Kido/Hendra : Penantian Panjang akan gelar

salam duaribuan…

Pasangan Ganda Putra peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan kemarin menyudahi puasa gelar setelah memenangkan laga Final MD Australia Open GP Gold 2012, Minggu, 8 April kemarin.

Sejak 2011 lalu, karier Markis Kido dan Hendra Setiawan menunjukkan grafik menurun. Di tahun 2011 sendiri mereka tak mendapat gelar satu pun.

Di level Superseries, kali terakhir mereka mendapat gelar di tahun 2009, dimana mereka meraih gelar Japan Open di bulan September dan French Open di bulan November. Beberapa bulan sebelumnya, mereka pun meraih gelar Badminton Asia Championship 2009 yang kala itu digelar di Suwon, Korea.

Di level Grand Prix dan Grand Prix Gold, mereka berhasil terakhir kali meraihnya di Malaysia Open 2010 bulan Juli, dimana mereka berhasil menjuarai ajang mengalahkan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan dengan skor 8–21, 21–17, 21–12.

2 kali Perang Saudara

Sebelum menjadi juara, Kido/Hendra harus melewati 2 kali perang saudara, yakni melawan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan di babak Kuarterfinal dan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra di babak Semifinal.

Sebelumnya, di Round 1, Jawara Olimpiade itu bertemu dengan wakil tuan rumah, Mercedes Tin/Toan Trinh. Dengan mudah mereka menang 21-6, 21-10. Di babak Kedua, mereka dipertemukan dengan wakil Thailand, Patipat Chalardchaleam/Nipitphon Puangpuapech. Kido/Hendra harus bermain rubber 21-23, 21-15, 21-12 untuk memenangkan partai ini.

Di Kuarterfinal, mereka bertemu rekan sesama Indonesia, Alvent/Hendra dan menang 21-15, 21-15 untuk melaju ke Semifinal. Lagi-lagi di Semifinal, mereka harus bertemu dengan rekan sesama Indonesia yang kini menghuni Pelatnas, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra dan menang rubber 15-21, 21-14, 21-11 sekaligus memastikan satu tempat bagi Indonesia di Final.

Melawan pasangan Fang Chiech Min/Lee Sheng Mu, Jawara Malaysia Open SS 2012 lalu, tak terduga mereka menang cukup mudah dengan skor 21-16, 21-15 sekaligus menyelamatkan muka Indonesia dengan menyabet satu gelar.

Ryan : “Lawan Senior jadi latihan untuk Final Axiata Cup”

Pebulutangkis muda berbakat, Ryan Agung Saputra yang dipasangkan dengan Angga Pratama kemarin dikandaskan di Semifinal oleh Seniornya, Markis Kido/Hendra Setiawan dengan skor ketat 21-15, 14-21, 11-21.

Angga/Ryan berhasil melaju ke Semifinal ketika mengalahkan unggulan kedua Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata dengan skor 19-21, 21-17, 21-19 sekaligus membalas kekalahan di Final India Open SS 2011 lalu.

Ryan sendiri ketika ditanyai mengenai kans melawan Kido/Hendra, iya malah menyinggung gelaran Axiata Cup yang 14-15 April nanti menginjak babak Final. Sambil tertawa, Ryan pun menjawab, “Besok menghadapi senior sendiri, anggap saja latihan untuk final Axiata Cup nanti”

Final kejuaraan beregu Axiata Cup 2012 akan mempertandingkan dua tim dari Indonesia yaitu Garuda dan Rajawali. Karena sesama Indonesia, tidak akan ada tekanan berarti karena sudah dipastikan tim Indonesia yang menjadi Juara maupun Runner Up.

Angga/Ryan yang menunjukkan perfoma luar biasa ketika mengalahkan Koo Kean Keat/Tan Boon Heong di Penyisihan Grup K di Kuala Lumpur lalu kini diperkirakan akan diturunkan saat partai Final mendatang mewakili Tim Rajawali. Berbeda dengan Garuda yang sepertinya akan menurunkan pasangan kombinasi baru Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan yang sering diturunkan di partai-partai sebelumnya.

Chen Jin terlalu tangguh bagi Simon Santoso

Melaju ke Semifinal setelah menang rubber set atas Shon Wan Ho [KOR] di Kuarterfinal dengan skor 21-15, 12-21, 21-10, Simon harus terhenti oleh Chen Jin di Semifinal Australia Open 2012.

Di gim pertama, Simon sebetulnya sempat unggul jauh hingga 17-12, namun Chen Jin sanggup menahan laju perolehan poin Simon dan menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Pemain berperingkat lima dunia ini pun menjadikan ledudukan game point 20-19 untuk keunggulannya atas Simon. Meski sempat menyamakan kedudukan 20-20, Simon akhirnya harus merelakan gim pertama jatuh ke tangan Chen Jin dan menyerah 20-22 karena 2 kali kesalahan yang dilakukannya dalam kedudukan game point untuk Chen Jin.

Sama halnya dengan gim pertama, pada gim kedua pun Simon sempat unggul 6-2 atas Chen Jin. Namun lagi-lagi Chen Jin menyalip perolehan angka Simon dan balik unggul menjadi 11-9. Selanjutnya Chen Jin menguasai permainan dan kembali merebut gim kedua dengan skor jauh 21-15.

Welcome to Olympic 2012, Chen Jin

Mengalahkan Simon Santoso dengan skor ketat 22-20, 21-15, Chen Jin mengamankan tiket Final. Di Final, ia mendapatkan lawan yang cukup mudah. Dengan skor 21-11, 21-12, Chen Jin mengalahkan Nguyen Tienh Minh dari Vietnam.

Kemenangan ini membuat Chen Jin akan naik peringkat ke peringkat empat menggusur Peter Hoeg Gade. Dengan kenaikan peringkat ini, Chen Jin akan terkualifikasi ke Olimpiade 2012 mendatang. Terkualifikasinya Chen Jin menandai sudah lengkaplah 12 spot maksimal untuk China (3 MS, 3 WS, 2 MD, 2 WD dan 2 XD).

Impian Chan/Goh pupus

Pasangan Ganda Campuran Malaysia yang saat ini menduduki peringkat 8 BWF sedang mengejar poin menuju Olimpiade 2012. Ganda Malaysia ini menjadi salah satu pebulutangkis sukses dari Malaysia selain Tunggal Putra Lee Chong Wei.

Chan/Goh berhasil melaju ke Final setelah sang lawan, Shintaro Ikeda/Reiko Shiota walkover dari gelaran berhadiah USD 120.000 ini. Perfoma yang Chan/Goh di Final dibilang cukup bagus. Menghadapi Unggulan 2 asal Taipei, Chan/Goh sempat beberapa kali memaksakan deuce.

Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing yang menjadi lawan Chan/Goh pun dibuat kerepotan. Di set pertama, Chan/Goh selalu memimpin jalannya pertandingan hingga pasangan Taipei berhasil melaju dari kedudukan 14-18 menjadi 18-18. kejar mengejar angka di poin kritis terjadi. Sempat mengawali game point 20-19, Pasangan Malaysia dibuat tak berkutik ketika Pasangan Taipei memaksakan 3 poin berturut sehingga menang 22-20.

Di set kedua, pertandingan berjalan alot, pasangan Malaysia ini membabi buta, unggul 7-3, 14-9, 18-10 dan diakhiri di kedudukan 21-12. Bahkan, Peng Soon tercatat melakukan 10 kali smash yang menghasilkan point bagi Malaysia.

Di gim penentuan, pasangan Malaysia memimpin 4-1, Namun berhasil dibalikkan Taipei di kedudukan 13-11. Sempat match poin terlebih dahulu 20-18, Kemenangan pasangan Taipei tertunda oleh Chan/Goh yang menyamakan kedudukan 20-20. Kemenangan pasangan Taipei ini ditentukan pada kedudukan 23-21. Titel ini menjadi titel satu-satunya bagi Taipei setelah dua wakil Taipei di Final lainnya, pasangan MD Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu dan WD Cheng Wen Hsing/Chen Yu Chien kalah.

Dominannya China masih terlihat di Sydney

Dominasi China di perbulutangkisan dunia masih terlihat di Sydney. Dari 5 nomor yang dipertandingkan, China tidak dapat menempatkan wakil di Final XD dan MD. China meraih 3 gelar sisa yakni MS, WS dan WD.

Di Tunggal Putra, Chen Jiny yang menjadi unggulan pertama menang mudah 21-11, 21-12 atas Nguyen Tienh Minh [VIE] dalam waktu 53 menit. Di Tunggal Putri, Pemain muda nonunggulan, Li Han berhasil menang mudah atas Tunggal Putri kuat asal Korea Selatan, Bae Youn Joo dengan skor 21-13, 21-14.

Lagi-lagi, di WD ketangguhan China sangat terlihat. Pasangan yang juga nonunggulan, Luo Ying/Luo Yu memenangkan ganda Putri yang sudah hilir mudik ke seluruh dunia, Cheng Wen Hsing/Chen Yu Chien asal Taipei dengan skor yang cukup ketat 12-21, 21-18, 21-17.

Di ketiga nomor tersebut, China masih terlihat tangguh, terutama di sektor Tunggal dan Ganda Putri, sementara 3 nomor lain, terutama Ganda Putra dan Ganda Campuran, dominasi China tidak terlalu terlihat.

Satu gelar lain dari Jepang

Selain kemenangan Markis Kido/Hendra Setiawan di Final Australia Open GPG 2012, minggu lalu, ada kabar gembira dari Osaka, Jepang. Pebulutangkis Ganda Campuran, Riky Widianto/Richi Puspita Dili yang menjadi unggulan kedua dalam turnamen bergelar Osaka International Challenge ini memenangkan laga melawan Pasangan tuan Rumah, Takeshi Kamura/Yonemoto Koharu.

Menghadapi Takeshi/Yonemoto, Riky/Richi menang dengan skor 21-15, 21-19. Meskipun baru dipasangkan sekitar 4 bulan, pasangan ini berhasil melaju ke Final TATA India International Challenge 2011 meskipun kalah dari rekan sesama Indonesia, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati.

Kemenangan Riky/Richi sekaligus menggagalkan upaya tuan rumah dalam menyapu semua gelar. Selain di nomor ganda campuran, Indonesia juga menempatkan satu wakil di ganda putra lewat pasangan Markus Fernaldi Gideon/Agripinna Primarahmanto Putra. Sayangnya Markus/Agripinna gagal merebut titel juara setelah dikalahkan pasangan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang. Markus/Agripinna kalah tipis 17-21, 23-21, 18-21.

Itulah beberapa informasi bulutangkis terkini…

salam duaribuan…

Iklan