Kekuatan Magis Beregu Indonesia

salam duaribuan…

Bulutangkis Beregu adalah gengsi bagi setiap tim yang berlaga, apalagi di tingkat perebutan Piala bergengsi seperti Thomas Cup, Uber Cup dan Sudirman Cup yang digelar dua tahunan. Namun, ada hal menarik dari bulutangkis Indonesia. Ada kekuatan berbeda dari pebulutangkis jika dilaksanakan event beregu.

Mengusung nama Indonesia, Tim Piala Uber dan Thomas sekarang berjuang agar tiket menuju Wuhan bisa didapatkan, karena gengsi Indonesia sebagai negara bulutangkis. Seluruh masyarakat pun selalu mendukung. Ada rasa berbeda jika mengusung nama Indonesia.

Berbeda jika event individual, event Beregu mengandalkan kekuatan tim. Bayangkan, di Uber Cup 1994 dan 1996, Indonesia bisa meraih Piala Uber serta 5 kali beruntun Piala Thomas diraih Indonesia padahal banyak yang menyangsikan bahwa Indonesia bisa juara.

Pada Piala Uber 1994 dan 1996, masih ada Susi Susanti dan bocah ajaib Mia Audina. Piala Uber dibawa pulang. Namun sejak 1998, gelar itu tak pernah singgah ke Jakarta lagi. memprihatikan. event beregu ini juga mempertaruhkan nama baik Bangsa. Bangsa mana yang masih tangguh di Bulutangkis.

Untuk ajang Piala Thomas & Uber 2012, nama Indonesia kembali bertarung di Macau. Firdasari dan Simon menjadi Tunggal pertama dan utama Indonesia. 2 pemain ini optimis bahwa Indonesia bisa menjadi juara di masing-masing Grup. meskipun Peluang Uber Indonesia sangat sedikit dimana harus memperjuangkan mengalahkan Thailand di Babak Grup.

Susi telah pensiun dan Mia telah hijrah. Beberapa pemain juga hijrah ke negara lain dan menjadi pelatih. Memang banyak yang meninggalkan Indonesia, ini sebuah tantangan, Bulutangkis Indonesia harus tetap berjaya..

Salah satu kekuatan magis beregu adalah kekompakan tim Indonesia yang memang selalu dijaga. Bagaimana heroiknya Greysia Polii, Teriakan keras Firdasari, Smash keras para pebulutangkis dan berbagai macam kejadian menarik dari event beregu.

Piala Uber nyaris kembali bersarang ketika MKY dkk mencapai Final namun dikalahkan oleh China di Jakarta, 2008 lalu. Saat itu, tim Indonesia tidak diunggulkan di Piala Uber, namun bisa mencapai Final meskipun terhadang China. Tim Thomas juga sama, hampir meraih Piala Thomas di 2010 lalu, meskipun gagal menerobos tembok China. Lalu emas Mixed Team di Shenzen Universiade 2011 merupakan pencapaian terbaik dari beregu Indonesia, dimana Indonesia mengalahkan China 3-1. Padahal di Semifinal, Indonesia harus berjuang melawan Chinese Taipei dengan skor sengit 3-2. Indonesia tertinggal 0-2 sebelum berbalik menang 3-2.

Berkali-kali Indonesia bisa mencapai babak Final di Beregu, lihat event individual, Paling pol sekarang Indonesia hanya bisa di Perempat Final atau Semifinal. Memprihatinkan. Namun, semoga ada Taufik Hidayat baru, atau Susi Susanti baru, Markis/hendra baru, Vita/Lilyana baru dan Nova/Lilyana baru untuk Bulutangkis masa depan…

salam duaribuan…

Iklan