Ingat Robert Mateusiak?

salam duaribuan…

Robert Mateusiak, masih ingat nama itu? Yah, tak asing. Bersama sang pasangannya, Nadiezda Zieba, mereka adalah mantan Pebulutangkis Nomor 1 Dunia. Karier Robert menanjak di usia tua. Makin tua makin jadi. Saya ingat, di Stadium Istora waktu Indonesia Open 2010, Hendra Setiawan bersama Anastasia Russkikh kalah dari Robert, seluruh isi Istora menyoraki, bukan menyoraki seperti 4 pemenang lain. Sangat gue ingat

Meski sudah tak terlihat namanya di papan atas BWF Ranking, pemain usia 35 tahun ini masih setia dengan bulutangkis. Setahun lalu, dia adalah salah satu pemain eropa yang disegani. Namun, sorak tak senang hadir di Istora ketika ia dikalungkan medali juara.

Sosok Mateusiak sangat cocok mengaburkan konsentrasi lawan. Bahkan ketika dia masih berada di posisi akan menang. Sang lawan yang mendapat poin beruntun dicelanya. Protes pada wasit tak jarak dilakukannya. Dia sangat ‘hiperaktif’ diusia tuanya.

Di Final 2010 Indonesia Open Superseries, XD Final mempertemukan Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba VS Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh. Pasangan Polandia ini memenangkan pertandingan dengan straight set.

Terkadang saya sendiri sangat senang ada aksi protes seperti ini, tapi kalo bisa yang nglakuin orang Indonesia, biar lawannya kabur konsentrasinya. Bahkan Robert ini sering disebut entertainer badminton kala itu.

Karakter pemain Eropa memang seperti itu. Sebelum jam terbang tinggi, pasangan Christina Pedersen/Joachim Fischer Nielsen sering melakukan protes, terutama Fischer Nielsen, calon kuat entertainer badminton masa depan (hihihi..), Kebanyakan mereka menganggap dengan cara itulah mereka bisa menang.

Tapi, sikap yang entertaining dari Mateusiak dipadukan dengan sosok Nadiezda Zieba. Si Ahli netting, buat saya… Di Final DIO 2010, Russkikh/Hendra kewalahan menghadapi netting dari Zieba. Zieba pun bermain sangat rapi di depan net. Beda sama Mateusiak yang lebih mementingkan sikap dan ekspresi.

But, jika dia sama gue, mungkin gue anggep dia sumuran gue… Udah pintar main, badung, bandel, tengil, tapi overall, mainnya sangat bagus dan patut diacungi jempol.

Ia pun jujur di Final lau ia udah melakukan beberapa kali permintaan istirahat, pergantian shuttlecock sampai protes hanya untuk mengulur-ulur waktu menghilangkan konsentrasi lawan…

Kalo dilihat secara teknik memang memilliki pukulan smash yang sangat keras dan sangat cerdik di lapangan. meski defense menjadi kelemahannya, tapi berpasangan dengan Ziba yang super hebat di depan net, maka mereka memang pantas menang.

Tapi kemenangan mereka tercoreng dengan tindakan robert yang jauh dari nilai sportif dalam olahraga. Mereka menang tidak terhomat, Anastasia/Hendra kalah terhormat.. Sudah berlalu ya sudah, mereka sudah mengalami degradasi. Ganti pasangan aja deh Zieba… Mateusiak udah tuir.. hihihihi…

salam duaribuan…

Iklan