Bangganya Beno Natsir

salam duaribuan…

Ini dia om BENO NATSIR :) ayahanda dari LILIYANA NATSIR :) unyu unyu yay ? Hahahahaha

Wah, pasti bangga sekali kalo jadi seorang Beno Natsir. Gimana nggak… Putri pertamanya seorang Dokter, putri keduanya seorang atlet jutawan, Lilyana Natsir.

Banyak sekali sekarang orang-orang yang kaya ternyata karena korupsi. Ini nih yang paling dibanggain, Lilyana Natsir. Sang ayah sangat bangga sama anaknya yang satu ini. Gimana nggak? Setelah jawara All England, Butet, sapaan akrabnya mungkin bisa menambah pundi uangnya di Swiss.

Meskipun banyak berhadiah USD 125.000, Namun jika bisa memenangkan gelar ini, Lilyana tak hanya mendapatkan hadiah itu, Ranking mereka sudah dipastikan naik mengingat Top 3 XD Ranking tak ikut dalam kejuaraan berlevel Grand Prix Gold ini.

Betapa bangganya pasti keluarganya, terutama orang tuanya, Beno Natsir dan sang ibu, Olly Maramis. Tak seperti keluarga atlet Sepakbola yang sering sekali diliput, atlet yang sudah sering mendulang berbagai gelar Juara bagi Indonesia ini kurang memiliki kaabr mengenai keluarganya. Bahkan, nama orang tuanya ini sering di sebut dalam biografi Butet.

Lilyana Natsir mungkin menjadi salah satu sukses atlet luar Jawa yang kini menjadi atlet papan atas yang berlimpah harta. But, buat Orang Tuanya, Beno dan Olly sudah bangga anaknya bisa mengembangkan cita-citanya sendiri…

Om Beno ini sangat senang berolahraga, lihat foto paling atas. Foto Om Beno masih sangat segar bugar di usianya kini. Bukan bulutangkis ternyata hobi sang ayah, ternyata basket, pantes tinggi yah… Entah saking senang sama olahraga, sang putri lahir di Hari Olahraga Nasional loh… Si Butet lahir 9 September 1985…

Kembali ke Butet, Pasca lulus sekolah dasar, Lilyana Natsir memilih untuk tekun di Bulutangkis. Orang tuanya yang sudah mengingatkan profesi atlet yang tidak selamanya ‘berduit’, akhirnya merelakan sang putri tercinta merantau ke Jakarta, padahal usia Butet masih sangat belia. Setahun pasca merantau, Natsir balik ke Manado untuk berlibur. Sempat enggan kembali ke PB Tangkas tempat ia bernaung, Tante Olly Natsir (sang ibu) tegas melarang, “Sudah kepalang tanggung” ucap sang Ibu.

Prestasinya memuncak, diawali dari Juara Asia Junior, Jawara SEA Games sampai Silver Medalist Olympic. Ia sudah sangat makmur, tapi itu bukan yang diinginkan sang ayah dan ibu karena memang Om Beno dan Tante Olly sudah berkecukupan akan uang lewat Korona Motor milik sang orang tua, yang bisa mengantarkan Calista Natsir, kakak Lilyana menjadi Dokter sukses.

Kalo dokter, berarti otaknya cerdas, adiknya juga cerdas, cerdas mainnya. Selain itu, Butet sangat religius. dia selalu membuat simbol dari Roh Yesus Kristus seusai melaksanakan pertandingan. Mangkanya selalu menang, Ingat Tuhan terus…

Korona Motor milik sang Orang tua setiap harinya masih sering dikunjungi langganan kendaraan roda dua. Meskipun toko motor milik ayahanda atlet bulutangkis ternama, ternyata sama juga kayak toko motor lain. Banyak sekali drum-drum plus ceceran sisa bahan pelumas oli. Setiap harinya, Om Beno dan Tante Olly selalu mengurusi toko motor ini.

Sebenarnya, Om Beno dan Tante Olly sudah khawatir sekali karena seperti kita tahu, pensiunan atlet belum tentu sesukses saat ia masih menjadi atlet. Namun, mereka lega ketika Lilyana Natsir berhasil menyabet Juara Dunia tahun 2005, Presiden SBY memberikan penghargaan Satya Lencana Parana Krida sekaligus memastikan uang pensiun.

Itu tadi mengenai seputar Lilyana Natsir dan keluarganya, ini nih berita seputar bulutangkis Indonesia dari Swiss maupun dari dalam negeri sendiri…

Pembalasan kekalahan di Wembley Arena

Pasangan Ganda Campuran Indonesia melangkah sendirian ke Final Swiss Open 2012 pasca memenangkan duel lama atas Ganda Britania, Chris Adcock/Imogen Bankier [ENG/SCO] dengan skor 21-15, 16-21, 21-13.

Laga ini sekaligus membalas kekalahan Pasangan Indonesia ini di Semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2011 di Wembley Arena lalu. Pada pertemuan yang lalu, Lilyana mengaku permainannya mudah terbaca. Namun, kali ini Ganda Indonesia ini berbalik menang. Ini yang membuat Owi/Butet menang.

  • Owi/Butet mampu menerapkan strategi di lapangan, sedangkan Adcock/Bankier tidak dapat mengembangkan permainan mereka.
  • Imogen Bankier yang menjadi kunci pasangan Ganda Britania ini (Karena Chris Adcock sepertinya hanya bakat ngetwit di twitter) banyak melakukan kesalahan sendiri, padahal biasanya Bankier sangat mematikan didepan net.
  • Imbas besar kemenangan di All England membuat kepercaya dirian pasangan ini semakin tinggi, dan yang pasti membuat lawan semakin berhati-hati melawan Ganda Indonesia ini.
  • Pasangan Indonesia ini sudah mulai mengerti kelemahan sendiri dan mencoba menguranginya, di beberapa pertandingan lalu, ketika sudah mati sendiri, mereka sulit kembali ke pola permainan.

Seperti yang gue tulis, pasca bertanding, pasangan Britania ini pasti ngetwitt. Oh ya, kemarin artikel ‘Natsir-Ahmed ditunggu Adcock’ itu, ternyata yang ngetwitt nama Owi dengan sebutan ‘Ahmed’ bukan Adcock, tetapi si Bankier. Tapi, kesalahan itu diralat lagi oleh Bankier lewat Twitt nya.

Selain itu, pasangan Britania ini juga ngetwit masalah kekalahan mereka atas Pasangan Indonesia. Adock-Bankier mengaku perkembangan permainan pasangan Indonesia ini. Kini, yang saya tunggu tentang mereka yakni Bisakah Owi/Butet membalas kekalahan atas ZZ dan Xu/Ma, serta Bisakah Owi/Butet meraih Ranking 1 BWF sebelum penutupan poin Olimpiade?.

Partai Final SEA Games terulang di Basel

Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir akan kembali bertemu dengan ganda lawas, Sudket Prapakamol/Saralee Thongthoungkam dari Thailand pada hari Minggu malam di Partai Final Swiss Open 2012. Ini merupakan ulangan partai Final Mixed Double SEA Games 2011 dimana kala itu Tontowi/Lilyana yang genap setahun dipasangkan menyabet emas setelah menang 21-7, 21-14.

Diatas kertas, Tontowi/Lilyana yang dalam gelaran Swiss Open ini menjadi unggulan pertama kemungkinan besar menang melawan Sudket/Saralee, namun perkembangan bulutangkis membuat hampir semua negara kini mulai mempelajari permainan Ganda terkuat Indonesia ini. Termasuk, seringnya kelengahan yang membuat mereka kehilangan poin.

Head to Head Tontowi/Liliyana dengan Sudket/Saralee adalah 2-0 untuk keunggulan pasangan Indonesia. Pertemuan pertama mereka terjadi di SEA Games dan yang kedua terjadi di turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2011 dan Tontowi/Lilyana menang dalam dua gim langsung, 21-17, 21-11.

Sudket/Saralee yang pernah menduduki Ranking 1 BWF ini akan dapat dikalahkan apabila Tontowi/Lilyana bisa mengontrol irama permainan sejak awal serta tidak melakukan kesalahan yang tak perlu. Jika Tontowi/Lilyana memenangkan laga ini, ini akan menjadi gelar kedua bagi Tontowi/Lilyana di tahun 2012.

Butet atau Yana?

Dibalik keunyuan ada keseksian

Kalo Butet pasti kenal, but, Yana? hemh… Yana juga panggilan informal dari jawara All England, Lilyana Natsir. Panggilan Butet disandangnya saat sampai di Pelatnas. Oleh teman-temannya, Lilyana dipanggil Butet.

Sebenarnya, asal panggilan ini gak jelas sih.. Tahu-tahu udah gitu aja.. Tapi nih beberapa sebab dipanggilnya Lilyana dengan Butet dari berbagai sumber.

‘Lilyana’ Kepanjangan

Sewaktu masuk Klub di PB Tangkas, ada teman Butet di Klub yang mengajak berkenalan. Namun ketika itu, sang teman menganggap nama Lilyana kepanjangan, jadi temannya yang asalnya dari Medan menyebut Lilyana dengan sebutan Butet (panggilan sayang, hemh.. Temannya itu ada perasaan kali ya.. hahah..), semenjak itu kawan-kawannya memanggilnya Butet.

Anak bungsu?

Lilyana Natsir memang anak bungsu dari Om Beno dan Tante Olly. Ketika diwawancarai di acara Empat Mata (kala itu Jelang Thomas Uber 2008), Lilyana yang anak bungsu yang diidentikan dengan manja, makanya ia dipanggil Butet.

Pertama kali main di Medan

Banyak juga yang beranggapan karena pertama kali main bulutangkis (turnamen) di Medan, mangkanya ia dipanggil Butet.

berbeda dengan di Pelatnas, nama Yana disandangnya lebih dulu. Bernama Lilyana, memang orang tua dan orang-orang dekatnya memanggilnya dengan sebutan Yana. Pantes, nama panggilan cewek nih.. Namun, nama panggilan Butet kini jarang digunakan, nama Butet malah lebih populer di kalangan masyarakat secara umum…

Akan disambut 20 Maret

Para pecinta bulutangkis yang digawangi berbagai pecinta olahraga bulutangkis akan melakukan penyambutan terhadap pebulutangkis peraih gelar All England 2012 pada 20 Maret 2012, yakni Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad. Kabar ini muncul beberapa hari pasca kemenangan mereka di Birmingham.

Memenangkan gelar 11 Maret 2012 lalu, Tontowi/Lilyana belum pulang ke Jakarta karena kembali mengikuti gelaran Swiss Open 2012 yang juga digelar di Eropa. Pertandingan Final digelar 18 Maret 2012 malam, sedangkan mereka akan kembali ke Jakarta 19 Maret esok hari. Tontowi/Lilyana dijadwalkan tiba di Jakarta bersama rombongan pada 20 Maret 2012.

Jika penyambutan jadi, ada berbagai kemungkinan yang terjadi pada pasangan ini…

  • Wawancara beruntun di Televisi/Media.
  • Om Beno dan Tante Olly serta Keluarga Owi bakal ke Jakarta untuk diwawancara di televisi juga.
  • Karena mendekati gelaran Axiata Cup, kemungkinan media terutama ANTV (katanya penyiar) juga bakal mengundang pebulutangkis, termasuk Ricky Subagja yang kemarin mensosialisasikan bulutangkis dan Axiata Cup di SMA Tarsius 2 Tangerang.
  • Terulang kembali memori Olimpiade 2008?

Hadeh, Kalo yang terakhir… Kalo bisa jangan terjadi.. Lilyana Natsir pada tahun 2005 berhasil menyabet gelar Juara Dunia mengalahkan Zheng Bo/Gao Ling dan mengulangnya di tahun 2007. Namun, kenyataannya, Emas Olimpiade tak dapat diraih oleh Lilyana Natsir yang kala itu masih bersama Nova Widianto.

Pasca memenangkan Juara Dunia 2005, berbagai penghargaan diraih, termasuk lencana dari Presiden. Selain itu, ia juga disambut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ketika tahun 2004, Butet yang sudah masuk Pelatnas turut menyambut tim Bulutangkis Indonesia yang sukses menggondol 1 emas dan 2 perunggu di Olimpiade Athena. Kala itu, Lilyana senang melihat kesuksesan Senior.

Setahun berselang, ternyata kariernya menanjak, ia menjadi Juara Dunia 2005 dan 2007. Namanya semakin dikenal. Kepulangannya disambut antusias, bonus berdatangan, Televisi pun mengincar. Diantaranya Kick Andy dan Empat Mata.

Kick Andy mengundang 2 Juara Dunia di tahun 2007, Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dan Lilyana Natsir/Nova Widianto. Kedua pasangan itu mengungkap hal-hal seputar bulutangkis dan perjalanan hidupnya. Kisah Inspiratif kala itu hadir, tapi masih dalam lingkup sedikit ‘formal’ diselingi becandaan dari Andy F. Noya sang presenter.

Berbeda tipe program, Empat Mata yang lebih santai mengundang Tim Piala Uber Indonesia yang sukses menjadi Runner Up di Thomas Uber 2008. Sebenarnya mirip dengan di Kick Andy, sikap Butet banyak menunduk dan bermain-main dengan kakinya ala laki-laki, tetapi dengan ekspresi malu-malu ala kaum Hawa.

But, ternyata di Tahun 2008, ia menjadi orang yang disambut sebagai seorang Silver Medalist Olimpiade 2008. Semoga di edisi 2012 ini, Lilyana Natsir yang berpasangan dengan jiwa muda Tontowi Ahmad berhasil menggondol emas. Amin..

Penyambutan akan digelar di Bandara Soekarno-Hatta… Semoga dengan penyambutan All England ini, keberhasilan Lilyana Natsir masih berlanjut hingga Emas Olimpiade 2012…

Wakil Indonesia rontok di Semifinal

Pasangan Ganda Putra Alvent Yulianto/Hendra Aprida gagal melangkah ke Semifinal Swiss Open 2012 pasca dikalahkan oleh Ganda Jepang Naoki Kawamae/Shoji Sato dengan straight set 18-21, 17-21. Di 2 pertemuan sebelumnya, Alvent/Hendra juga kalah rubber set dari pasangan Jepang yang sedang naik daun ini.

Di Final, Pasangan Jepang ini akan menghadapi Jawara Malaysia Open 2012, Fang Chiech Min/Lee Sheng Mu dari Taipei yang mengalahkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dari Jepang.

Sementara, Tunggal Putra Taufik Hidayat yang merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia harus terhenti di babak semifinal Swiss Open Grand Prix 2012. Taufik kali ini menyerah dari Chen Jin, dengan skor 11-21, 18-21.

Penyebab kekalahan ini menurut Taufik adalah kondisi fisiknya yang sudah menurun, apalagi di turnamen ini Taufik juga beberapa kali bermain tiga set yang tentunya cukup menguras stamina. Padahal, di All England lalu, Taufik menang 21-19, 21-19.

Pada babak final, Chen Jin akan berhadapan dengan Lee Hyun Il. Ini merupakan partai ulangan Bronze Medal match Olympic 2008 dimana kala itu Chen Jin menang rubber set. Chen Jin sendiri sepertinya sudah dipastikan naik Ranking ke Posisi 4 BWF menggusur peringkat Gade. Semoga Gade kembali mengisi posisi 4 besar lagi.

Taufik pun cedera

Taufik Hidayat

Selain diduga karena kelelahan bertanding, Taufik Hidayat sepertinya dilanda masalah pada kakinya. Lihat, gambar diatas, ada plester dibawah lutut Kaki kiri Taufik. Pebulutangkis peraih Medali emas Olimpiade 2004 mengalami cedera urat kaki karena terkilir.

Pebulutangkis yang sangat dieluh-eluhkan di Basel ini memang kalah di Semifinal, namun tepuk tangan seisi St. Jakobshale menjadi hiburan tersendiri. Pebulutangkis itu menyuguhkan permainan cantik, termasuk backhand smash yang menjadi salah satu ciri khas suami Amy Gumelar ini.

Cedera urat itu didapatnya saat bermain rubber set melawan Shon Wan Ho dari Korea di laga Kuarterfinal Swiss Open 2012. Kala itu Taufik menang rubber set. Cederanya ini terjadi saat set ketiga.

Kala itu, Urat lutut belakang kaki kiri taufik tertarik sehingga pertandingan pun tertunda beberapa menit karena petugas medis memberi plester pada kaki kiri Taufik. Hingga Taufik pun melanjutkan pertandingan dan berhasil menang. Pasca bertanding, Taufik pun menjelaskan rasa sakit di urat lutut belakangnya itu sudah terasa di set kedua. Dia terus mencoba menahan rasa sakit namun menyerah di set kedua.

Kini, Taufik menjadi satu dan beberapa pebulutangkis yang harus dilanda cedera, pasca Tommy dan Simon yang kalah di Round 1 All England lalu. Padahal, Jumat mendatang, Ia akan tampil sebagai punggawa Indonesia Rajawali di Axiata Cup 2012 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Turut berduka cita, Simon

Ayahanda Simon Santoso, Hosea Lim meninggal dunia pada 17 Maret 2012 lalu. Simon Santoso sendiri tak jadi tampil di Swiss Open 2012 lalu? Mungkin ini pertanda juga… Berita duka ini saya dapatkan dari twitter dari Pebulutangkis Ganda Campuran Shendy Puspa Irawati.

Tetapi dikaitkan dengan gelaran Axiata Cup mendatang, Simon mungkin akan tetap turun karena sebagai Tunggal Utama punggawa Indonesia Garuda, beban berat mungkin akan dirasakannya di Final, apabila Tim kuat Indonesia bisa berhadapan dengan Tim Kuat Malaysia yang digardai Lee Chong Wei. Simon mungkin menjadi lawan Lee.

Sekali lagi, turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda Simon Santoso…

ANTV bakal menyiarkan Axiata Cup

Gelaran Piala Axiata ini akan digelar putaran Grup pada 23 Maret hari Jumat mendatang sampai Minggu tanggal 25 Maret. Gelaran ini menjadi gelaran paling prestisius karena memperebutkan hadiah total USD 1 Juta. Rencananya, ANTV akan menyiarkan sekitar pukul 12.00 WIB..

Ini nih Jadwal Pertandingan Axiata Cup 2012 di Tennis Indoor Senayan (Grup J). Pertandingan di Jakarta digelar mulai pukul 12.00 WIB di ANTV.

23 Maret

  • Malaysia Leopards VS Singapore
  • Indonesia Garuda VS Vietnam

24 Maret

  • Malaysia Leopards VS Vietnam
  • Indonesia Garuda VS Singapore

25 Maret

  • Indonesia Garuda VS Malaysia Leopards
  • Singapore VS Vietnam

Sementara Indonesia Rajawali yang bertanding di Kuala Lumpur akan menghadapi Thailand pada 23 Maret, Philipines pada 24 Maret dan Malaysia Tigers pada 25 Maret. Semifinal digelar 30 Maret dan 1 April dengan sistem home away. Sementara, Finalnya juga digelar home away pada 13 & 16 April 2012.

Kantor PBSI kemalingan

Kantor PBSI yang berada di Kompleks Pelatnas Cipayung kabarnya kemalingan. Padahal, areal luas itu memiliki sistem pengamanan yang ketat dengan satu pintu di depan. Belum ada kepastian kehilangan atau bagaimana, namun adakah kaitan kemalingan ini dengan pemilihan Ketua Umum PBSI yang baru pada 2012?

Info ini didapatkan dari forum diskusi bulutangkis.com, namun berbagai media belum ada yang mengabarkan tentang kehilangan di PBSI. Kabar nyata atau palsu ya ini?

Pengaman Lutut versi Shem Goh

Pebulutangkis spesialis Ganda Putra, V Shem Goh yang berpasangan dengan Kok Siang Teo ternyata memiliki pengaman lutut yang unik. Lihat gambar diatas, Pebulutangkis Malaysia ini memakai pengaman lutut yang warnanya unik.

Pengaman lutut ini biasanya dipergunakan oleh pebulutangkis untuk menghindari terjadinya cedera yang sering menimpa pada lutut. Dari gambar tersebut, pengaman kaki Shem Goh yang dipasang di lutut kaki kirinya itu berwarna kombinasi merah jambu dengan putih. Ini bisa juga jadi trend loh.. Selain untuk menghindari cedera, bisa juga untuk fashion… hahaha…

Dari lapangan, Shem Goh dan Kok Siang Teo yang berpasangan di Ganda Putra mewakili Malaysia berhasil mengalahkan Ganda Putra Rank 5 dari China, Chai Biao/Guo Zhendong dengan straight set 21-17, 21-18 di Round 2 Swiss Open 2012, padahal mereka mengawali laga dari babak Kualifikasi. Di Kuarterfinal, Ganda Putra Malaysia ini kalah rubber dari Alvent Yulianto/Hendra Aprida dengan 15-21, 21-12, 12-21.

Saina incar gelar

Pebulutangkis India, Saina Nehwal berhasil melaju ke Final Swiss Open 2012 pasca mengalahkan wakil Jepang, Mitani Minatsu di Semifinal Swiss Open 2012 dengan skor 21-16, 21-18. Pada partai Final, ia akan melawan satu-satunya wakil China, Wang Shixian.

Performa Saina sendiri kini sedikit menurun hingga ia tergusur dari Top 4 WS. Di 3 Superseries kemarin, perfoma terbaik Saina terjadi di Malaysia ketika ia berhasil menginjak babak Semifinal, namun kalah straight set dari Wang Yihan.

Wang Shixian sendiri berhasil melaju ke Final pasca mengalahkan peraih Hattrick Juara Dunia Junior, Intanon Ratchanok dengan skor 21-17, 21-15. Saina sendiri akan habis-habisan melawan Shixian di laga Final ini, selain karena menginginkan gelar pertama tahun 2012, Saina juga ingin mempertahankan gelar yang tahun lalu diraihnya ini.

Dominasi China masih terlihat di partai Final ini. China mempertahankan 4 wakil lewat Chen Jin, Wang Shixian dan dua ganda Putri muda China yang kemarin menggusur para unggulan yakni Bao Yixin/Zhong Qianxin dan Huan Xia/Tang Jinhua yang sukses menciptakan All Chinese Final. Bao/Zhong menang atas Ha Jung Eun/Kim Min Jung 23-21, 21-19 sedangkan Huan/Tang menang 21-12, 21-11 atas Former World No. 1, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui [MAS].

Chen Hung Ling tak kalah dengan ‘Harry Potter’

Meskipun sudah tersingkir di Kuarterfinal lalu, perlu dibahas kayaknya Si Harry Potter dunia Bulutangkis ini. Ling sudah menggunakan kacamata sejak usia 11 tahun dan tidak bisa berpindah ke lensa kontak seperti Eng Hian dan Vita Marissa, dua pebulutangkis Indonesia yang juga memakai kacamata. Pebulutangkis yang dijuluki Taiwanese Harry Poytter ini juga punya keajaiban layaknya Harry Potter.

Meskipun wajah, kacamata dan rambutnya mirip Harry Potter. Ia juga punya keajaiban tersendiri dalam bermain bulutangkis. Dalam setiap pertandingannya dropshot dan jump smash andalannya membuat lawan menjadi kesulitan. Itulah beberapa info mengenai bulutangkis dunia dan Indonesia…

salam duaribuan…

Iklan