Tak hanya Ranking Dunia

salam duaribuan…

Kalo soal Pebulutangkis Putri yang lagi naik daun, Lilyana Natsir yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad ini gak bakal habis kalau dibuat artikel. Ada aja fakta unik terbaru, dan duaribuan kembali menghadirkan fakta unik ini.

Profesi Atlet tak sepenuhnya berhubungan dengan fisik dan strategi di lapangan. Spesialis Ganda Campuran Indonesia, Lilyana Natsir yang kemarin baru saja memboyong 2 gelar di Eropa ternyata punya catatan baik di SD.

Sewaktu Sekolah Dasar, Liliyana Natsir sempat menyabet Ranking di Kelasnya. Namun karena saat SD ia juga bergabung dengan PB Pisok di Manado. Lulus Sekolah Dasar, Natsir memutuskan fokus di Bulutangkis dan berhenti sekolah. Fokus adalah salah satu kunci terbaik untuk meraih hasil yang baik.

Lilyana sendiri mengaku berat untuk meninggalkan sekolah karena peringkat di kelasnya yang terbilang bagus itu. Ketika ditanyai mengenai keinginnya melanjutkan pendidikan formal, ia menyatakan “Sudah terlalu banyak ketinggalan kalau harus mulai dari awal”.

Hari libur bagi seorang atlet hanya beberap hari dalam seminggu, karenanya Lilyana Natsir tidak pulang dan memiliki hobi mengisi har iliburnya. Hobi Lilyana Natsir adalah dugem dan biliar, ditemani secangkir kopi, tomboy abies.. Ditambah kegemarannya bermain game di komputer. Terkait hobi nya biliar, Lilyana pernah mengatakan seperti ini, “Seru ajabareng anak-anak. Meski tidak terlalu mahir, yang penting saya tidak malu-maluin lah”. Yaiyah lah, orang pinter mau maen apa aja otaknya lancar..

Nah, kalo Liburan panjang dan Natal adalah saat yang amat dia nantikan. Butet pasti pulang kampung. Semua masakan Manado dilalapnya, termasuk sup tikus hutan. Dia menyimpan cita-cita menjadi seorang pelatih. Tapi memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Yah, pasti kalo buka Pelatihan Bulutangkis sendiri laku tuh, siapa sih yang gak mau dilatih sama Juara Dunia dan calon Peraih Emas Olimpiade (amin).

Hobi yang seperti itu tak membuat ia tidak kompak di lapangan dengan pasangan duetnya. Mungkin kalo pasangan duetnya ya yang lebih punya kehidupan masing-masing, semisal kayak Nova Widianto yang udah menikah, jadi tinggal di luar Pelatnas, sedangkan kalo sekarang Tontowi Ahmad punya kehidupan asmara ala ababil gitu.. hahah..

Saat bersama Nova, Lilyana dan Nova sepertinya mengatakan bahwa mereka hanya kompak di lapangan, diluarnya hanya sebatas untuk latihan, mengingat usia juga (Nova tujuh tahun lebih tua). Di Kehidupan pribadi, Nova lebih sering bersama istrinya Eny Widyowati, namun mereka tetap solid saat di lapangan atau berlatih.

Sedang kalo bersama Tontowi Ahmad, umur yang tak jauh beda membuat mereka lebih akrab dibanding dengan Nova. Kalo soal ini, Mungkin Owi ya yang sering pacaran, mangkanya keakraban Lilyana dengan Owi mirip dengan Nova, kala berlatih dan bermain di turnamen.

Saina Nehwal sparring dengan cowok

Di Djarum Indonesia Open 2010, didampingi Atik Jauhari (kiri), Saina dan Atik mengungkapkan hal unik seputar Saina kala berlatih. Atik mengungkapkan hal-hal berikut.

  • Menurut Atik Seharusnya Saina berlatih 3 jam, namun Saina sendiri bahkan meminta berlatih sampai 4,5 jam.
  • Karena India bukan termasuk negara bulutangkis besar, Saina kesulitan dalam mencari partner bertanding, sehingga ia disparringkan dengan melawan atlet putra atau Saina melawan 2 orang.
  • Target Ranking Saina terpenuhi lebih cepat dari apa yang diharap Atik. Atik mentargetkan Saina berada di Top 5 pada akhir 2010 namun sudah masuk 3 besar pada pertengahan 2010. Kini, Rankingnya masih tetap berkutat di Top 10.

Atik sendiri kala gelaran Djarum Indonesia Open 2011 tak lagi mendampingi Saina, namun ia masih berharap Saina bisa meraih gelar Juara Dunia.

Fakta Menarik Lilyana Natsir 

  1. Seperti diungkapkan diatas, Natal adalah saat Lilyana bisa pulang kampung ke Manado bertemu orang tuanya (Om Beno & Tante Olly).
  2. Cewek Manado yang putih bersih ini ternyata suka Parfum Calvin Klein (biasanya dipake cowok).
  3. Isi Lemari pakaiannya kebanyakan Kaos dan Jeans, Rok terakhir yang ia miliki adalah Rok SD, tutur Mantan Juara Dunia yang tomboy itu
  4. Calista Natsir bagaikan langit dan bumi dengan Lilyana Natsir. Calista feminim, rambut panjang, dokter sedangkan Lilyana tomboy, rambut pendek, atlet.
  5. Meskipun luarnya cowok, tetep dalemnya cewek, kalo di luar negeri, setiap atlet pasti menyempatkan belanja, tak termasuk Butet. Ia selalu belanja di tempat yang murah (asli cewek, kalo cowok biasanya tinggal bayar barang datang)
  6. Sifat ceweknya itu juga terlihat ketika ia senang main sama anak kecil sampe ia sering ngajak main (main badminton??).
  7. Kata temen-temennya, Butet itu ‘tempat curhat terbaik’ sekaligus pemberi solusi yang paling baik
  8. Hal yang paling dibenci sama Butet cuma satu, Keramaian, termasuk saat ia dikerubutin para fans.

Untuk yang Nomor 8, sempat para fans mencibirnya ‘Sombong’. Ini terlihat di SEA Games 2011 lalu, Lilyana yang didampingi tim dan keluarganya keluar dari ruang ganti Atlet dikerubutin banyak orang (fans-nya). Lah, ketika dikerubutin ini Butet melenggang jalan dijagain sama Petugas SEA Games. Padahal saat itu, banyak anak SMA minta foto dan tanda tangan. Ketika jalan melenggang itu, masih ada beberapa anak yang mengejar namun rombongan yang ditinggal di belakang mencibir ‘Sombong’.

Ketika dibilang seperti itu, ia langsung berhenti dan menandatangani anak yang masih mengikutinya serta memberikan waktu berfoto. Lalu ia pun langsung ke mobil. Mungkin bukan sombong, seperti fakta nomor 8, ‘Butet tidak suka keramaian’. Cerita lengkapnya nih Cerita Lengkap ‘Natsir Sombong’.

Inspirasi dari Dua Jagoan Halimah

Kakak beradik pebulutangkis asal PB Djarum, Fran Kurniawan-Fernando Kurniawan ini ternyata punya kisah inspiratif oleh sang Ibu, Halimah yang akrab dipanggil jagoannya ini dengan sebutan Awan. Halimah adalah seorang single parent yang hijrah dari Palembang ke Jakarta pasca perceraian dengan suami.

Halimah membiayai hidup dengan membuka usaha sendiri dengan berjualan pempek khas palembang. Kerja keras yang dilakukannya sendirian itu membuat kedua putranya, Fran-Fernando dititipkan di rumah nenek.

Fran-Fernando yang tertarik dengan bulutangkis akhirnya dijabahi oleh sang Ibu. Fran-Fernando dimasukkan ke dalam klub bulutangkis. Kala itu, Halimah yang diwawancarai di acara Kick Andy tahun 2008 menyatakan mencari uang Rp150 ribu susah, padahal itu hanya untuk pendaftaran (kala itu krisis moneter sepertinya). Namun, bakat yang dimiliki klub Djarum membuat mereka mendapatkan beasiswa PB Djarum yang terkenal sejak 1969 itu.

Kata mutiara dari fran : “Janganlah kau malu dengan latar belakangmu, kejarlah cita-citamu”. Kehidupan Fran memang berat, hidup dengan orang tua seorang single parent membuat pandangan orang negatif. Ini menjadi pembuktian, “anak single parent juga bisa menjadi orang.” Tutur Fran dengan lantang.

Inggris, Britania atau UK

Olimpiade makin dekat, kini salah satu ancaman dari Eropa adalah pasangan beda bendera, Chris Adock/Imogen Bankier. Pasangan Inggris dan Skotlandia ini lolos juga ke Olimpiade sebagai wakil Britania. Sempet bingung, apa beda Inggris, Britania, atau UK?

Di Olimpiade, Inggris-Skotlandia-Wales tercatat dengan nama GBR atau Britania Raya. Sedangkan di FIFA, Inggris, Skotlandia, Wales berbeda bendera. Di BWF sendiri, mengikuti aturan FIFA, sehingga Adcock/Bankier berbeda bendera dalam setiap kejuaraan BWF. Namun untuk Olimpiade, ternyata menggunakan GBR alias Britania Raya. Bingung kan?

Dari beberapa sumber, gini nih kesimpulannya.

  • Inggris = negara Bagian UK
  • Britania Raya = Inggris, Wales, Skotlandia
  • UK = Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara

Saya bingung, bagaimana dengan anda?

Dedikasi Keluarga Suhandinata untuk Bulutangkis

Suharso Suhandinata adalah senior bulutangkis Indonesia sekaligus Diplomat Olahraga paling ulung. Perang Dingin WBF dan IBF sebelum tahun 1978 sempat menjadi salah satu masalah bulutangkis. Namun, Suharso Suhandinata lewat diplomasi ulungnya berhasil menyatukan dua badan olahraga itu.

Masalah IBF-WBF terjadi tatkala masih hanya ada 1 badan bulutangkis, IBF. RRC yang menginginkan masuk ke IBF ditolak karena sudah ada negara yang menggunakan nama China, yakni Taipei. Mangkanya kala itu Indonesia masih punya nama baik di tingkat Internasional karena China tidak mengikuti turnamen internasional gelaran IBF.

Hingga beberapa tahun kemudian, China membuat badan olahraga tandingan, WBF dan mengundang beberapa negara kawannya, termasuk Afrika Selatan dan negara-negara Afrika yang pro WBF. Hal ini terjadi karena IBF ternyata sangat ‘rasis’ terhadap kulit hitam. Suharso pun dengan ulung berhasil mendiplomasikan hal ini, RRC masuk dan Taipei diberikan nama Chinese Taipei sebagai pengganti China.

Atas jasanya itu, nama Suhandinata diabadikan sebagai nama piala untuk World Mixed Team Championship sejak 2010 lalu. Piala Suhandinata sendiri terbuat dari perak berlapis emas dengan berat 6 kg, tinggi 80 cm dengan corak bali dan patung Garuda Wisnu Kencana. Desain Dibuat oleh Yose Sulawu asal Yogyakarta dan pemahatnya dari Rumi Gallery Ubud Bali. Gambarnya diatas.

Darah kecintaan Bulutangkis turun kepada sang anak, Justian Suhandinata. Pada tahun 1967, dirinya masuk Tim Bayangan Piala Thomas kala itu. Namun, ia tidak dipilih kala itu. Kecewa, ia pun keluar. Keluar dari Pelatnas membuatnya memilih kembali meneruskan kuliah. hingga ia kini berhasil menjadi pengusaha dan pemilik PB Tangkas Alfamart, tempat dimana Lilyana Natsir dididik menjadi pebulutangkis handal.

Dedikasi di bulutangkis ditunjukkannya di bidang organisasi. Ia telah 16 tahun berada di BWF dan pernah menjadi Vice President. Selain itu, Kakak kandungnya, Juniarto Suhandinata juga merupakan salah satu referee (wasit) internasional ternama asal Indonesia, ia sendiri menjadi salah satu deputi referee di Piala Thomas-Uber 2008 di Jakarta.

Perhatian Tontowi Ahmad kala Lilyana Natsir cedera

Sewaktu bulan Juni 2011 lalu, digelar Piala Sudirman. Spesialis Ganda Campuran terbaik Indonesia, Liliyana Natsir tak ikut dalam gelaran dua tahunan itu. Lilyana ternyata dilanda cedera, padahal kala itu Lilyana telah menyabet 2 gelar Superseries lewat India Open dan Singapore Open.

Lilyana kala itu mengalami cedera di bagian tangan sehingga ia tak dapat mengikuti Piala Sudirman. Cedera ini sudah terasa di akhir turnamen India Open 2011. Namun ia tetap memaksakan bermain di Singapore Open namun ternyata menang serta seminggu kemudian di Jakarta ia menjadi Runner Up di Indonesia Open 2011.

Di Malaysia Open (awal Mei), Lilyana Natsir yang cedera tangannya mulai terasa, Owi menunjukkan perhatiannya kepada Natsir. Dalam permainan kala itu, Owi meyakinkan Natsir bahwa mereka bisa menang, Owi menjaga seluruh lapangan, sedangkan Natsir diminta untuk menjaga di depan net saja.

Tutur Lilyana, kala itu ia pernah keluar lapangan, sehingga Owi hanya bermain sendiri, Lilyana yang berpikir bola nya mati namun ternyata tidak mati, bahkan sudah terjadi 3 pukulan. Owi benar-benar berkharisma kala itu.

Itulah beberapa informasi bulutangkis Indonesia…

salam duaribuan…

Iklan