Nominasi Film Bioskop Terbaik FFI 2011

salam duaribuan…

FFI 2011.jpg

beberapa jam lalu, dapat kabar mengenai 5 nominator dari Film Bioskop Terbaik Piala Citra FFI 2011. Dari situs Facebook resmi FFI 2011, saya mendapatkan kabar 5 nominator yang terpilih untuk menjadi nominasi Peraih Piala Citra untuk kategori Film Terbaik Festival Film Indonesia 2011. Mau tahu?

Berikut adalah 5 Nominasi kategori Film Bioskop Piala Citra FFI 2011 berdasar Facebook resmi dari FFI 2011.

? (Tanda Tanya)

Diluncurkan pada 7 April 2011, film ini mengangkat tema keberagaman dan toleransi agama dan etnis bangsa. Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan berbagai macam etnis dan kebudayaan, memiliki banyak kisah perihal toleransi yang menarik untuk diangkat dalam tayangan layar lebar. Dan inilah salah satu karyanya dari Hanung Bramantyo. Diproduksi oleh Mahaka Pictures, film ini sempat mendapat kecaman dari berbagai masyarakat mengingat banyak adegan yang memperburuk citra Islam.

Film ini mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan  yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan.

Film ini berhasil menjadi nominator FFI 2011 dengan karya yang cukup fenomenal. selain itu, film ini didukung oleh para pemeran yang sangat luar biasa, yakni Reza Rahardian, Revalina S. Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman dan beberapa artis pendukung lain. Tak salah bila film ini menjadi nominator film terbaik FFI 2011.

Masih Bukan Cinta Biasa

Film bergenre Drama ini tayang perdana di bioskop pada 15 September 2011. Film sekuel dari Bukan Cinta Biasa yang dibintangi Olivia Jensen ini berhasil masuk ke jajaran nominasi Film Terbaik.

Sang Sutradara, Benny Setiawan yang masuk nominator Sutradara Terbaik FFI 2011 pun meracik orang-orang seperti Ferdy Tahier, Wulan Guritno, Olivia Lubis Jensen, Axel Anugrah Andaviar, Joe P Project, Dalton dan Budi Arab dengan istimewa. Wulan Guritno pun masuk jajaran nominasi Pemeran Pendukung Wanita Terbaik FFI 2011.

Film Produksi Wanna B Pictures ini meneruskan kisah dari Bukan Cinta Biasa mengenai kehidupan rumah tangga Tommy dan Lintang yang masih berlanjut. Mereka dikejutkan oleh Vino yang mengaku anak mereka.

Dalam sosok Vino, Tommy melihat perwujudan dirinya saat masih terkenal sebagai vokalis band rocker ternama, The Boxis. Walau awalnya Vino menjadi pengacau di kehidupan rumah tangga Tommy dan Lintang, namun belakangan Vino malah menjadi pencetus perubahan di diri Tommy. Meski misteri jati diri Vino masih tanda tanya, tapi sepertinya keluarga besar Tommy bisa menerima kehadiran Vino.

Dalam film ini, Benny mampu menyelipkan sedikit ‘petuah’ tanpa menggurui. Dari segi gambar yang hampir secara keseluruhan nuansa terang terasa nyaman dilihat. Dan tentu saja, film ini masih dilengkapi dengan musik yang pas dengan cerita. Pantaslah film ini masuk nominasi FFI 2011.

Sang Penari

Oka Antara, Prisia Nasution, Hendro Djarot, Dewi Irawan dan Ifa Isfansyah. 5 Orang diatas adalah para orang yang terlibat dalam film yang dinominasikan di FFI 2011, Sang Penari. Mereka adalah perwakilan film ini untuk masing-masing kategori Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dan Sutradara Terbaik. Bisa dibilang-bilang, penerus dari 3 hati 2 Dunia 1 Cinta di tahun lalu yang meraih 7 Piala Citra.

Dirilis 10 November 2011, bertepatan dengan hari Pahlawan, mengisahkan kisah antara Rasus (Nyoman Oka Antara), seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya untuk mencari cintanya yang hilang, Srintil (Prisia Nasution).

Cerita berawal ketika keduanya masih sangat muda dan saling jatuh cinta di kampung mereka yang kecil dan miskin, Dukuh Paruk. Tapi kemampuan menari Srintil yang magis menghalangi cinta mereka, karena hal itu membuat para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng. Ketika ia menari, ia harus siap menjadi milik warga kampung (karena ia ronggeng). Hal ini menempatkan Rasus dalam kekecewaan cintanya. Ia pun memilih menjadi anggota tentara.

Lalu jaman bergerak, di mana Rasus harus memilih loyalitas kepada negara, atau cintanya kepada Srintil. Dan ketika Rasus berada dalam dilema, ia sudah kehilangan jejak kekasihnya. Pencariannya tidak mudah dan baru membuahkan hasil setelah 10 tahun kemudian, nasib mempertemukan Rasus dengan Srintil

Film ini syarat pesan, bahkan para TNI sangat terkesan akan film ini. Berdurasi 111 menit, film ini tayang perdana saat Hari Pahlawan lalu. Film Produksi Salfo Film’s ini saya percaya dapat menyabet beberapa piala Citra di Anugrah FFI 2011 pada 10 Desember, tepat sebulan setelah film ini tayang.

Tendangan Dari Langit

Berkas:Tendangan dari Langit.jpg

Hanung Bramantyo, selain dinominasikan karena Film Tanda Tanya, ia juga dinominasikan untuk film yang satu ini. Agus Kuncoro pun begitu, di film Tanda Tanya dan juga di film ini berhasil menjadi nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik.

Dirilis pada 26 Agustus 2011, tepat dua hari setelah HUT RCTI ke-22. Diproduksi oleh Sinemart Pictures, film ini menceritakan tentang Wahyu (16 tahun) memiliki kemampuan luar biasa dalam bermain sepakbola. Ia tinggal di Desa Langitan di lereng gunung Bromo bersama ayahnya  dan ibunya.

Suatu hari saat Wahyu bermain bola dengan rekan-rekannya, keahlian istimewanya tak sengaja dilihat oleh Coach Timo yang tengah hiking bersama Matias di lereng Bromo. Pelatih Timo kemudian menawari Wahyu untuk datang ke Malang dan menjalani tes bersama Persema Malang.

Sayangnya, berbagai ujian dalam meraih kesempatan emas bermain bersama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan di Persema mendapat banyak halangan. Namun, dari film ini kita dituntun untuk bisa membuat impian menjadi kenyataan. duaribuan juga pernah membuat artikel tentang film ini, buka link Tendangan dari langit : Impian bisa menjadi kenyataan.

The Mirror Never Lies

Gita Novalista (Nominator Aktris Utama Terbaik), Atiqah Hasiholan (Nominator Aktris Pendukung Terbaik) dan Kamila Andini (Nominator Sutradara Terbaik) adalah 3 dari ratusan orang yang terlibat dalam pembuatan film berdurasi 100 menit ini.

Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan.

Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo.

Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka.

Saya sangat suka mengingat kata-kata terakhir itu.. saya kutib ini dari cinema21, meskipun belum melihat filmnya, saya rasa film ini pantas menjadi nominator kategori Film Bioskop Terbaik FFI 2011.

Dari kelima nominasi itu, saya boleh punya pilihan pastinya… Saya Memilih Sang Penari menjadi film terbaik. Dari kelimanya, hanya Sang Penari yang menyuguhkan film yang sifatnya tentara-tentaraan gitu… ada unsur penari yang cantik disana, Prisia Nasution. Meskipun ia dikenal dengan Ratu FTV di SCTV, namun ternyata ia mampu membuktikan ia masuk nominasi FFI 2011 hanya lewat film Sang Penari.

Anugerah Piala Citra 2011 akan diumumkan pada Sabtu, 10 Desember 2011 dan disiarkan secara langsung oleh RCTI jam 21.00 WIB. Jadi, jangan lewatkan… walaupun duaribuan bakal tetap update…

salam duaribuan…

Iklan