Perang Mental di Poin Kritis

salam duaribuan…

Keperkasaan di dunia bulutangkis putri dunia makin terlihat, termasuk bagaimana cara pemain-pemain mereka mempermainkan permainan cantik para pebulutangkis papan atas. Termasuk saat poin-poin kritis, hal ini terlihat dari pertandingan Bao Yixin/Zhong Qianxin melawan putri-putri Indonesia.

Ganda Putri nomor satu Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari harus gagal melewati babak kedua. Mereka takluk secara dramatis dari Bao Yixin/Zhong Qianxin asal China dengan skor 21-17, 20-22, 18-21.

Keduanya sebetulnya hanya membutuhkan dua poin lagi untuk maju ke perempat final saat unggul 19-16 di gim kedua. Lawan mereka, pasangan Bao Yixin/Zhong Qianxin mampu menekan balik pada poin-poin kritis dan akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 19-19.

Dalam poin kritis, Greysia/Meiliana tidak terlihat panik, namun lawan yang semakin menekan membuat pasangan Indonesia harus bertahan dan tak ada kesempatan untuk menyerang. Usai merebut gim kedua, Bao/Zhong kian ganas di lapangan. Mereka terus menerapkan permainan serang yang cepat dengan menghujankan smash ke area pertahanan Greysia/Meiliana.

Selain Greysia/Meiliana, Bao/Zhong juga berhasil mempermainkan pebulutangkis lain Indonesia, Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari di 2 pertemuan terakhir. Bao/Zhong menang 21-17, 21-18 di pertemuan pertama mereka di Indonesia Open GP Gold 2011 dan terakhir di Badminton Asia Championship 2012 lalu, dimana Anneke/Nitya yang menang di set pertama 21-16, harus melakoni laga ketat di set kedua. Sempat match poin terlebih dahulu 20-18, Bao/Zhong berhasil mendapatkan 2 poin beruntun yang membuat terjadi deuce. Sempat beberapa kali berkejaran, Anneke/Nitya harus kalah 22-24 dan merelakan set kedua untuk Bao/Zhong. di set penentuan, Bao/Zhong sudah unggul mental dan menang 21-12 sekaligus menghentikan langkah Anneke/Nitya.

Selain kedua pasangan Indonesia itu, sering mereka mengalahkan beberapa pebulutangkis unggulan dari negara lain, yakni sebagai berikut.

  • Cheng Wen Hsing/Chen Yu Chien di Jepang terbuka dikalahkan Bao/Zhong dengan skor dramatis juga 21-13, 23-25, 12-21.
  • Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa kalah 2 kali di Jepang Terbuka 2011 dan Kejuaraan Asia 2012 lalu, padahal Mizuki/Reika diunggulkan dalam kedua turnamen tersebut. Di Jepang Terbuka, Bao/Zhong menang 17-21, 24-22, 21-15, padahal Mizuki/Reikka diunggulkan sebagai unggulan ketiga sedangkan di Kejuaraan Asia lalu, Bao/Zhong menang 24-22, 8-21, 21-8, padahal Mizuki/Reika diunggulkan sebagai unggulan kedua..
  • Ha Jung Eun/Kim Min Jung di Swiss Open 2012 lalu, dikalahkan Bao/Zhong dengan skor 21-23, 19-21, padahal Ha/Kim menjadi unggulan pertama dalam turnamen berlevel Grand Prix Gold itu.
  • Di turnamen Jepang Terbuka 2011 lalu, selain Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa, Bao/Zhong juga berhasil mengalahkan dua unggulan lain yang berasal dari tuan rumah, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna yang menjadi unggulan kedua dengan skor 21-13, 21-17 di babak pertama dan Shizuka Matsuo/Mami Naito yang menjadi unggulan keenam dengan skor 18-21, 22-20, 21-19 di Perempat Final.

Permainan Bao/Zhong layaknya drama sinetron dimana pebulutangkis yang mati-matian dan hampir memenangkan suatu pertandingan, harus merelakan kecolongan di poin-poin kritis dan harus kalah di set penentuan. Tipe pemainan seperti ini lebih berbahaya dibandingkan kalah dua set dari lawan.

Chen Jin dan tiket Olimpiade

Usaha Chen Jin untuk ikut tim Bulutangkis China ke London akhirnya berhasil. Setelah berhasil meraih 3 titel beruntun di Swiss Open GPG 2012, Australia Open GPG 2012 dan Kejuaraan Asia 2012, Chen Jin berhasil naik ke peringkat 4 dunia pada rilis Ranking BWF per 26 April 2012.

Namun, keberhasilan Chen Jin meraih 3 titel itu harus melalui kerja keras dan kontroversi. Di Swiss Open, Chen Jin harus melakoni laga rubber atas Lee Hyun Ill sebelum menang 14-21, 21-9, 21-17. Sementara di Australia Open GPG 2012, Chen Jin harus bekerja keras di babak awal. Bertemu wakil Taipei, Yu Hsien Lin, Chen Jin harus bermain rubber 21-13, 16-21, 21-12, sementara perjalanan ke Finalnya dinilai cukup mudah, apalagi di Final, ia menang telak atas Nguyen Tien Minh dengan skor 21-11, 21-12.

Di Kejuaraan Asia 2012, Chen Jin yang menjadi unggulan ketiga kembali mendapatkan kontroversi. Epic Battle antara Chen Jin dan Lin Dan yang seharusnya terjadi di Semifinal Kejuaraan Asia 2012 harus berakhir antiklimaks, dimana Lin Dan memutuskan walkover karena dikabarkan cedera. Di Final, ia bertemu dengan rekannya, Du Pengyu dan menang 21-12, 21-18. Du Pengyu sendiri dalam daftar rilis terbaru BWF berhasil naik ke Top 10 menggeser Nguyen Tien Minh.

Peluang Gade untuk kembali menggeser Chen Jin masih sangat terbuka. Battle for the number 4 Spot masih bisa diperebutkan Chen Jin atau Gade, bahkan jika perjalanan mulus, Gade dan Chen Jin akan dipertemukan di babak Semifinal. Jika Chen Jin menang, berarti ia lolos.

Namun, kabar kontroversi mundurnya Lin Dan itu ditanggapi dingin oleh BWF. dilansir melalui Kompas.com, BWF sepertinya bakal mengubah format kualifikasi Olimpiade 2012. Sedianya, satu negara bisa mengirimkan 3 wakil di Olimpiade, apabila memiliki 3 pemain di 4 besar Ranking BWF, namun sepertinya aturan itu akan dihapuskan beberapa waktu mendatang. Perbaikan format ini dilakukan untuk mereduksi tindakan tidak sportif dan membuat kompetisi lebih adil bagi semua negara.

Kisah sedih Tine di India

Tine Baun harus angkat koper dari turnamen India Open SS 2012 setelah tersingkir dari Xiao Jia Chen yang berasal dari babak kualifikasi dengan straight set 13-21, 17-21 di babak kedua hari Kamis lalu.

Tine yang minggu sebelumnya menjuarai European Championship 2012 setelah menaklukkan Juliane Schenk dengan rubber set 21-19, 16-21, 21-19 dalam waktu 68 menit, kali ini takluk dalam waktu 34 menit oleh pebulutangkis China ini.

Berhasil menggeser posisi Jiang Yanjiao di rilis BWF terbaru ke posisi 6, Tine berkesempatan mendapatkan seeding di Olimpiade 2012 mendatang, jika BWF benar-benar menghapus aturan satu negara 3 wakil di 4 besar. Tine hingga kini masih menjadi Pebulutangkis Tunggal Putri dengan Ranking tertinggi di level Eropa.

Xiao Jia Chen yang menjuarai Indonesia Open GPG 2011 lalu saat ini menduduki Ranking 31 BWF, naik 9 peringkat setelah menjadi Semifinalis di Kejuaraan Asia 2012, kini ia diatas Maria Febe Kusumastuti yang turun ke posisi 34 dan Adrianti Firdasari yang turun ke posisi 40.

Sementara Jawara Australia Open 2012, Li Han yang kemarin berhasil menjadi Kuarterfinalis Kejuaraan Asia 2012 mengalahkan Intanon Ratchanok di babak kedua dengan skor 21-13, 21-15, kini naik ke posisi 41 dunia. Sementara, putri-putri Indonesia kembali tersingkir di babak awal di turnamen India Open SS 2012. Firda kalah dari Juliane Schenk, Febe kalah dari Bae Youn Joo dan Aprilia Yuswandari kalah dari Xiao Jia Chen.

Drama Kalahnya para Unggulan di India

Selain Tine Baun yang tersingkir di babak kedua turnamen Superseries India Open 2012, banyak sekali drama kekalahan para unggulan di India. Padahal, 8 unggulan yang dibuat seharusnya bisa sampai ke Babak perempat Final, namun sebelum babak perempat Final, sudah banyak yang berguguran.

Berikut daftar rilis unggulan yang tersingkir dari turnamen berhadiah sebesar USD200,000 ini.

  1. MS : Sho Sasaki [JPN/4] tersingkir dari Jen Hao Hsu [TPE] di Round 1 dengan skor 17-21, 8-21.
  2. MS : Lee Hyun Ill [KOR/5] tersingkir dari Boonsak Ponsana [THA] di Round 1 dengan skor 21-17, 14-21, 13-21.
  3. MS : Simon santoso [INA/6] tersingkir dari Hans Kristian Vithingus [DEN] di Round 1 dengan skor 15-21, 15-21.
  4. WS : Saina Nehwal [IND/3] tersingkir atas Bae Youn Joo [KOR] di babak kedua dengan skor 19-21, 10-21.
  5. WS : Tine Baun [DEN/5] yang kalah 13-21, 17-21 dari Xiao Jia Chen [CHN]
  6. WS : Ratchanok Intanon [THA/7] harus retired di set penentuan saat melawan Gu Juan di Round 1. Gu Juan menang 21-23, 21-19, 11-6 Retired.
  7. WS : Sung Ji Hyun [KOR/8] kalah di Round 2 oleh pemain tuan rumah, PV Shindu [IND] dengan skor 17-21, 20-22.
  8. MD : Chai Biao/Guo Zhendong [CHN/3] kalah di Round 2 oleh pemain Indonesia, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra lewat pertarungan 44 menit. Angga/Ryan menang 14-21, 21-17, 21-14.
  9. MD : Muhammad Ahsan/Bona Septano [INA/4] dikalahkan pemain junior Malaysia, Goh V Shem/Lim Khim Wah [MAS] lewat pertarungan rubber set. Goh/Lim menang 13-21, 21-19, 21-18.
  10. MD : Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata [JPN/5] kalah di Round 1 atas pemain Thailand, Patipat Chalardchaleam/Nipitphon Puangpuapech [THA] dengan skor 19-21, 15-21.
  11. MD : Naoki Kawamae/Shoji Sato [JPN/7] kalah dari Wei Hong/Shen Ye [CHN] dengan skor ketat 13-21, 25-23, 19-21.
  12. MD : Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan [INA/8] kalah di Round 2 atas Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov asal Rusia dengan skor telak 14-21, 18-21.
  13. WD : Shizuka Matsuo/Mami Naito [JPN/4] langsung kalah dari Huan Xia/Tang Jinhua [CHN] dengan skor 11-21, 17-21 di Round 1.
  14. WD : Greysia Polii/Meiliana Jauhari [INA/5] kalah di Round 2 atas Bao Yixin/Zhong Qianxin lewat pertarungan 67 menit yang berakhir kemenangan Bao/Zhong dengan skor 17-21, 22-20, 21-18.
  15. WD : Shinta Mulia Sari/Lei Yao [SIN/8] kalah di Round 2 atas ganda Korea, Eom Hye Won/Jang Ye Na dengan skor 21-19, 14-21, 22-24.
  16. XD : Alexandr Nikolaenko/Valeri Sorokina [RUS/8] kalah dari He Hanbin/Bao Yixin di Round 2 dengan skor 19-21, 21-23.

Selain itu, banyak sekali para unggulan yang keluar, diantaranya Jan O Jorgensen [DEN/8], Jung Jae Sung/Lee Yong Dae [KOR/1], Pon Lok Yan/Tse Ying Tsuet [HKG/7], Xu Chen/Ma Jin [CHN/1] dan Chris Adcok/Imogen Bankier [GBR/6].

Kicauan Taufik di Twitter

Pebulutangkis senior Taufik Hidayat yang kamis kemarin (26/4) mengeluarkan banyak kicauan lewat account twitternya @taufikhidayat_1 yang banyak mendapatkan RT atau mention.

Berikut ini kutipan kicauan Taufik mengenai kondisi bulutangkis Indonesia di sela-sela turnamen India Open SS 2012.

“Mau sampai kapan bulutangkis kita kayak gini, gak sedih apa liatnya… Pembinaannya payah n atletnya jg tanggung jawabnya kurang..”

“Hidup paling enak ya tinggal di Pelatnas PBSI.. Asrama,makan, latihan, pelatih n fasilitas yg lain udah ada semua, tapi?????”

“Kalo gak berbenah dari sekarang dari atletnya n pengurus n pelatihnya jg… akan semakin terpuruk bulutangkis Indonesia…”

“Tapi masyarakat Indonesia jg harus dukung atletnya dimana mereka menang or kalah mesti di kasih support terus…”

“Jangan kalo menang aja disanjung2… Giliran kalah di maki2.. emang gampang mau jadi atlet yang berhasil”

“Sorry yaa kalo gw sok tau tentang bulutangkis… tapi emang itu kenyatannya…”

“Ayooo bangkitlah atlet2 bulutangkis Indonesia…. berikan yang terbaik buat bangsa Indonesia.. tapi negara ini kasih atlet apa ya?”

Kicauan tadi bahkan sempat dibalas oleh sang Jawara All England, Tontowi Ahmad, “maklumin aja a”. Taufik pun menjawabnya, “gak emosi boss.. inikan buat kebaikan bulutangkis Indonesia aja.. kalo yg udah ngerasa berhasil ya diteruskan aja..”

Dari banyak kicauan Taufik diatas.. kita juga tidak bisa menyalahkan PBSI sepenuhnya, termasuk masalah negara ngasih apa buat Atlet. Coba tengok Malaysia, demi mencapai emas pertama di London 2012, Pemerintah negeri Jiran rela akan memberikan total bonus 6 miliar dan 15 juta sebagai gaji bulanan seumur hidup bagi atlet yang meraih emas di Olimpiade.

Sementara, deretan pebulutangkis peraih emas dari Indonesia harus menerima berwiraswasta atau melakukan kegiatan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

  • Susi Susanti dan Alan Budikusuma (1992), berwira usaha dengan perusahaan peralatan bulutangkis ASTEC, mereka hanya diberikan penghargaan dari pemerintah, bentuk material tak ada. Mungkin Raket ASTEC laris karena nama besar Susi dan Alan, jikalau mereka tak terkenal, mereka mungkin sama seperti atlet kebanyakan, menjual medali untuk uang.
  • Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1996) punya cerita berbeda, Rexy harus berpindah-pindah negara (Inggris-Malaysia-Filipina) untuk menyambung hidup sebagai pelatih, karena bulutangkis merupakan keahlian satu-satunya dari Rexy. Sementara Ricky Subagja yang memiliki tampang kece beberapa kali tampil di layar televisi, selain menjadi komentator dan tamu undangan beberapa program, ia juga menjadi presenter olahraga.
  • Tony Gunawan/Chandra Wijaya (2000) juga memiliki kisah masing-masing. Ketidakjelasan dari pemerintah membuat Tony Gunawan berpindah kewarganegaraan ke Amerika Serikat dan menjadi atlet sekaligus pelatih disana. Sementara Chandra Wijaya mengelola sekolah bulutangkis dan membina sebuah turnamen internasional untuk ganda putra di Indonesia.
  • Taufik Hidayat (2004), nama besarnya kini terpampang di Taufik Hidayat Arena, kini masih aktif sebagai pemain bulutangkis, dirinya terus berkicau dan mengharapkan adanya kejelasan nasib atlet oleh negara yang menurutnya kurang di Indonesia.
  • Markis Kido/Hendra Setiawan (2008), menggondol emas di tahun 2008 merupakan salah satu kabar bahagia bagi Indonesia di hari ulang tahun Kemerdekaan pada 17 Agustus 2008. Kido/Hendra kini masih aktif di bulutangkis.

Selain itu, regenerasi PBSI memang sudah berjalan, tinggal bagaimana mengirim atlet-atlet untuk bisa menyamai pebulutangkis dari negara lain. Sebut saja Angga/Ryan yang sukses menjadi salah satu punggawa Indonesia di Ganda Putra melapisi Ahsan/Bona. Momentum pasca India Open SS 2012 dapat dimanfaatkan PBSI, dimana di Malaysia GPG 2012, pebulutangkis papan atas dunia tak terlalu mendominasi, jadi PBSI pun mengirim hampir lapis kedua Pelatnas.

Setelah India Open 2012, diperkirakan pebulutangkis papan atas hanya akan mengikuti 2 turnamen sebelum Olimpiade, yakni Thomas Uber Cup Finals 2012 di Wuhan dan Djarum Indonesia Open SSP 2012. Selain dua turnamen itu, semua pebulutangkis papan atas dipastikan rehat.

Titel Ayah bagi Markis Kido

Peraih medali emas Olimpiade Beijing, Markis Kido baru saja dikaruniai oleh seorang putri kecil pada 23 April lalu. Putri pasangan Markis Kido dan Richa Sari Pawestri itu diberi nama Queensha Olympia Ricardo, yang berarti ratu olimpiade Richa-Kido.

Queensha lahir pukul 23.20 WIB di RS Global, Bekasi dengan panjang 49 cm dan berat 3,2 kg secara caesar, dikarenakan bayi terlilit tali pusar. Karena inilah, Kido bersama Hendra Setiawan tidak mengikuti 2 Kejuaraan sisa jelang Olimpiade, yakni Badminton Asia Championship dan India Open SS. Adik Kido, Pia Zebadiah pun membeberkan beberapa foto sang jabang bayi lewat account twitternya, @bernadetttt.

Ashwini Ponnappa dan pasangan barunya jegal Rijal/Debby

Setelah duet Diju V/Jwala Gutta sukses di XD, gantian pasangan Jwala Gutta di WD, Ashwini Ponnappa yang menggandeng Tarun Kona yang mengalahkan pasangan Indonesia, Muhammad Rijal/Debby Susanto di Round 1 India Open 2012.

Tarun/Ashwini yang menggantikan Xu/Ma yang Withdrawn dari turnamen USD200,000 ini menang atas Rijal/Debby lewat duel ketat 20-22, 21-18, 22-20. Tarun/Ashwini pun melangkah ke Round 2. Sayangnya, di Round 2, mereka kalah dari Shoji Sato/Shizuka Matsuo dengan skor telak 12-21, 14-21.

Sebelumnya, Diju V/Jwala Gutta terhenti di babak awal setelah kalah dari Tao Jiaming/Huan Xia di Round 1 dengan skor 18-21, 19-21. India sendiri tak menyisakan wakil di Perempat Final India Open SS. Kekalahan keduanya di XD tak membuat mereka kalap di WD. Jwala Gutta/Ashwini Ponappa yang menang WO atas Pon Lok Yan/Tse Ying Tsuet dari Hongkong di Round 1, melangkah ke Perempat Final setelah menundukkan Vita Marissa/Nadya Melati 16-21, 21-15, 21-17. Di Perempat Final, Jwala/Ashwini bertemu Unggulan 3, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.

Lilyana Natsir : Selalu Optimis Menang

Lilyana Natsir kini tengah mempertahankan gelar Juara India Open SS 2011 lalu di tahun 2012 ini. Kunci sukses Butet yang kini berpasangan dengan Tontowi Ahmad adalah selalu optimis menang dalam setiap pertandingan.

Dilansir dari situs resmi PBSI, Lilyana mengungkapkan bahwa setiap bertanding kami harus yakin untuk menang, mau lawan siapapun itu. Keyakinan itulah yang membawa pasangan Indonesia itu berhasil menyabet gelar bergengsi yang di 2 tahun terakhir ini jarang diraih oleh Pebulutangkis Indonesia.

Kesempatan mempertahankan medali emas di India tahun lalu semakin terbuka lebar, pasalnya mundurnya Xu Chen/Ma Jin dan Chris Adock/Imogen Bankier membuat lawan yang akan dihadapi Owi/Butet di Final kemungkinan hanya Chan Peng Soon/Liu Ying Goh yang diunggulkan di tempat keempat.

Di babak pertama kemarin, Owi/Butet harus bermain rubber menghadapi Ko Sung Hyun/Eom Hye Won dengan skor 21-9, 17-21, 21-18. Sementara di Round 2, Owi/Butet menang atas Danny Bawa Chrisnanta/Yu Yan Vanesa Neo dari Singapura dengan skor 21-12, 21-15.

Lilyana Natsir dalam perayaan Kartini kemarin berhasil menyabet penghargaan Kartini Awards 2012 yang dibacakan 24 April 2012, dibuka oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono. Lilyana dipilih sebagai perempuan Terinspiratif kategori Olahraga.

Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad ini diharapkan mempertahankan tradisi emas Olimpiade dari masa ke masa, meskipun di nomor lain, Indonesia kemungkinan bisa menyabet emas (di nomor Angkat Besi). Namun, bulutangkis yang menjadi asa emas dari masa ke masa tak boleh terputus.

Itulah berbagai informasi bulutangkis dunia…

salam duaribuan…

Iklan