Musikal Simfoni Cinta

Wisnu sedang memetik gitar. Disekelilingnya ada teman-temannya, Deka, Eka dan si kembar Juno-Julio.

Si kembar menyanyi, Wisnu bermain gitar, sedang Deka dan Eka memanggang makanan. Mereka ada di hutan, sedang berwisata.

Lima sekawan ini sangat akrab sejak 2 tahun lalu. Kala itu, mereka tak sengaja dipertemukan saat orientasi SMA. Dalam kesunyian, Julio dan Juno menyanyikan lagu “Sahabat Sejati” dari Shella on 7.

Wisnu telah menjadi maestro gitar di sekolahnya. Dia tahu segala lagu. Di almari rumahnya, berjejer medali dan piala yang dirainya dari berbagai kejuaraan sejak SD.

Esok hari, Lima sahabat pulang kembali ke Kota setelah sepekan di hutan. Mereka kembali sekolah. Wisnu lah yang paling rajin.

Tiap hari kehidupan dijalani sama. Bangun, sekolah, main gitar, main komputer dan kembali tidur. Teman-temannya lah yang berinisiatif mengunjunginya. Wisnu sangat tertutup. Dia pun tak kenal wanita. Sangat kaku.

Julio dan Juno sedang berjalan menuju kelas Wisnu dan Deka. Mereka selalu bergitar dan menyanyi tiap istirahat. Dalam perjalanan, seorang wanita menabrak Juno, Julio pun menabrak Juno yang ada di depannya.
“hei, kalo jalan lihat orang dong” cela Julio.
“maaf kak..” ucap siswi itu.
“tunggu jul, siapa namamu?, selama disini aku tak pernah melihatmu.” tanya Juno.
“saya murid baru pindahan, nama saya Juli.” jawab wanita yang namanya Juli itu.
“udah ah, ngapain ngurus dia, kita ditunggu” cela Julio.
“Kelas mana?” Julio masih bertanya.
“belum tahu, baru mau diantar hari ini” ucap Julia.
“oh, gue tinggal dulu ya..”

Julio ditunggu keempat sahabatnya. Mereka diam, marah pada Julio.
“ayolah guys, cuman 5 menit tadi.” ucap Julio membuka percakapan.
“lo gag komit sama perkataan lo”, jawab Deka.
“maaf.. Plis..”
“Ok, tapi ingat, event minggu depan harus menang, kalo gag, ajak kita ke Lombok”
“ok, gampang”

Deka, Eka, Juno dan Julio menemui Wisnu di rumahnya. Dia sedang memetik gitar dan tak sadar akan kedatangan 4 sahabatnya itu.
“hey sob.. Kite datang, main terus, gag ada capek”, Deka mulai bicara
“besok kita mulai latihan buat acara minggu depan”, ujar Eka
“hadiahnya ke Lombok, tapi kalo gag menang tetep kesana, Julio yang bayar, usahain dapat piala dan Lombok” lanjut Deka.

Sehari kemudian, Wisnu dan Deka ada di kelas. Guru datang, tapi ada yang aneh. Dia membawa seorang siswi baru, cantik.
“anak- anak, dia Julia, pindahan dari Bandung, kalian harus bisa berteman dengan baik. Silahkan duduk Julia”, ujar Guru ku itu.

Deka berdecak kagum, “geulis banget” ujarnya. Wisnu hanya diam, tak ada rasa dengan Julia.

Sore hari, mereka janjian di studio musik SMA. Wisnu seperti biasa paling dulu. Tapi ada yang aneh disana, Wisnu mendengar suara orang bernyanyi. Wisnu mengintip di jendela. “Ada orang berlatih”, ucapnya dalam batin.

Dia berdiri di depan pintu, ketika hendak membuka, Wisnu membatalkannya. Ia mendengar suara yang sangat merdu. Ia pun tak tega dan memilih menunggu di luar.

Kontes digelar, Band 5 Sahabat menjadi band undian pertama. Semua bersorak. Pasca penampilan itu, Wisnu dkk sudah optimis menang. Ternyata, fakta berbeda.

Jelang ditutup, sosok wanita didampingi 2 orang pria tampil. Tak ada teriakan penonton seperti 5 Sahabat, tapi Juri bertepuk tangan. Wisnu heran.

Keheranannya terjawab, penampilan band itu memukau. Juno sampai berkaca-kaca matanya. Wisnu kagum, dia wanita yang berbeda. Dia Julia.

Di belakang panggung, Wisnu memperhatikan Julia. Dia jatuh cinta dalam kekakuan dirinya. Wisnu bergerak, lewat dunia maya, ia berhasil melacak diri Julia, dia menemukan predikat Jawara Provinsi dalam data diri Julia. Dia tambah menyukainya.

Dia berhubungan lewat jejaring sosial dan telepon. Mereka mulai dekat, tapi Wisnu tak berani bertemu langsung, dia kaku terhadap wanita.

Tapi kali ini, Wisnu sudah terlanjur cinta, dia memberanikan diri kala Julia bertanya.
“kamu bilang bisa petik semua lagu kan?” tanya Julia lewat pesan singkat.
“iya, kenapa?” jawab Wisnu
“aku ingin nyanyi diiringi petikanmu, besok kutunggu ya? Jangan bikin ku kecewa”

Dalam kelas, Wisnu dan Julia tak bergerak. Mereka menunggu pulangnya semua teman. Sejam kemudian, kelas sepi.

Di tempat lain, 4 Sahabat akan menemui Wisnu. Tapi mereka tak menemui di rumahnya. Pembantu bilang Wisnu belum pulang. 4 sahabat khawatir dan mencari di sekolah.

Deka yang pertama berlari. Dia berhenti di kelasnya ketika mendengar suara merdu diiringi petikan. Deka memberi aba-aba pada 3 teman lainnya untuk diam. Mereka mengintip.

Dalam ruangan. Ini lagu ketiga yang dinyanyikan Julia. Mereka tertawa. Ini pertama kali bagi Wisnu bersama wanita.

Ketika sampai reff “ku hidup dengan siapa….” di lagu Agnes Monica, Wisnu menghentikan petikannya. Dia mendengar tawa. Deka dkk dengar itu dan beranjak tancap gas, mereka senang Wisnu sudah tak kaku.

“siapa nu?” tanya Julia
“gag ada siapa-siapa”, tapi tadi dengar tawa seseorang.
“kita pulang aja, besok lagi” ucap Julia.
“yok..”

7 hari telah dilalui dengan suara Julia beriring petikan Wisnu. Teman-teman mulai membicarakan mereka. Wisnu membantah mereka berpacaran, tapi kenyataannya begitu, mereka belum punya status. Wisnu tak mahir.

Suatu hari, Julia menyanyi. Wisnu mendengar, tapi ia belum pernah tahu lagu itu. Dia tanya pada Julia.
“lagu apa itu?”
“lagu istimewa buatanku, aku hanya bisa menyanyi syair, aku tak bisa buat melodi yang cocok, guruku pun tak mampu”
“ow… Kamu suka sekali lagu itu?”
“ya, aku selalu ingin menyanyikan lagu itu”

Sejak itu, Wisnu mengingat lirik-lirik lagu ciptaan Julia yang judulnya ‘Simfoni Cinta’.

Masalahnya terjawab, Wisnu mengenalnya lewat musik, dan dengan musik, mereka juga akan menyatu.

Wisnu menulis lirik ‘Simfoni Cinta’. Dia mengambil gitar dan beberapa buku musiknya. Dia mencoba mencocokan, tapi tak ketemu. Dia meminjam beberapa buku maestro musik lain. Itupun tak dapat membantu.

Di dalam kelas, Julia menyanyi lagi itu, Wisnu tak memetik gitarnya. Ia merasa tak pantas, ia tak bisa membuat melodi lagu itu.

Wisnu terduduk dalam kelas, Gitar dipetiknya tanpa tahu lagu apa yang dinyanyikan. Ia mengingat saat moment bersama Julia. Ia tak sadar menyanyikan lagu itu, gitar dipetiknya perlahan. Sebuah melodi berirama terbuat. Itu hebat, ia sadar.

Ia mengulangi lagu itu sambil memetik. Semua berhasil. Wisnu mengundang Julia dalam dinner.

…..
Ku tak sangka
Ku Tenggelam dalam cintanya
Tak bisa menolaknya
Aku cinta dia

Ku tak sangka
Simfoni cinta bicara
Aku mencintainya
Aku cinta dia
……

Wisnu merdu menyanyi diiringi Petikan gitar Wisnu.

Julia berkaca-kaca. Dia bahagia. Selesai dengan lagu itu, Julia memeluk Wisnu.
“Terima kasih nu.. Aku suka, aku bahagia” ujar Julia masih memeluk Wisnu
“Jul, aku boleh jujur”
“jujur apa?” julia melepas pelukan dan menatap Wisnu
“aku cinta Julia” ujar Wisnu sambil menyanyikan baris akhir lagu itu.
“aku juga cinta kamu”

Mereka berpelukan. Julia dan Wisnu bersama karena Simfoni Cinta mereka. Lagu itu pemersatu mereka.

Iklan