Tutur Tinular Versi 2011, Masih Baguskah?

salam duaribuan…

tutur-tinular-2011

Drama Kolosal besutan Indosiar berjudul “Tutur Tinular Versi 2011” mencuri perhatian. Rating drama kolosal yang tayang perdana 26 September lalu. Bahkan ada fakta menarik, di episode perdana, berhasil masuk ke Top 10 rating Televisi Nasional.

Sinetron yang berlokasi shooting di Mekarsari ini konon menghabiskan dana 7 miliar Rupiah. Wahhh banget kan? Indosiar kaya mungkin.. Bisa dibayangkan, drama kolosal ini menghabiskan dana besar, tapi salah satu produsernya bilang bahwa lokasi shotting ini tidak hanya untuk Tutur Tinular. Pasca selesai nantinya, bakal ada tayangan shotting drama lain, semisal “Pangeran Pemanah Rajawali” yang udah diiklankan sama Indosiar. Mungkin biaya mahal, tapi akhirnya banyak yang nonton, Ratingnya “BAGUS”…

Makeup artisnya lama banget. Pemeran wanitanya bisa menghabiskan waktu sampai dua jam hanya untuk urusan itu. Ditambah penggunaan sanggul dan kostum, yang untuk pemasangannya, tidak bisa dilakukan sendiri.

Suksesnya sinetron ini pun berdampak pada para pemerannya. Ada suka duka yang diungkapkan beberapa pemain, yang terkutib di Tabloid Bintang.

  • Griffiths Anna [Nari Ratih] mengaku pernah dimarahi karena olah vokalnya yang jelek, suaranya terlalu berat.
  • Rico Verald [Arya Kamandanu] mengaku capek shotting action di drama kolosal bahkan pernah jatuh saat menunggang kuda dan tangannya terluka, padahal menurut gue latar belakangnya kan pencak silat,..

Disamping itu, banyak juga cemoohan dari masyarakat mengenai cerita dari Tutur Tinular 2011. Sangat jauh melenceng dari cerita aslinya.

Meskipun gue gak terlalu sering melihat Sinetron ini, banyak yang bilang kisahnya jauh berbeda dari tahun 1997. Dari berbagai sumber gue simpulkan hasil ekspedisi (ceilahh…) banyak sekali terjadi penyelewengan karakter tokoh dan Jalan cerita cerita yang banyak sekali diubah.

Memang sih, kalo buat kolosal sejarah begini ada beberapa catatan dari gue.

  • Jangan sekali-kali mengubah cerita dengan terlalu jauh dari aslinya. Justru bukan pendidikan yang didapat, tapi hanya hiburan semata. Memang untuk sinetron butuh ‘penarik hati’ supaya sinetron ini bisa naik rating dan banyak iklan.
  • Kalo mengubah cerita sama saja mengubah sejarah karena Tutur Tinular berlatar kerajaan singosari, kediri sampai majapahit, sungguh ironis bagi yang mau tahu sejarah bangsa sendiri, malah ditampilkan yang tidak sesuai dengan sejarah aslinya…

Gue juga heran, gimana bisa ada tokoh di drama kolosal lain seperti Krisna dan Mak Lampir/Misteri Gunung Lawu yang bisa masuk ke Tutur Tinular 2011.

Pada hari Sabtu (03/12) semua kru dan produser Tutur Tinular Versi 2011 mendapat kabar yang sangat diluar dugaan. Perolehan Rating Tutur Tinular Versi 2011 pada hari itu adalah yang paling BURUK selama sinetron tsb tayang. Pada hari itu Tutur Tinular Versi 2011 terlempar keluar dari 10 besar, persisnya di posisi 13 dan dikalahkan oleh sinetron Dewa, Anugerah, dan Cinta Cenat Cenut 2. Bahkan sinetron ini kalah bersaing dengan kartun Shaun The Sheep di MNC TV yang ceritanya sudah direrun puluhan kali.

Yah, bagaimana pun begitu, ada kabar bahwa akan ada pengajuan untuk meluruskan kembali sinetron Tutur Tinular 2011. But, buat gue… Kalo semua pada ninggalin dan gak nonton, itu udah cukup buat boikut suatu acara. Ntar kalo acara itu sadar udah gak dilihat kan bakal memperbaiki diri sendiri….,, Ya Kan sob? jangan marah… Kita Semua Satu…

salam duaribuan…

Baca Juga :

Iklan