Yong Dae dalam balutan ‘Gatotkaca’

salam duaribuan…

Sebentar lagi Indonesia akan kedatangan para Pebulutangkis papan atas dunia yang akan bertarung dalam turnamen bergengsi tahunan, Djarum Indonesia Open 2012 yang kali ini mengambil tema Badminton Heroes Arena, kini pihak penyelenggara akan mengajak para pebulutangkis mengenal heroes asal tanah Air, Gatotkaca.

Serangkaian acara menjelang turnamen bergengsi Djarum Indonesia Open 2012 dimulai. 25 Mei lalu di Gandaria City Mall ada yang berbeda, para pria berbadan kekar bermain bulutangkis, mereka adalah Badminton Freak alias para Bodybuiler yang disulap menjadi Gatotkaca. Rasanya tema itu pantas dipilih tahun ini mengingat ini adalah tahun dimana para pebulutangkis gencar menunjukkan keperkasaan layaknya Gatotkaca, heroes Indonesia yang bisa terbang dan memiliki otot sekuat kawat dan tulang sekeras besi.

Warna-warni Gatotkaca itu memang bukan pemain bulutangkis asli, tapi tak akan terlalu tampak berbeda ketika kita melihat para pebulutangkis mengenakan busana Gatot kaca, apalagi dengan tubuh atletisnya, mungkin bisa menyihir para remaja putri untuk berteriak-teriak, termasuk pada idola mereka, Lee Yong Dae yang selalu antusias untuk datang ke Jakarta setiap tahun.

Hal itu akan kita lihat di Djarum Indonesia Open 2012, tepatnya di Welcome Dinner. Jika di tahun 2011 lalu, batik hasil karya Oskar Lawalata dikenakan oleh pebulutangkis top seperti Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Peter Gade, Lee Yong Dae, Tine Baun, Ratchanok Intanon sampai Sung Ji Hyun. Mereka mencoba membuat shuttlecock, mengukir ukiran Jepara, membuat ketupat dan ada yang menikmati hidangan yang disajikan khusus untuk para hadirin.

Dan untuk tahun ini, Lee Yong Dae yang tahun lalu keren memakai batik sporty buatan Oscar dengan warna motif biru dan terlihat pas dengan Jawara All England 2012 itu. Tahun ini Lee mungkin akan dipercaya kembali memeriahkan Gala Dinner Indonesia Open 2012, dan mungkin menjadi pertanyaan para pecinta olahraga tepok bulu ini adalah akankah Lee Yong Dae, si pangeran tampan Korea itu menggunakan pakaian Wayang? Maukah dia memakai pakaian wayang terutama Gatotkaca dengan bagian atas terbuka dan memperlihatkan tubuh atletisnya seperti para bodybuiler itu? Pasti Gala Dinner ini nantinya ditunggu oleh para cewek-cewek.

Lee Yong Dae sendiri tahun ini kembali tampil di dua nomor, bersama Jung Jae Sung menjadi unggulan 2 dan akan menantang Shoji Sato-Naoki Kawamae asal Jepang serta di Ganda campuran bersama Ha Jung Eun menjadi unggulan 7 akan melawan Tao Jiaming-Huan Xia dari China.

Tahun lalu, Lee Yong Dae tak bisa memuaskan mata para pirsawannya karena terhenti oleh Angga Pratama-Ryan Agung Saputra di ganda putra dan kalah oleh Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir di nomor ganda campuran. Akankah tahun ini kembali terhenti Lee Yong Dae?

Lalu bagaimana untuk para pria, suguhan para pebulutangkis cantik, apalagi dari Jepang mungkin akan menghiasi acara Welcome Dinner Djarum Indonesia Open 2012 mendatang. Mungkin penampilannya akan sama seperti Zivanna Letisha saat mengenalkan kostum Srikandi di Miss Universe. Atau mungkin ada hal unik lain yang dipersiapkan oleh panitia untuk para olahragawan yang akan mempersiapkan diri menuju Olimpiade London ini? hemh.. Kita nantikan…

USD650,000 > tanpa Lin Dan & Lee Chong Wei

Digelar 12-17 Juni 2012, Djarum Indonesia Open menyediakan hadiah total sebesar USD 650.000 yang akan diperebutkan oleh ratusan atlet dari total 24 negara yang akan memeriahkan event sekali dalam setahun itu, kali ini tanpa juara bertahan Lee Chong Wei dan Juara Dunia 2011 Lin Dan.

Meski diwajibkan hadir karena masuk pebulutangkis 10 besar dunia, dua pebulutangkis itu memilih untuk tidak ikut serta. Lee memang dijadwalkan hadir dan sempat memberikan pernyataan mengenai keinginan untuk mempertahankan gelar di Indonesia Open yang menginjak tahun kedua status Superseries Premier. Namun pasca cedera engkel di Piala Thomas 2012 lalu, pihak Malaysia pasti tak mau mengorbankan Lee Chong Wei yang diharapkan “menggaet pingat emas sukan olimpik pertama bagi Malaysia”.

Lin Dan sendiri tidak mendaftarkan diri sejak dibukanya pendaftaran turnamen Djarum Indonesia Open sampai ditutupnya tanggal entry ini. Tetapi, ia lebih memfokuskan diri untuk meraih kembali emas Olimpiade London 2012. Sanksi pasti diberikan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), menurut Yacob Rusdianto Sekjen PBSI, denda yang mungkin diberikan kepada pebulutangkis Top 10 itu adalah sebesar USD 5.000 alias Rp47,4 juta.

Selain Lin Dan dan Lee Chong Wei, semua pebulutangkis Top 10 hadir di Jakarta, seperti Juara Bertahan tahun lalu, Wang Yihan, Cai Yun-Fu Haifeng, Wang Xiaoli-Yu Yang dan Zhang Nan-Zhao Yunlei. Ketidakhadiran kedua pemain top itu memberikan peluang Simon Santoso untuk ke Semifinal, bahkan Final.

Saat Konferensi Pers pun, nomor Tunggal Putra dan Ganda Campuran yang diprediksi membawa gelar ke tanah air. Meski berat, draw yang dimiliki Simon cukup memudahkan jalannya, namun nama Shon Wan Ho dan Wong Ki Wing mungkin bisa menjadi jalan terjal Simon ke Semifinal.

Badminton Heroes Arena

Jika tahun lalu Istora Senayan Jakarta tampil sebagai Planet Badminton, kini Istora disulap menjadi Badminton Heroes Arena, arena para superhero bulutangkis yang akan bertarung untuk memperebutkan lebih dari 5 miliar.

Nuansa Outdoor dan Indoor Istora Senayan akan dirubah dengan mengkombinasikan nuansa traditional dan futuristic yang spektakuler pada minggu-minggu ini. Berbagai teknologi tinggi lain akan melengkapi kenyamanan pengunjung Istora dalam mengakses berbagai informasi bulutangkis, termasuk yang paling diincar adalah Augmented Championship, sebuah teknologi yang memungkinkan para pengunjung dapat berfoto bersama atlet dunia di atas podium seolah-olah menjuarai suatu turnamen (pasti mengincar berfoto dengan Lee).

Tahun lalu, Planet Badminton banyak dimeriahkan stand-stand berwarna putih menyediakan pernak-pernik bulutangkis sampai stan khusus makanan, banyak sekali dance, live music serta berbagai aneka games. Namun, kesuksesan tahun lalu ternyata mengundang cerita unik, dimana tahun lalu Planet Badminton yang meriah itu hanya dibangun dalam waktu 2 hari, bagaimana dengan Istora tahun ini?

Ingin Terus Tak Terkalahkan

Kemenangan di tiga turnamen dengan level berbeda, yakni Swiss Open Grand Prix Gold, India Open Superseries dan All England Premier Superseries membuat kepercaya dirian pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir. Mereka dipercaya menjadi tumpuan tuan rumah mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade yang tahun ini digelar di London.

Dalam turnamen ini, Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga itu akan melawan pasangan Jepang, Noriyasu Hirata-Miyuki Maeda di babak pertama. Jika mereka bisa mulus ke Semifinal, mereka diperkirakan bertemu Xu Chen-Ma Jin.

Tahun lalu, Tontowi-Liliyana gagal meraih gelar setelah kalah di Final oleh Zhang Nan-Zhao Yunlei, tahun ini mereka ingin meneruskan status “Tak Terkalahkan” di 3 turnamen terakhir tersebut sampai meraih emas Olimpiade 2012. Hal itu diucapkan Tontowi saat Konferensi Pers menjelang turnamen Djarum Indonesia Open, senin lalu, “Kami tak terkalahkan dan masih terus tak terkalahkan”.

Tantowi Ahmad yang tahun ini dipilih Djarum menjadi bintang iklan Djarum Indonesia Open 2012 dapat dilihat di situs djarumbadminton.com. Selain Owi, spesialis ganda campuran, Debby Susanto juga mendampingi Owi. Mereka dipilih karena merupakan pemain berbakat, mereka berasal dari klub Djarum, sponsor utama dalam turnamen ini.

Kita juga sedikit lega, pasalnya Djarum Indonesia Open menjadikan Trans|7 sebagai mitra televisi dalam turnamen ini untuk menayangkan laga dari hari Kamis (babak kedua) sampai Minggu (Final). MNC Group yang telah mengambil alih hak siar 12 tour dari turnamen OSIM BWF World Superseries (di MNC Sport 2), Piala Sudirman 2011, Piala Thomas dan Uber 2012 serta Piala Sudirman 2013 tak mendapatkan jatah di layar kaca televisi, karena pihak Djarum telah mengikat kontrak dengan stasiun televisi Trans|7, yang lebih profesional menyiarkan Djarum Indonesia Open sejak beberapa tahun lalu.

Dalam Konpres yang dipandu Stenny Agustaf, ia banyak memberikan kata-kata motivasi di acara itu. Stenny yang tahun lalu memandu jalannya teriakkan para pendukung Istora Jakarta saat Final Indonesia Open 2012, mungkin menjadi salah satu artis yang concern terhadap bulutangkis Indonesia.

“Ini adalah kesempatan kita meraih gelar di rumah sendiri dan mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia yang dulu sangat luar biasa.” ujar Stenny yang diikuti kata-kata, “Ini adalah kesempatan kita meraih gelar di rumah sendiri dan mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia yang dulu sangat luar biasa. Lihat saja, kita pernah delapan kali menjadi juara All England lewat Rudy Hartono”. Itulah kedua ucapan Stenny yang tahun ini mungkin akan kembali memandu jalannya Final Indonesia Open 2012.

Harga Tiket DIO 2012

Gegap gempita Indonesia Open 2011 lalu terlihat dari gambar diatas. Para pecinta bulutangkis akan mampir ke Istora untuk melihat turnamen bergengsi tahunan yang kini berstatus Premier Superseries. Lewat situs blibli.com, kita bisa memesan tiket secara online.

Tahun ini pihak panitia menyediakan 3 pilihan untuk tiket, yakni harian, paket 3 hari dan paket 6 hari. Untuk paket 6 hari, pihak panitia menyediakan tiket seharga Rp900.000 untuk Kelas VIP dan Rp450.000 untuk kelas I. Paket 3 hari memberikan pilihan untuk melihat para pebulutangkis top dari hari Jumat-Minggu (QF sampai Final). Harga 3 day pass untuk kelas VIP sebesar Rp750.000 dan Rp375.000 untuk Kelas I. Untuk Kelas harian, berikut daftar harga tiketnya.

12 Juni (Qualification)

  • VIP : Rp 40.000
  • Kelas I : Rp 20.000
  • Kelas II : Rp 10.000

13 Juni (Round of 32)

  • VIP : Rp 50.000
  • Kelas I : Rp 30.000
  • Kelas II : Rp 15.000

14 Juni (Round of 16)

  • VIP : Rp 1250.000
  • Kelas I : Rp 75.000
  • Kelas II : Rp 40.000

15 Juni (Quarterfinals)

  • VIP : Rp 200.000
  • Kelas I : Rp 100.000
  • Kelas II : Rp 50.000

16 Juni (Semifinals)

  • VIP : Rp 300.000
  • Kelas I : Rp 150.000
  • Kelas II : Rp 75.000

17 Juni (Final)

  • VIP : Rp 300.000
  • Kelas I : Rp 150.000
  • Kelas II : Rp 75.000

Tunggu apalagi, serukan dukungan kalian untuk Bulutangkis Indonesia di Istora Senayan Jakarta.

Sony mengawali dari Kualifikasi

Pebulutangkis senior Pelatnas, Sony Dwi Kuncoro yang menjadi Runner Up Malaysia Grand Prix Gold 2012 akan mengawali turnamen Djarum Indonesia Open 2012 lewat babak kualifikasi. Empat tahun lalu, Sony sukses merengkuh gelar Tunggal Putra mengalahkan Simon Santoso di Final.

Tahun ini, Sony akan bertemu pebulutangkis India, Anand Pawar di babak kualifikasi pertama dan diperkirakan di Final Kualifikasi bertemu Brice Leverdez yang menjadi unggulan kualifikasi kedua. Shesar Hiren Rhustavito harus menemui jalan berat karena bertemu Perempat Finalis All England 2012, Daren Liew.

Di babak utama, Ada Alamsyah Yunus yang sering juara di tingkat Sirnas akan tampil di Istora, dan didrawing ia akan melawan Boonsak Poonsana. Sementara itu, duel Round of 32 All England akan kembali terjadi di Indonesia Open, antara Sho Sasaki melawan Dionysius Hayom Rumbaka. Bola-bola yang diberikan Hayom tidak disukai Sasaki, sehingga Sasaki kalah di babak pertama itu dan Hayom melaju ke Perempat Final mengalahkan Wang Zhengming di babak kedua. Sayang, langkahnya dihentikan Lee Chong Wei.

Sementara di nomor tunggal putri, Adrianti Firdasari akan mengawali laga di babak kualifikasi melawan Yeni Asmarani. Jika Firda menang, ia akan menemui pemenang antara Salakjit Ponsana dengan Lindaweni Fanetri. Jika lolos ke babak utama, ia akan bertemu Gu Juan yang dipilih Singapura ke London. Firda memegang target lolos ke babak Semifinal setelah tahun lalu sukses ke Perempat Final, dikalahkan Jiang Yanjiao.

Lawan yang dihadapi jika menang dari Gu kemungkinan adalah Shixian. Dengan dropshot dan pukulan-pukulan lop serang dari Firda, ia mungkin bisa mengalahkan pemain unggulan 3 yang terlalu tinggi, itupun jika ia tak pantang menyerah. Nama Hera Desi juga tampil, namun menemui Nichaon Jindapon. Jawara Malaysia GPG, Busanan Ongbumrungpan akan menemui Bellaetrix Manuputy. Maria Febe yang langsung ke Babak utama akan menemui PV Sindu, pemain putri India.

Ingin (kembali) Merengkuh gelar

Terakhir kali meraih juara di tahun 2008, Bulutangkis Indonesia kembali semangat setelah tour Eropa yang dilakoni Tontowi-Liliyana membuahkan 2 gelar Juara di Birmingham dan Swiss. kini, mereka mengincar gelar keempat.

PBSI sendiri mengharapkan perfoma Simon untuk kembali berjaya di pentas Indonesia Open setelah hanya menjadi Runner Up dikalahkan Sony di Final Indonesia Open 2008. Ketidakikutsertaan dari Lee Chong Wei mungkin menjadi jalan mudah bagi Simon ke semifinal, tapi ia harus waspada karena lawan di babak kedua tidak bisa diremehkan, Shon Wan Ho atau Wong Ki Wing.

Ganda Putra, meskipun banjir pemain Indonesia, hanya Muhammad Ahsan-Bona Septano yang menjadi unggulan 6. Lawan yang mereka hadapi di babak pertama pun tak mudah, Thien How Hoon-Wee Kiong Tan. Jika mulus ke Perempat Final, ada Jung Jae sung-Lee Yong Dae menghadang mereka.

Meiliana Jauhari-Greysia Polii yang menjadi harapan Indonesia meraih medali di nomor ganda putri melawan Fu Mingtian-Xing Aiying, dua pebulutangkis Singapura yang juga bermain di nomor tunggal putri. Anneke-Nitya kembali harus dipertemukan dengan Runner Up India Open, Bao Yixin-Zhong Qianxin. Sementara, Della Destiara haris-Suci Rizky Andini akan menemui pemain Jepang, Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna, pasangan yang menjadi Semifinalis Olimpiade 2008.

Di nomor ganda campuran, Chris Adcock-Imogen Bankier untuk kali ketiga tahun ini dipertemukan dengan Zhang Nan-Zhao Yunlei. Dua pertemuan terakhir dimenangkan Silver Medalist Kejuaraan Dunia 2011 lalu. Uniknya, Adcock-Bankier bertemu ZZ di turnamen Premier Superseries, yakni di Korea Open dan All England, kini di Indonesia Open. Akankah kemenangan straight set di Korea atau rubber set di All England diteruskan di Jakarta oleh Adcock-Bankier?

Debutan Hendra-Yonathan

Pebulutangkis PB Djarum, Yonathan Suryatama Dasuki akan mendampingi Hendra Aprida Gunawan yang ‘bercerai’ dengan Alvent Yulianto Candra karena pensiun/gantung raket. Debut keduanya akan dilakukan di Bangkok pada turnamen ini.

Yonathan yang biasanya berpasangan dengan Rian Sukmawan ini keluar dari Pelatnas Cipayung dan memilih kembali ke Klub nya, Djarum. Yonathan-Rian pernah menjadi Runner Up Japan Open 2009 lalu. Bersama Hendra Aprida Gunawan, mereka direncanakan mengawali debut di Indonesia Open 2012.

Yonathan kini berusia sekitar 26 tahun sedangkan Hendra berusia 30 tahun. Meski di usia yang cukup tua, Hendra masih memiliki drive-drive cepat dan smash yang cukup keras. Di Jakarta, mereka mengawali laga melawan pemain dari kualifikasi. Jika menang, mereka kemungkinan berhadapan dengan unggulan pertama, Cai Yun-Fu Haifeng yang merupakan jawara bertahan di turnamen Indonesia Open 2012.

Itulah beberapa informasi mengenai Indonesia Open 2012 yang akan digelar 12-17 Juni 2012…

salam duaribuan…

Iklan