Kejutan Beijing 2008

salam duaribuan…

File:Badminton pictogram.svg

Bulutangkis Olimpiade yang dipertandingkan sejak 1992 memberikan medali emas terus menerus bagi Indonesia. Kini jelang agenda besar empat tahunan itu, kita menunggu kejutan dari pebulutangkis besar dunia. Kejutan banyak terlihat di setiap Olimpiade, tak termasuk runtuhnya kekuatan Kim Dong Moon/Ra Kyung Min, legenda tak terkalahkan di banyak turnamen jelang Olimpiade 2004 dan diprediksi menggondol emas Olimpiade di Athena itu, runtuh di Kuarterfinal.

Sambil hitung-hitungan siapa yang bakal mengejutkan Wembley Arena, mari kita lihat kejutan yang terjadi di Olimpiade Beijing tahun 2008 lalu. Berikut daftar kejutan yang terjadi di Bulutangkis Olimpiade 2008.

Tunggal Putra

Dari 8 unggulan di nomor Tunggal Putra, Kejutan tercipta dari Bao Chunlai, Taufik Hidayat dan Kenneth Jonassen yang tersingkir. Bao Chunlai yang diunggulkan sebagai unggulan ketiga (seharusnya mencapai Semifinal). Taufik Hidayat yang menjadi unggulan 7 terhenti dari Wong Chong Hann asal Malaysia dalam straight set 19-21, 17-21 di babak kedua. Taufik yang sangat ditunggu dalam ajang itu hanya sebagai pemanis di babak awal.

Sementara, Lee Hyun Ill menjadi pembuat kejutan paling banyak di nomor Tunggal Putra. Tak banyak diharapkan oleh Korea karena drawing yang tidak menguntungkan, malah membuat pacuan bagi Lee. Mendapatkan bye di babak pertama, di babak kedua ia harus bertemu unggulan 5, Kenneth Jonassen, Juara Eropa 2008 asal Denmark. Lewat drama rubber set, Lee menang 15-21, 21-14, 21-19. Langkah Lee lebih mudah di babak ketiga, menang 21-13, 21-11 atas Jawara Eropa 2012, Marc Zwiebler. Di Perempat Final, ia menumbangkan Bao Chunlai, 23-21, 21-11 dan mengantarkan tiket Semifinal. Menghadapi Lee Chong Wei, Lee Hyun Ill kalah namun dapat memaksakan rubber atas Chong Wei. Lee kalah 18-21, 21-13, 13-21. Kalah di Semifinal membuatnya harus mengikuti laga memperebutkan Perunggu. Melawan Chen Jin, Lee pun harus finish 4th Place karena kalah 16-21, 21-12, 14-21.

Tunggal Putri

Maria Kristin Yulianti menjadi pebulutangkis tunggal putri asal Indonesia yang mampu membuat kejutan di Olimpiade 2008. Berada di Section 3 yang tidak ada pemain China nya membuat jalan mudah bagi Maria. Di babak pertama, ia melibas Juliane Schenk 18-21, 21-13, 22-20. Di Babak kedua, ia mengalahkan Yoana Martinez asal Spanyol 21-9, 21-14. Di babak ketiga, ia dipertemukan dengan Unggulan 6 asal Denmark, Tine Rassmusen, ia menang 18-21, 21-19, 21-14.

Di Kuarterfinal, Saina Nehwal ditaklukannya 26-28, 21-14, 21-15. Padahal saat itu di set pertama, Maria sempat kalap 16-20 karena banyaknya pengembalian bola yang gagal melewati bibir net. Namun reli-reli panjang yang dipadukan dengan serobotan Maria atas pukulan tanggung Saina membuat kedudukan 20-20. Saina berkali-kali membuat kedudukan game poin 21-20, 23-22, 24-23, 26-25, namun berkali-kali pula Maria menyamakan kedudukan. Skor pun berhenti di kedudukan 28-26 untuk keunggulan Saina. Di set kedua, Maria benar-benar mengontrol permainan ini, ia pun langsung menang 21-14. Di set penentuan, Hendrawan (pelatih Maria) dibuat kalap ketika Kristin tertinggal 3-11 di interval set penentuan. Hendrawan pun memberi wejangan dan ketika beralih lapangan membuat pemainan cantik Maria kembali. Poin bertambah 9-11 dan memperkecil ketertinggalan. 10 poin berturut-turut diberikan pada Maria 19-12. Permainan pun berhenti 21-15 untuk kemenangan Maria.

Ketika ditanyai mengenai kemenangan Maria atas Saina, Maria pun menjawab bahwa ini adalah Olimpiade, berada di perempat Final dan bertemu Saina merupakan pengalaman sekali seumur hidup. Saina sendiri di babak ketiga mengalahkan unggulan 4 asal Hongkong, Wang Chen dengan skor 21-19, 11-21, 21-11.

Di Laga Perebutan Medali Perunggu pun, Maria Kristin mampu mempermainan unggulan ketiga, Lu Lan. Lewat drama rubber yang menguras tenaga, Maria Kristin Yulianti mencatatkan namanya sebagai peraih medali perunggu Olimpiade 2008 setelah mengalahkan Lu Lan 11-21, 21-13, 21-15. Selain itu, ia pun mampu membuat air mata Lu Lan jatuh saat itu.

Wong Me Chow, Ratu bulutangkis Asia Tenggara pada masa itu yang menjadi unggulan 8 nyaris mematahkan asa Lu Lan ke Semifinal. Menang mudah di set pertama 21-7 atas Wong, Lu Lan kalap di set kedua, pemainan cantik pemain Malaysia yang kala itu berperingkat 9 itu membuat Lu Lan tertinggal 15-20. Namun, Wong tak dapat memanfaatkan keadaan game poin itu, hingga Wong pun kalah 7-21, 27-29 atas Lu Lan.

Ganda Putra

2 dari 4 unggulan di nomor Ganda Putra tersingkir, dia adalah unggulan 3 Jung Jae Sung/Lee Yong Dae [KOR] dan unggulan 4 Choong Tan Fook/Lee Wan Wah [MAS]. Jung/Lee digagalkan di babak pertama oleh Pasangan Lars Paaske/Jonas Rassmusen asal Denmark 16-21, 19-21 sedangkan. Choong/Lee kalah oleh Hwang Ji man/Lee Jae Jin asal Korea 22-20, 13-21, 16-21.

Kedua pasangan yang menang itu, Lars Paaske/Jonas Rassmusen dan Hwang Ji man/Lee Jae Jin berhasil sampai Semifinal, walaupun kalah atas lawannya. Keduanya melakoni laga perebutan Perunggu, Hwang/Lee yang menang 13-21, 21-18, 21-17.

Ganda Putri

Prestasi terbaik Jepang dicatatkan dari nomor Ganda Putri ini, pasangan Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna menjadi 4th Place di Olimpiade ini, selain itu, mereka membuat kejutan mengalahkan unggulan pertama asal China, Yang Wei/Zhang Jiewen dengan skor ketat 8-21, 23-21, 21-14 (mirip Bao/Zhong).

Sayang, kemenangan Maeda/Suetsuna di Perempat Final itu digagalkan Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung asal Korea yang berhasil meraih perak. Partai Maeda/Suetsuna VS Lee/Lee ini banyak diwarnai oleh service fault. Namun, duo Lee berhasil menang 22-20, 21-15. Tiket Final mempertemukan Du/Yu VS Lee/Lee. Du Jing/Yu Yang menang 21-15, 21-13.

Ganda Campuran

Di nomor Ganda Campuran, Silver Medalist Olympic 2004, Nathan Robertson/Gail Emms membuat kejutan, membekuk unggulan 2 Zheng Bo/Gao Ling di babak pertama Olimpiade dengan skor ketat 21-16, 16-21, 21-19. Sayang, Nathan/Gail kalah di Perempat Final atas Gold Medalist Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won 19-21, 12-21.

Nova Widianto/Lilyana Natsir nyaris kalah di Semifinal Olimpiade atas He Hanbin/Yu Yang, mereka harus melakoni laga ketat 15-21, 21-11, 23-21. Sayang, unggulan pertama ini gagal meraih emas karena kalah atas pasangan non unggulan Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dengan skor cukup telak 11-21, 17-21 di Gold Medal Match XD.

Sementara itu, di laga Perebutan Perunggu, Flandy Limpele/Vita Marissa dikalahkan wakil tuan rumah, He Hanbin/Yu Yang dengan skor yang sangat tipis 21-19, 17-21, 21-23.

Itulah beberapa kejutan yang terjadi di Olimpiade 2008 lalu. Kita pasti sangat menantikan bagaimana kejutan yang akan terjadi Olimpiade 2012, termasuk para nonunggulan mengalahkan para unggulan (tapi jangan Owi/Butet yang gugur).

Trailler DIO 2012

Jelang pergelaran Djarum Indonesia Open 2012 yang dilaksanakan 12-17 Juni mendatang di Istora Senayan Jakarta, event premier ketiga di tahun 2012 ini nantinya bakal menjadi watch alias tontonan akbar menuju Bulutangkis Olimpiade. Pasalnya, wajib bagi seluruh pebulutangkis top untuk hadir dan berlaga di Istora.

Trailler ajang tahunan ini pun sudah terbit di youtube. Berikut ini Trailler dari Djarum Indonesia Open OSIM BWF World Superseries Premier 2012.

Dalam video trailler tersebut, beberapa atraksi besar yang digelar di Planet Badminton DIO 2011 ditampilkan, seperti dance dan marching band, foto face painting para pirsawan Istora lengkap dengan alat dukungannya, tak termasuk para pemain yang bertanding ada di video tersebut. Yang berbeda dari event premier lain, gegap gempita dan kekompakan penonton Istora jadi pembeda dari trailer event bulutangkis lain. Gambar Fran Kurniawan (yang saat itu masih bersama Pia) sedang berdoa menurut agamanya (Khatolik) diperlihatkan sebelum bertanding. Peter Gade menampilkan atraksi menarik dengan melemparkan sesuatu ke panggung penonton Istora yang sangat meriah dengan teriakan.

Atraksi defent dari Tontowi Ahmad juga ditampilkan selain serve Taufik, Forehand Saina dan jumping smash Chai Biao. Ekspresi kegembiraan Yihan juga ditampilkan. Tahun 2012, watch Olympic 2012 dari Djarum Indonesia Open 2012.

Owi/Butet Rank 1 di OSIM SS Standing

Pasca menjuarai India Open SS 2012, Ranking Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di papan Ranking OSIM Superseries Standing naik. Pasca All England 2012, Owi/Butet merangkak ke Rank 2. Pasca kemenangan Superseries kedua ini, Owi/Butet sukses menggeser Xu/Ma ke posisi 1.

Di lain nomor, Shon Wan Ho yang menjuarai India Open berhasil masuk Top 10 OSIM Standing dengan naik 12 tingkat ke posisi 7 Dunia. Sedangkan di WS, Li Xuerui yang menjadi Jawara All England dan India Open lalu, menggeser posisi Wang Yihan ke posisi 1 OSIM Standing. Nomor Ganda Putra, Hong Wei/Shen Ye menggeser Fang Chiech Min/Lee Sheng Mu menjadi OSIM Standing Rank 1. Sementara Bodin Issara/Maneepong Jongjit yang menang di India menduduki posisi 11. Dua ganda putri Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung dan Jung Kyung Eun/Kim Ha Na menduduki Ranking 1 dan 2 di Papan OSIM Standing.

OSIM BWF Superseries Standing ini berfungsi untuk kegiatan Superseries Finals yang digelar pada akhir tahun ini. Di tahun lalu, Owi/Butet hanya mandeg di putaran Grup setelah dikalahkan Zhang/Zhao dan Xu/Ma di Grup maut pada gelaran Superseries Finals 2011.

Namun, meski diadakan SS Standing ini, namun laga Superseries Finals tahun ini belum ditentukan tempatnya, kemungkinan bersamaan dengan adanya Olimpiade, selain Kejuaraan Dunia yang ditiadakan, apakah kemungkinan Superseries Finals tidak diadakan?

Skuad Thomas Uber 2012

Skuad Tim Thomas dan Uber 2012 telah dirilis berdasarkan rilis BWF per 9 Mei kemarin. Dari 12 Tim Thomas maupun Uber, Tim Thomas dan Uber South Africa mengirimkan paling sedikit wakil, yakni hanya 4 orang. Berikut daftar lengkap skuad Thomas dan Uber 2012 yang berlaga di Wuhan, 20-27 Mei 2012.

Thomas Cup Squad

  1. China : Lin Dan, Chen Long, Chen Jin, Du Pengyu, Chai Yun, Fu Haifeng, Cai Biao, Guo Zhendong, Hong Wei, Shen Ye
  2. Denmark : Peter Gade, Jan O Jorgensen, Hans Kristian Vithingus, Viktor Axelsen, Mathias Boe, Carsten Mogensen, Mads Conrad Petersen, Jonas Rassmusen, Mads Pieler Kolding, Joachim Fischer Nielsen
  3. England : Rajiv Ouseph, Carl Baxter, Ben Beckman, Toby Penty, Chris Adcock, Andrew Ellis, Nathan Robertson, Chris Langridge, Peter Mills
  4. Germany : Marc Zwiebler, Dieter Domke, Lukas Schmidt, Marcel Reuter, Ingo Kindervater, Johanes Schoettler, Michael Fuchs , Oliver Roth, Peter Kaebauer, Josche Zurwonne
  5. Indonesia : Simon Santoso, Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Muhammad Ahsan, Bona Septano, Markis Kido, Hendra Setiawan, Alvent Yulianto Chandra, Ryan Agung Saputra
  6. Japan : Sho Sasaki, Kenichi Tago, Takuma Ueda, Riichi Takeshita, Hiroyuki Endo, Kenichi Hayakawa, Hirokatsu Hashimoto, Noriyasu Hirata, Shoji Sato, Naoki Kawamae
  7. Korea : Lee Hyun Ill, Shon Wan Ho, Hong Ji Hoon, Lee Dong Keun, Jung Jae Sung, Lee Yong Dae, Kim Ki Jung, Kim Sa Rang, Ko Sung Hyun, Yoo Yeon Seong
  8. Malaysia : Lee Chong Wei, Daren Liew, Muhammad Hafiz Hashim, Chong Wei Feng, Koo Kean Keat, Tan Boon Heong, Goh V Shem, Lim Kim Wah, Hoon Tienh How, Tan Wee Kiong
  9. New Zealand : James Eunson, Michael Fowke, Luke Charlesworth,  Kevin Dennerly-Mintur, Oliver Leydon-Davi
  10. South Africa : Jacob Malieka, Willem Viljoen, Prakash Viyajanat,  Dorian Lance Jame
  11. Rusia : Vladimir Ivanov, Ivan Sozonov, Vladimir Malkov, Denis Grachev, Anatoly Yartsev, Sergey Lunev, Vitalij Durkin, Alexandr Nikolaenko,  Evgenij Dremi
  12. USA :  Sattawat Pongnaira, Howard Shu, Nicholas Jinadasa, Howard Bach, Chew Philip, Tony Gunawan

Uber Cup Squad

  1. China : Wang Yihan, Wang Xin, Wang Shixian, Li Xuerui, Wang Xiaoli, Yu Yang, Tian Qing, Zhao Yunlei, Cheng Su, Pan Pan
  2. Denmark : Tine Baun, Karina Jorgensen,  Line Kjaersfeld, Lene Clausen, Marie Roepke, Maria Helsbol, Christinna Pedersen, Kamilla Rytter Juhl, Line Damkjaer Krus
  3. Chinese Taipei : Tzu Ying Tai, Hsiao Ma Pai, Hung Shih Han, Hsieh Pei Chen, Chiang Kai Hsin, Chien Yu Chin, Cheng Wen Hsing, Pei Ling Tsai, Wan Pei Rong
  4. Germany : Juliane Schenk, Olga Konon, Karin Schnaase, Carola Bott, Fabienne Deprez, Carla Nelte, Isabel Herttrich,  Johanna Goliszewsk, Sandra Marinello, Birgit Michels
  5. Indonesia : Maria Febe Kusumastuti, Adrianti Firdasari, Lindaweni Fanetri, Bellaetrix Manuputy, Greysia Polii, Meiliana Jauhari, Anneke Feinya Agustin, Nitya Khrisinda Maheswari, Della Destiara Haris, Suci Rizky Andini
  6. Japan : Sayaka Sato, Eriko Hirose, Ai Goto, Minatsu Mitani, Mizuki Fujii, Reika Kakiiwa, Shizuka Matsuo, Mami Naito, Misaki
    Matsutomo, Ayaka Takahashi
  7. Korea : Sung Ji Hyun, Bae Youn Joo, Hwang Hye Youn, Kim Soo Jin, Ha Jung Eun, Kim Min Jung, Jung Kyung Eun, Kim Ha Na, Eom Hye Won, Jang Ye Na
  8. Netherlands : Jie Yao,  Judith Meulendijk, Patty Stolzenbac, Josephine Wenthol, Samantha Barning, Eefje Muskens, Selena Piek, Iris Tabeling, Paulien Van Dooremalen, Ilse Vaensse
  9. Thailand : Ratchanok Intanon, Porntip Buranaprasertsuk, Sapsiree Taerattanachai, Nichaon Jindapon, Savitree Amitapai, Saralee Thoungthongkam, Duanganong Aroonkesorn, Kunchala Voravichitchaikul
  10. South Africa : Kerry-Lee Harrington, Stacey Doubell, Michelle Claire Edwards, Annari Viljoe
  11. Australia : Victoria Na, Gronya Somerville, Tara Pilven, Guan Jacqueline, Veeran Renuga, He Tian Tang, Tanaka Eugenia, Choo Leanne, Chen Hsuan Yu Wendy
  12. USA :  Wang Rena, Wang Iris, Jamie Subandhi, Eva Lee, Paula Lynn Obanan

Carola Bott ke Wuhan

Pebulutangkis sexy asal Jerman, Carola Bott dikirim mewakili Tim Uber Jerman ke Wuhan, 20-27 Mei mendatang. Sebagai salah satu pebulutangkis Putri, ia terbilang cukup sexy, sehingga sering disebut sebagai Anna Kournikovanya badminton. Menduduki Ranking 99 BWF, ia merupakan Runner Up di Swiss International 2011 dan Juara di Slovenia International 2011.

Lahir 9 Juli 1984, ini menjadi satu dari Tim Uber Jerman yang dikirim ke Wuhan mendatang. Ketika anda melihat foto-fotonya di Google, banyak sekali foto syur dari atlet putri Jerman ini.

Tak dapat dipungkiri, Bott memang cantik. Ia pernah mengalahkan pemain Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet yang kala itu masih menjadi pemain tunggal Putri. Saat itu di German Open 2007, dimana Bott berhasil menang 13-21, 26-24, 23-21. Kekalahan itu dibalas Pia di Dutch Open 2007, dimana Pia berhasil menang 17-21, 27-25, 21-17.

Di Piala Uber, Bott pernah tampil di tahun 2008. Ia bertemu dengan Jiang Yanjiao di WS dan Gao Ling/Zhao Tingting di WD meskipun kedua partai itu berakhir kekalahan. Kita tunggu sepak terjangnya di Wuhan.

Itulah informasi menarik bulutangkis terkini by duaribuan….

salam duaribuan…

Iklan