Lin Dan absen di Jakarta

salam duaribuan…

Pebulutangkis Juara Dunia dan Juara Bertahan Olimpiade 2008, Lin Dan dikabarkan absen dalam Kejuaraan Superseries Premier Indonesia Open 2012. Turnamen yang digelar dua pekan pasca Putaran Final Thomas dan Uber 2012 itu tidak diikutinya diperkirakan karena cedera yang menimpanya di kejuaraan Asia sebelumnya.

Dari daftar Main & Qualifying Report Version 1 yang dikeluarkan per 11 Mei lalu, nama Lin Dan tak ada di jajaran Tunggal Putra yang berlaga di Jakarta, padahal 10 Pemain teratas di Papan Ranking BWF mewajibkan kehadirannya, kecuali apabila menderita cedera.

Seperti diketahui, di Kejuaraan Asia 2012 yang digelar di Qingdao, 17-21 April lalu, Lin Dan memutuskan mundur di Semifinal dengan alasan cedera pinggang yang kambuh. Kala itu, ia mundur dan memberikan kemenangan WO (walkover) bagi rekan senegaranya Chen Jin.

Menurut laporan kantor berita Xinhua April lalu, cedera pinggang Lin Dan kambuh saat ia menjalani sesi latihan pada Sabtu pagi. Pertanyaannya, apakah cederanya sudah sembuh atau belum. Namun, jika dilihat sudah hampir sebulan istirahat, seharusnya ia bisa tampil di Jakarta.

Di Wuhan mendatang, Lin Dan juga didapuk sebagai tunggal pertama Tim Thomas China. Berselang sepekan dari laga Wuhan (Thomas & Uber Cup), tepatnya pada 5 Mei, digelar SCG Thailand Open GPG 2012, dimana di list yang dikeluarkan per 11 Mei, ternyata Lin Dan ikut dalam turnamen yang hanya berkelas Grand Prix Gold itu, sementara sepekan setelahnya, di Indonesia Open berstatus Premier, Lin Dan malah absen.

Jikalau Lin Dan benar cedera, kita akan melihat apakah ia akan tampil di Wuhan (mungkin tampil setidaknya sekali, tanpa dia Tim China sudah terlalu kuat) dan di Bangkok yang notebene cuma gelaran berlevel Grand Prix Gold. Namun, kita tetap menghargai apabila ia mengalami cedera, karena sebulan setelah Indonesia Open digelar pesta olahraga Olimpiade di London, mungkin tidak ikut sertanya Lin Dan di Jakarta untuk istirahat, menghindari cedera, sekaligus merangkai taktik untuk kembali menggondol emas Tunggal Putra di Wembley Arena.

Thailand Open M&Q : PBSI penuhi janji

PB PBSI memenuhi janji nya mengirimkan pebulutangkis muda Indonesia ke turnamen-turnamen internasional. Dari 5 nomor yang dipertandingkan di Bangkok, nyaris tak ada pebulutangkis senior, kecuali Sony Dwi Kuncoro.

Berikut daftar pebulutangkis Indonesia yang tampil di turnamen berhadiah USD 120.000.

  • MS : Tommy Sugiarto, Sony Dwi Kuncoro, Shesar Hiren Rhustavito, Sukamta Evert, Dharma Alrie Guna, Wisnu Yuli Prasetyo, Riyanto Subagja, Andre Marteen, Adi Pratama.
  • WS : Bellaetrix Manuputy, Desi Hera, Renna Suwarno, Miliicent Wiranto, Nadhir Mazziyah
  • MD : Agripinna Prima Rahmanto Putra/Gideon Markus Fernaldi, Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ullinuha, Andre Adistia/Christopher Rusdianto, Rahmad Adianto/Berry Angriawan, Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma
  • WD : Vita Marissa/Nadya Melati, Della Destiara Haris/Suci Rizky Andini, Imawan Gebby Ristiani/Nuraidah Tiara Rosalia, Komala Dewi/Jenna Gozali
  • XD : Fadilah Irfan/Anggraeni Weni, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, Tri Kusharyanto/Vita Marissa, Hafiz Faisal/Pia Zebadiah Bernadet, Putra Eka Rhoma/Rizky Amelia Pradipta, Alfian Eko Prasetya/Gloria Emmanuelle Widjaja, Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika, Adi Pratama/Nadya Melati, Muhammad Rizky Delynugraha/Sri Wulansari

Indonesia turun dengan kekuatan penuh di sektor Ganda Campuran. Sementara itu, atlet-atlet Indonesia dari PB Djarum, terutama di nomor Tunggal Putra banyak yang batal tampil, yakni Ryan Fajar Satrio, Ihsan Maulana Mustofa, Reksy Aureza Megananda, Kho Henriko Wibowo, Mahbub Thomi Azizan, Andreas Adityawarman, Bandar Sigit Pamungkas dan Andre Kurniawan Tedjono.

Turnamen Thailand Open GPG 2012 ini dikejutkan dengan tampilnya pemain Top, padahal seminggu setelahnya digelar turnamen Superseries Premier Indonesia Open 2012, diantaranya Lin Dan, Saina Nehwal, Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen, Juara India Open (Bodin Issara/Maneepong Jongjit), Juara Asia (Kim Ki Jung/Kim Sa Rang) dan Juara Malaysia GPG (Busanan Ongbumrungpan). Lin Dan sendiri tak tercatum di M&Q Indonesia Open yang dikeluarkan pada hari yang sama dengan Thailand Open.

Sementara itu, ada pasangan gado-gado yang tampil juga di Bangkok, yakni di Ganda Putra, Robert Blair [SCO]/Tan Bin Shen [MAS] dan di Ganda Campuran, Mohd Zakry Abdul Latif [MAS]/Sujitra Ekmongkolpaisarn [THA].

Indonesia Open M&Q : Watch for this Summer

Djarum Indonesia Open 2012 akan menjadi tahun kedua kejuaraan ini bertitel Premier dengan total hadiah USD 650,000. Titel Premier berarti menjadi turnamen dengan kelas tertinggi diantara 12 Tour BWF sepanjang tahun. Selain karena spektakuler spektator (suporter) di Istora yang selalu membahana, tahun ini menjadi sangat istimewa, pasalnya Musim Panas kali ini digelar turnamen empat tahunan Olimpiade, yang salah satunya mempertandingkan Bulutangkis.

Selain Watch for this summer, ajang unjuk gigi bagi para punggawa muda Pelatnas, karena nyaris semua pemain Pelatnas Pratama turun ke lapangan, berikut ini daftar tim Indonesia berdasarkan M&Q 11 Mei 2012.

Tunggal Putra

  • MS : Simon Santoso, Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka
  • MS-Qualification : Alamsyah Yunus, Andre Kurniawan Tedjono, Sony Dwi Kuncoro
  • MS-Reserve : Shesar Hiren Rhustavito, Sukamta Evert, Dharma Alrie Guna, Wisnu Yuli Prasetyo, Riyanto Subagja, Arif Ramadhan, Andre Martin, Adi Pratama, Siswanto, Panji Akbar, Kho Henriko Wibowo, Megananda Reksy Aureza, Thomi Azizan Mahbub, Ihsan Maulana Mustofa, Andreas Adityawarman, Bandar Sigit Pamungkas, Ryan Fajar Satrio

Tunggal Putri

  • WS : Maria Febe Kusumastuti
  • WS-Qualification : Adrianti Firdasari, Aprilia Yuswandari, Bellaetrix Manuputy, Lindaweni Fanetri, Hera Desi, Asmarani Yeni, Rena Suwarno, Febby Angguni, Nadhir Maziyyah
  • WS-Reserve : Ana Rovita, Millicent Wiranto, Rosaria Yusfin Pungkasari, Melicia Kurniawan, Elyzabeth Purwaningtyas, Dinar Dyah Ayustine, Intan Dwi Jayanti, Arinda Sari Sinaga, Rena Asela

Ganda Putra

  • MD : Muhammad Ahsan-Bona Septano, Markis Kido-Hendra Setiawan, Angga Pratama-Ryan Agung Saputra, Hendra Aprida Gunawan-Yonathan Suryatama Dasuki, Agripinna Prima Rahmanto Putra-Gideon Markus Fernaldi, Ricky Karanda Suwardi-Muhammad Ullinuha, Yohanes Rendy Sugiarto-Afiat Yuris Wirawan, Rian Sukmawan-Rendra Wijaya
  • MD-Qualification : Rahmad Adianto-Berry Angriawan, Didit Juang-Prafen Jordan, Dandi Prabudita-Wifqi Windarto, Ronald Alexander-Selvanus Geh, Rangga Yave Rianto-Seiko Wahyu Kusdianto, Kevin Sanjaya-Rafiddias Akhdan, Arya Maulana-Edi Subaktiar, Kevin Ersa-Felix Kinasal
  • MD-Reserve : Albert Saputra-Yanu Kresnayadi, Kenas Adi-Sigit Sudrajat, Tedi Supriyadi-Edy Saputra, Arsya Isnanu Ardi-Hantoro, Ori Wibowo-Jeka Wiratama, Abu Bakar-Yahya Adi Kumara, Ade Yusuf-Wahyu Nayaka

Ganda Putri

  • WD : Greysia Polii-Meiliana Jauhari, Vita Marissa-Nadya Melati, Anneke Feinya-Nitya Krishinda, Della Destiara-Suci Rizky, Tiara Rosalia-Imawan Gebby, Komala Dewi-Jenna Gozali, Anggia Shita Awanda-Shella Devi
  • WD-Qualification : Ririn Amelia-Deariska Putri, Pia Zebadiah-Rizky Amelia, Melati Daeva-Rosyita Eka, Aulia Putri-Nurbeta Kwanrico, Oklamona-Rosmini, Ravenska Cintya-Uswatun Hasanah, Dara Ayu-Tresna Novalia, Della Augustia-Chintia Rhizta, Farah Amalia-Gilbertha Agnestia, Febriani Endar-Nugrahaheny

Ganda Campuran

  • XD : Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir, Muhammad Rijal-Debby Susanto, Fadilah Irfan-Anggraeni Weni, Riky Widianto-Puspita Richi Dilli, Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati, Hendra Setiawan-Vita Marissa
  • XD-Qualification : Dandi Prabudita-Nurbeta Kwanrico, Edi Subaktiar-Melati Daeva, Alfian Eko Prasetya-Gloria Emmanuel Widjaja, Lukhi Apri Nugroho-Annisa Saufika, Adi Pratama-Nadya Melati, Markis Kido-Pia Zebadiah, Arsya Isnanu Ardi-Della Augustia, Tedi Supriyadi-Rosyita Eka Putri, Muhammad Rizky Delynugraha-Sri Wulansari

Dari kesemua pebulutangkis itu, Pebulutangkis yang merangkap atau bermain lebih dari 1 nomor berarti bukan berasal dari Atlet Pelatnas, pasalnya Pemain Pelatnas hanya difokuskan untuk satu nomor. Juara Dunia ganda Putra 2006, Tony Gunawan/Howard Bach yang berperingkat 21 dunia ini batal ikut serta dalam turnamen ini.

Dari total hadiah USD650,000 (Rp 6 miliar) nantinya akan didistribusikan sebagai berikut.

  • Untuk single event winner (MS-WS) mendapatkan USD 48,750 (Rp 470 juta) sedangkan untuk double event winner (MD-WD-XD) mendapatkan USD 51,350 (500 juta)
  • Untuk Runner Up semua nomor mendapatkan USD 24,700 (Rp 230 juta), selain itu hadiah juga diberikan untuk Semifinalis, Quarterfinalist dan Pemain yang mencapai Round of 16.
  • Jawara dan Runner Up akan menerima medali

Seeding akan dilakukan berdasarkan World Ranking per 24 Mei, Jika tidak ada perubahan berarti, Seeding untuk pemain Indonesia sebagai berikut :

  • Simon Santoso [8] jika Lin Dan benar tak jadi ikut
  • Muhammad Ahsan-Bona Septano [6]
  • Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [3]

Seeding itu nantinya dipergunakan untuk drawing yang akan digelar pada 29 Mei 2012 mendatang. Kita berharap seeding para pemain Indonesia menguntungkan, sehingga bisa meraih gelar. Istora sendiri masih menjadi venue utama dari gelaran ini, gedung olahraga yang bernama lengkap Istora Gelora Bung Karno ini memiliki kapasitas 8500 kursi dan sesuai aturan BWF, 4 court akan dipergunakan untuk pertandingan, kecuali Semifinal dan Final.

Untuk siaran televisi, kemungkinan TransCorp, terutama Trans|7 masih akan menjadi media partner dari Djarum untuk menyiarkan turnamen tahunan ini. Penyiaran akan dimulai sebagai berikut :

  • 14 Juni (Round of 16) – 14.00 WIB
  • 15 Juni (Quarterfinals) – 16.00 WIB
  • 16 Juni (Semifinals) – 13.00 WIB
  • 17 Juni (Finals) – 13.00 WIB

Biasanya, Trans|7 akan menyiarkan pada pukul 13.30 WIB, diawali dari bincang-bincang, iklan sampai kuis. Namun, jika menurut jadwal laga Semifinal dan Final dimulai lebih awal, kemungkinan setengah jam sebelum pertandingan, pihak Trans|7 akan on air.

Ketua Umum PBSI : Orang Militer, Bisnis atau Politikus

Jelang akhir masa jabatan Ketua Umum PBSI, Djoko Santoso tahun ini, kita pasti menunggu-nunggu siapa yang akan menggantikan jabatan di organisasi paling penting yang mengurusi olahraga dengan tradisi emas di pesta olahraga Olimpiade.

Sejak tahun 2000, pihak PBSI telah berganti Ketua Umum sebanyak 3 kali, dan 3 orang itu adalah orang-orang dari lain bidang. Kita ulas sedikit siapa 3 orang yang terakhir memimpin PBSI.

Tahun 2000, Bos Para Grup (kini CTCorp) Chairul Tanjung menjadi Ketua Umum PBSI. Sebagai seorang pebisnis, tak tanggung, setiap tahun kucuran dana untuk meningkatkan prestasi bulutangkis ia berikan ke PBSI, hingga Indonesia bisa mempertahankan Piala Thomas tahun 2002. Namun, sepak terjangnya mulai diperbincangkan setelah di tahun 2004, Piala Thomas gagal dipertahankan dan menurunnya prestasi bulutangkis kala itu. CT selalu dicerca, namun siapa sangka, Bulutangkis Indonesia mempertahankan tradisi medali emas lewat Taufik Hidayat.

Sebagai bussinessman, ia juga tak mau rugi, Sejak kepemimpinannya, siaran Thomas dan Uber Cup masuk agenda TransCorp, sayang tradisi penyiaran Piala Thomas-Uber mandeg di tahun 2012, dimana MNCTV kini yang akan menyiarkan.

Menginjak tahun 2004, CTV pun menyerahkan tampuk pimpinan tertinggi PBSI kepada seorang politikus sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta yang sedang naik daun kala itu, Sutiyoso. Lewat tangannya, Indonesia mulai kembali diperhitungkan. Tahun 2005, Taufik Hidayat dan Nova Widianto/Liliyana Natsir meraih Juara Dunia, tahun 2007 kembali Nova Widianto/Liliyana Natsir bersama Markis Kido/Hendra Setiawan meraih Juara Dunia. Sutiyoso pun berhasil membawa Tim Uber kembali ke Final Piala Uber sejak terpuruk hampir 10 tahun pada Putaran Final Thomas-Uber 2008 di Jakarta. Endingnya manis dengan berhasilnya tradisi medali emas Olimpiade dicatatkan oleh Markis Kido-Hendra Setiawan. Politik seorang Sutiyoso sangat bagus, namun sayang kala itu regenerasi layaknya anak tiri.

Akhir tahun 2008, PBSI kembali memilih, kini seorang purnawirawan mantan Panglima TNI, yakni Djoko Santoso. Sedangkan Chairul Tanjung dan Sutiyoso tetap di PBSI sebagai Dewan Kehormatan. Nama Justian Suhandinata dan Dahlan Iskan juga ada di deretan Dewan Penasehat PBSI. Kala itu Chairul Tanjung naik ke posisi Kasubid Pelatnas PBSI. Pada Tahun 2010 Tim Thomas Indonesia kembali ke Final, setelah di tahun 2004, 2006, 2008 gagal mencapai Final, sedang Tim Uber kalah di Semifinal oleh China.

Era Djoko harus diisi dengan drama banyaknya punggawa Pelatnas yang keluar berbarengan, sehingga kekuatan Pelatnas seperti tong kosong, hingga akhirnya Indonesia kembali menemukan nyawa lewat Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir yang menjuarai berbagai gelar di tahun 2011 dan 2012. Menjelang Olimpiade, Djoko kini diuji, benarkah di era kepemimpinannya, tradisi emas akan berakhir?

Selidik demi selidik, pasca Olimpiade mendatang, Pelatnas akan rombak besar-besaran, termasuk memulangkan pemain yang mandeg prestasinya. Banyak pemain junior yang akan diorbitkan nantinya sedangkan pemain senior berpotensi akan dipertahankan, seperti Sony Dwi Kuncoro yang kian menunjukkan trend positif. Yang paling penting, Ketua Umum PBSI mendatang, entah dari Militer, Politikus maupun Pebisnis, kita hanya berharap, seleksi pemain Pelatnas bebas KKN, sehingga hasil seleksinya benar-benar berkualitas.

Mental Robertson/Emms di Beijing

Perang Mental di Poin Kritis sangat terlihat ketika anda melihat pertandingan di Olimpiade 2008 lalu, tepatnya di Round of 16, pasangan Nathan Robertson-Gail Emms mengalahkan wakil utama China, Zheng Bo/Gao Ling.

Robertson/Emms dipertemukan kembali dengan Gao Ling di kancah Olimpiade, setelah di tahun 2004 lalu, tepatnya di Final Olimpiade, Robertson/Emms kalah dari Zhang Jun/Gao Ling. Kini, Tanpa Zhang Jun, Robertson/Emms mengalahkan Gao Ling di depan publiknya sendiri, di babak pertama.

Sejak awal bertanding, sangat terlihat defent dari Zheng Bo sangat jelek, pemainan mereka tak berkembang, membuat pasangan Britania memenangkan set pertama 21-16. Di set kedua, Emms/Robertson masih mendominasi, sayangnya mereka kecolongan dan kalah 16-21. Di set ketiga, Robertson/Emms pasti diperkirakan kalah, but, komentator dengan berteriak “I Dont Believe it, Emms/Robertson have great mental”

Bagaimana tidak, di set penentuan, mereka selalu tertinggal, bahkan sampai 12-17. Namun siapa sangka, permainan cantik pasangan Britania dengan smash keras Robertson dan pukulan-pukulan tak terduga dari Emms membuahkan satu per satu poin. 17-17. sampai sang komentator berbicara “Its reality”. Kejutan Emms/Robertson berhasil terus melaju 19-17.

Smash keras Zheng Bo di kedudukan itu tidak bisa dikembalikan dengan baik oleh Robertson, 18-19 untuk Zheng/Gao. Pengembalian net yang gagal oleh Emms sempat membuat kecewa terlihat dari muka Robertson. Namun di kedudukan 19-19, Emms/Robertson menemukan moment ketika dropshot Robertson gagal dikembalikan Zheng Bo. Di kedudukan match poin 20-19, Robertson gencar-gencarnya mensmash Gao Ling namun defent Gao sangat kuat, namun ketika smash diarahkan ke daerah pojok kanan dimana ada Zheng Bo yang tak berkutik, Emms and Robertson benar-benar menang, “I Dont believe it” ucap keras dari sang komentator.

Saat selesai menyalami Umpire, Nathan Robertson mencaci sambil mengangkat kedua tangan dan menunjukkan otot lengannya kepada pelatih pendamping Zheng/Gao. Ia berusaha memperlihatkan keperkasaannya, mereka membalas dendam atas kekalahan Robertson/Emms di Final Olimpiade atas Gao Ling yang kala itu berpasangan dengan Zheng Bo.

Selain Emms/Robertson yang mempermalukan Zheng/Gao di Beijing, mental tinggi terlihat dari daya tanding dari Maria Kristin Yulianti yang menang atas Lu Lan di perebutan Medali Perunggu Olimpiade 2008. Selain Lu, Tine Rassmusen, Juliane Schenk dan Saina Nehwal dipermalukan rubber set oleh Maria Kristin.

Alfian Eko Prasetya ‘Mixed Double World Junior No. 1’

Jika di WD ada Suci Rizky Andini dan Nuraidah Tiara Rosalia yang menduduki Rank 1 dan 2 di WD Junior Ranking, kemarin Alfian Eko Prasetya dan Hafiz Faisal menduduki Ranking 1 dan 2 untuk XD Junior Rank.

Setelah Busanan Ongbumrungpan menjuarai Tunggal Putri Malaysia Open GP Gold 2012, pemain yang junior ini naik ke papan Ranking WS ke posisi 8. Ia mendampingi Ratchanok Intanon yang bertengger di posisi 1 Tunggal Putri.

Alfian Eko Prasetya naik ke posisi pertama (+2) sedangkan Hafiz Faisal naik ke posisi kedua (+4). Sementara pasangan Alfian Eko Prasetya, yakni Gloria Emmanuelle Widjaja naik 3 peringkat ke posisi 9 Junior Ranking. Padahal, Alfian/Gloria kalah di Round 1 kejuaraan Malaysia Grand Prix Gold lalu, namun ternyata mereka malah naik peringkat.

Ranking Junior ini diperkirakan bakal menjadi pedoman resmi untuk Bulutangkis Youth Olympic Games 2014 yang akan digelar di Nanjing, China. Di tahun 2010 lalu, dipertandingkan 2 nomor (Boys Single & Girls Single) di cabor Bulutangkis. Kala itu, peraih emas Boys Single adalah Pisit Poodchalat dan Sapsiree Taerattanachai

Itulah berbagai informasi bulutangkis dunia…

salam duaribuan…

Iklan