Bulutangkis Olimpiade dari masa ke masa

salam duaribuan…

Bulutangkis adalah salah satu olahraga populer, oleh karena itu, kita patut bangga karena beberapa cabang olahraga lain dihapus dari Cabor Olimpiade seperti Softball dan Baseball (Di London tidak dipertandingkan lagi).

Tahu tidak, sekarang saat ini Bulutangkis mengalami perubahan yang jauh. Bahkan setiap Olimpiade terjadi berbagai perubahan. Mau tahu gimana perubahan setiap Olimpiade? Ikutin ini..

Olimpiade Barcelona 1992

Ini adalah kali pertama Olimpiade masuk ke dalam list cabor Olympic setelah 8 dan 4 tahun sebelumnya dijadikan cabor exibition. Fakta Bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992 adalah sebagai berikut.

  • Digunakan sistem pindah bola atau dikenal dengan sistem klasik dengan pola eliminasi.
  • Hanya ada 4 nomor yang dipertandingkan (MS, WS, MD, WD)
  • Tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga (bronze medal match), sehingga setiap nomor membagikan 2 medali perunggu.
  • Pada hasilnya, Indonesia dan Korea Selatan berbagi 2 medali emas.

Bagi kalian yang pemerhati Bulutangkis era duaribuan, Sistem klasik itu jauh berbeda dengan sistem rally poin seperti sekarang. Pelaksanaannya sebagai berikut.

Partai Tunggal Putra, Ganda Putra, Ganda Putri, Ganda Campuran

  1. Satu set terdiri dari 15 poin.
  2. Maximal dipertandingkan 3 set dan pemain yang menang adalah pemain yang memenangkan 2 set.
  3. Jus tidak terjadi secara otomatis.
  4. Ada dua jenis jus, yakni Jus 5 dan Jus 3.
  5. Jus 5 terjadi bila kedudukan 13 sama, pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai angka 13 akan menentukan apakah permainan akan berakhir pada poin 18 atau tetap berakhir pada poin 15.
  6. Jus 3 terjadi bila kedudukan 14 sama, pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai angka 14 akan menentukan apakah permainan akan berakhir pada poin 17 atau tetap berakhir pada poin 15.
  7. Bila keputusan jus telah diambil pada kedudukan 13 sama, maka tidak ada penambahan poin lagi bila terjadi kedudukan 14 sama.

Partai Tunggal Putri

  1. Satu set terdiri dari 11 poin.
  2. Maximal dipertandingkan 3 set dan pemain yang menang adalah pemain yang memenangkan 2 set.
  3. Jus tidak terjadi secara otomatis.
  4. Ada dua jenis jus, yakni Jus 3 dan Jus 2.
  5. Jus 3 terjadi bila kedudukan 9 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 9 akan menentukan apakah permainan akan berakhir pada poin 12 atau tetap berakhir pada poin 11.
  6. Jus 2 terjadi bila kedudukan 10 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 10 akan menentukan apakah permainan akan berakhir pada poin 12 atau tetap berakhir pada poin 11.
  7. Bila keputusan jus telah diambil pada kedudukan 9 sama, maka tidak ada penambahan poin lagi bila terjadi kedudukan 10 sama.

Berikut adalah peraih emas Bulutangkis Olimpiade 1992 sebagai berikut.

  • MS : Alan Budikusuma [INA]
  • WS : Susi Susanti [INA]
  • MD : Kim Moon-soo/Park Joo-bong [KOR]
  • WD : Hwang Hye-young/Chung So-young [KOR]

Olimpiade Atlanta 1996

Kali kedua Olimpiade mempertandingkan Bulutangkis. Kali ini Gymansium University of Georgia menjadi tempat diselenggarakannya event ini. Di Atlanta 1996, Indonesia hanya dapat meraih 1 medali lewat Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Fakta Bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1996 adalah sebagai berikut.

  • Sistem yang digunakan mirip dengan Olimpiade 1992.
  • Dipertandingkan 5 nomor, yakni MS, WS, MD, WD, XD.
  • Diselenggarakan pertandingan perebutan tempat ketiga (bronze medal match).
  • Denmark dan China untuk kali meraih emas Bulutangkis Olimpiade

Berikut adalah peraih emas Bulutangkis Olimpiade 1996 dari 5 nomor yang dipertandingkan.

  • MS : Poul Erik Hoyer Larsen [DEN]
  • WS : Bang Soo-hyun [KOR]
  • MD : Ricky Subagja/Rexy Mainaky [INA]
  • WD : Ge Fei/Gu Jun [CHN]
  • XD : Kim Dong-moon/Gil Young-ah [KOR]

Olimpiade Sydney 2000

Kali ketiga Olimpiade juga mempertandingkan Bulutangkis. Di Sydney Olympic Park, diadakan 5 partai pertandingan. Berikut adalah Fakta Bulutangkis Olimpiade 2000.

  • Sistem yang digunakan sama seperti dengan Olimpiade 1996.
  • Korea pada edisi kali ini tidak mendapat emas Olimpiade sedangkan Indonesia berhasil mempertahankan 1 keping emas di nomor MD.

Berikut adalah peraih emas Bulutangkis Olimpiade 2000 dari 5 nomor yang dipertandingkan.

  • MS : Ji Xinpeng [CHN]
  • WS : Gong Zhicao [CHN]
  • MD : Tony Gunawan/Candra Wijaya [INA]
  • WD : Ge Fei/Gu Jun [CHN]
  • XD : Zhang Jun/Gao Ling [CHN]

Olimpiade Athena 2004

Edisi Keempat Badminton Athena 2004 ini digelar di Goudi Olympic Complex di Athena. Sebenarnya, edisi kali ini sama seperti sistem di Olimpiade 1996 dan 2000.

Di edisi kali ini, China meraih 3 emas sedangkan Indonesia dan Korea Selatan (kembali meraih) berbagi 1 emas. Berikut adalah peraih emas Bulutangkis Olimpiade 2004 dari 5 nomor yang dipertandingkan.

  • MS : Taufik Hidayat [INA]
  • WS : Zhang Ning [CHN]
  • MD : Kim Dong-moon/Ha Tae-kwon [KOR]
  • WD : Zhang Jiewen/Yang Wei [CHN]
  • XD : Zhang Jun/Gao Ling [CHN]

Olimpiade Beijing 2008

Beijing menjadi kota kelima penyelenggara edisi badminton di Olimpiade. Kali ini Gelanggang Olahraga Universitas Teknologi Beijing menjadi venue badminton.

Ada Fakta berbeda dari Olimpiade sebelumnya, fakta yang sangat mencolok. berikut Fakta Bulutangkis Olympic 2008.

  • Digunakan sistem rally poin dengan pola eliminasi (sistem inilah yang membuat Asia tidak lagi mendominasi Bulutangkis dunia).
  • 5 nomor yang dipertandingkan (MS, WS, MD, WD, XD) dan diadakan Bronze medal match.
  • Untuk kali kedua, Emas MS dan WS diraih oleh satu negara (China) setelah sebelumnya, Indonesia meraih MS dan WS di Barcelona 1992.

Hal paling mencolok adalah sistem rally poin ini. Sebenarnya sempat beredar rumor bahwa Bulutangkis adalah olahraga yang tidak populer dan bakal terancam keluar dari Cabor Olympic. atas desakan berbagai elemen pertelevisian, sistem pindah bola diganti dengan sistem rally poin sejak 2006.

Mereka mengeluhkan bahwa satu set pada sistem yang lama terlalu panjang dan iklan televisi hanya ditampilkan di antara set, jeda itu pun terlalu panjang untuk ukuran iklan televisi, karena panjang istirahat tiap set adalah 5 menit. Dengan peraturan yang baru, maka iklan dapat tampil lebih sering dan sepanjang 1 menit tiap kalinya, yang dipandang jauh lebih efektif.

Penjelasan Sistem Rally poin adalah sebagai berikut.

  • Pemain minimal memenangkan 2 set.
  • Butuh 21 angka untuk untuk memenangkan satu set pertandingan, tunggal maupun ganda, pria, wanita, maupun campuran.
  • Kedua belah pihak dapat mencetak angka walaupun tidak melakukan servis (inilah yang sangat mencolok).
  • Istirahat 1 menit jika salah satu pemain mencapai angka 11 (interval set dan digunakan oleh televisi untuk menayangkan iklan)
  • Kemenangan ditentukan jika mencapai 21 hingga 30 terlebih dahulu dengan selisih 2 angka (jus otomatis terjadi dan tidak melalui perundingan).

Berikut adalah peraih emas Bulutangkis Olimpiade 2004 dari 5 nomor yang dipertandingkan.

  • MS : Lin Dan [CHN]
  • WS : Zhang Ning [CHN]
  • MD : Markis Kido/Hendra Setiawan [INA]
  • WD : Du Jing/Yu Yang [CHN]
  • XD : Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung [KOR]

Olimpiade London 2012

Ini adalah edisi ke-6 Olimpiade mempertandingkan Bulutangkis. Kali ini digelar di tempat yang cukup prestisius, Wembley Arena. Untuk edisi 2012, sedikit berbeda dari sistem Olimpiade 2008. Berikut adalah fakta mengenai Bulutangkis Olimpiade 2012.

  • Digunakan sistem rally poin dengan pola robin round dan eliminasi (berbeda dari olimpiade 2008).
  • Diadakan 5 nomor yang dipertandingkan (MS, WS, MD, WD, XD) dan diadakan Bronze medal match.

Secara generalnya, Bulutangkis Olimpiade 2012 untuk Single event mempertandingkan Group stage (robin round) untuk preliminary yang dilanjutkan dengan Round of 16, Quarterfinal, Semifinal dan Final dengan sistem eliminasi.

Sedangkan untuk Double event mempertandingkan Group stage (robin round) untuk preliminary untuk 16 besar yang dilanjutkan dengan Quarterfinal, Semifinal dan Final dengan sistem eliminasi.

Kalo mau lihat sistem Bulutangkis di Olimpiade 2012, unduh ini dokumen Badminton 2012 Olympiic [29/12/2011]. Disitu ada pemain yang terkualifikasi sementara (berdasar BWF Ranking 29 Desember 2011).

Secara keseluruhan, ada beberapa Fakta Olimpiade dari masa ke masa.

  • Indonesia sampai 2008 masih mempertahankan emas Bulutangkis.
  • Korea Selatan hanya lepas emas di Sydney 2000.
  • China adalah negara tersukses sepanjang Olimpiade 1996-2008 namun tidak mendapat emas di tahun 1992.
  • Indonesia menjadi Juara Bulutangkis Olimpiade (penyandang gelar terbanyak) untuk edisi 1992, Korea menjadi Juara untuk edisi 1996 sedang China menjadi Juara Bulutangkis Olimpiade untuk edisi 2000, 2004 dan 2008.
  • Sistem klasik eliminasi digunakan dari 1992-2004, sistem rally poin eliminasi digelar 2008 dan Sistem rally poin campuran group-eliminasi untuk 2012 mendatang.

Dengan begitu, Bulutangkis Olimpiade perlu didukung keberadaannya. Semoga Bulutangkis menjadi semakin semarak di dunia. Jangan lupa didownload dan bikin doa buat emas Bulutangkis Olimpiade untuk Indonesia di 2012… Simfoni Cinta 2012…

salam duaribuan…

Iklan