Situs sekelas liputan6.com ‘copas’ ?

salam duaribuan…

Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir. (Foto: Reuters)

Situs portal media milik SCTV, Liputan6.com ternyata melakukan copas (copy paste) alias meniru artikel yang termuat dari situs PB PBSI, yakni pada artikel berjudul ‘Tontowi/Liliyana kembali incar gelar Juara’

Tak sengaja berseluncur di dunia maya, ketika itu berita PBSI mengenai “Tontowi/Lilyana kembali incar gelar Juara’ di situs Informasi PBSI lebih dulu saya baca. Namun, berselang berjam-jam kemudian, artikel dengan judul sama terbit dari account liputan6.com yang merupakan salah satu portal media ter-update.

Iseng-iseng membuka, ternyata konten atau isinya sama persis dengan yang ada di situs Informasi PBSI. Ini adalah link Hasil Copas Liputan6.com. Ternyata, kedua berita tersebut sama persis dengan tulisan yang sama. Meskipun begitu, Liputan6.com memang mencantumkan pb.pbsi.org/IAN pada akhir artikel itu. Entah siapa orang berinisial IAN yang menjiplak artikel dari PBSI dengan tanpa mengedit atau menyunting terlebih dahulu, apa karena status liputan6.com yang katanya ‘portal media terupdate’?

Bila menelisik dari berbagai media, semisal detik.com, vivanews.com atau okezone.com yang juga merupakan situs media online besar di Indonesia memang memiliki konten serupa namun disajikan dengan sunting/editan berbeda. Meskipun tidak semua media tertarik akan meliput gelaran bulutangkis, namun sepatutnya pemberitaan itu tidak hanya tinggal copas. Berita hasil Copas mengartikan bahwa media tersebut hanya ingin ‘berstatus selalu update’ tanpa mau susah menyunting atau mungkin hanya menginginkan rating tinggi supaya iklan online marak di situsnya.

Mengingat Copas ini dilakukan oleh situs media sepopuler Liputan6.com, membuat kredibitas dan slogan ‘Aktual Tajam Terpercaya’ mulai saya ragukan. Apakah update pemberitaan media sekarang hanya untuk mencari keuntungan. Disisi lain, saya bukan untuk menyudutkan situs portal liputan6.com, karena mereka juga telah turut serta memberitakan mengenai Bulutangkis. Lebih baik lagi, menyiarkan bulutangkis lewat SCTV, tapi kayaknya gak mungkin. SCTV Sport ternyata cuma buat nayangin Bola, ampe tuh kontrak 10 Miliar ama PSSI, dikorupsi tuh duitnya, sia-sia… Mending sponsorin Lilyana Natsir, udah ketahuan prestasinya.. Kemarin gue lihat sempet Petinju nasional yang disponsorin kalah ama petinju dari mana gitu.. Haduh, Ibu Harsiwi tuh malu kali ya.. Padahal ia yang sering Konpres..

Lupakan mengenai liputan6.com yang mencopas artikel PB PBSI. Kita akan simak beberapa informasi bulutangkis dari dalam maupun luar negeri.

Sepasang Gelar, Dua Piala, Uang dan Kebanggaan

Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir kembali mengukir prestasi dikancah bulutangkis. Pasangan yang  menduduki Ranking 4 BWF ini menunjukkan kepada dunia bahwa prestasi bulutangkis Indonesia masih patut diperhitungkan. Pasangan Ganda Campuran Indonesia ini menyabet gelar Mixed Double Swiss Open GPG 2012.

Kemenangan ini dapat setelah pasangan Indonesia ini mengalahkan Silver Medalist XD SEA Games 2011, Sudket Prapakamol/Saralee Thongthoungkam dari Thailand dengan straight set 21-16, 21-14. Partai terakhir itu hanya membutuhkan waktu 23 menit, Paling cepat diantara 5 partai Final lain. Selain itu, partai ini juga menjadi pertandingan tercepat bagi Owi/Butet dari 5 pertandingan yang dijalankan dalam turnamen Swiss Open 2012 ini.

Kemenangan ini sekaligus mengawinkan gelar All England yang diraihnya seminggu sebelumnya di Birmingham. Selain itu, uang yang didapat oleh Tontowi/Lilyana pasti sangat besar, apalagi ditambah bonus yang dijanjikan oleh PB PBSI (kurang apa sih PBSI tuh.. udah baek banget). Dan yang pasti kebanggaan karena membawa nama Indonesia dikancah bulutangkis dunia.

Eropa menjanjikan buat Owi/Butet di 2012

Jika pada tahun sebelumnya, pasangan Indonesia ini kandas di Wembley Arena dalam Kejuaraan Dunia serta berbagai event superseries di Eropa. Di tahun 2012, mereka cemerlang di Eropa. Menurut statistik, Tontowi/Lilyana telah mengikuti 4 turnamen, yakni Korea Open, Malaysia Open, All England, Swiss Open. Dari 4 turnamen itu, ternyata All England dan Swiss Open diraih oleh pasangan ini.

Turnamen selanjutnya yang akan diikuti pasangan Indonesia ini menjelang Olimpiade adalah Australia Open GPG dan India Open SS 2012. Memang bukan di Eropa, namun semoga suasana eropa selalu menghiasi pebulutangkis Indonesia sampai perebutan emas Olimpiade 2012 di Wembley Arena mendatang.

Di Wembley Arena sendiri, Tontowi/Lilyana yang bermain di nomor Ganda Campuran akan melawan 3 lawan nonunggulan di babak Penyisihan Grup (sistem setengah gugur/Round Robin). Jika Tontowi/Lilyana lolos dari penyisihan Grup (minimal Runner Up Grup untuk lolos) akan berhadapan dengan wakil Grup lain pada Kuarterfinal yang digelar 1 Agustus.

Nah, jika lolos dari Kuarterfinal, kesempatan medali makin besar peluangnya. Pasangan ini menginjak Babak Semifinal yang digelar 2 Agustus. Jika lolos, maka masuk Gold Medal Match dan jika kalah mengikuti Bronze Medal Match.

Medali untuk Ganda Campuran akan dibagikan 3 Agustus, termasuk Victory ceremony untuk pengibaran bendera dan lagu kebangsaan. Jadi, Medali untuk Ganda Campuran ini dibagikan paling pertama diantara 5 nomor lainnya. Untuk WS dan WD akan dibagikan 4 Agustus sedangkan MS dan MD akan dibagikan 5 Agustus.

Swiss Open 2012 Champion & Result

  • MS : Chen Jin [CHN/4] bt Lee Hyun Ill [KOR/5] : 14-21, 21-9, 21-17
  • WS : Saina Nehwal [IND/3] bt Wang Shixian [CHN/2] : 21-19, 21-16
  • MD : Naoki Kawamae/Shoji Sato [JPN/6] bt Fang Chiech Min/Lee Sheng Mu [TPE/7] : 21-13, 21-14.
  • WD : Huan Xia/Tang Jinhua [CHN] bt Bao Yixin/Zhong Qianxin [CHN/6] : 21-17, 21-10.
  • XD : Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir [INA/1] bt Sudket Prapakamol/Saralee Thongthoungkam [THA/3] : 21-16, 21-14.

Melati Daeva Oktaviani, sukses diluar Pelatnas

Pebulutangkis Junior, Melati Daeva Oktaviani dari PB Djarum berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Pebulutangkis muda ini berhasil menyabet 3 gelar beruntun di awal tahun 2012 ini, dan kesemuanya gelar di Eropa (atmosfir Indonesia di Eropa nih..)

Gelar beruntun itu adalah sebagai berikut.

  • XD Dutch Junior (with Edi Subaktiar)
  • WD German Junior (with Rosyita Eka Putri Sari)
  • XD Banuinvest International 2012 (with Edi Subaktiar)

Pemain PB Djarum ini pada final Banuinvest International yang merupakan turnamen kelas IV ini berhasil menumbangkan unggulan pertama asal Austria, Roman Zirnwald/Elisabeth Baldauf dengan skor 21-19, 21-18.

Melati Daeva sendiri pernah ditarik masuk ke Pelatnas Cipayung sebagai Junior untuk WD (Pelatnas tak menginjinkan atlet bermain rangkap), namun Melati tak jadi masuk Pelatnas karena dipersiapkan oleh PB Djarum mengikuti turnamen beruntun ini yang berhasil mengangkat namanya. Ini nih the next Lilyana Natsir dan bakal Gold Medalist Olimpiade 2016 kali ya…

Berita Bulutangkis rajai Terpopuler Sport Okezone.com

Situs portal online Okezone.com milik MNC Group ternyata mencatatkan hal tersendiri mengenai bulutangkis. Di Kanal Sport Okezone, dari 5 berita Terpopuler, 4 diantaranya adalah berita Bulutangkis.

Dilansir dari sport.okezone.com, 5 berita Sport terpopuler itu adalah sebagai berikut.

  1. Susah Payah Taufik Menjejak Semifinal
  2. Alonso : Hasil Ini diluar Dugaan
  3. Taufik Gagal ke Final
  4. Tontowi/Lilyana juara lagi
  5. Bungkam Malaysia, wakil Indonesia ke Semi Final

Dari 5 Top Populer Sport Okezone, hanya berita Alonso yang berasal dari luar bulutangkis. Hal itu menunjukkan antusiasme melihat berita mengenai bulutangkis Indonesia masih sangat tinggi, sehingga patut media di Indonesia ini mengangkat bulutangkis sebagai berita.

Sedikit saja ada TV atau Media yang mau berbeda, minimal menayangkan bulutangkis, artis main bulutangkis, atau liputan langsung, mengambil gambar, pasti ada effectnya. But, untuk saat ini bulutangkis gak trend. EURO bulan Juni-Juli mendatang, kira-kira Djarum Indonesia Open meriah gak ya? DIO sendiri bakal digelar pertengahan Juni dan memperebutkan hadiah USD 600.000 sekaligus menjadi tahun kedua gelaran berkasta Superseries Premier ini, tahun lalu Istora disulap jadi Planet Badminton, tahun ini apa yang dipersiapkan PBSI dan Djarum sebagai sponsor utama?

Masih ikutkah Lilyana Natsir untuk PON 2012?

Meski tak terlalu terkenal, Bulutangkis PON 2012 juga mempertaruhkan nama baik Provinsi asal atlet. Lilyana Natsir yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara pernah meraih emas PON. Jika Lilyana Natsir masih mengikuti PON pada 2004 lalu dan meraih emas, Edisi 2008 dirinya tak turun. Namun untuk edisi 2012 ini, masihkah Lilyana berminat?

Di Edisi 2004, tepatnya di Palembang, Lilyana Natsir yang berpasangan dengan Nathalia C. Poluakan di Nomor Ganda Putri berhasil menyabet emas untuk Sulawesi Utara setelah mengalahkan Ganda Putri Jakarta, Jo Novita/Vita Marissa dengan skor 15-2, 15-6. Di Edisi 2008, Nathalia kembali menyumbang emas untuk Sulawesi Utara, berpasangan dengan Greysia Polii.

Di Edisi 2012,  ternyata kemungkinan para atlet Senior Pelatnas tidak bisa mengikuti PON 2012, termasuk Lilyana Natsir karena ternyata ada Pembatasan Usia atlet yang berlaga di PON 2012. Yah, gak dapet emas PON, dapetnya Emas Olimpiade lah…

Fashion Bulutangkis Dunia

Keinget jaman dulu, pakaian atlet sangat lebar banget, ternyata dulu alesannya pakaian yang lebih besar membuat bebas bergerak. But, dulu kainnya juga gak mendukung, jadi sempat basah kuyub bajunya pemain kalo rubber game.

Nah, sekarang bahannya udah berteknologi tinggi loh, body fit trus gak perlu ganti baju segala kalo rubber.. Nih, beberapa fashion bulutangkis yang udah modern…

Lee Yong Dae dengan baju tanpa lengan dengan menambah pengaman lengan kanannya, kalo bisa pengamannya lebih trendy kayak Shem Goh kemaren

Style Wang Lin dengan roknya

Taufik dengan pakaian lengan setengah buntung ditambah pengaman kaki warna hitam, warna dominan hitam.. Jarang-jarang nih pakaian yang gini…

Charmaine Reid dengan baju pas badan dengan model bagian belakangnya yang berupa silangan di punggung.

Lee Chong Wei, atlet yang paling sering tampil dengan baju tanpa lengan

Gail Emms di Olimpiade 2004 dengan baju buntung dan celana bernuansa Britania Raya yang dipadukan dengan rok. Serta Nathan Robertson dengan ikat kepala.

Duo Jepang, Mami naito/Shizuka Matsuo yang memakai baju dan rok terusan, dan pasti memakai celana. Ganda Putri Jepang memang sudah membiasakan memakai rok dan baju terusan.

Rok Gutta yang dikombinasikan dengan gelang tangan. Putri India memang lebih sopan dalam pemakaian rok.. Saina pernah memakai rok sedikit diatas lutut, namun memang agak lebar, namun itu sepertinya tetap membuat lincahnya langkah gerak Saina.

Pi Hongyan dari Perancis yang memakai Rok tipe Jersey dikombinasikan dengan dua pengaman lutut warna hitam.

Pakaian paling modis by Tine Baun, baju dan celana terusan, rambut terkuncir kuda, sepatu biru. Modis sekali.. Ini di Olimpiade 2008 lalu, sayang tersingkir oleh Maria Kristin Yulianti di Babak Kedua.

Memang masih ada kontroversi mengenai rok pebulutangkis Putri.. But, yang namanya bulutangkis ya terbangnya shuttlecock, masalah lain adalah tambahan alias hiburan.

Itulah beberapa hal mengenai bulutangkis beberapa hari ini…

salam duaribuan…

Iklan