Tutur Tinular Bukan Untuk Keuntungan!

INVESTIGASI JANUARI 2012

” TUTUR TINULAR BUKAN UNTUK KEUNTUNGAN !! “

© duaribuan 2012

Poster diatas, Tutur Tinular Versi Gado-gado. Betapa tidak? Saat ini hampir semuanya telah kecewa atas penayangan sinetron Tutur Tinular di Indosiar.

Bayangkan, inilah list orang-orang yang gak terlalu penting tapi banyak ada di scene di sinetron ini.

– Bayi Bajang
– Arimbi & keluarga Buto Ijo
– Mak Lampir
– Gerandong
– Krisna
– Kanza
– Naga Sukma
– Putri Duyung / Andini
– Bayi dlm kandungan Dewi Sambi
– Pawana

Namun anehnya, meski sinetronnya udah acak adut, Rating sinetron ini tak pernah hilang dari peredaran di Top 5 Sinema diwaktu bersamaan. Di Ulang Tahun Indosiar 11 Januari 2012, Indosiar bahkan menayangkan sinetron ini Pukul 18.00, maju dua jam lebih cepat dari jam tayang normal.

Di Sinetron Satria, ada tokoh Kera Sakti, apakah ini memang sikap Indosiar, ”Menggado-gado Sinetron satu dengan Sinetron yang lain?”. Gado-gado juga pernah ada di film Jumanji, dimana hampir beberapa tokoh seperti Mak lampir, Putri duyung, Tong bajil sama Gerandong terlibat dalam permainan Jumanji.

Salah satu paten dari Tutur Tinular adalah adanya kisah cinta diantara Kamandanu dengan beberapa tokoh wanita dalam TT ini. Nari Ratih adalah cinta pertama Kamandanu, Sakawuni adalah cinta terakhir Kamandanu sedangkan Mei Shin adalah cinta sejati Kamandanu.

Di tahun 2011 memang Indosiar mendulang pundi-pundi rupiah, dimana dengan rating tinggi di siang hari lewat drama-drama Koreanya, Indosiar menambah jam tayang drama-drama ini ke jam malam. Pendekar Pemanah Rajawali dibeli dari Hongkong, Beberapa film Korea juga ditayangkan. 60% Tayangan Indosiar adalah impor dari negeri Asia Timur. Jam Prime Time, diisi oleh sinetron seperti Satria dan Tutur Tinular yang dilanjutkan dengan Sinema Asia yang juga impor.

Dari segi produksi, Indosiar terhitung hanya bisa membuat gebrakan di bidang Pemberitaan dan Infotainment. FOKUS Indosiar menjadi sesuatu yang berbeda dengan hadirnya mantan penyiar TVOne seperti Tina Talisa dan Andre Djarot. Sementara Infotainment KISS menjadi salah satu infotainment favorit pada jamnya.

Tutur Tinular sendiri pernah ditayangkan di Televisi, Film maupun Sandiwara Radio. Untuk Sandiwara Radio, saat ini Tutur Tinular juga masih diputar, seperti di Radio berikut.

  • Radio Karimata (FM 103,3 MHz) yang ada di Pamekasan pukul 18.00 WIB
  • Radio Bintang Tenggara Banyuwangi (FM 95,6 MHz) pukul 10.00 WIB
  • Radio Oisvira Sumbawa Besar (FM 95,2 MHz) pukul 16.30 WITA

Memang Indosiar yang meraup untung kembali mengikat kontrak dengan Gentabuana merilis sebuah sinetron kolosal ini. Biayanya pun sampai miliaran, Pangandaran menjadi lokasi shooting dari Sinetron ini. Yang saya tidak ketahui, Sinetron ini sepertinya hanya mementingkan Komersialitas.

Seperti sinetron lain di Indonesia (kecuali Laskar Pelangi the Series), film ini dirancang tidak diketahui jumlah serta apa yang bakal disajikan. Berbelit belit. Perencanaannya pun memang bagus, namun terkadang beberapa pemain dimasukkan namun tidak mementingkan isi cerita yang dibuat di awal. Sebaiknya, untuk TT 2011, harus disutradarai oleh pencipta Sandiwara Tutur Tinular, S. Tidjab.

Komersialisasi bukan berarti untuk mencari uang saja, jika bertekad membuat sebuah drama kolosal, seharusnya pihak Indosiar juga harus konsekwen terhadap cerita yang sebenarnya. Meskipun membumbui dengan sedikit bumbu namun tetap berkutat pada cerita asli. Indosiar sepertinya terlena terhadap ‘Great Queen Seon Deok’ atau ‘Dong Yi’ atau pun ‘Jumong’.

Tutur Tinular itu Sejarah, Indosiar boleh menayangkan Tutur Tinular jika itu merupakan sebuah kebenaran dari Sejarah. Bumbu sinema pasti ada, namun tak perlu mengubah jalannya cerita. Ini sudah saya tekankan… Kalau mau buat sinema kolosal, pikirkan dulu sejarah dan kenyataannya…

investigasi 2000an © duaribuan 2012

Iklan