Antara Christian Hadinta, Bulutangkis dan Pebulutangkis Indonesia

salam duaribuan…

duaribuan punya kisah menarik di Pemusatan Latihan Nasional PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Kisah antara Christian Hadinata, Bulutangkis dan Pebulutangkis Indonesia. Mau tahu apa ceritanya?

Christian Hadinata, Kelahiran Jawa Tengah tanggal 11 Desember 1949, saat ini umurnya hampir 62 tahun. Di tahun 1988, ia gantung raket namun itu menjadi awal kariernya di dunia pelatihan bulutangkis Indonesia.

Di Kepelatihannya, ia banyak bertemu berbagai seniman perbulutangkisan Indonesia. Susi Susanti, wanita Indonesia pertama dan dunia yang meraih Emas bulutangkis di Olimpiade 1992. Ia menangis bahagia atas kemenangan itu. Disusul kemenangan Alan Budi Kusuma di nomor Tunggal Putra yang kini menjadi suaminya.

Di Cipayung, Christian juga melatih Taufik Hidayat, lelaki Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera Indonesia sekaligus mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di Athena, tempat Olimpiade pertama kali digelar. Lagu berkumandang di tahun 2004. Taufik menangis bahagia. Setelah Olimpiade 2008, ia pun memutuskan untuk keluar dari Pelatnas, kariernya dihabiskan di GOR Bantong.

Selain itu, Christian lah yang berperan penting dalam mengawal kemenangan Markis Kido/Hendra Setiawan atas Cai Yun/Fu Haifeng di Olimpiade Beijing 2008. Kembali, Lagu Indonesia Raya dan Bendera Indonesia berkibar. Markis Kido dan Hendra Setiawan, dua pria beda latar belakang. Kido adalah muslim religius berdarah Padang-Betawi sedangkan Hendra adalah pemeluk nasrani taat berdarah Jawa-Tionghoa. Perbedaan itu tidak terasa di Lapangan, apalagi setelah mereka meraih Olimpiade Beijing 2008.

Christian hadinata.jpg

Christian Hadinata, kata beberapa orang, ia berangkat ke Pelatnas Cipayung sebelum lampu di sana dinyalakan dan baru pulang bila lampur juga sudah dimatikan. Itulah kegigihan Christian untuk Bulutangkis Indonesia.

Itulah hal menarik dari Pelatnas Cipayung, antara Christian Hadinata, Bulutangkis dan Pebulutangkis Indonesia…

salam duaribuan…

Iklan