Unforgetable Maria Kristin Yulianti

salam duaribuan…

Maria Kristin Yulianti, sudah beberapa kali sosok ini kita dengar di duaribuan… kali ini kita akan membahasnya dari dua sisi mata uang. Perunggu Olimpiade Beijing ini akan selalu menyenangkan untuk dibahas.. entah kenapa… Unforgetable Maria Kristin Yulianti…

Karier besar Maria Kristin Yulianti memang sepertinya sudah terlewati, namun tak ada salahnya kita flashback ke belakang, bagaimana puncak hingga sosok MKY bisa dikenal luas.

Emas SEA Games 2007

SEA Games 2007 adalah saat-saat dimana namanya mulai naik. MKY menjadi peraih emas SEA Games 2007 mengalahkan Adriyanti Firdasari dengan 21-16, 21-15. Tak ada arang melintang menuju SEA Games ini, memang, nama Maria tidak seharusnya berlaga di level ini. Selain meraih emas Individual Tunggal Putri, di nomor beregu ia sukses mengantarkan emas buat Indonesia yang mengalahkan Singapura kala itu 3-2.

Runner Up Piala Uber 2008

Ajang dua tahunan Piala Thomas & Uber 2008 digelar di Jakarta. Ini kali pertama Maria Kristin didaulat menjadi Tunggal Pertama dalam event beregu setingkat Piala Uber. beberapa nama dikalahkan Maria Kristin pada laga besar di Jakarta ini. Ini lah hasil terbaik yang dicapai Tim Uber Indonesia pasca gagal lolos di Piala Uber 2006.

Runner Up Indonesia Open 2008

Maria Kistin Yulianti punya rekor sendiri di Indonesia Open, dialah satu-satunya Tunggal Putri yang berhasil masuk Runner Up di era duaribuan. walaupun ia harus dikalahkan Zhu Lin dalam rubber set18-21, 21-17, 14-21.

Perunggu Olimpiade Beijing 2008

Perjalanan panjang dilaksanakan Tunggal putri terbaik Indonesia kala itu. MKY datang sendirian untuk nomor Tunggal dan mempersembahkan perunggu bagi Indonesia. Berikut perjalanan MKY di Olympic 2008.

  • Round 1 : MKY VS Juliane Schenk [GER] 18-21, 21-13, 22-20
  • Round 2 : MKY VS Yoana Martines [ESP] 21-9, 21-14
  • Round 3 : MKY VS Tine Rasmussen [DEN] 18-21, 21-19, 21-14
  • Quarterfinal : MKY VS Saina Nehwal [IND] 26-28, 21-14, 21-15
  • Semifinal : MKY VS Zhang Ning [CHN] 15-21, 15-21
  • Bronze Medal Match : MKY VS Lu Lan [CHN] 11-21, 21 13, 21-15

Saat itu, Maria menang dengan ekspresi datar, sedangkan Lu Lan menerima kekalahan dengan tangisan, ia gagal menyapu bersih medali Tunggal Putri. Lu lan memang pemain yang mempunyai rekor “RANGKING 1 termuda” cukup dikenal namun tahukah anda jika Maria ini sering mempermalukan dan menyulitkan dia. selama 5 kali bertemu pertandingan selalu berlangsung ketat dan “selalu rubber game”.

Pertemua pertama Djarum Indonesia Open Super Series 2007 ketika itu Lu Lan menjadi unggulan 4 tanpa ragu Maria menghajar Lu Lan di depan publik Istora 3 set 21-15,16-21,14-21. Pertemuan berikutnya kali ini di depan publik Beijing Maria kembali permalukan lu lan di ajang perebutan medali perunggu maria vs lu lan 11-21,21-13,21-15. Bahkan pertemuan ke 2 ini membuat lu lan menangis di depan publiknya.

Selang beberapa bulan maria kembali bertemu lu lan di Yonex Japan Super Series 2008 kali ini maria kalah tipis 21-13 20-22 20-22. di laga berikutnya maria berjumpa di denmark super series 2008 lagi-lagi pertandingan seru terjadi skornya sangat tipis tak jauh beda dengan pertemuanya di jepang maria vs lu lan 19-21 21-12 16-21. pertemuan terakhir maria dengan lu lan di france open 2008. pada france open 2008 di R1 permalukan tunggal putri china Zhu lin 21-15,21-16. di QF kembali jumpa pemain putri china LU LAN dan maria harus mengakui ketangguhan putri china dengan skor tipis . Maria vs Lu lan 21-16 10-21 19-21

Cedera berkepanjangan

Kapan ya aku bisa terbebas dari cidera ? pertanyaan ini selalu terngiang di benak MKY. Kaki atau tepatnya lutut kanannya sering sekali mengalami cedera. Karena cedera inilah beberapa kali membuat MKY terpaksa mundur atau kalah dari turnamen.

Asal muasal cedera itu muncul bukan pada saat pertandingan, tetapi justru datang setelah MKY latihan. Waktu itu masih di Pelatnas. Seingatnya dulu, setelah latihan beban, ia melanjutkan latihan stroke, tiba-tiba lutut kanannya terasa ngilu. Saat naik tangga ngilu itu tambah terasa. Tak mau berlama-lama dengan cedera, MKY langsung berobat. Hasil diagnosa dokter menunjukkan otot tidak mengalami masalah. Yang bermasalah justru cairan di dalam lutut itu semakin berkurang. Jadi tulang lutut MKY saling bergesekan satu sama lain secara langsung. Ini yang menyebabkan lutut MKY terasa ngilu sampai sekarang. Berbagai usaha untuk menyembuhkan cedera sudah MKY lakukan. Sekarang ini ia hanya terapi. Tidak menyembuhkan, tetapi cukup membantu meringankan cederanya.

Di setiap turnamen ia selalu harus bisa menahan rasa sakit yang terus menyiksanya. Mungkin karena sudah terbiasa dengan rasa sakit pada lututnya, ia akhirnya masih bisa terus mengayunkan raket. Tetapi jika rasa sakit itu tidak tertahankan, terpaksa MKY memilih mundur. Seperti pada turnamen Thailand Open Grand Prix 2011 lalu. Ia mundur pada babak kualifikasi. Saat itu ia merasakan sakit yang luar biasa. Lutut Maria bengkak, sampai ia tidak bisa menekuk lutut. Mungkin hal itu dikarenakan ia harus bertanding di babak kualifikasi sebanyak tiga kali dalam satu hari. Jadi cedera di lututnya kambuh kembali

Cidera membuat Maria sering merasa frustasi. Tak jarang MKY sampai menangis karena frustasi. Ia sedih memikirkan cedera yang tak pernah hilang dari dirinya. Karena cedera ini pula, prestasinya menurun drastis. Maria dari yang bisa menembus olimpiade bahkan sampai bisa meraih medali perunggu, akhirnya harus terpuruk. Sebenarnya ingin ia menumpahkan kesedihannya pada orang tua Maria termasuk masalah cederanya. Tapi ia tak bisa. Beruntung Maria mempunyai sahabat yang selalu memompa semangatnya. Sahabat yang selalu bisa menjadi tempat dimana maria berkeluh kesah akan cideranya. Karena sahabat pula yang membuat ia tegar dan masih bisa berada di lapangan karpet hijau.

Berpikir mundur dari Pelatnas pun tak jarang muncul di benak Maria. Tetapi niat itu urung terlaksana. Meski beberapa kali sinyal terkena degradasi dari Pelatnas muncul, tetapi batal dilakukan. Karena saat pemberitahuan itu muncul justru prestasi Maria kembali naik. Tetapi akhirnya Maria membulatkan tekad untuk mundur dari Pelatnas, tempat yang pernah membesarkan namanya. Sedih juga Maria harus meninggalkan Pelatnas, tempatku menghabiskan hari-harinya bersama pelatih dan teman-temannya. Tetapi inilah jalan yang harus MKY tempuh. Meski tak lagi ada di Pelatnas, Maria masih ingin berprestasi

Saat ini prestasi Tunggal Putri Indonesia memprihatikan. Bahkan si Ratu Bulutangkis Susi Susanti berkali-kali mengingatkan PBSI. Ia pun tak segan mengajar si Ratchanok Intanon yang juara Dunia Junior tiga kali. Harusnya PBSI berbenah, carilah… carilah… banyak bibit baru…

salam duaribuan…

Iklan