Simfoni Memori Maret 2011 : Pray for Japan [Gempa, Tsunami, Bencana Nuklir]

salam duaribuan…

Bulan Maret, duaribuan sudah memulai perancangan sebuah blog. Namun baru bisa terealisir sebulan kemudian. Di Bulan ini, kita patut menundukkan kepala, Gempa dan Tsunami Dahsyat menimpa Jepang. Negeri yang sudah mahir dalam penanganan bencana itu.

An aerial view of tsunami damage in Tōhoku

Jepang terkena musibah besar di Pertengahan Maret itu. Sebuah gempa berkekuatan 9.0 SR mengguncang Tohoku. Dampaknya tidak hanya disana, tapi sampai mengguncang dunia. Didesain dengan baik, rumah-rumah disana tidak hancur karena gempa, tapi karena gelombang 10 meter tsunami pasca gempa besar itu.

15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam prefektur Jepang berdasar data Pemerintah Jepang. Sungguh tragis. Meski tak separah Gempa Tsunami di Aceh, Dampak luar biasa terjadi. Di Indonesia, 1 orang tewas berdasar data Wikipedia.

Pasca Gempa dan Tsunami itu, terjadi berbagai kebakaran, kebocoran nuklir sampai turunnya indeks Nikkei Jepang. Berbagai bantuan dikirim, termasuk relawan Indonesia karena balas jasa atas Bantuan Jepang terhadap Indonesia sewaktu Gempa dahsyat di Samudra Hindia. Gempa di Jepang ini adalah gempa paling parah di Jepang era duaribuan dan salah satu dari 6 gempa penghancur era modern.

福島第一原子力発電所事故Satellite image on 16 March of the four damaged reactor buildings

Terkait masalah nuklir Fukushima Daichi, Pemerintah Jepang mendeklarasikan sebuah “keadaan darurat tenaga nuklir” dan mengevakuasi ribuan penduduk yang tinggal dekat Fukushima I yang merupakan salah satu PLTN terbesar di Jepang. Terjadi kebocoran nuklir. Kebocoran menyebar ke beberapa negara tetangga Jepang. Namun kebocoran tidak berlanjut menjadi ledakan karena Pemerintah Jepang siaga terhadap kemungkinan itu.

Dampak sosial akibat kasus Fukushima Daichi itu sangat parah, produk-produk makanan dan berbagai produk asal Jepang ditahan. Terminal Kedatangan International dicek. Mewaspadai bahaya Radiasi. Seperti yang kita ketahui, Ledakan Chernobyl membuat kawasan di Ukraina itu menjadi kota mati. Banyak terjadi mutasi gen, pertumbuhan janin tidak normal, perubahan warna kulit sampai terjadi kanker dan tumor di dalam tubuh manusia terpapar. Hewan-hewan pun melahirkan jenis keturunan yang tidak sempurna.

Yang paling terdampak adalah anak-anak.Trauma berkepanjangan bakal mereka terima. Restorasi Miyagi, daerah yang terkena tsunami dahsyat itu dimulai. Jepang lebih siap, tidak seperti Indonesia kala 2004. Kiamat kecil membunuh puluhan ribu jiwa. Yang paling menyedihkan melihat anak-anak menangis mencari ayah, bunda, kakak, paman, bibi. Jika tak ada yang tersisa, mereka harus hidup dalam kesendirian.

Bencana tidak bisa dipastikan kapan, tapi bisa diprediksi dan dicegah. Tuhan tahu kapan harus baik dan kapan harus buruk. Bencana Jepang ini akan selalu ada dalam lembaran memori 2011. Tapi, berusaha lah tersenyum…

salam duaribuan…

Iklan