Flashback on Bulutangkis SEA Games ke 26

salam duaribuan…

Olahraga ini sangat familiar bagi orang Indonesia, Bulutangkis, penghantar emas olimpiade pertama bagi Indonesia. Aku selalu tertawa setiap lihat logo badminton SEA Games ke 26, Modi sedang memegang raket seperti mau mensmash shuttlecock.. but, Indonesia Juara Bulutangkis Asia Tenggara… Tepuk tangan..

Untuk SEA Games ke 26, Jakabaring tidak memiliki kapasitas Internasional untuk Bulutangkis, jadi penyelenggaraan SEA Games ke 26 Cabor Bulutangkis digelar di Jakarta, seperti biasa Stadion Bulutangkis terbesar, Istora Senayan ditunjuk sebagai penyelenggara event terakbar dua tahun sekali.

Dari 7 medali emas yang diperebutkan di Cabor Badminton, 5 diantaranya diraih oleh Indonesia sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai Juara Bulutangkis Asia Tenggara.

  1. Indonesia : 5 emas, 4 perak, 2 perunggu
  2. Thailand  : 1 emas, 2 perak, 6 perunggu
  3. Singapura : 1 emas, 4 perunggu
  4. Malaysia : 1 perak, 2 perunggu

Yah, kita flashback lewat dua jenis aja, Beregu dan Perorangan. Kalo 7 event, kelamaan kayaknya…

1. Beregu

Untuk Beregu, ada 2 nomor yang dipertandingkan, Men’s Team dan Women’s Team. Indonesia mengukuhkan kembali gelar Men’s Team sedangkan Thailand merebut Women’s Team..

Pada Final yang berlangsung Selasa, 15 November 2011 di Istora Senayan Jakarta, Indonesia bertemu kembali dengan Malaysia di Men’s Team event. Simon Santoso, Pasangan Markis/Hendra dan Tommy Sugiarto membanggakan Indonesia dengan kembali menjadi Peraih Gold Medal Beregu Putra SEA Games ke 26.

Sementara sehari sebelumnya, Women’s Team Final berlangsung di Court 2 Istora Senayan. Indonesia bertemu dengan Thailand di Final. Sayang, Indonesia kalah 1-3 dari Thailand setelah Lindaweni Fanetri, Adriyanti Firdasari dan Vita Marissa/Liliyana Natsir dikalahkan para pebulutangkis Putri Thailand.

Dengan hasil ini, Indonesia meraih 1 emas dan 1 perak dari nomor beregu. Sementara itu, untuk Perunggu Men’s Team diraih oleh Singapura dan Thailand. Dan untuk Women’s Team diraih oleh Singapura dan Malaysia.

2. Perorangan

Untuk nomor perorangan ada 5 nomor, yakni Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri dan Ganda Campuran. dari 5 nomor itu, hanya Tunggal Putri yang gagal direbut Adriyanti Firdasari yang dikalahkan Fu Mingtian dari Singapura dengan 21-14, 12-21, 20-22. Emas Tunggal Putri pun diraih Singapura.

Untuk Tunggal Putra, Simon Santoso menjadi kebanggaan Indonesia dengan meraih emas mengalahkan Tanongsak dari Thailand dengan 21-10, 11-21, 21-19 dan lagu Indonesia raya kembali bergumam dengan nyaringnya.

Untuk Ganda Putra dan Ganda Putri terjadi All Indonesian Final dimana Markis Kido/Hendra Setiawan, Peraih Medali Emas Olimpiade Beijing 2008 dikalahkan oleh juniornya, Muhammad Ahsan/Bona Septano dengan 25-23, 21-10.

Sementara Ganda Putri mempertemukan Unggulan 4 Anneke Feinya Agustin/Nitya Khrisinda Maheswari dengan Seniornya Unggulan 2 Vita Marissa/Nadya Melati. Juniornya, Agustin/Nitya menang dengan skor 21-18, 21-17. Saat dikumandangkan lagu Indonesia Raya, terlihat Agustin dan Nitya terharu dan berkaca-kaca matanya.

Dan partai yang paling cepat antara Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir unggulan 1 Indonesia bertemu dengan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dari Thailand unggulan 2 dan dimenangkan pasangan Indonesia cukup mudah, 21-7, 21-14 meskipun di set kedua sempat beberapa kali tertinggal.

Hasil ini sekaligus menetapkan Indonesia sebagai Juara Bulutangkis Asia Tenggara dengan mengantongi 5 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

Istora Senayan Jakarta pun mengumandangkan lagu Indonesia Raya hampir 5 kali di SEA Games ke 26 kali ini. kita patut berbangga karena target dari PSSI telah tercapai bahkan emas berlebih diraih Indonesia.

salam duaribuan…

Iklan