Ketika Li Yongbo menelan Ludah

salam duaribuan…

telah lama absen, duaribun akan membahas secara lengkap kenangan pahit Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia terhenti di babak 8 besar oleh skuad Jepang, ke depannya dan prospek untuk edisi mendatang. Namun sebelum itu, duaribuan punya berita menarik dari Jakarta empat tahun lalu, memeriahkan laga Indonesia Open 2012.

Empat tahun lalu di Jakarta, tepatnya di Istora Gelora Bung Karno, Indonesia Open 2008 digelar, di babak Semifinal, disiarkan secara langsung oleh Trans7, Maria Kristin Yulianti sukses membekuk Juara Olimpiade 2 kali, Zhang Ning dengan skor tipis 21-14, 20-22, 22-20.

Bukan pertandingannya yang akan kita bahas, tapi sosok Li Yongbo. Mendampingi sang anak didik, Zhang Ning melawan wakil tuan rumah, Li Yongbo sempat dibuat menelan ludah, di poin kritis. Ini dia beberapa foto Li Yongbo yang diambil dari video Zhang Ning VS Maria Kristin di Semifinal Indonesia Open 2008.

Sementara Marleve Mainaky yang menjadi pendamping Maria Kristin di laga itu terlihat tersenyum melihat sang anak didik melaju ke Final. Sangat jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan Li Yongbo. Mungkin kalah bukan mental seorang anak didik Yongbo, kepercayadiriannya yang terlalu tinggi bahkan sempat membuat Tim China gagal menjuarai Piala Uber 2010.

Di Final Piala Uber 2010, China dengan skuad mudanya sukses melaju ke Final (kala itu Zhang Ning, Xie Xingfang, Gao Ling, Yang Wei-Zhang Jiewen, Wei Yilli-Zhao Tingting sudah tak bersama skuad China). Di Final, bermodalkan pemain muda di papan atas Ranking BWF itu (Wang Yihan, Wang Xin, Du Jing-Yu Yang, Ma Jin-Wang Xiaoli), Mental China benar-benar diuji saat ketinggalan 1-2. Seharusnya kita bangga Tim Uber kita bisa memaksakan kedudukan 2-2 saat melawan Jepang, padahal terlebih dulu ketinggalan 0-2.

Saat itu, di partai keempat, Du Jing-Yu Yang pun kelabakan melawan Lee Kyung Won-Ha Jung Eun. Sempat break dan Yu Yang mencari alasan dengan cedera di siku tangan kanannya, Du Jing pun berkonsultasi dengan Li Yongbo. Tahu gimana ekpresi seorang Li Yongbo di poin kritis Piala Uber 2010 setelah diwawancara oleh media dan dengan percaya diri Tim China kembali membawa Uber?? Ini dia…

Wah, Li Yongbo kelihatan tak bersandar di bangkunya, tegang sepertinya, saat tegang kala itu, Li Yongbo terlihat mengusap-usap hidungnya.. Menjilat lidah sendiri ya om?

Mau tahu lagi gimana Li Yong bo dibuat kelabakan? Nih.. di Olimpiade Beijing 2008, nomor ganda campuran. Zheng Bo-Gao Ling, sang anak didik, apalagi Gao Ling, peraih 2 emas Ganda Campuran (2000-2004) tersingkir oleh Nathan Robertson-Gail Emms. Di laga melawan Indonesia di Penyisihan Grup A Thomas Cup, adalah laga terakhir Nathan Robertson di dunia bulutangkis. Ia mungkin akan menyusul Gail yang lebih dulu menikah.

Saat itu, Li Yongbo didampingi salah satu Pelatih China, menggaruk kepalanya, saat Emms-Robertson yang tertinggal 12-17 membalikkan keadaan menjadi unggul 19-17 (ingat, sistem reli poin bukan berarti jika unggul jauh akan menang, karena disini ditantang keuletan dan mental yang pantang menyerah > kedua hal ini yang membuat Jepang menang). Ini dia ekspresi dari Li Yongbo di pertandingan melawan Britania itu.

Dan ini nih, si Nathan Robertson yang menunjukkan keperkasaannya kepada Pelatih China. Kata-kata yang menurut saya paling inspiratif dari seorang Nathan Robertson sepanjang karir Bulutangkisnya adalah Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mengalahkan China di negaranya sendiri (tengok Markis-Hendra kalahkan Cai-Fu, Maria Kristin kalahkan Lu Lan, Vita Marissa-Liliyana Natsir menang di China Master atau Nova Widianto-Liliyana Natsir mengalahkan He Hanbin-Yu Yang di semifinal Olimpiade).

Begitu banyaknya ekspresi Li Yongbo dalam situasi kelabakan, bagaimana menurut anda? seorang Kepala Pelatih China menelan ludah, menggaruk kepala atau mengusap-usap pipi? but, kamera menangkapnya… duaribuan hanya ingin flashback, bulutangkis tak melulu harus soal hasil pertandingan, justru duaribuan memberikan kepada anda apa yang tidak diberikan media lain.

salam duaribuan…

Iklan