Nguber Thomas 2008

salam duaribuan…

Jelang pergelaran dua tahunan Thomas & Uber Cup, kali ini duaribuan mencoba mengulas kembali satu memori lama dimana Indonesia menjadi tuan rumah gelaran dua tahunan ini, yang berhasil mengembalikan eksistensi tim putri Indonesia yang berhasil melaju ke Final meski kalah dari China.

Dua stasiun televisi dibawah payung TransCorp sukses menggelar hajatan besar ini dengan meriah, diawali dari promosi besar-besaran yang kala itu mengembalikan kecintaan publik kepada bulutangkis yang selalu mengharumkan nama bangsa. Untuk sejenak, kata ‘bola’ dilupakan, yang ada hanya raket dan shuttlecock yang berterbangan di jalan-jalan dalam rangka memeriahkan Thomas & Uber 2008.

Meskipun bertitel “Bank BRI Thomas & Uber Cup 2008”, event ini tak selamanya didominasi Bank BRI seluruhnya, BRI pun menggandeng dua stasiun televisi (pemilihannya sangat tepat) dibawah payung TransCorp, Trans TV dan Trans7.

Dua stasiun televisi itu memang sangat digandrungi dan tenar dalam era tahun 2008, menggeser stasiun televisi besar SCTV dan RCTI yang mendominasi dengan drama seri. Trans yang mengusung kreatifitas program memasukkan unsur hiburan dalam talkshow mengenai bulutangkis, seperti Talkshow Empat Mata yang spesial mengundang para atlet Thomas-Uber sampai Ketua PBSI kala itu, Sutiyoso.

Lah, duaribuan membawakan artikel berjudul “Nguber Thomas 2008” ini berasal dari tema yang diusung oleh Empat Mata yang live pada tanggal 9 Mei 2008. Bagi yang belum tahu, Ini saya berikan rangkuman  program Empat Mata kala itu.

TransCorp selalu total untuk Bangsa

Haduh, kalo soal totalitas, siapa sih yang gak kenal TransCorp, kemarin semua artisnya pada ngumpet dari Panasonic Awards, diborong ke Panas Dingin Awards, gara-gara Trans menganggap pihak MNC Group tidak mengumumkan pemenang diluar Televisi MNC secara on air.

Sebut saja Uya Emang Kuya, Tina Talisa atau Opera Van Java yang tidak ditayangkan secara on air di TV. Hal ini menuai protes pihak Trans yang akhirnya memboikot Panasonic Awards dan membikin Panas Dingin Awards. Digelar pada hari dan jam tayang yang hampir sama, 27 Maret lalu, Panasonic terlihat sangat formal dan garing tanpa adanya Ruben Onsu, Irfan Hakim, Sule atau artis OVJ yang biasanya mengocok perut, sedangkan Panas Dingin sangat kocak namun penuh Kritik pedas.

Sebut saja ini ‘keirian’ pihak TV lain yang menganggap dominasi Trans makin nyata. Sebut saja beberapa tahun lalu, Trans mendominasi lewat program Ceriwis, sempat Insert menggeser Silet, Termehek-mehek, Empat Mata, Extravaganza, OVJ bahkan nominasi acara anak-anak seperti Dunia Air, Dunia Binatang sampai Laptop Si Unyil sudah diboking untuk kemenangan Trans. Kala itu hampir semua artis Trans memeriahkan gemerlap Panasonic Awards, termasuk sang pucuk pimpinan Wisnutama dan Ishadi SK yang menerima Lifetime Achievement Awards.

Kembali ke 2008, TransCorp pun dipercaya menggelar hajatan besar milik bangsa, 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Bukan abal-abal saja, Trans pun mengemas acara sedemikian rupa sehingga tidak bosan menontonnya.

TransCorp menyukseskan Thomas-Uber 2008 :

  • Lewat acara Empat Mata ini, Thomas-Uber Cup berhasil tersosialisasikan dengan baik. Kala itu, Empat Mata menjadi acara talkshow yang paling digemari, presenternya, Tukul Arwana pun tak bodoh-bodoh amat urusan Bulutangkis, buktinya dia ngerti masalah Service ala Susi Susanti.
  • Tak Tanggung, Rp 9 Milliar tersedot dari kas TransCorpora milik Chairul Tanjung untuk membeli hak siar Thomas-Uber 2008. Harga ini sama dengan hak siar Timnas Sepakbola di pertandingan internasional untuk SCTV pada 2011 lalu.
  • Antusiasme masyarakat menonton sangat besar, sebut saja artis seperti Agnes Monica sampai Presiden RI mau menonton langsung Final Piala Uber 2008 antara Indonesia VS China (aduh, keinget waktu Piala AFF 2010, Pak SBY ampe pake atribut khas suporter yang biasa ditirukan Ustad Maulana).
  • Hajatan yang digelar 11-18 Mei 2008 lalu ini tak hanya dimeriahkan oleh program spesial seperti Empat Mata, Ceriwis dan penayangan pertandingan, tetapi dimulai dari pembagian grup Piala Thomas-Uber.
  • Program Sport yang populer, Sport7 juga mendominasi bulutangkis sebagai beritanya, termasuk Simulasi tim Thomas-Uber Indonesia pada 29 Februari di Bandung dan 29 Maret di Batam.
  • Tak tanggung, jika MNCTV lalu menayangkan Final Kualifikasi Thomas-Uber Asia 2012 di Macau secara tidak penuh, TransCorp menayangkan hajatan Kualifikasi Thomas-Uber Asia 2008 di Ho Chi Minh City, Vietnam pada 19-24 Februari lalu.
  • Ini bukan merupakan kali pertama bagi Trans TV, karena pada tahun 2002 dan 2004, TransTV sudah menayangkan pertandingan di Putaran Final. Namun ini menjadi kali pertama bagi Trans7 bekerja sama dengan Trans TV sebagai televisi satu atap.

Kali kedua pasca menikah

Gelaran Thomas Cup 2008 adalah turnamen beregu putra kedua untuk Taufik pasca menikah. Setelah menikah di Februari 2006, Taufik langsung berangkat ke Tokyo mengikuti gelaran Thomas-Uber 2006 di Jepang. Di tahun itu juga ia kembali meraih emas Asian Games di Doha, Qatar.

Di tahun 2006, Taufik masih menjadi Tunggal pertama Indonesia. Haduh, tapi apa syndrome habis menikah, Taufik di Kuarterfinal Piala Thomas kalah duluan dari Shoji Sato, pemain Jepang yang kala itu masih bermain Tunggal. Meski kalah 0-1, pemain Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan melaju ke Semifinal mengalahkan Jepang 3-1 meskipun di Semifinal dikalahkan oleh China 0-3.

Dalam acara Empat Mata itu, Taufik di depan pimpinan PBSI masih saja menyinggung masalah Pensiunan dan penghargaan pasca pensiun. Celetukan Tukul mengenai Mantan Atlet Sepeda yang akhirnya menjadi Penjual Siomay juga mungkin menjadi singgungan bagi pemerintah.

Butet bicara soal Rok

Dalam acara Empat mata, Butet pertama kali diwawancarai dengan mengapa ia disebut Butet. Ia pun menjawab mengenai dirinya anak bungsu manja, makanya disebut Butet oleh teman dari Medan.

Pertanyaan selanjutnya, ia pun diberi pertanyaan yang cukup sulit, mengenai ketidakmauan Butet memakai Rok. Ia pun berbicara mungkin pantes memakai Rok dalam bermain. Namun, ia menganggap alasan gak nyaman dan gak percaya diri membuatnya tak ingin bermain memakai rok. Gue tetep suka sama Butet, jadi diri sendiri.

Hendrawan ‘lari’ dari kawannya

Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia, yang kemarin membimbing Tim Muda Malaysia Leopards tampil juga sebagai salah satu ofisial Tim Indonesia di Thomas-Uber 2008. Kala itu, ia menjadi pelatih bagi 3 tunggal yang menjadi skuad Thomas, yakni Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso dan Tommy Sugiarto.

Sekilas saja, di tanggal 19 Mei 2002, digelar Final Piala Thomas antara Indonesia VS Malaysia. Indonesia berhasil membawa pulang Piala Thomas dengan skor 3-2. Berikut hasil pertandingannya.

  • MS 1 : Marleve Mainaky [INA] – Wong Chong Hann [MAS] : 5-7, 5-7, 1-7.
  • MD 1 : Sigit Budiarto/Candra Wijaya [INA] – Chew Choong Eng/Chan Chong Ming [MAS] : 7-3, 7-4, 7-2
  • MS 2 : Taufik Hidayat [INA] – Lee Tsuen Eng [MAS] : 7-1, 5-7, 2-7, 3-7
  • MD 2 : Tri Kusharjanto/Halim Haryanto [INA] – Lee Wan Wah/Choong Tan Fook [MAS] : 8-7, 7-8, 7-1, 7-3
  • MS 3 : Hendrawan [INA] – M.Roslin Hashim [MAS] : 8-7, 7-2, 7-1.

Selain disambut oleh Presiden Megawati, Semua Tim diarak keliling Jakarta sambil membawa Piala kebanggaan Thomas Cup yang disiarkan oleh berbagai televisi.

Nah, di Empat Mata, Hendrawan bercerita mengenai hal unik saat jelang kemenangan Indonesia. Kala itu di set ketiga dalam keadaan skor 6-1, para kawan dari Hendrawan sudah berdiri semua dan seperti memastikan kemenangan, sehingga membuyarkan konsentrasi Hendrawan. Hendrawan melihat kawannya seperti mau menyerbu lapangan. Begitu menang 7-1, tanpa melihat pagar pembatas, para atlet kawan Hendrawan langsung menyerbu Hendra yang ketakutan dan lari seperti dikejar maling, ujar Hendrawan yang gembira.

Suara Kemenangan dari Cokelat bikin ‘merinding’

Dalam acara Empat Mata itu, Grup Band Cokelat juga membawakan salah satu lagu theme song dari Thomas-Uber 2008 berjudul ‘Suara Kemenangan’. Ini nih liriknya..

Mari bersama kita berjuang kawan
Pacu semangat kejar impian
Sudah waktunya kita yang muda bersiap
Untuk negara tantang dunia

Jangan kau menyerah
Bertahan untuk menang
Kau anak bangsa berikan kami
Satu harapan untuk bangga

Kita berjuang harumkan nama bangsa
Yakinlah kawan kita kan bisa
Jangan kau menyerah
Bertahan untuk menang

Kau anak bangsa berikan kami
satu harapan untuk bangga
Engkau pahlawan pantang menyerah
Terus berjuang untuk menang

Indonesia… kami untukmu…
Indonesia… kami untukmu…

Jangan kau menyerah
Bertahan untuk menang

Kau anak bangsa berikan kami
Satu harapan untuk bangga
Engkau pahlawan pantang menyerah
Terus berjuang untuk menang

Indonesia… kami untukmu….

Tukul pun memberikan titel Band yang cinta Indonesia. Lagu ini dibuat oleh Coket sebagai bentuk penghargaan bagi Tim Thomas-Uber Indonesia di Piala Thomas-Uber 2008 yang digelar di Jakarta.

Kisruh Istora 11 Mei 2008

Kisah kekisruhan Piala Thomas-Uber 2008 lalu terjadi karena kurangnya cetak tiket dari Istora Senayan Jakarta. Kapasitas Istora sekitar 8.000 orang. Tiket yang dilepas untuk umum hanya berkisar 1500-2500 lembar. Hal ini yang menyebabkan kekisruhan pada pertandingan hari pertama kemarin.

Kisah perantau yang ‘terpaksa’ datang

Beberapa mantan pemain Indonesia kini menyumbangkan pengalaman mereka untuk negara lain juga tampil di Jakarta pada tahun 2008 lalu, seperti Mia Audina yang pernah memperkuat Belanda, Tony Gunawan yang mewakili Amerika Serikat, dan Rexy Mainaky yang melatih tim Inggris.

Setelah kita melihat beberapa hal menarik di Empat Mata. Kali ini duaribuan membawakan beberapa kenangan seputar Piala Thomas-Uber 2008 lalu.

Thomas capai Semifinal, Uber bertitel Runner Up

Thomas Cup

Piala Thomas 2008, mengejutkan Tim Thomas yang diunggulkan di tempat kedua kalah dari Korea yang tidak diunggulkan. Dalam laga Semifinal, Indonesia kalah 0-3 dari Korea sekaligus memupuskan harapan kembalinya Piala Thomas. Sony Dwi Kuncoro yang menjadi Tunggal pertama gagal menuntaskan perlawanan dari Park Sung Hwan. Sony kalah 12-21, 21-12, 18-21. Ganda Nomor 1, Markis Kido/Hendra Setiawan mengejutkan kalah dari Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor 19-21, 21-18, 10-21. Kekalahan ini pun gagal ditunda Taufik yang kalah lebih cepat dari Lee Hyun Ill 13-21, 14-21.

uber cup photo

Piala Uber beda lagi, Tim Uber Indonesia berhasil  mengalahkan Jerman yang pada kali ini menjadi kuda hitam di Semifinal. Indonesia menang 3-1 atas Jerman. kekalahan Indonesia terjadi lebih dulu dari Maria Kristin yang kalah dari Xu Huaiwen dengan skor 20-22, 15-21. Kekalahan itu dibalas kemenangan Adrianti Firdasari, Jo Novita/Greysia Polii dan Pia Zebadiah.

Sementara di Final, Indonesia bertekuk lutut 0-3 dari China yang tampil dengan kekuatan penuh mengejar Olimpiade. Turun di partai pertama, Maria Kristin Yulianti kalah 18-21, 20-22 dari Xie Xingfang. Ganda Putri Vita Marissa/Lilyana Natsir yang pernah menumbangkan 3 Ganda China di China Master 2007 kalah rubber atas pasangan China, Yang Wei/Zhang Jiewen dengan skor 15-21, 21-19, 16-21. Adrianti Firdasari pun gagal menyumbang angka pasca kalah dari Lu Lan dengan skor 17-21, 16-21. Piala Uber melayang, namun ada hiburan tersendiri kala Presiden SBY datang menonton Pertandingan Tim Uber di Final.

Dan untuk edisi 2012, ada beberapa perkembangan terbaru mengenai Piala Thomas-Uber 2012. Ini beritanya.

Logo Piala Thomas-Uber 2012

Gelaran Thomas-Uber 2012 pada 20-27 Mei mendatang di Wuhan sudah dirilis logo turnamen terbaru. Dengan sponsor dari Dongfeng Citroen, Thomas Uber CUp Finals memiliki logo yang panjang seperti ditunjukkan diatas, namun saya yakin akan ada cetakan logo yang bervariasi yang bisa ditampilkan di Indonesia nantinya.

Pimpinan Ofisial dari Piala Thomas-Uber 2012 ini adalah putra bangsa, Juniarto Suhandinata, adik dari Justian Suhandinata dan anak dari Suharso Suhandinata, sang diplomat bulutangkis.

Itulah beberapa informasi mengenai Thomas dan Uber 2008 serta informasi di tahun 2012 ini…

salam duaribuan…

Iklan