadi peraih medali terbanyak di cabor Bulutangkis Olimpiade, dengan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu hingga dijuluki Double Maestro. Sedangkan mengenai Zheng Bo, he get nerfous….. Karena ini kali pertama ia tampil di ajang Olimpiade, apalagi banyak tekanan dari dalam negeri (China tuan rumah).

Mengenai nerfous, masihkah ada harapan buat Tontowi Ahmad? Ini adalah kali pertama ia mengikuti Olimpiade, apakah situasi Zheng Bo akan menimpa Tontowi Ahmad?? Ini ulasannya.

  1. Tontowi Ahmad, sempat dibuat panik saat dalam keadaan tertinggal dan dibawah tekanan, apalagi Liliyana Natsir yang memiliki sikap ‘anak muda’ seperti Owi, sering ikut panik (tidak seperti Nova-Liliyana yang beda usia), sehingga kadang kalah…
  2. Leading adalah kunci pasangan ini, jika mereka leading di awal, biasanya mulus untuk memenangkan set tersebut. Permainan akan terlihat pasca interval set, karena jika mereka tertinggal, dipastikan Owi-Butet biasanya kalah di set itu.
  3. Mengingat penampilan All England lalu, Owi bisa mengimbangi Liliyana, padahal itu adalah gelar Premier pertama mereka, modal di Birmingham itu bisa dibawa sampai ke London.
  4. Tontowi Ahmad memang tipe orang yang tidak pantang menyerah dalam hal mental, kalah di turnamen sebelumnya, ia bersama Butet bisa menjuarai turnamen selanjutnya, ini sangat bagus, karena sebelum Olimpiade masih ada Indonesia dan Singapura Terbuka, yang jika mereka kalah (amit-amit), semoga tidak berimbas ke Olimpiade.

Dan, hemh, menyinggung All England, ada yang tidak enak mengenai kaitan All England dan Olimpiade di tahun yang sama. Memang sudah sering dibahas, tapi kini duaribuan mencoba mengurek-urek sampai mana Juara All England di Olimpiade, atau Juara Olimpiade di All England pada tahun yang sama. Khusus untuk nomor ganda campuran, karena memang Indonesia mengandalkan nomor ini untuk mempertahankan tradisi emas.

All England-Olympic 1996

Kita tidak memulai dari 1992, karena tahun itu nomor ganda campuran tidak dipertandingkan di Olimpiade, tetapi Juara All England nomor ganda campuran kala itu adalah Thomas Lund-Pernille Dupont [DEN]. Tahun 1996, Park Jo Bong-Ra Kyung Min menjuarai All England, mengalahkan Simon Archer-Julie Bradbury. Namun, Park-Ra gagal di Final Olimpiade, dikalahkan Kim Dong Moon-Gil Yung Ah yang memenangkan rubber set 13-15, 15-4, 15-12.

All England-Olympic 2000

Zhang Jun-Gao Ling memenangkan Olimpiade 2000 lewat perjuangan berat. Tidak diunggulkan, mereka malah mengalahkan Juara All England 2000 di babak Perempat Final Olimpiade, Kim Dong Moon-Ra Kyung Min dengan skor 15-11, 15-1. Kemenangan atas Kim-Ra itu meningkatkan kepercayadirian Zhang-Gao, mereka menuntaskan Pasangan Indonesia unggulan pertama, Tri Kusheryanto-Minarti Timur di Final Olimpiade dengan 1-15, 15-13, 15-11.

Di All England 2000, Zhang Jun-Gao Ling kalah di Perempat Final, uniknya oleh Kim Dong Moon-Ra Kyung Min dengan skor yang cukup telak 15-5, 15-3. Apakah ada, salah satu dari pasangan yang kalah di Perempat Finalis All England akan menjadi Juara Olimpiade? >> Adock-Bankier [GBR], Fischer Nielsen-Pedersen [DEN] atau Nikolaenko-Sorokina [RUS]??

All England-Olympic 2004

Zhang Jun-Gao Ling mendapatkan lucky kedua, menjadi unggulan kedua di Olimpiade, mereka mulus ke Final, bertemu Nathan robertson-Gail Emms, mereka menang 15-1, 12-15, 15-12. Sementara sang Juara All England, Kim Dong Moon-Ra Kyung Min kembali terhenti di Perempat Final Olimpiade, kalah oleh Jonas Rassmusen-Rieke Olsen dari Denmark.

Zhang Jun-Gao Ling kalah di Babak kedua All England, oleh Tsai Chia Hsin-Cheng Wen Hsing [TPE] dengan skor ketat 6-15, 16-17, 14-17. Apakah pasangan yang kalah di All England Round 2 lalu menjadi Jawara All England?? >> saya rasa tidak, karena hanya Chen Hung Ling-Cheng Wen Hsing dan Shoji Sato-Shizuka Matsuo yang ke London, dan mereka sepertinya tak berpotensi meraih medali.

All England-Olympic 2008

Jawara All England 2008 terhenti di babak awal Olimpiade, yakni Zheng Bo-Gao Ling. Mereka kalah dari Emms-Robertson 21-16, 16-21, 21-19. Sementara Juara Olimpiade, Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung di All England terhenti di Perempat Final.

Diuntungkan karena kekalahan Zheng-Gao di Babak awal, Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung yang berada di bottom half, mudah melaju ke Final, dan berhasil mengalahkan Nova Widianto-Liliyana Natsir di Final Olimpiade 21-11, 21-17.

Di All England 2008, Duo Lee dikalahkan Zheng Bo-Gao Ling rubber set 21-18, 13-21, 21-12. Akankah Perempat Finalis All England menjadi Juara Olimpiade? >> Adock-Bankier [GBR], Fischer Nielsen-Pedersen [DEN] atau Nikolaenko-Sorokina [RUS]?? Ayo berdoa untuk tradisi medali emas Olimpiade 2012 ini, dan semoga fenomena kekalahan Jawara All England di Olimpiade berakhir tahun 2012 dengan kemenangan Tontowi-Liliyana di Gold Medal Match XD Olympic 2012 pada 3 Agustus 2012.

Kabar dari Wembley Arena

duaribuan membawakan beberapa kabar mengenai partisipasi atlet di Bulutangkis Olimpiade tahun ini. Memang ajang ini disapu bersih tanpa adanya penggantian di double event, namun di single event, banyak sekali NOC yang melakukan penggantian atlet yang terkualifikasi ke London, kebanyakan dari wildcard, seperti berikut.

  1. Setelah tak ikut Olimpiade 2008, Eric Pang kembali decline alias menolak tampil di Olimpiade 2012. Entah karena kontingen Belanda dirasa sudah terlalu banyak (173) sehingga hanya memilih orang yang potensial meraih medali, Tunggal Putri mereka, Jie Yao tampil di London.
  2. James Eunson dari New Zealand, digantikan oleh Luke Chong yang kini menjadi presentasi alias wakil regional asal Oceania. Luke sendiri bukan berasal dari NZL, tetapi Australia, dia berperingkat 136 BWF.
  3. 30 Mei lalu, China telah mengkonfirmasi 3 pemain papan atasnya, Wang Yihan, Wang Shixian dan Wang Xin untuk maju ke London, tetapi Li Xuerui yang menduduki peringkat 4 dapat lolos apabila ada salah satu dari Trio Wang yang memutuskan withdrawal.
  4. Adrianti Firdasari menggantikan Maria Febe Kusumastuti untuk menjadi wakil Indonesia di Olimpiade London 2012.
  5. Jeanine Cicognini yang seharusnya terkualifikasi ke London, digantikan oleh Sabrina Jacquet sebagai wakil Swiss di Olimpiade mendatang.
  6. Tim NZL benar-benar tak ikut ke Bulutangkis Olimpiade, Michelle Chan Ky tidak ikut serta dalam Olimpiade 2012. Hal yang sama juga dilakukan Greece, Anne Hald Jensen yang menjadi wakil tunggal Putri Yunani memutuskan tak tampil di Wembley Arena.
  7. Austria memilih Simone Prutsch untuk tampil di Wembley, daripada Claudia Mayer, yang berperingkat 80.

Berikut ini yang mungkin akan menjadi seeding/unggulan dalam Olimpiade 2012.

Tunggal Putra

  1. Lee Chong Wei [MAS]
  2. Lin Dan [CHN]
  3. Chen Long [CHN]
  4. Chen Jin [CHN]
  5. Peter Gade [DEN]
  6. Sho Sasaki [JPN]
  7. Lee Hyun Ill [KOR]
  8. Kenichi Tago [JPN]
  9. Simon Santoso [INA]
  10. Nguyen Tien Minh [VIE]
  11. Taufik Hidayat [INA]
  12. Jan O Jorgensen [DEN]
  13. Shon Wan Ho [KOR]
  14. Marc Zwiebler [GER]
  15. Rajiv Ouseph [GBR]
  16. Wong Ki Wing [HKG]

Tunggal Putri

  1. Wang Yihan [CHN]
  2. Wang Xin [CHN]
  3. Wang Shixian [CHN]
  4. Saina Nehwal [IND]
  5. Tine Baun [DEN]
  6. Juliane Schenk [GER]
  7. Cheng Shao Chiech [TPE]
  8. Sung Ji Hyun [KOR]
  9. Ratchanok Intanon [THA]
  10. Tzu Ying Tai [TPE]
  11. Bae Youn Joo [KOR]
  12. Sayaka Sato [JPN]
  13. Gu Juan [SIN]
  14. Jie Yao [NED]
  15. Petya Nedhelcheva [BUL]
  16. Pi Hongyan [FRA]

Ganda Putra

  1. Cai Yun-Fu Haifeng [CHN]
  2. Jung Jae Sung-Lee Yong Dae [KOR]
  3. Mathias Boe-Carsten Mogensen [DEN]
  4. Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seong [KOR]

Ganda Putri

  1. Wang Xiaoli-Yu Yang [CHN]
  2. Tian Qing-Zhao Yunlei [CHN]
  3. Ha Jung Eun-Kim Min Jung [KOR]
  4. Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa [JPN]

Ganda Campuran

  1. Zhang Nan-Zhao Yunlei [CHN]
  2. Xu Chen-Ma Jin [CHN]
  3. Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [INA]
  4. Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen [DEN]

Indonesia bawa 9 Kontingen Bulutangkis

Tim Indonesia akan membawa 9 pemain ke London, yang terdiri atas 5 putra dan 4 putri, mereka adalah Taufik Hidayat [MS], Simon Santoso [MS], Adrianti Firdasari [WS], Muhammad Ahsan-Bona Septano [MD], Greysia Polii-Meiliana Jauhari [WD] dan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [XD].

Indonesia menempati posisi kelima terbanyak ke Olimpiade, sementara China sapu bersih kuota maksimal Olimpiade, dengan membawa 17 pemain ke Wembley Arena. Berikut Top 10 jumlah kontingen negara menuju ke London.

  1. China [17] > ada Zhao Yunlei yang main di 2 nomor
  2. Korea [12] > ada Lee Yong Dae dan Ha Jung Eun yang main di 2 nomor
  3. Japan [11]
  4. Denmark [9] > di XD mengirim 2 pasang (Laybourn-Juhl, Fischer Nielsen-Pedersen)
  5. Indonesia [9]
  6. Chinese Taipei [8] > Cheng Wen Hsing main di 2 nomor
  7. Rusia [6] > ada Vladimir Ivanov yang main di MS-MD serta Valeri Sorokina yang main di WD-XD
  8. Australia [6] > Kebanyakan merupakan wakil dari konfederasi Oceania
  9. Jerman [6]
  10. Malaysia [6] > harapan meraih medali emas pertama dari bulutangkis, Chan-Goh patut diwaspadai

Itulah beberapa informasi mengenai olimpiade London 2012, utamanya cabang olahraga bulutangkis…

salam duaribuan…

Iklan