Buka Puasa Gelar dimulai dari All England

salam duaribuan…

Setelah sekian lama berpuasa, Indonesia pun akhirnya Buka Puasa atas Gelar Bulutangkis yang selama 2 tahun ini tak terlalu berjaya. Ini gelar paling bergengsi diantara 12 edisi Superseries yang ada. Mereka pahlawan kita, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, XD Champion All England 2012.

All England menggelar hajatan untuk edisi ke 101 tahun yang merupakan turnamen bulutangkis paling tua dan sudah bertitel Superseries Premier.

Kali ini Indonesia patut berbangga karena membawa 1 gelar diantara 5 gelar yang ada. Indonesia lewat Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir melibas Ganda Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 21-17, 21-19.

Gelar ini sekaligus sudah sangat ditunggu Indonesia. Terakhir kali Gelar All England didapat oleh Ganda Putra Candra Wijaya/Sigit Budiarto pada tahun 2003.

Berikut hal-hal menarik seputar gelaran Superseries Premier All England Badminton Championship 2012

All England Champion and Final result

  • MS : Lin Dan [CHN/2] bt Lee Chong Wei [MAS/1] : 21-19, 6-2 Retired
  • WS : Li Xuerui [CHN/7] bt Wang Yihan [CHN/1] : 21-13, 21-19
  • MD : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae [KOR/2] bt Cai Yun/Fu Haifeng [CHN/1] : 21-23, 21-9, 21-14
  • WD : Tian Qing/Zhao Yunlei [CHN/2] bt Wang Xiaoli/Yu Yang [CHN/1] : 21-17, 21-12
  • XD : Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir [INA/4] bt Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl [DEN/8] : 21-17, 21-19

Ini adalah gelar pertama bagi Li Xuerui, Tian Qing/Zhao Yunlei dan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Sedangkan Lin Dan mengecap gelar ini sebanyak 5 kali, yakni di tahun 2004, 2006, 2007, 2009 dan 2012. Jung Jae Sung/Lee Yong Dae juga memenangkan gelar untuk kali kedua setelah di tahun 2008, pasangan Korea ini menyabet gelar pasca menang 20-22, 21-19, 21-18 atas Hwang Ji Man/Lee Jae Jin yang juga dari Korea.

18 tahun All England di Birmingham

Tahun 2012 adalah edisi ke 101 dari gelaran besar All England ini. Dan pada tahun ini juga 18 tahun Birmingham digunakan sebagai arena All England.

Arena yang digunakan adalah The National Indoor Arena yang sudah merupakan bangunan lama dan masih dipercaya menggelar acara besar sekelas BWF Superseries Premier.

Dari 101 edisi dari All England, ternyata sudah terjadi 8 pergantian venue turnamen ini. Berikut list venue nya.

  • London Scottish Regiment [1899-1901]
  • Crystal Palace Central Transept [1902]
  • London Regiment [1903-1909]
  • Horticultural Hall behind the Army and Navy Stores [1910-1939]
  • Harringay Arena [1947-1949]
  • Empress Hall [1950-1956]
  • Wembley Arena [1957-1993]
  • NIA Birmingham [1994-present]

Wembley Arena sendiri mungkin akan dipergunakan sebagai pengganti NIA Birmingham untuk venue All England pasca gelaran besar Olimpiade London 2012. Sebenarnya, dimana pun berlaga, yang penting doa buat Indonesia…

Kilas Singkat Pebulutangkis Indonesia di All England

Beberapa pebulutangkis Indonesia sudah harus berguguran di laga awal gelaran Superseries Premier All England 2012. Berikut kilas singkat All England 2012.

Indonesian Result – MS

  • Simon Santoso, Runner Up German Open GP Gold kalah dari Hans Kristian Vitinghus [DEN] di Round 1 dengan 14-21, 21-8, 7-21, kemungkinan karena lelah setelah bermain sepekan di Jerman.
  • Tommy Sugiarto kalah ari Chen Long [CHN] di Round 1 dengan 21-18, 16-21, 0-0 Retired karena Tommy mengalami sobek di bagian kakinya.
  • Taufik Hidayat hanya sampai ke Babak Kuarterfinal pasca menang atas Kevin Cordon 25-23, 21-17 di Round 1; mengalahkan Chen Jin 21-19, 21-19 di Round 2 namun kalah dari Lin Dan 18-21, 8-21 di Kuarterfinal.
  • Dionysius Hayom Rumbaka secara mengejutkan sampai ke Babak Kuarterfinal pasca mengalahkan Du Pengyu 21-16, 15-21, 21-19 di Round 1; menang atas Sho Sasaki 21-17, 21-17 di Round 2 namun kalah dari Lee Chong Wei 9-21, 11-21 di Kuarterfinal.

Indonesian Result – WS

  • Lindaweni Fanetri, gagal lolos ke Babak Utama setelah kalah di Final Kualifikasi WS dari Shindu PV [IND] dengan 14-21, 18-21.
  • Adrianti Firdasari, sukses lolos ke Babak Utama namun terhenti di Round 1 dari Eriko Hirose [JPN] dengan 21-17, 8-21, 19-21
  • Maria Febe Kusumastuti hanya membawa nama Tunggal Putri Indonesia sampai ke Round 2, setelah di Round 1 menang atas Gu Juan [SIN] dengan 21-19, 21-9 namun kalah di Round 2 oleh sang Jawara, Li Xuerui [CHN] dengan 11-21, 19-21.

Indonesian Result – MD

  • Angga Pratama/Ryan Agung Saputra kalah di Round 1 oleh Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa [JPN] dengan 12-21, 21-17, 14-21.
  • Alvent Yulianto/Hendra Aprida kalah di Round 1 oleh pasangan tuan rumah, Christ Adcock/Andrew Ellis [ENG] dengan 21-13, 17-21, 13-21.
  • Markis Kido/Hendra Setiawan hanya mampu lolos ke Babak Kedua setelah di Round 1 menang mudah atas Ruud Bosch/Koen Ridder [NED] 16-21, 15-21 namun kalah dari Unggulan 3 Mathias Boe/Carsten Mogensen [DEN] di Round 2 dengan skor 18-21, 17-21.
  • Muhammad Ahsan/Bona Septano membawa nama Indonesia sampai Kuarterfinal pasca menang 21-19, 17-21, 21-14 atas Tony Gunawan/Howard Bach [USA] di Round 1; mengalahkan Abdul Latief/Mohd Tazari [MAS] dengan 24-22, 21-13 namun kalah oleh Cai Yun/Fu Haifeng dari China 19-21, 8-21 di Babak Kuarterfinal.

Indonesian Result – WD

  • Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari terhenti di Round 1 setelah kalah dari Jwala Gutta/Ashwini Ponappa [IND] dengan 16-21, 16-21.
  • Nadya Melati/Vita Marissa juga terhenti di Round 1 atas kekalahan dari Sandra Marinello/Birgit Michels [GER] dengan skor 17-21, 13-21.
  • Meiliana Jauhari/Greysia Polii hanya sampai babak Kedua setelah di Round 1 menang atas Lotte Jonathans/Paulien Van Dooremalen [NED] dengan 21-11, 21-10 namun kalah dari Juara Dunia Wang Xiaoli/Yu Yang [CHN] di Round 2 dengan skor 16-21, 12-21.

Indonesian Result – XD

  • Muhammad Rijal/Debby Susanto hanya sampai Babak Kedua setelah di Round 1 menang atas Robert Blair/Julli Cooper [SCO] dengan skor 21-15, 21-17 namun kalah dari Runner Up Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl [DEN] di Round 2 dengan 18-21, 17-21.
  • Hendra Setiawan/Vita Marissa juga sampai Babak Kedua setelah lolos dari Kualifikasi. Di Round 1 menang atas Toby Ng/Grace Gao [CAN] dengan 21-15, 14-21, 21-13.
  • Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil menjadi Juara XD untuk edisi kali ini setelah di Final mengalahkan Thomas Laybourn/Kamilla Ryter Juhl dari Denmark dengan skor 21-17, 21-19.

Hayom tampil dalam performa tinggi, Lee Chong Wei pun mengakui

Tunggal Muda Dionysius Hayom Rumbaka tampil cemerlang di Birmingham. Tunggal andalan Indonesia ini berhasil mengalahkan Du Pengyu di Round 1 dan Sho Sasaki di Round 2.

Di Round 1, Hayom yang diperkirakan kalah akhirnya menang rubber set 21-16, 15-21, 21-19. Hayom sebelumnya pernah mengalahkan Pengyu di Round 1 Japan Open 2011 lalu. Kala itu, Hayom menang 21-10, 21-16.

Di Babak Kedua, Hayom harus bertemu unggulan 6, Sho Sasaki yang bertangan kidal. Di 2 pertemuan sebelumnya, Sasaki menang. Namun, Hayom memperkecil H2H setelah menang di All England kali ini dengan skor 21-17, 21-17 sekaligus mengakhiri perjalanan Sasaki di All England.

Langkah Hayom terhenti dari Juara Bertahan, Lee Chong Wei dari Malaysia di Babak Kuarterfinal. Hayom kalah 9-21, 11-21. Di Game pertama, Hayom tidak dapat berbuat banyak. Namun di game kedua, Pemain Ranking 28 BWF ini cukup memberikan perlawanan berarti di awal. Kejar mengejar angka terjadi, Lee Chong Wei pun mengakui peningkatan kualitas permainan Hayom.

Seiring berjalannya waktu, Lee Chong Wei mungkin akan turun kualitas permainannya, sedangkan Hayom pun semakin hari semakin bagus mentalnya, sehingga diharapkan di pertemuan selanjutnya Hayom punya kans menang. Buat info saja, Lee Chong Wei yang sedianya bakal pensiun pasca Olimpiade, akhirnya di Birmingham dalam Konpres menyebut bahwa ia akan memperpanjang karier untuk mengejar titel World Champion, sampai 2013 sepertinya. Mungkin kalo gak dapet Emas Olimpiade juga bakal memperpanjang sampai 2016 ya? hahah…

Insiden Gade, penyebab kekalahannya atas Rajiv Ouseph

Dalam waktu 1 jam 4 menit, Mantan peraih gelar All England 1999, Peter Gade dikalahkan oleh pemain tuan rumah, Rajiv Ouseph. Dalam pertandingan itu, Rajiv menang 17-21, 21-16, 21-14. Dilansir dari berbagai sumber, Gade kalah karena tidak fokus akibat beberapa faktor yang menyebabkannya marah.

Saat itu Gade menyampaikan beberapa hal seperti ini.

  • Penggunaan 4 court sesuai aturan BWF untuk Superseries, bukan 5 court, padahal hanya 40 menit waktu yang disediakan untuk satu pertandingan, sedangkan waktu pertandingan Bulutangkis tak mungkin dipastikan. Akibatnya, molor sekali pertandingan Babak Pertama. Bahkan ia pun membandingkan dengan pertandingan Tenis dan Golf.
  • Gade bahkan menyebut turnamen All England terakhirnya ini merupakan sebuah kegagalan. Pasca Olimpiade, ia akan gantung raket.
  • Mengingat umur Gade, seharusnya BWF tidak menempatkan Mantan Juara All England itu di jam terakhir yang tidak ada penonton yang saking lamanya menunggu akhirnya pulang dengan kecewa.

Game pertama, gade sempat beberapa kali unggul namun tetap terjadi kejar mengejar angka. Ouseph yang terkunci di angka 17 membuat Gade maju terus hingga menang di set 1 dengan 21-17.

Kemenangan Gade tidak berlanjut di game kedua, mungkin karena saking larutnya, Fisik Gade yang boleh dibilang ‘orang tua’ juga membuatnya tidak konsentrasi, sehingga kalah 16-21 atas Ouseph.

Ouseph pun diatas angin dan menang 21-14 di game Ketiga sekaligus membuat ini menjadi kenangan terburuk bagi Gade setelah di tahun lalu ia sampai di babak Kuarterfinal.

Taufik Lapar, namun menang

Taufik Hidayat yang di Babak Pertama menghadapi Tunggal Peraih emas Pan American Games 2011, Kevin Cordon harus menunggu selama 3 jam sebelum bertanding di Court 4. Taufik mengaku sampai lapar ketika menunggu pertandingan itu meskipun pada akhirnya ia menang 25-23, 21-13.

Taufik mengaku gemetar tangannya saat menunggu laga kontra Cordon itu. Namun hal serupa tak berlaku di Babak Kedua, lawan Unggulan kelima Chen Jin, ia berhasil menang 21-19, 21-19. Beberapa fakta pun diungkap dari diri Taufik dari laga ini.

Taufik Hidayat yang kini tidak dalam masa keemasannya, memiliki kans menang jika di set pertama dia menang. Jika di set pertama ia menang, ia kemungkinan akan memenangkan set kedua.

Dengan kemenangan ini, Taufik pun menghentikan langkah kenaikkan Ranking Chen Jin untuk membuat ia terkualifikasi ke Wembley Arena, Juli mendatang. Semoga Chen Jin tidak terkualifikasi ke London, sudah cukup banyak pemain China.

Tago hajar Chen Long

Di The NIA, Kenichi Tago berhasil mengalahkan Unggulan 3 asal China, Chen Long dalam duel sengit 22-24, 21-12, 21-14. Kekalahan Chen Long membuat dominasi China berkurang di Semifinal. Hanya Lin Dan satu-satunya wakil China yang sampai ke Semifinal.

Kejar mengejar angka terjadi set pertama, bahkan Chen Long sempat beberapa kali Game Point sebelum pertandingan akhirnya berakhir di poin 24-22 untuk kemenangan Chen Long.

Di Game kedua, Kenichi Tago yang merupakan unggulan ketujuh berhasil menguasai permainan dan menang mudah 21-12. Kemenangan di set kedua membuatnya tampil percaya diri. Sempat ketat di awal set ketiga, Tago akhirnya mulai mengungguli Chen Long di skor 9-6, 13-8, 15-9, 19-12 sampai menang di skor 21-14.

Kemenangan ini menggagalkan terjadinya All Chinese Semifinal. Tago pun mengobati kekalahan sang rekan, Sho Sasaki yang dilibas oleh Hayom.

Duel Olympic Champion di All England

Duel Olympic Champion terjadi di Kuarterfinal All England 2012 antara Taufik Hidayat dengan Lin Dan. Terakhir, pertemuan mereka terjadi di Li Ning Superseries Finals 2011. Saat itu, Lin Dan menang 21-12, 21-19. Kali ini Taufik memberikan perlawanan yang berarti bagi Lin Dan.

Di Set pertama, Juara Olimpiade 2004 ini mampu meladeni Juara Olimpiade 2008. Sempat terjadi kedudukan sama 18-18. Dua kesalahan Taufik membuat Lin Dan diatas angin dan menang 21-18.

Kekalahan ini membuat stamina dan mental Taufik menurun, ia pun akhirnya takluk dan seperti kalah kelas dari Jawara Olimpiade 2008, Lin Dan. Taufik kalah 18-21, 8-21.

Modisnya Lin Dan

Lin Dan yang tampil sangat modis di All England kali ini membawa hasil baik. Lin Dan pun membawa gelar kelima untuk dirinya. Lin Dan mengecap gelar ini sebelumnya di tahun 2004, 2006, 2007 dan 2009.

Tampil di Final, Lin Dan memakai atasan berwarna biru dengan tulisan khas pemain China dengan warna kuning dengan bawahan kuning serta sepatu yang juga berwarna serupa. Raket nya pun juga senada kuning, khas warna negeri China yang diartikan sebagai lambang kemakmuran.

Modisnya penampilan Lin Dan juga didukung dengan rambutnya yang dicepak-cepakin, but dulu Lin Dan rambutnya kayak landak sekarang bisa cepak gitu.

Selain itu, jambang dan kumisnya yang menebal juga membuat paras Pria peraih Emas Olimpiade 2008 ini terlihat berbeda. Saat tukar kaos dengan Lee Chong wei, juga nampak tato ‘FF’ di lengan kanan Lin Dan. Mungkin singkatan sang istri, Fang Fang atau apa gitu?

Perubahan Lin Dan memang sangat terasa pasca menikah dengan Silver Medalist WS Olympic 2008, Xie Xingfang dari China. Kulit Lin Dan pun nampak lebih eksotis kecoklatan.

Lee Chong Wei cedera bahu kanan

Pada laga Final di the NIA, Lee Chong Wei akhirnya harus mengundurkan diri karena cedera pada bahu kanannya. Pada laga itu, Lee yang kalah di set pertama 19-21 berusaha mengejar di set kedua namun akhirnya memutuskan retired setelah terasa sakit pada bahu kanannya.

Lee Chong Wei memutuskan retired pada kedudukan 6-2 untuk keunggulan Lin Dan. Saat partai ini, akhirnya Lin Dan cetak sejarah dengan meraih 5 titel All England.

Dengan hasil ini, Lee Chong Wei gagal meraih Hattrick untuk gelar All England, padahal ia menjadi juara di tahun 2010 dan 2011 lalu.

Yihan nyaris takluk dari Tine Baun di Kuarterfinal

Pebulutangkis Tunggal Putri Ranking 1 BWF, Wang Yihan nyaris kalah dari Pebulutangkis Tine Baun di Kuarterfinal All England lalu. Pada laga yang digelar Jumat malam waktu Inggris, Tine yang menang di set pertama 21-19 berbalik kalah 23-25 dan 9-21 di set kedua dan ketiga.

Pada set kedua, Tine nyaris saja menang. Saat kedudukan 20-18, Tine sudah yakin menang ke Semifinal. Namun ternyata dugaan itu salah. Yihan secara mengejutkan menyamakan kedudukan 20-20. Tine sempat 2 kali Match Poin. Namun Yihan yang ulet menang 25-23 sekaligus membuat Tine tidak berdaya.

Di Set ketiga, Tine lebih dulu unggul 2-0, namun Yihan melaju terus 8-2 dan mengakhiri pertandingan dengan skor 21-9. Dalam waktu 1 jam 5 menit, Tine berakhir mengenaskan, mental Yihan menang kuat.

Saina terhenti oleh Li Xuerui, India perpanjang puasa Gelar

Dominasi Tunggal Putri China di All England 2012 terus berlanjut. Perjalanan Saina Nehwal terhenti di Kuarterfinal dengan 13-21, 21-23 dari Jawara German Open GP Gold 2012, Li Xuerui.

Saina Nehwal di Round 1 harus bekerja keras untuk mengalahkan Peraih Emas Girls Single Youth Olympic Games 2010, Sapsiree Taerattanachai dari Thailand. Saina menang 21-11, 13-21, 21-13.

Kekalahan Saina Nehwal ini sekaligus memperpanjang puasa gelar India akan gelar All England. Terakhir kali India memenangkan gelar ini pada tahun 2001 atas nama Pullela Gophichand di MS.

Sung Ji Hyun, Si Penakluk Trio Wang

Tunggal Putri andalan Korea, Sung Ji Hyun punya memori tersendiri di All England. Tunggal Ranking 11 BWF ini berhasil mengalahkan Wang Xin dari China dengan skor 21-8, 21-13.

Sung Ji Hyun sendiri juga pernah mengalahkan Wang Shixian di French Open 2011 lalu. Kala itu, Ji Hyun menang 9-21, 23-21, 21-19. Sedangkan Wang Yihan pernah dikalahkan Ji Hyun di Superseries Finals 2011 lalu. Saat itu Ji Hyun menang 13-21, 21-16, 21-19.

Dalam sejarah 101 tahun All England, Yihan memenangkan gelar di tahun 2009 sedangkan Wang Shixian memenangkan gelar tahun 2011. Dengan hasil ini, Wang Xin adalah satu-satunya Trio Wang yang belum mengecap gelar All England.

Abdul Latief/Tazari ingin kembali ke Top 10

Salah satu pasangan terbaik Malaysia beberapa tahun lalu, Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari mencoba bangkit kembali dari keterpurukan. Pasangan Malaysia ini pernah menduduki Ranking 6 BWF harus mengikuti fase Kualifikasi untuk tampil di Babak Utama All England.

Saat ini, duo Malaysia ini menduduki Ranking 93 BWF. Pada tahun 2009, mereka pernah menduduki Ranking 6, namun Ranking mereka sempat jatuh ke peringkat ratusan. Ganda yang diharapkan mampu melapisi Koo Kean Keat/Tan Boon Heong tidak mampu berbuat banyak karena banyak cedera yang menimpa mereka.

Di All England 2012, pasangan ini merangkak dari Kualifikasi dan mampu menembus babak utama. Di Round 1, mereka berhasil menang 21-19, 21-11 dari Michels Fuchs/Oliver Roth dari Jerman. Dan di Round 2 bertemu Pasangan Indonesia, Ahsan/Bona. Pasangan ini kalah 22-24,13-21.

Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto dekati poin Ahsan/Bona di Ranking BWF, Markis/Hendra butuh gelar untuk tampil di Wembley Arena

Pasangan Ganda Putra Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata dari Jepang berhasil sampai ke Semifinal All England 2012. Pasangan unggulan 8 ini menjadi satu-satunya harapan Jepang setelah Ganda lain Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa gagal di Round 2 atas Cai Yun/Fu Haifeng.

Ganda Jepang ini setidaknya mengoleksi 7700 poin, sehingga diperkirakan jumlah poin yang didapat 66.758 poin. Sedangkan Poin Ganda Indonesia peringkat 7, Ahsan/Bona akan menjadi 69.379 poin. Ganda Putra lain, Markis Kido/Hendra Setiawan poinnya kemungkinan menjadi 60.939 poin.

Jadi, kemungkinan Markis/Hendra bisa berlaga di Wembley sangat kecil, mengingat tinggal Swiss Open turnamen sebelum penutupan poin Olimpiade. Jika Markis/Hendra menang di Swiss, kemungkinan mereka bisa lolos ke Wembley sebagai 8th Place. Semoga itu bisa terwujud.

Duel Kim Ki Jung/Kim Sa Rang dan Chai Biao/Guo Zhendong berakhir klimaks.

Ganda China, Chai Biao/Guo Zhendong dari China yang diunggulkan di tempat kelima nyaris kalah di Round 1 dari Pasangan muda Korea, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang. Pada laga yang berlangsung alot itu, Chai/Guo menang tipis 21-18, 18-21, 26-24. Laga itu berlangsung lama selama 1 jam 15 menit.

Di set pertama, Pasangan China dan Korea saling kejar angka. Namun keunggulan Chai/Guo memenangkan set ini 21-18. Di set kedua, perjalanan lebih alot. Kejar mengejar angka makin kuat. Kali ini berpihak pada Ki Jung/Sa Rang. Di Set penentuan, Terjadi duel yang sangat sengit. Sempat Match poin 4 kali, Ki Jung/Sa Rang harus merelakan kemenangan untuk Chai Guo 26-24.

Drama Kekalahan Koo Kean Keat/Tan Boon Heong di Round 2

Pasangan kuat Malaysia, Koo Kean Keat/Tan Boon Heong mengalami drama kekalahan dengan hadirnya kartu merah di set penentuan. Dalam laga kontra Wei Hong/Shen Ye, KKK/TBH harus kalah 21-12, 17-21, 20-22.

Dalam kedudukan 20-20 di set ketiga, terjadi insiden ketika Chair Umpire memberikan kartu merah kepada KKK/TBH. Pasangan Malaysia itu harus menerima hal tersebut. Wei Hong/Shen Ye yang memenangkan German Open GP Gold lalu mendapatkan serve sekaligus membuat kedudukan 21-20 untuk keunggulan China. Akhirnya, insiden itu membuyarkan konsentrasi Malaysia, pertandingan berakhir 12-21, 21-17, 22-20 untuk kemenangan Wei Hong/Shen Ye yang melaju ke Kuarterfinal.

Cai/Fu kalah kelas dari Jung/Lee di Eropa

Duel seru Unggulan 1 VS Unggulan 2 kembali berlangsung di nomor MD. Cai Yun/Fu Haifeng kali ini berhadapan dengan Jung jae Sung/Lee Yong Dae.

Dalam laga Final Minggu malam itu, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae menang 21-23, 21-9, 21-14 dari Cai/Fu. Cai Yun sendiri terlihat sangat sedih dan menangis pada laga final itu.

Dari 11 kali kemenangan JJS/LYD atas Cai/Fu, kebanyakan terjadi Eropa. Hal ini semakin meningkatkan kepercayadirian pasangan Korea ini menuju Olimpiade yang akan digelar di London.

Trio Ganda Putri Jepang tersingkir di Babak Awal

3 Ganda Putri Jepang yang menduduki Ranking 4-6, yakni Mizuki Fujii/Reikka Kakiiwa, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna dan Mami Naito/Shizuka Matsuo harus menerima kekalahan di Babak awal gelaran Superseries Premier All England 2012 ini.

  • Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa gagal di Round 1 atas Ma Jin/Zhong Qianxin [CHN] dengan 17-21, 21-19, 20-22.
  • Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna gagal di Round 2 atas Eom Hye Won/Jang Ye Na [KOR] dengan 20-22, 18-21.
  • Mami Naito/Shizuka Matsuo gagal di Round 2 atas Pon Lok Yan/Tse Ying Tsuet [HKG] dengan 20-22, 20-22.

Dengan hasil ini, dominasi Jepang sepertinya banyak terpecahkan oleh pasangan-pasangan Muda.

Ha Jung Eun/Kim Min Jung balas kekalahan dari Shinta/Lei Yao

Pasangan Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung membalas kekalahan atas Pasangan Singapore Shinta Mulia Sari/Lei Yao setelah di Babak Pertama German Open lalu Ha/Kim kalah 21-17, 14-21, 18-21.

Kegagalan di Jerman lalu dibalas pada laga awal All England 2012 di the NIA. Ha/Kim balik menang 17-21, 21-19, 21-16. Pada laga ini, Ha Jung Eun juga memperlihatkan warna rambut barunya yang terlihat lebih pinky. Mungkin menyesuaikan dengan warna pakaian pemain Korea yang rata-rata pinky girly gitu, termasuk pakaian Lee Yong Dae.

Gagal di XD, Zhao Yunlei balas menang di WD

Kegagalan Zhao Yunlei di XD membuat ia membalas kekalahannya dengan memenangkan gelar WD All England edisi 101 tahun. Kali ini, ia menang bersama Tian Qing.

Tian Qing/Zhao Yunlei yang diunggulkan di tempat kedua hampir menang straight set dari pertandingan awal sampai Final. Mereka tidak pernah kehilangan satu set pun.

Di Round 1, mereka menang atas Wong Pei Tty/Chin Ee Hui [MAS] 21-17, 21-14. Round 2 menang atas Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa [IND] 21-10, 21-15. Kuarterfinal menang atas Christina Pedersen/Kamilla Rytter Juhl [DEN/7] 21-17, 21-13. Pada Semifinal menang atas Ha Jung Eun/Kim Min Jung [KOR] 21-19, 21-19. Dan pada partai puncak menang atas Wang Xiaoli/Yu Yang [CHN] 21-17, 21-12. Ini adalah gelar kedua bagi Zhao Yunlei setelah di tahun 2010, ia bersama Zhang Nan memenangkan gelar XD.

ZZ kalah lagi dari Adcock/Bankier

Zhang Nan/Zhao Yunlei, unggulan utama dalam gelaran All England harus kalah dari pasangan tuan rumah, Chris Adcock/Imogen Bankier [ENG/SCO].

Kekalahan ini merupakan kekalahan kedua bagi ZZ atas pasangan asal Britania raya ini. Sebelumnya, ZZ kalah straight set di Victor Korea Open SSP 2012, juga di Round 1 dengan skor 19-21, 16-21. Kekalahan kedua terjadi di All England ini, mereka kalah 21-16, 19-21, 19-21.

Pasca kemenangan ini, Adcock maupun Bankier menulis di twitter mereka, bahkan kicauan mereka mendapat banyak respon dari sesama atlet mancanegara, seperti Hans Kristian Vitinghus [DEN] maupun sesama atlet Britania, Nathan Robertson atau Jenny Wallwork.

Malaysia punya andalan, Chan Peng Soon/Liu Ying Goh

Pasangan Ranking 9 BWF, Chan Peng Soon/Liu Ying Goh dari Malaysia tak disangka berhasil melaju ke Semifinal All England 2012. Pasangan berbakat Malaysia ini sedang on fire, namun harus mengakui keunggulan dari Ganda Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di Semifinal All England 2012.

Di Sudirman Cup 2011 lalu, Malaysia yang satu grup dengan Indonesia harus mengakui keunggulan Indonesia dengan skor 3-2. Lah, kemenangan Indonesia ini ditentukan oleh kekalahan Chan Peng Soon/Liu Ying Goh atas Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet yang kala itu belum dipecah.

Di All England kali ini, perjalanan mereka tidak lah mudah. Mereka harus rubber set terlebih dulu melawan pasangan yang mengalahkan ZZ, Adcock/Bankier. Chan/Liu menang atas Adcock/Bankier dengan skor 21-16, 15-21, 21-17.

Namun akhirnya mereka kalah di Semifinal oleh sang Jawara All England 2012, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dengan skor 25-27, 16-21.

Para Unggulan tersingkir, jalan mudah bagi Tontowi/Lilyana untuk gelar Juara

Di Top Half XD, 3 unggulan terhenti di babak awal. LYD/HJE dan ZZ kalah di Round 1 masing-masing oleh Shoji Sato/Shizuka Matsuo dan Adcock/Bankier. Sedangkan Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing [TPE] yang diunggulkan di tempat kelima kalah dari Jenny Wallwork/Nathan Robertson [ENG] 13-21, 13-21.

Kekalahan para unggulan di Top Half membuat langkah mereka lebih mulus ke Final. Hingga di laga puncak, mereka dipertemukan dengan pemain berkelas, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Mereka menang 21-17, 21-19.

Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Indonesia setelah sekian lama menunggu. Bagi mereka suatu kebanggaan, apalagi titel All England yang merupakan titel paling prestisius bagi dunia Bulutangkis.

Nathan Robertson kini dengan Jenny Wallwork

Nathan Robertson yang pada edisi lalu bersama Gail Emms berhasil menyabet Silver Medalist Olympic 2004, kali ini berpasangan dengan Jenny Wallwork.

Bersama Wallwork, mereka berhasil melibas Sungphon/Kunchala [THA] dengan skor 21-18, 21-18 di Round 1 dan menggilas Unggulan 5, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing [TPE] 21-13, 21-13. Langkah mereka terhenti di Kuarterfinal. Mereka kalah 19-21, 21-14, 6-21 dari Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.

Nathan Robertson punya karier gemilang bersama Gail emms. Mereka berhasil meraih Perak Olimpiade Athena 2004 dan menjadi Juara Dunia 2006 yang kala itu digelar di Madrid. Di Gold Medal Match Olympic 2004 XD, Pasangan England ini dikalahkan oleh Zheng Bo/Gao Ling dari China dengan skor 1-15, 15-12, 12-15.

Gail Emms sendiri akhirnya gantung raket pasca Olimpiade 2008, kini robertson gandeng Jenny Wallwork dan sampai di Kuarterfinal All England, akankah ada kejutan lain pada masa mendatang? atau Olimpiade 2012?

Duel All Danish Quarterfinal, jalan bagi Laybourn/Juhl merangkak ke Top 5

Kuarterfinal XD All England 2012 terjadi All Danish Quarterfinal, dimana Thomas/Kamilla yang ditempatkan sebagai unggulan 8 bertemu Unggulan 3, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Thomas/Kamilla menang 21-15, 21-16. Kemungkinan ada motif tersembunyi dimana pasangan Denmark unggulan 3 Fischer/Pedersen mencoba mengalah agar Thomas/Kamilla berhasil menaikkan Ranking mereka sehingga aman saat pengundian untuk Olympic 2012.

Saat ini Fischer/Nielsen yang menduduki Rank 3 kemungkinan bisa disalip oleh Ganda Indonesia Tontowi/Lilyana jika mereka konsisten dan memenangkan Swiss Open nanti. Sedangkan Thomas/Kamilla yang merupakan mantan Juara Dunia kini berada di Rank 6. Mengalahkan Fischer Nielsen/Pedersen, Thomas/Kamilla yang menjadi Runner Up All England 2012 berpeluang menggeser Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing [TPE] di Ranking 5 BWF.

Xu/Ma kalah dari Thomas/Kamilla, rapuh Dominasi China di XD?

Pasangan Ganda Campuran China akhirnya tak berwakil di Final lalu setelah Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl berhasil melibas Ganda China, Xu Chen/Ma Jin.

Dalam laga Semifinal itu, Xu/Ma kalah straight set 16-21, 18-21. Xu/Ma yang merupakan Juara Bertahan All England 2011 harus kalah dari Ganda Denmark. Ini merupakan kekalahan yang cukup telak bagi pasangan China. Ini juga merupakan tanda-tanda bahwa Ganda Campuran China sepertinya sudah tidak bertaji dan mudah dikalahkan oleh pasangan ganda negara lain.

Di dua pertemuan sebelumnya, Thomas/Kamilla selalu kalah straight set atas Xu/Ma. Terakhir, Di Kuarterfinal Korea Open 2012 lalu, Xu/Ma menang 21-18, 21-13.

Semoga pasangan Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir terus bertahan dan konsisten memberikan gelar dan harapan Indonesia memenangkan emas Olimpiade 2012 mendatang. Serta ada kejutan dari para pemain lain dari Indonesia…

Itulah beberapa hal menarik dan kilasan gelaran besar All England 2012….

salam duaribuan…

Iklan