Indonesia masih “Macan ASEAN”

salam duaribuan…

Gelaran ASEAN Team Championship, bertitel “Axiata Cup” akan segera tuntas. Dan Supremasi Indonesia di kancah ASEAN masih terbukti lewat duel All Indonesian Final di Final Axiata Cup 2012 nanti. Mau tahu juga beberapa hal menarik seputar Axiata Cup 2012?

Inilah hal-hal menarik seputar gelaran Axiata Cup 2012.

Tim Rajawali dan Garuda sama-sama jadi Juara Grup

Dari Babak Preliminary alias Penyisihan Grup, Tim Indonesia Rajawali yang berlaga di Kuala Lumpur dan Tim Indonesia Garuda yang bertanding di Jakarta sama-sama menjadi Juara Grup. Hal mengejutkan terjadi ketika KKK/TBH, Ganda terbaik Malaysia dikalahkan oleh Junior Indonesia Rajawali, Angga/Ryan di KL.

Inilah hasil akhir Pertandingan Indonesia di Babak Penyisihan Grup Axiata Cup 2012.

INA Garuda

  • 23 Mar : INA Garuda – Vietnam : 3-0
  • 24 Mar : INA Garuda – Singapore : 3-0
  • 24 Mar : INA Garuda – Malaysia Leopards : 3-0

INA Rajawali

  • 23 Mar : INA Rajawali – Thailand : 3-0
  • 24 Mar : INA Rajawali – Philipines : 3-0
  • 24 Mar : INA Rajawali – Malaysia Tigers : 2-1

Lapis Utama Malaysia kalah dari Lapis Kedua Indonesia

Skenario awal yang diterapkan tim Indonesia adalah terjadinya All Indonesian Semifinal, karena di Grup K, Indonesia Rajawali secara peringkat kalah jauh dari tim Malaysia Tigers. Sehingga, para Pelatih Tim Indonesia disana, antara lain Mulyo Handoyo menurunkan tim lapis dua yang lebih junior, yakni Hayom, Angga/Ryan dan Shesar. Ini adalah kali pertama bagi Shesar Hiren Rhustavito berlaga di Axiata Cup.

Dalam laga yang digelar pukul 21.30 malam di Stadium Badminton Cheras, Kuala Lumpur, dekat Kantor BWF, Indonesia mengejutkan menang 2-1 sekaligus menjadi Juara Grup K menyingkirkan Malaysia Tigers di tempat kedua. Diawali dari laga Dionysius Hayom Rumbaka melawan Jawara All England, Muhammad Hafiz Hashim.

Awalnya, Jawara All England 2003 itu mendominasi permainan, namun Hayom pun merubah pola hingga berbalik menang 16-21, 21-18, 21-10. Di Set ketiga terlihat Hafiz yang sudah berumur terlihat kewalahan. Indonesia memimpin 1-0. Di Partai kedua, Indonesia menurunkan ganda Junior yang pernah mengalahkan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae di Indonesia Open 2011 lalu, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra. Mengejutkan, Angga/Ryan menang rubber set 10-21, 21-18, 21-13 atas Peraih Medali Perak Asian Games 2010, Koo Kean Keat/Tan Boon Heong. Indonesia dipastikan Juara Grup dengan 2-0 ini.

Di Partai terakhir yang sudah tidak menentukan pun tetap dipertandingkan. Shesar Hiren Rhustavito pun diturunkan sebagai tunggal kedua berhadapan dengan Daren Liew. Daren yang lebih senior dan matang menang 21-19, 21-13.

Britama Arena kurang bersahabat bagi Bulutangkis

Digelar 3 hari, yakni 30 Maret, 31 Maret dan 1 April, Semifinal Axiata Cup berlangsung seru, baik di Jakarta maupun Kuala Lumpur. Dilaksanakan secara home and away, Indonesia Rajawali dan Indonesia Garuda memetik kemenangan dan melaju ke Final.

Laga Semifinal di Jakarta dilaksanakan di tempat berbeda dimana digelar Penyisihan Grup J. Semifinal dilaksanakan di venue Britama Arena, padahal di Penyisihan Grup dan Final nanti, Tennis Indoor Senayan menjadi venue. Kuala Lumpur sendiri tetap memakai Stadion Badminton Cheras KL sebagai venue pertandingannya, baik Penyisihan Grup maupun Semifinal.

Britama Arena sepertinya tidak bersahabat dengan bulutangkis, venue yang biasa digunakan untuk Basket ini memiliki pendingin ruangan yang menyebabkan arah angin yang memihak posisi tertentu, yang bisa menguntungkan, maupun merugikan.

Sebut saja laga Semifinal INA Garuda VS Malaysia Tigers di Britama Arena, Taufik Hidayat sempat kesulitan menandingi pertandingan Daren Liew di partai pertama, Taufik yang sempat unggul jauh didekati Daren hingga set pertama berakhir 21-19 untuk kemenangan Taufik. Di set kedua, Daren banyak membuat kesalahan hingga kalah 9-21. Sony pun dibuat kalah oleh Muhammad Hafiz Hashim dengan skor straight set 13-21, 19-21 sekaligus membuat Indonesia Garuda hanya menang 2-1. Namun di KL, Indonesia Garuda balas menang telak 3-0 sekaligus menghantarkan Indonesia Garuda ke Final.

Sedangkan di Jakarta, Tim Indonesia Rajawali harus bersusah payah mengalahkan Malaysia Leopards. Dalam 3 laga itu, Tommy dan Hayom harus menang lewat duel rubber set sedangkan partai Angga/Ryan diwarnai deuce di game kedua. Partai pertama, Tommy Sugiarto harus bersusah payah mengalahkan Misbun Ramdan Misbun dengan skor ketat 15-21, 21-17, 21-13. Partai kedua pasangan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra juga harus susah payah mengalahkan Teo Ee Yi/Nelson Heg Wei Keat dengan skor 21-19, 23-21. Partai ditutup kemenangan Dionysius Hayom Rumbaka atas Iskandar Zulkarnaen dengan skor 14-21, 21-17, 21-19.

Dalam semua laga di Semifinal, baik home maupun away, Indonesia Rajawali sapu bersih 6-0 dan melaju ke Final mendampingi Indonesia Garuda.

Final sama-sama di Senayan

Final yang biasanya digelar secara home away menurut sistem Axiata Cup, kini bingung, pasalnya, dua tim yang lolos ke Final sama-sama tim dari Indonesia, yakni Indonesia Rajawali dan Indonesia Garuda. Laga Final yang akan digelar 14-15 April mendatang, rencananya bakal digelar semua di Tennis Indoor Senayan Jakarta. Laga Final bakal digelar sekitar pukul 12.00 di hari itu.

Sebagai laga pertama nanti, sepertinya Indonesia akan menurunkan skuad terkuatnya pada leg pertama tanggal 14 April 2012. diantaranya Simon Santoso, Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. Ini juga merupakan salah satu simulasi menjelang gelaran Piala Thomas di Wuhan, Mei mendatang.

Perang Uang : USD400,000 VS USD200,000

Dari sisi materi alias hadiah yang diberikan oleh sponsor Axiata Berhad Malaysia, sebanyak USD 600,000 sudah dipastikan ada di kantong para Pebulutangkis Indonesia, tinggal siapa yang memenangkan gelar Juara dan Runner Up.

Juara nantinya mendapatkan total hadiah USD400,000 sedangkan jawaranya akan memenangkan USD200,000. Malaysia Leopards dan Malaysia Tigers masing-masing diberikan hadiah USD100,000 sebagai semifinalis. Tim lain masing-masing akan mendapatkan hadiah sebanyak USD50,000. Ini merupakan turnamen beregu dengan hadiah terbesar. Turnamen individual dengan total hadiah serupa adalah Korea Open SSP dengan total hadiah USD1 juta.

Jadi, Final di Jakarta nanti adalah Perang Uang memperebutkan hadiah USD400,000 atau USD200,000, siapkah kalian mendukung jagoan kalian?

Jangan hanya jadi yang pertama

Seperti biasa, Indonesia selalu menjadi yang pertama atau setidaknya tercatat dalam sejarah menjadi peraih 3 Piala bergengsi turnamen beregu bulutangkis, yakni Thomas, Uber dan Sudirman Cup.

Di Piala Thomas, hanya 3 negara yang pernah mendapatkan Piala Thomas sampai edisi 2010, yakni Indonesia, Malaysia dan China. Sedangkan di Piala Uber, Hanya 5 negara yang pernah membawa pulang Piala Uber, yakni China, Japan, Indonesia, Amerika Serikat dan Korea. Sedangkan di Piala Sudirman, hanya 3 negara yang pernah menang, Indonesia yang kali pertama, China dan Korea.

Kali ini, Indonesia sudah dipastikan membawa pulang Piala Axiata 2012, namun bagaimana edisi tahun depan? mampukah Indonesia mempertahankan piala ini? ataukah hanya menjadi yang pertama mencatatkan nama sebagai peraih piala Axiata? semoga ini tidak menjadi kali terakhir bagi Indonesia meraih Piala Axiata maupun Piala-piala bergengsi lainnya.

Penyebab Kekalahan Malaysia : Tidak Kompak

Pebulutangkis penyumbang satu-satunya angka bagi Malaysia di Semifinal, Muhammad Hafiz Hashim yang mengalahkan Sony Dwi Kuncoro di Jakarta memberikan kritik pedas kepada Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) dan menyebut kekalahan Malaysia diakibatkan tidak kompaknya pemain.

Selama Piala Axiata, Hafiz menyatakan kekecewaannya bahwa tidak semua anggota tim berada di stadion untuk mendukung teman mereka. Sebut saja Lee Chong Wei dan KKK/TBH. Meskipun cedera dan sakit, seharusnya pemain berkelas seperti LCW dan KKK/TBH menunjukkan dukungan dengan melihat teman mereka di stadion, karena mereka juga merupakan anggota Tim Malaysia Tigers.

Kekompakkan tim Indonesia bahkan dipuji oleh Hafiz, seperti hal-hal kecil layaknya Pakaian yang dicetak secara khusus, bertuliskan Garuda dan Rajawali, inilah kekompakkan tim Indonesia.

Hendrawan dan para tunggal Malaysia

Mantan Pebulutangkis Indonesia yang menghantarkan tim Thomas meraih Piala Thomas pada 2002 lalu, Hendrawan kini tampil di Jakarta membawa Malaysia Leopards yang berisikan tim-tim untuk Olimpiade 2016.

Belum kelar Olimpiade 2012 dimana Malaysia sedang dalam keadaan turun, dimana Lee Chong Wei dan KKK/TBH sedang dalam kondisi dibawah. LCW sedang cedera, pasca kekalahannya di Final All England 2012 lalu dan KKK/TBH yang performanya turun. Hanya satu-satunya andalan Malaysia yang sedang naik daun, Chan Peng Soon/Liu Ying Goh di nomor Ganda Campuran. Prediksi Malaysia tidak membawa emas dari London.

Sedangkan Hendrawan yang menjadi Pelatih Malaysia pun mempersiapkan tim-tim yang bakal menjadi tulang punggung Malaysia di Olimpiade 2016. Semuanya tergabung di tim Malaysia Leopards. Jika nama-nama besar dari Indonesia seperti Alfian Eko Prasetya/Gloria Emmanuel Widjaja, Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia, Suci Rizky Andini/Nuraidah Tiara Rosalia masih belum diturunkan dalam kejuaraan besar, Malaysia berani menurunkan Zulfadli Zulkifli (Juara Dunia Junior 2011) dan Misbun Ramdhan Misbun seorang putra dari Misbun Sidek, pebulutangkis Malaysia yang pernah berjaya di eranya dalam kejuaraan sekelas Axiata Cup.

Hendrawan punya kata mengatakan, ajang Axiata Cup ini menjadi pengalaman bagi tim Malaysia Leopards untuk menyongsong Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro mendatang. Itulah beberapa informasi mengenai Axiata Cup 2012.. Laga finalnya nanti bakal diinformasikan..

salam duaribuan…

Iklan